Biologi

Tumbuhan Thallophyta : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Contoh

Tumbuhan Thallophyta : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Contoh 1
Written by atap

banner e perpus

Gramedia Literasi – Secara umum divisi Thallophyta masuk ke dalam kingdom protista. Sesuai dengan namanya, semua organisme yang masuk ke dalam divisi Thallophyta memiliki tubuh berbentuk talus atau tumbuhan yang belum dapat dibedakan dalam 3 bagian utama (akar, batang dan daun). Simak lebih lengkap mengenai penjelasan Tallophyta berikut ini Grameds.

PENGERTIAN THALLOPHYTA

Thallophyta atau (Tumbuhan Talus) merupakan kelompok tumbuhan yang belum memiliki akar, batang, dan daun yang nyata, misalnya lumut (Bryophyta). Tumbuhan lumut (Bryophyta) belum menampakkan ciri adanya akar sejati, sebagai gantinya terdapat sel-sel yang menyerupai rambut untuk menggantikan fungsi akar yang belum dimilikinya. Inilah yang dinamakan rizoid (akar semu) fungsinya menyerap air dan zat hara dari tempatnya hidup. Rizoid juga berfungsi untuk menambatkan tubuh pada tempat hidupnya. Jika Tumbuhan talus merupakan tumbuhan yang struktur tubuhnya masih belum bisa dibedakan antara akar, batang dan daun, maka tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun disebut dengan tumbuhan kormus.

 

CIRI-CIRI THALLOPHYTA

Thallophyta seperti lumut menyukai tempat yang teduh dan lembab seperti Tembok, Permukaan batuan, Genteng dan kulit pohon untuk hidup. Mari mengenali ciri-ciri lain dari tumbuhan talus berikut ini, Grameds:

  • Tersusun oleh satu sel yang berbentuk bulat hingga banyak sel yang kadang-kadang mirip dengan tumbuhan tingkat tinggi (sudah mengalami diferensiasi).
  • Perkembangbiakan pada umumnya secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual) dengan spora sebagai alat perkembangbiakannya.
  • Perkembangbiakan secara generatif terjadi melalui peleburan gamet yang terbentuk didalam organ yang disebut gametangium.
  • Cara hidup pada tumbuhan talus ada tiga cara yaitu autotrof (asimilasi dengan fotosintesis), heterotrof dan simbiosis.
  • Berdasar ciri-ciri utama yang menyangkut cara hidupnya divisi Thallophyta dibedakan menjadi 3 yaitu Ganggang (algae), Jamur (Fungi), Lumut kerak (Lichens).
  • Talus berwarna hijau karena adanya klorofil membuatnya mampu melakukan sintesis senyawa organik dengan bantuan sinar matahari. Pada talus bagian atas lumut yang sudah dewasa akan terbentuk badan penghasil spora yang dinamakan sporogonium.
  • Dalam daur hidupnya Thallophyta mengalami metagenesis atau pergantian keturunan antara generasi gametofit dan generasi sporofit.

 

KLASIFKASI THALLOPHYTA

DIVISI ALGAE (GANGGANG)

Kelompok dari Algae atau ganggang meliputi organisme fotosintetik yang  biasanya berada pada tempat yang lembap atau basah dan juga pada sistem perairan baik air Iaut maupun air tawar. Tubuhnya dari tumbuhan algae ada yang terdiri atas satu sel dan ada pula yang terdiri dari banyak sel, ada yang terdiri atas satu sel namun berkoloni berkoloni, berbentuk benang sehinnga terlihat sebagai banyak sel. Beberapa jenis algae dapat hidup bersimbiosis dan mereka merupakan produsen karena mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil.

Algae merupakan penyusun plankton dan sumber makanan bagi ikan. Pada Tubuh ganggang terdapat zat warna (pigmen), yaitu Fikosianin yang berwarna biru, Klorofil berwarna hijau, Fikosantin berwarna coklat, Fikoeritrin berwarna merah, Karoten berwarna keemasan, dan Xantofil berwarna kuning. Berdasarkan pigmen dominannya alga dikeiompokkan menjadi empat sebagai berikut:

  • Chlorophyta atau Ganggang: Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. Ganggang ini juga dapat melakukan fotosintesis, memiliki cadangan makanan berupa amilum, 90% hidup di air tawar dan 10% hidup di laut. Ganggang hijau yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau bentos, juga menempel pada batu dan tanah. Ganggang hijau merupakan kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara ganggang lain. Peranan ganggang hijau dalam kehidupan diantaranya sebagai plankton dan merupakan komponen penting dalam rantai makanan air tawar, dapat diproses sebagai makanan, misal Ulva dan Chlorella, juga sebagai penghasil O2 dari proses fotosintesis yang diperlukan oleh hewan-hewan air.
  • Chrysophyta atau ganggang pirang atau kuning keemasan Ganggang keemasan bersel tunggal atau banyak, memiliki pigmen dominan karotin (pigmen klorofil a, klorofil c, karoten, xantofil dan fikosantin). Ganggang keemaasan gidup secara autotrof, reproduksi aseksual (membentuk auksospora dan membelah diri) seksual (oogami). Contoh Chrysophyta bersel satu (navicular atau diatome, ochromonas) dan chrysophyta berbentuk benang atau bersel banyak (vaucheria). Peranan ganggang keemasan dalam hidup yaitu dalam bidang industri Asam alginat yang dihasilkan ganggang perang berperan untuk pembuatan plastik, kosmetik dan tekstil. Navicula sp, yang mati membentuk tanah diatome juga digunakan sebagai bahan penyekat dinamit. Dalam bidang perikanan Ganggang yang berupa fitoplankton merupakan makanan ikan di laut. Sementara dalam ekosistem ganggang berfungsi sebagai komponen produsen yang paling utama Grameds.
  • Phaeophyta atau ganggang cokelat hidup di pantai, warna coklat disebabkan oleh pigmen fikosantin (coklat), klorofil a, klorofil b dan xantofil. Dinding sel terdiri dari selulosa, pektin dan asam algin. Tubuhnya berbentuk seperti benang atau lembaran yang dapat mencapai puluhan meter. Ganggang cokelat berreproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan generatif dengan isogami dan oogami. Contoh gaggang cokelat diantaranya Fucus, Sargassum, Turbinaria, Macrocystis. Peranan ganggang ini diantaranya menghasilkan asam alginat yang berfungsi untuk pembuatan es krim, pembuatan cat, berfungsi dalam industri untuk penyamakan kertas atau menghaluskan kertas, pernis, obat-obatan, dan pasta gigi, terakhir sebagai makanan ternak.
  • Rhodophyta atau ganggang merah. Warna merah pada ganggang ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil. Ganggang ini pada umumnya memiliki banyak sel (multiseluler) dan makroskopis, tidak berflagel, dan memiliki kemampuan menimbun kalsium karbonat di dalam dinding selnya. Ganggang merah juga dapat mencapai panjang antara 10 sentimeter sampai 1 meter berbentuk benang atau lembaran. Contoh Eucheuma, Gelidium, Glacilaria, Batrachospermum, Chondrus, Porphyra, Polysiphonia, Nemalion. Peranan ganggang merah dalam kehidupan: Eucheuma spinosum, Gracilaris, Gelidium sebagai penghasil agar-agar, menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup dilaut, bahan pembuat krem, juga shampoo pencuci rambut.

DIVISI JAMUR

Jamur merupakan organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik, dinding sel dilindungi zat kitin, multiseluler atau uniseluler, berukuran mikroskopis sampai makroskopis, bentuk tubuh bervariasi, termasuk organisme heterotrof karena tidak punya klorofil, dan tubuh tersusun dari hifa yang berbentu seperti benang. Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu saprofit, parasit, dan mutual. Jamur dibedakan menjadi beberapa kelas diantaranya:

  • Basidiomycotina: Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora) Cara reproduksi Basidiomycotina dibedakan menjadi dua yaitu vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, hingga menghasilkan spora yang disebut basidiospora). Manfaat Basidiomycotina diantaranya sebagai bahan makanan.
  • Deuteromycotina: Disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti), Pembiakan dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya (askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasiknya ialah Monilia sitophila. Kelompok jamur ini kebanyakan bersifat parasit bagi lingkungan sekitar, contoh pada Sclerotium rolfsii yang merupakan parasit pada bawang merah dan Curvularia yang merupakan parasit pada rerumputan.
  • Myxomycotina (Jamur lendir): Merupakan jamur yang paling sederhana. Mempunyai 2 fase hidup, yaitu fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium dan fase tubuh buah. Bereproduksi secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata. Contoh spesies : Physarum polycephalum
  • Oomycotina: Tubuhnya terdiri atas benang atau hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti. Bereproduksi secara Vegetatif yaitu hidup di air dengan zoospora dan hidup di darat dengan sporangium dan konidia. Oomycotina juga bereproduksi secara Generatif yaitu dengan bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru. Contoh spesies Saprolegnia sp
  • Zygomycotina (kelas Zygomycetes): Hidup di darat, pada tanah yang lembab atau sisa organisme mati. Hifa Zygomycotina memiliki banyak cabang, tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi tua. Reproduksi pada Zygomycotina berlangsung secara vegetatif (membentuk spora tak berflagel atau aplanospora) dan generatif dengan cara gametangiogami dari dua hifa yang saling berkonjugasi dengan menghasilkan zigospora, Contohnya: Rhizopus sp,
  • Ascomycotina: Hidup secara saprofit di dalam tanah atau hipogean, hidup di kotoran ternak kemudian, ada juga yang parasit pada tumbuhan. Tubuh Ascomycotina terdiri atas benang-benang yang bersekat atau ada yang unisel. Cara berkembangbiaknya yaitu secara vegetatif (Dengan cara klamidospora (spora berdinding tebal), fragmentasi atau pemisahan sebagian cabang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru), tunas atau kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces, selain itu juga bereproduksi secara generatif dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus akan berkumpul dalam badan yang disebut askokarp. Manfaat Ascomycotina diantaranya penghasil antibiotic, pengharum keju, membuat tape, membuat kecap

DIVISI LUMUT KERAK

Lumut kerak hidup menempel di pepohonan atau bebatuan, di atas tanah, tembok pagar, juga di tembok atau atap rumah. Meski dianggap sebagai pengganggu dan diremehkan, lumut kerak dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional, dan bahan pewarna. Lumut kerak juga dikenal sebagai lichenes (biasanya menjadi pioner sebelum jenis lumut lain dapat hidup di suatu tempat-Red.).

Bentuknya seperti tumbuhan, tetapi bukan golongan tumbuhan. Ia bukan satu organisme, namun suatu ekosistem kecil yang merupakan asosiasi simbiotik dari dua atau tiga mitra yang berbeda satu sama lain. Mitra paling dominan pada simbiosis lumut kerak yaitu cendawan (fungi) dengan koloni ganggang (algae) atau cyanobacteria, yang berperan memberikan catu makanan melalui fotosintesis. Berdasarkan bentuknya lumut kerak dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu Krustos (seperti kerak), Folios (seperti daun) dan Fruktikos (seperti semak).

Lumut kerak berkembangbiak secara vegetative dengan fragmentasi atau dengan soredium. Soredium terdiri dari satu atau beberapa ganggang yang terbungkus oleh hifa jamur. Talus yang patah maupun soredium dapat terbawa angin atau air ke tempat lain dan tumbuh membentuk lumut kerak yang baru. Lumut kerak berperan penting dalam suksesi karena kemampuannya untuk tumbuh pada tempat yang tidak memungkinkan bagi tumbuhan lain untuk hidup.

Lumut ini dapat hidup pada bebatuan yang secara perlahan menghancurkan sehingga membentuk lapisan-lapisan tanah, lumut kerak Cladonia menutupi wilayah kutub utara dan menjadi makanan bagi ternak serta hewan liar yang hidup di sana. Selain itu Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:

  • Dapat digunakan sebagai bahan obat contoh pada Usnea filipendula (antibiotik)
  • Digunakan sebagai penambah rasa dan aroma (masakan jepang)
  • Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
  • Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinya
  • Dapat digunakan sebagai indikator pencemaran

 

MANFAAT THALLOPHYTA

Thallophyta memiliki banyak manfaat diantaranya:

  • Ganggang yang merupakan bagian dari thallopytha berperan sebagai penghasil utama bahan organik di dalam ekosistem perairan. Keberadaannya merupakan bagian yang paling utama dari sistem rantai makanan. Aktifitas fotosintesis yang mampu dilakukannya di dalam air, dapat dijadikan sumber oksigen yang sangat bemanfaat bagi lingkungan sekitar tempat ia tumbuh.
  • Bahan Makan Manusia: Banyak sekali jenis alga di dunia ini yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makan untuk manusia. Contohnya di jepang. Ada jenis makanan di Jepang yang disebut Kombu, terbuat dari laminaria (salah satu dari jenis laga cokelat) mengandung fe dan protein yang tinggi serta memberikan manfaat vitamin A dan C.
  • Makanan Ternak: Di negara-negara maritim, alga juga dimanfaatkan untuk keperluan pakan ternak. Makanan-makanan ternak yang berasal dari bahan utamanya yaitu alga, dapat dikomsumsi secara langsung maupun diolah menjadi bentuk makanan ternak yang lebih efisien.
  • Bahan Pembuatan Pupuk: Hal ini dimungkinkan karena alga memilki kandungan fosfor, kalium, dan beberapa unsur runut. Pembuatannya sendiri dengan mencampur makroalgae dengan bahan-bahan oraganik lainnya.
  • Bahan Obat Dan Anti Biotik: Pada beberapa jenis alga juga ditemukan manfaat yang sangat berarti bagi proses pembuatan obat-obatan maupun sebagai antibiotik. Alga dengan manfaat antibiotik ini diteliti efektif dalam pencegahan bakterti Escherichia colli. Sedangkan pada jenis alga lainnya ditemukan S fucoidin dan sodium laminarin sulfat yang digunakan sebagai antikoagulan darah. Bahkan pada beberapa jenis alga berfungsi sebagai pengobatan penyakit ginjal, kandung kemih dan paru-paru.
  • Jamur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Pada pengobatan tradisional cina, jamur shitake digunakan untuk membuat obat flu. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak jamur shitake dapat melawan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi akibat bakteri atau jamur. Kemudian, jamur shitake dan jamur oyster mengandung beta-glukan, salah satu polisakarida yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pada sebuah studi, 52 orang yang mengonsumsi satu atau dua jamur kering dalam satu bulan, fungsi kekebalan tubuhnya meningkat, dan risiko terjadinya peradangan menjadi berkurang.
  • Jamur sebagai bagian dari thallophyta menurunkan kolesterol tinggi Kandungan beta-gukan, eritadenine, dan chitosan pada jamur juga membantu menurunkan kolesterol. Sebuah studi dilakukan pada orang obesitas yang melakukan diet dengan jamur. Hasilnya menunjukkan bahwa mengganti daging dengan jamur selama 3 kali seminggu, dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) sebanyak 8%, mengurangi trigliserida sebanyak 15 persen, dan menurunkan berat badan sebesar 3,6 persen.
  • Jamur sebagai bagian dari thallophyta sehat bagi jantung, Serat, kalium, dan vitamin C pada jamur berkontribusi menjaga tekanan darah dan kolesterol sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.

Demikian Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Manfaat Thallophyta dalam Kehidupan Sehari-hari, semoga bermanfaat Grameds. Semangat belajar!

Buku Soal Tumbuhan Thallophyta  Dari EDUTORE

Gramedia mengembangkan platform edukasi bernama Edutore. DAFTAR dan kamu bisa mengakses banyak buku latihan soal seperti yang ada di gramedia dengan cara berlangganan. Edutore memiliki sloggan “Semua Bisa Pintar” dan itu pula yang menjadi cita-cita Edutore. Sehingga Edutore bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia. Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo e perpus
logo e perpus
banner e perpus

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien
banner e perpus
  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien