in

Ikan Sapu-Sapu: Taksonomi, Habitat dan Faktanya

Ikan sapu-sapu atau disebut pula dengan nama ikan bandaraya ialah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan dan termasuk kedalam famili Loricariidae. Akan tetapi, tidak semua anggota Loricariidae merupakan ikan sapu-sapu.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai pemakan lumut atau alga dan sangat populer sebagai ikan pembersih akuarium. Dalam perdagangan ikan internasional, ikan sapu-sapu dikenal sebagai plecostomus atau plecos dan plecs.

Ikan sapu-sapu nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium spesies apa saja dan sering diperdagangkan dalam ukuran kecil atau sedang. Meskipun, ikan sapu-sapu dapat tumbuh hingga mencapai 60 cm, tetapi menjadi kurang aktif atau bersahabat.

Lebih lanjut tentang ikan sapu-sapu, simak penjelasan tentang taksonomi, habitat serta fakta-faktanya berikut ini.

Taksonomi dan Morfologi Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu seri dijadikan sebagai ikan pembersih kaca aquarium. Hal tersebut karena karakteristik dari ikan sapu-sapu yang selalu menempel pada dinding kaca atau batu-batuan ketika hidup di habitat alamiahnya. Sapu-sapu adalah ikan yang hidup alami di perairan tawar ataupun payau. Ikan ini berasal dari sungai di hutan Amazon, Amerika Serikat.

Ikan sapu-sapu dikenal pula dengan nama suckermouth fish dan janitor fish. Akan tetapi, secara internasional ikan sapu-sapu dikenal dengan nama Plecostomus yang artinya adalah mulut terlipat.

Ikan ini adalah sebuah ikan invasif, sehingga ketika dilepaskan ke alam liar, ikan sapu-sapu akan bersaing dengan spesies asli dan mengganggu manatee.

Perilaku invasif dari ikan sapu-sapu ini dapat mengubah struktur maupun fungsi ekosistem di sekitarnya. Lalu, bagaimana taksonomi dan morfologi dari ikan sapu-sapu? Simak penjelasannya berikut ini.

Di Indonesia, genus dari ikan sapu-sapu yang paling banyak ditemukan ialah Pterygoplichthys. Genus ini terdiri dari kurang lebih 22 spesies, tetapi dari sekian banyak spesiesnya, hanya ada dua yang paling banyak dikenal oleh masyarakat umum yaitu Pterygoplichthys disjunctivus dan Pterygoplichthys pardalis.

Berikut adalah klasifikasi ilmiah dari ikan sapu-sapu:

  • Kingdom = Animalia
  • Filum = Chordata
  • Sub filum = Vertebrata
  • Kelas = Pisces
  • Ordo = Siluridae
  • Famili = Loricariidae
  • Genus = Hypostomus / Hyposarcus / Pterygoplichthys 
  • Spesies = Hypostomus sp / Hyposarcus pardalis / Pterygoplichthys pardalis

Secara morfologi,  tubuh dari ikan sapu-sapu ditutupi oleh sisik yang cukup keras, tetapi fleksibel. Bentuk dari kepala ikan sapu-sapu adalah depressed seperti bentuk kepala ikan lele dengan bagian abdomen memiliki pola titik-titik berwarna putih yang cukup besar.

Ikan sapu-sapu memiliki mulut penghisap yang tepat berada di bagian bawah kepalanya. Sirip dari ikan sapu-sapu adalah sirip dorsal dengan jumlah 9 hingga 14 buah serta sirip pada bagian dada yang dilengkapi oleh duri kecil seperti gigi.

Secara umum, ikan sapu-sapu jenis Pterygoplichthys disjunctivus dapat tumbuh hingga sepanjang 40 cm, bahkan lebih. Pertumbuhan dari ikan sapu-sapu tergolong cukup cepat, dikarenakan ikan sapu-sapu mampu mencapai panjang hingga 35 cm hanya dalam waktu dua tahun saja.

Spesies ikan sapu-sapu Pterygoplichthys disjunctivus seringkali disamakan dengan Pterygoplichthys pardalis. Namun nyatanya, kedua spesies ikan sapu-sapu ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok terutama pada bagian abdomennya.

Berdasarkan bentuk ususnya, ikan sapu-sapu memiliki usus yang cukup panjang serta tersusun melingkar seperti spiral. Ikan sapu-sapu dikelompokkan ke dalam jenis ikan herbivor. Akan tetapi, menurut spektrumnya, jenis makanan dari ikan sapu-sapu ini cukup luas, sehingga ikan sapu-sapu pun dikelompokan ke dalam jenis spesies eurifagik atau ikan pemakan segala.

Habitat Ikan Sapu-Sapu

Habitat asli dari ikan sapu-sapu adalah kawasan sungai dengan aliran air yang cukup deras serta jernih. Akan tetapi, ikan sapu-sapu juga dapat hidup di perairan tergenang, contohnya seperti rawa-rawa dan danau.

Ikan dengan tampilan yang cukup khas serta terlihat sedikit menyeramkan dengan sirip sedikit tajam ini biasanya hidup di daerah perairan dengan kadar oksigen terlarut yang cukup rendah.

Sebagian besar dari spesies ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di Paraguay, Argentina Utara dan Uruguay. Selain itu, spesies ini juga ada yang berasal dari Brazil bagian selatan, tepatnya di daerah Sungai Rio Paraguay, Rio de Plate, Rio Uruguay dan Rio Panama.

Fakta Seputar Ikan Sapu-Sapu

Sumber: Grid Fame-Grid.ID

Agar Grameds dapat mengenal lebih lanjut tentang ikan sapu-sapu, berikut beberapa fakta tentang ikan sapu-sapu. Simak penjelasannya ya!

1. Bukan spesies asli Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ikan sapu-sapu bukanlah spesies asli dari Indonesia. Ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Serikat dan termasuk dalam jenis ikan air tawar yang umumnya hidup di perairan sungai maupun danau.

Ikan sapu-sapu dikenal dengan nama plecostomus yang kemudian disingkat menjadi nama plecos atau plecs yang memiliki makna mulut terlipat. Apabila diperhatikan, ikan sapu-sapu memang memiliki bentuk mulut yang cukup unik, sebab mulutnya seperti terlipat ke bawah.

Di Malaysia, ikan sapu-sapu sering disebut dengan nama ikan bandaraya dikarenakan fungsi dari ikan ini adalah sebagai ikan pembersih. Ikan sapu-sapu memiliki ukuran yang cukup besar, terutama untuk ukuran hias dan sejenisnya.

Ukuran dari ikan sapu-sapu dapat mencapai 60 cm atau bahkan lebih besar. Biasanya, ketika masih kecil, ikan sapu-sapu dapat diletakan di akuarium, sementara ketika ukurannya cukup besar, ikan sapu-sapu lebih baik dipindahkan ke kolam yang cukup besar.

2. Termasuk ikan pemakan segala

Di Indonesia, ikan ini dinamakan sapu-sapu bukan tanpa alasan. Dinamakan sapu-sapu dikarenakan ikan ini adalah ikan pemakan segala. Ikan sapu-sapu memang termasuk dalam kategori jenis hewan omnivora oportunistik.

Oleh sebab itu, hewan ini akan menyantap tanaman seperti alga, lumut dan sebagainya. Ikan sapu-sapu juga biasa menyantap hewan-hewan kecil hingga invertebrata.

Di Amerika dan Eropa, ikan sapu-sapu juga memiliki julukan lain yaitu janitor fish karena ikan sapu-sapu memiliki kemampuan untuk membersihkan akuarium dari ganggang serta kotoran yang menempel pada bagian dinding akuarium.

Bentuk dari mulut ikan sapu-sapu cukup unik, mirip seperti alat hisap sehingga akan memudahkan ikan sapu-sapu untuk menghisap serta menyantap alga maupun lumut yang menempel pada permukaan kasar maupun halus.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga memiliki gigi yang cukup runcing, sehingga ia dapat mengoyak serta mencubit mangsanya dengan cukup mudah.

3. Mudah beradaptasi

Meskipun ikan sapu-sapu termasuk dalam jenis ikan air tawar yang biasa hidup di akuarium, tetapi ikan sapu-sapu rupanya dapat tinggal di tempat mana saja, baik itu di perairan payau, sungai, danau atau bahkan kolam.

Kebanyakan dari ikan sapu-sapu yang habitatnya di sungai, dapat tahan dengan cuaca apapun, baik itu musim kemarau, panas, dingin, maupun hujan. Ikan sapu-sapu bahkan dapat hidup di sungai yang airnya mengering.

Hal ini karena ikan sapu-sapu masih bisa hidup hingga 30 jam lamanya meskipun tanpa air, hal ini karena ikan sapu-sapu memiliki simpanan oksigen yang cukup di perut mereka.

Apabila hidup di alam liar, ikan sapu-sapu justru dapat berkembang biak dengan lebih baik dibandingkan ketika ikan ini berada dalam akuarium.

Ketika berada di alam liar, ikan sapu-sapu akan membuat sebuah lubang besar di dasar sungai yang dasarnya berlumpur untuk dapat berkembang biak dengan meletakkan kurang lebih 300 telurnya ke dalam lubang tersebut.

Akan tetapi, jika ikan sapu-sapu hidup di dalam akuarium maupun kolan dengan ukuran yang terbatas, maka ikan sapu-sapu hanya dapat bertelur sekitar 100 hingga 200 telur saja.

4. Memiliki waktu hidup yang cukup lama

Dikarenakan kemampuan ikan sapu-sapu yang dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungan mana saja dan dapat hidup dengan mudah di mana saja, maka tidak heran jika ikan sapu-sapu memiliki jangka waktu hidup yang cukup lama.

Pertahanan hidup dari ikan sapu-sapu memang sangatlah kuat. Ikan sapu-sapu juga jarang sakit. Ikan sapu-sapu justru dapat cepat mati dikarenakan faktor stres atau ketika ikan ini hidup bersama dengan jenis ikan yang lain.

Kemampuan bertahan hidup dari ikan sapu-sapu rata di antara 10 hingga 15 tahun lamanya, terutama jika ikan sapu-sapu hidup di alam bebas.

5. Ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi

Apa Grameds pernah mendengar sebuah berita yang cukup viral tentang ikan sapu-sapu yang ditemukan sebagai bahan campuran dari siomay, batagor serta makanan otak-otak?

Fakta kelima ini mungkin cukup mengagetkan, akan tetapi dikarenakan harga ikan sapu-sapu yang cukup murah, membuat para penjual makanan menggunakan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan campuran untuk membuat makanan dengan bahan dasar ikan.

Banyak yang mengira, bahwa ikan sapu-sapu adalah ikan yang tidak layak dikonsumsi. Akan tetapi, ikan sapu-sapu sebenarnya cukup aman dikonsumsi. Namun sebelum mengolah ikan sapu-sapu, perlu diketahui dari mana asal ikan sapu-sapu tersebut dan di mana habitat ikan tersebut tinggal.

Apabila ikan sapu-sapu tersebut memiliki habitat di sungai maupun alam liar, sudah pasti ikan sapu-sapu tersebut tidak layak dikonsumsi. Hal ini dikarenakan ikan sapu-sapu merupakan ikan pemakan segala. Sehingga dikhawatirkan jika ikan tersebut hidup di alam liar, ikan sapu-sapu akan mengkonsumsi limbang ataupun kotoran yang dapat berdampak buruk jika dikonsumsi oleh seseorang.

Menurut jurnal penelitian tentang Kandungan logam berat (Cd, Hg dan Pb) pada Plecostomus, Pterygoplichthys pardalis (Castelnau, 1855) di Sungai Ciliwung, ditemukan bahwa adanya kandungan logam berat yang ada pada ikan sapu-sapu yang tinggal di daerah Sungai Ciliwung, sehingga tentunya sangat tidak aman untuk dikonsumsi.

Lalu, ikan sapu-sapu yang seperti apa yang dapat dikonsumsi? Ikan sapu-sapu yang layak dikonsumsi adalah ikan sapu-sapu yang tinggal di akuarium ataupun tempat khusus budidaya, sehingga Grameds tidak perlu khawatir dikarenakan ikan tersebut hidup di habitat yang bersih dan aman dikonsumsi.

6. Memiliki banyak jenis

Tahukah Grameds, bahwa ikan sapu-sapu memiliki berbagai macam jenis yang dapat dipelihara sebagai ikan hias. Ada sekitar 10 jenis lebih ikan sapu-sapu dengan varian, bentuk serta corak yang berbeda0beda.

Mulai dari jenis ikan sapu-sapu leopard frog pleco dengan corak yang mirip seperti zebra, xingu baryancistrus yang memiliki corak bintik-bintik, tiger plecostomus dengan corak seperti macan tutul, bristlenose pleco dengan corak menyerupai renda dan jenis ikan sapu-sapu yang lainnya.

Selain dari perbedaan coraknya, jenis ikan sapu-sapu juga berbeda bergantung pada warna serta habitat aslinya.

Meskipun warna asli dari ikan sapu-sapu adalah hitam dan putih, akan tetapi ada pula beberapa ikan sapu-sapu yang memiliki campuran warna emas hingga warna hijau lumut.

Jenis Ikan Sapu-Sapu Hias

Ikan sapu-sapu memang memiliki beberapa jenis, terutama ikan sapu-sapu hias yang seringkali dipelihara di akuarium. Berikut beberapa jenis ikan sapu-sapu hias yang perlu Grameds ketahui.

1. Leopard Frog Plecostomus

Jenis ikan sapu-sapu hias yang pertama adalah Leopard Frog Plecostomus yang berasal dari Brazil. Keunikan dari jenis ikan sapu-sapu satu ini ada pada corak tubuhnya yang berwarna putih kekuningan dengan kombinasi hitam dan berbentuk garis-garis.

Ikan hias sapu-sapu Leopard ini memiliki ukuran cukup kecil dengan pertumbuhan tubuh maksimal hanya sekitar 10 hingga 11 cm saja. Sehingga jenis ikan sapu-sapu satu ini sangat cocok dijadikan sebagai ikan hias yang dipelihara di akuarium.

2. Ikan Sapu-sapu Synodontis

Jenis ikan sapu-sapu yang kedua adalah ikan sapu-sapu Synodontis dengan sirip bagian atas yang cukup panjang. Tubuh dari ikan sapu-sapu jenis ini dipenuhi dengan pola bintik hitam. Keunikan dari sapu-sapu Synodontis adalah pada siripnya yang panjang, apabila dikembangkan, maka sirip dari sapu-sapu ini akan tampak sangat cantik.

3. Sapu-sapu Xingu Baryancistrus

Berasal dari Brazil, tepatnya dari sungai Rio Xingu, ikan sapu-sapu jenis ini memiliki keunikan pada warnanya yang hitam pekat dengan corak bintik-bintik berwarna kuning di seluruh sirip maupun tubuhnya.

Selain diberi nama Xingu Baryancistrus, ikan sapu-sapu pembersih ini disebut juga dengan nama Gold Nugget Pleco. Apabila dipelihara dengan baik, ikan sapu-sapu satu ini dapat tumbuh besar hingga mencapai 15 sampai 20 cm.

4. Hypancistrus Zebra

Sesuai dengan namanya, jenis ikan sapu-sapu satu ini memiliki corak tubuh seperti zebra yaitu hitam dengan garis putih. Warna tubuh dari ikan sapu-sapu yang cukup eksotis, membuat ikan sapu-sapu Hypancistrus Zebra digemari oleh para kolektor ikan hias, bahkan tidak jarang ada penggemar yang rela membayar mahal untuk mendapatkan ikan sapu-sapu jenis ini.

5. Golden Royal Lina

Berasal dari kawasan Amerika Selatan, tepatnya dari daerah Venezuela, ikan sapu-sapu Golden Royal Lina memiliki corak tubuh garis horizontal dengan warna keemasan. Corak tubuh dari ikan sapu-sapu ini berpadu dengan warna hitam pekat pada tubuhnya dan membuat ikan ini menjadi tambah unik.

6. Blue Phantom Pleco

Seperti hal ikan sapu-sapu Golden Royal Lina, Blue Phantom Pleco juga berasal dari kawasan Amerika Selatan. Ikan ini memiliki warna tubuh biru gelap dengan pola bintik-bintik kecil. Apabila dirawat dengan baik, ikan sapu-sapu ini dapat tumbuh sekitar 15 cm hingga 17 cm.

7. Snowball Pleco

Jenis ikan sapu-sapu berikutnya berasal dari Amerika Selatan dan memiliki ciri khas. Karakteristik dari ikan sapu-sapu ini adalah pada corak tubuhnya. Ikan ini memiliki tubuh dengan warna hitam pekat dan corak polkadot warna tubuh disekujur tubuhnya.

Meskipun memiliki corak tubuh cantik, tetapi jenis ikan sapu-sapu ini adalah predotr sehingga tidak cocok jika dicampur dengan ikan hias jenis lain, terutama ikan hias dengan ukuran lebih kecil.

Itulah penjelasan mengenai ikan sapu-sapu yang bisa menjadi ikan hias dan juga dapat dikonsumsi. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu.

Jika Grameds tertarik untuk mengetahui informasi tentang fauna maupun flora unik lainnya, Grameds bisa membaca buku. Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan berbagai macam buku bermanfaat dan original untuk Grameds.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penlis: Khansa



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Novi Veronika

Saya semakin mencintai dunia menulis ini karena membuat saya semakin bisa mengembangkan ide dan kreativitas, serta menyalurkan hobi saya ini. Selain hal umum, saya juga menyukai tulisan tentang pendidikan dan juga administrasi perkantoran.