in

Privilege: Apa Itu Privilege dan Jenis-Jenisnya

unsplash.com

Privilege atau hak istimewa sosial merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang, dan tidak dimiliki oleh pihak lainnya. Hak privilege dapat muncul dari hasil stratifikasi sosial dengan adanya perbedaan akses untuk memperoleh barang dan mendapatkan layanan yang sama. Privilese yang terikat erat dengan diskriminasi serta muncul karena adanya kesenjangan ekonomi yang mempengaruhi kesenjangan sosial.

Hak privilege merupakan jaminan khusus yang didasarkan pada Undang-undang. Hak privilege atau hak istimewa merupakan suatu hak yang didahulukan. Hak privilege bisa kita lihat dalam Pasal 1134 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yaitu “Suatu hal yang oleh Undang-undang diberikan kepada seorang berpiutang sehingga tingkatnya lebih tinggi daripada orang berpiutang lainnya, semata-mata berdasarkan sifat piutangnya”.

Privilege

Pengertian Privilege

Privilege memiliki arti dari beberapa para ahli. Berikut arti privilege menurut Cambridge Dictionary, yaitu:

  • Privilege memiliki arti kelebihan yang hanya dimiliki oleh satu orang atau sekelompok orang. Biasanya karena kedudukan atau jumlah kekayaan yang dimiliki.
  • Privilege adalah kesempatan dalam melakukan sesuatu yang istimewa atau menyenangkan.
  • Privilege adalah keuntungan yang dimiliki oleh sejumlah orang kaya atau berasal dari kelas sosial yang tinggi, ras atau jenis kelamin tertentu dalam masyarakat yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut.

Merriam-Webster berpendapat, bahwa:

  • Privilege adalah sebuah hak atau manfaat yang diberikan kepada beberapa orang dan bukan kepada orang lain.
  • Privilege adalah sebuah keuntungan yang dimiliki oleh orang kaya dan yang berkuasa atas orang lain dalam suatu masyarakat.
  • Privilege artinya memiliki kesempatan khusus untuk melakukan sesuatu yang membuat seseorang bangga.

J. Satrio berpendapat yang terdapat dalam bukunya yang berjudul Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan, mengatakan bahwa dari perumusan dalam Pasal 1134 KUHPer, tampak bahwa hak istimewa diberikan oleh Undang-undang, maka artinya: Piutang-piutang tertentu yang disebutkan dalam Undang-undang, secara otomatis mempunyai kedudukan yang didahulukan. Hak privilege ini bersifat accesoir dan tidak dapat berdiri sendiri.

Beliau juga mengatakan bahwa para pihak tidak bisa memperjanjikan suatu privilege, yang artinya memperjanjikan bahwa tagihan yang timbul dari perjanjian yang mereka tutup mengandung privilege. Semua privilege adanya ditentukan secara limitatif oleh undang-undang dan bahkan orang tidak diperkenankan untuk memperluasnya dengan jalan penafsiran terhadap perikatan-perikatan ataupun tagihan-tagihan, yang tidak secara tegas di dalam undang-undang, dinyatakan sebagai hak tagihan yang diistimewakan.

J. Satrio juga berpendapat jika privilege harus dituntut, harus dimajukan, artinya kalau pemilik tagihan yang diistimewakan tinggal diam saja, maka tagihan tersebut dianggap sebagai tagihan biasa atau konkuren. Dan pemilik tagihan tersebut harus menuntut agar dimasukkan dalam daftar tingkatan menurut tingkat yang diberikan kepadanya menurut undang-undang dan dengan demikian mendapat pelunasan menurut urutan tingkatnya dalam daftar.

Privilege lain daripada gadai, hipotik, hak tanggungan dan fidusia, Ia bukan merupakan hak kebendaan. Pemilik hak tagih yang diistimewakan pada asasnya tidak mempunyai hak-hak yang lebih dari orang lain. Ia juga tidak mempunyai hak untuk menjual sendiri benda-benda atas mana Ia mempunyai hak yang didahulukan untuk mengambil pelunasan, tidak mempunyai hak yang mengikuti bendanya kalau benda itu ada di tangan pihak ketiga atau droit de suite. Kelebihannya hanya bahwa atas hasil penjualan benda tertentu/semua benda milik debitur, ia didahulukan di dalam mengambil pelunasannya. Mengenai apa saja yang termasuk ke dalam hak privilege ini dapat dilihat dalam Pasal 1139 dan Pasal 1149 KUHPer.

Privilege

Jenis-Jenis Privilege

Kemungkinan bahwa jenis hak istimewa tertentu mungkin tidak berlaku di semua keadaan. Terlebih ketika orang-orang terbiasa memiliki keistimewaan, pengalam seperti itu normal bagi mereka dan karena seperti itu sulit untuk dikenali. Seperti halnya ketika Anda mungkin memiliki apa itu privilege atau hak istimewa berdasarkan faset identitas Anda. Very Well Mind berpendapat privilege bisa didapat dengan cara berikut:

1. Ras

Orang-orang kulit putih mendapatkan sebuah keuntungan yang tidak diperoleh orang-orang warna kulit lainnya di masyarakat, karena mereka diperlakukan lebih baik daripada mereka yang tidak berkulit putih.

Selain mengakui adanya hak istimewa kulit putih, penelitian juga menemukan bahwa kesadaran tentang hak istimewa seperti ini tidak menghasilkan perubahan terkait bias rasial.

Akan tetapi, selain mengakui hak istimewa jika orang berkulit putih juga merasa diberdayakan oleh kemampuan mereka untuk terlibat dalam perubahan sosial, hal semacam itu memungkinkan bagi mereka untuk mengambil sebuah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi ketidakadilan. Dan melakukannya pada akhir akan berdampak pada bias rasial.

2. Kelas

Orang-orang yang terlahir kaya memiliki keuntungan yang tidak diperoleh daripada mereka yang kekurangan sumber keuangan, karena mereka memiliki akses yang lebih besar dalam peluangnya.

Dengan cara seperti ini, individu yang lebih kaya mungkin akan menghadapi kesulitan hidup yang tidak disebabkan oleh sumber daya keuangan mereka yang meningkat seperti orang yang tidak memiliki kekayaan yang tertindas.

3. Jenis kelamin

Individu Cisgender memiliki hak istimewa atas transgender dan folx non biner. Tak hanya itu, pria memiliki keuntungan yang tidak diterima dibandingkan dengan jenis kelamin yang terpinggirkan. Mereka yang mengidentifikasi dengan jenis kelamin yang ditugaskan saat mereka lahir mungkin mengalami tantangan.

Kesulitan seperti ini tidak terkait dengan identitas mereka sebagai individu cisgender. Begitupun sebaliknya, Cissexism sangat mempengaruhi kehidupan orang-orang trans dan non-biner. Kesulitan juga yang dihadapi oleh pria bukan karena jenis kelaminnya. Keistimewaan gender menindas gender yang terpinggirkan dan tentunya berdampak negatif pada kehidupan mereka dalam berbagai cara.

Dalam upaya menuju kebijakan gender yang lebih inklusif di sebuah Universitas, para peneliti menemukan bahwa “Pekerjaan memfasilitasi pergeseran budaya, kenyataan dari apa yang sering harus terjadi, memakan waktu dan yang membutuhkan kemitraan lintas garis tradisional kekuasaan dan hak istimewa.”

4. Kemampuan

Kemampuan setiap orang yang memiliki badan sehat tentunya mendapatkan keuntungan yang diperoleh, jika dibandingkan dengan orang yang cacat. Yang mana hal seperti ini berdampak pada kehidupan mereka sendiri. Mereka yang tidak mengalami disabilitas memiliki hak istimewa atas penyandang disabilitas.

Hasil penelitian tentang pengalaman mampu menemukan bahwa 28,3% siswa dengan disabilitas melaporkan pernah mengalami mikro agresi dalam kelas pekerjaan sosial mereka, seperti meminimalkan atau mengabaikan masalah disabilitas, bullying dan masih banyak lagi. Apabila masalah yang seperti ini dilaporkan dalam program akademik, yang mana pihak fakultas diharapkan bisa mempromosikan hasil yang adil. Dari ini menunjukkan bagaimana mereka yang bekerja di lembaga akademik bisa gagal untuk mengakui hak istimewa mereka yang berbadan sehat ketika berkaitan dengan para penyandang cacat.

5. Orientasi Seksual

Orientasi seksual, Folx heteroseksual memiliki keistimewaan atas orientasi seksual lainnya, karena mereka mendapat manfaat dari konstruksi sosial yang menempatkan mereka dalam kelompok dominan daripada folx yang homoseksual, panseksual, aseksual, dan semacamnya. Meskipun orang heteroseksual mungkin mengalami kesulitan dalam hidup mereka, tetapi hal ini tidak terkait dengan orientasi seksual mereka.

Sebuah studi tentang perempuan heteroseksual yang dijadikan sebagai sebuah sampel pada interval dua puluh tahun dari tahun 1952 sampai tahun 1992 menemukan bahwa perubahan sosial dalam sikap dapat dan memang terjadi selama 20 tahun pertama, tetapi lebih sedikit pada periode 20 tahun kedua. Dengan cara ini, mudah untuk melihat bagaimana orang-orang yang memiliki hak istimewa seringkali menganggap remeh.

Privilege

6. Usia

Mengapa usia menjadi hak istimewa? Grameds, sebagian besar masyarakat konsumerisme mendefinisikan tentang bagaimana orang-orang, konsumen dan produsen hanya memiliki sedikit kegunaan untuk orang-orang yang sudah pensiun. Dengan hal ini kemungkinan dengan pendapatan yang tetap dan juga semakin tidak fotogenik.

Seluruh industri dibangun untuk menghindari tampilan usia atau misalnya seperti kosmetik atau dengan bercanda menggambarkan sesuatu yang dianggap buruk. Dan untuk wanita yang usianya lebih tua khususnya dalam melihat nilai implisit mereka menurun seiring bertambahnya usia meskipun pada kenyataannya nilai mulai membaik.

Karakter dalam budaya yang populer jarang berumur dan paling mungkin dari semua kelompok usia untuk “muncul di televisi dan film sebagai saluran untuk menghilangkan komik, mengeksploitasi stereotip fisik, kognitif dan ketidakefektifan seksual” (Cuddy dan Fiske mengutip Zebrowitz dan Monte Pare). Sementara bagi orang tua dikategorikan dalam banyak stereotip sebagai setidaknya hangat, mereka juga dipandang sebagai tidak kompeten, dan bahkan gagasan bahwa orang tua yang hangat dapat menjadi seperti wortel.

Banyak negara, perawatan orang tua adalah cabul yang berbatasan dengan parodi, dengan biaya yang heboh dan penyalahgunaan yang sepenuhnya terlalu biasa. Sifat rutin yang dipandang lebih muda dipandang sebagai pujian, misalnya seperti gagasan bahwa orang suka ketika mereka digaruk, bahkan ketika itu menyebabkan ketidaknyamanan, karena itu berarti mereka dipandang lebih muda. Ada pula penelitian yang bagus tentang topik ini dan itu menunjukkan kenyataan yang sangat jelas tentang stereotip, bias, dan kerugian institusional.

7. Agama

Slogan dari Critical legal study adalah Law is Politics, agama dan kepercayaan yang terdapat di Indonesia bukan merupakan keistimewaan atau privilege, tetapi merupakan hak atau right. Hukum di Indonesia didasarkan pada politik dan juga moral yang menempatkan agama yang merupakan suatu kepercayaan sebagai yang sakral sehingga harus diatur dalam hukum.

Bukan hanya dari Undang-Undang tentang Administrasi Kependudukan, secara hierarkis Pancasila yang merupakan cita negara menempatkan keberadaan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa sebagai bagian yang paling penting. Akibatnya negara memiliki kewajiban (atau bahkan dapat dikatakan hak) untuk mengatur kehidupan beragama dan kepercayaan dengan tujuan melindungi warga negara. Suatu hak membuat kependudukan tidak sejajar lagi dan merupakan kritik dari postmodernist jurisprudence.

8. Pendidikan

Pendidikan merupakan hak asasi manusia. Setiap masyarakat Indonesia wajib mendapatkan haknya untuk mengejar pendidikan dengan bersekolah dan lainnya tanpa adanya diskriminasi apapun dan dalam bentuk apapun. Maka dengan itu, negara wajib melindungi, menghormati dan juga memenuhi kewajiban untuk pendidikan masyarakat.

Sehingga pendidikan merupakan hak asasi manusia yang benar-benar penting dan wajib didapatkan semua manusia. Berikut hak atas pendidikan, yaitu:

  • Pendidikan dasar yang gratis, wajib, dan tentunya bersifat universal
  • Pendidikan menengah, termasuk teknik dan kejuruan yang tersedia secara umum, dapat diakses oleh semua atas dasar kapasitas individu yang progresif gratis
  • Pendidikan tinggi yang dapat diakses oleh semua orang atas dasar kapasitas individu namun progresif gratis
  • Pendidikan dasar bagi individu yang belum menyelesaikan pendidikan
  • Kesempatan mendapatkan pelatihan profesional
  • Pemerataan mutu pendidikan melalui standar minimal
  • Pengajaran dan perlengkapan berkualitas untuk guru
  • Sistem fellowship yang memadai dan kondisi materi untuk staf pengajar
  • Kebebasan memilih

Selain itu, masyarakat yang menempuh pendidikan tentunya memiliki hak, seperti:

  • Berhak mengembangkan diri
  • Berhak untuk mengemukakan pendapat
  • Berhak untuk mendapatkan perlindungan
  • Berhak bertanya saat tidak mengerti sesuatu dalam pembelajaran
  • Berhak mendapatkan teman dan juga bersosialisasi
  • Berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kompetensi dan tidak peduli berada di desa atau di kota maupun sekolah swasta atau sekolah negeri
  • Mendapatkan perlakuan yang merasa di sekolah tidak peduli dengan ras, agama, kondisi fisik, maupun status sosial
  • Berhak mendapat pendidikan yang baik dan benar dari guru tanpa membeda murid
  • Berhak mendapat akses yang layak ke sekolah
  • Berhak mendapatkan fasilitas belajar yang mumpuni
  • Berhak mendapat lingkungan sekolah yang aman tanpa diskriminasi juga perundungan
  • Berhak memilih untuk sekolah dan berpindah sekolah
  • Berhak memilih bidang pendidikan sesuai dengan minat dan bakat
  • Berhak memperoleh nilai yang sesuai dengan kemampuan
  • Berhak menyelesaikan pendidikan lebih cepat daripada waktu normalnya
  • Berhak mendapatkan pendidikan agama yang dipercayainya

9. Kewarganegaraan

Dalam Undang-undang Negara Republik Indonesia tentang Kewarganegaraan juga disebutkan adanya pemberian Kewarganegaraan Indonesia kepada Orang Asing secara Istimewa. Artinya orang yang diberikan status istimewa sebagai warga negara itu tidak perlu mengajukan permohonan secara khusus untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia atau tidak perlu melengkapi banyak persyaratan seperti naturalisasi biasa.

Biasanya naturalisasi istimewa ini diberikan kepada warga negara asing yang sudah berjasa kepada Negara Republik Indonesia (NKRI). Naturalisasi ini diberikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR dan diatur dalam Pasal 20 UU No. 12 Tahun 2006.

10. Penampilan

Standar kecantikan ditetapkan dan dipertahankan oleh wajah yang ditampilkan oleh media, televisi dan media lainnya. Untuk waktu yang lama, kecantikan berwarna putih, kurus, dan cisgender. Orang-orang yang kita pilih untuk dirayakan sering kali mencerminkan siapa yang kita anggap cantik. Dan mereka yang memiliki ciri-ciri fisik terkenal mendapat manfaat dari hak istimewa yang cantik.

Akan tetapi bagaimana jika penampilan mengarah pada diskriminasi? Undang-undang negara Indonesia seharusnya melarang diskriminasi terhadap orang lain, berdasarkan penampilan. Hal ini karena tentunya membatasi hak atas kesempatan yang sama. Hal ini tentunya memperkuat subordinasi kelompok di mana karakteristik. Tampak penting dalam beberapa karir seperti pemodelan. Namun, disisi lain, sikap terhadap keefektifan karyawan sering kali mencerminkan bias pemberi kerja, bukan pelanggan.

11. Ukuran badan

Bagi beberapa orang mengatakan bahwa hak istimewa hanya bisa diterapkan dalam keadaan yang tidak dapat diubah, seperti halnya ras atau jenis kelamin, dan tidak dalam kasus-kasus yang berada dibawah kendali orang yang berpengaruh. Maka gagasan tentang hak istimewa tubuh tetap diperdebatkan.

Hak istimewa bagi tubuh menjadi sebuah konsep yang digunakan untuk mengkaji keuntungan ekonomi, sosial dan politik yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan hanya berdasarkan penampilan fisik tubuh mereka.

Apakah Grameds bertanya-tanya bagaimana privilege yang ada pada dalam diri sendiri? Lalu bagaimana mengembangkan serta mempertahankan hak istimewa atau privilege kita? Grameds bisa menemukan jawabannya dengan membaca buku yang tersedia di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik!

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda