in

Mengenal Ottoke dan Istilah Bahasa Korea Populer Lainnya

Freepik.com

Ottoke dan Istilah Bahasa Korea Lainnya – Drama korea dan K-Pop yang semakin mendunia, membuat budaya-budaya Korea Selatan dikenal oleh banyak orang di belahan dunia tak terkecuali di Indonesia. Mulai dari makanan, gaya berbusana hingga bahasanya pun memengaruhi masyarakat Indonesia yang menyukai budaya Korea Selatan.

Kosakata Korea umumnya mudah masuk dan dipahami melalui drama Korea dan K-Pop. Ada beberapa kosakata populer yang dipakai oleh banyak orang, salah satunya ottoke. Apa arti ottoke? Dan apa saja kosakata populer Korea lainnya? Simak penjelasannya lebih lanjut, ya!

Ottoke dan Korean Hallyu di Indonesia

Korean hallyu atau Korean wave merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan penyebaran budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia yang dimulai sejak tahun 1990-an. Pada umumnya, Korean hallyu ini memicu banyak orang di suatu negara untuk mempelajari budaya serta bahasa Korea.

Hadirnya Korean hallyu di Indonesia dipengaruhi oleh drama Korea serta K-pop yang kini mendunia. Kepopuleran drama Korea di stasiun televisi, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, akan tetapi juga di berbagai negara-negara Asia lain seperti Taiwan dan Jepang.

Stasiun televisi Indonesia, kemudian mulai menayangkan beberapa drama yang diproduksi oleh Korea Selatan usai kanal televisi RCTI pertama kali mempelopori pemutaran drama Korea berjudul Autumn in My Heart atau Endless Love. Setelah itu, para sineas kemudian menyadari, bahwa drama Korea mengundang banyak peminat. Sehingga produksi dari serial Korea pun menjadi salah satu komoditas ekspor.

[algolia_carousel]

Puncak kepopuleran drama Korea terjadi ketika drama berjudul Winter Sonata dirilis di Jepang, Tiongkok, Taiwan, serta beberapa negara Asia Tenggara. Sejak drama Korea Winter Sonata rilis, istilah hallyu atau demam Korea pun mulai muncul.

Pada tahun 2002 hingga 2005, drama Korea populer di Asia termasuk Indonesia pun semakin bertambah. Mulai dari drama dengan genre romantis, komedi, melankolis bahkan drama dengan latar belakang sejarah Korea turut mendapatkan rating tinggi ketika ditayangkan di kanal televisi Indonesia seperti Dae Jang Geum.

Korean wave tentu berdampak positif bagi pariwisata di Korea, terutama tempat-tempat yang menjadi terkenal usia tampil di suatu drama atau musik video K-pop. Makin banyak turis yang ingin berkunjung ke Korea, karena ingin merasakan langsung bagaimana vibes atau suasana seperti yang ditampilkan dalam drama Korea. Hal tersebut, tentu akan membuat devisa negara meningkat serta meningkatkan turis secara emosional dengan Korea.

Tidak hanya di Korea, di Indonesia sendiri banyak obyek pariwisata yang terinspirasi dengan mengambil konsep layaknya berada di Korea. Seperti cafe dengan nuansa Korean, replika-replika yang terlihat seperti seseorang berada di Korea hingga menyediakan penyewaan baju tradisional Korea, yaitu hanbok.

Drama serta lagu-lagu populer dari Korea, juga turut berperan penting dalam masuknya beberapa istilah populer bahasa Korea yang kini sering digunakan. Seperti ottoke dan lain sebagainya.

Ottoke

Arti Ottoke dan Kosakata Populer Bahasa Korea Lainnya

Ottoke merupakan salah satu kosakata bahasa Korea yang cukup populer dan kerap digunakan. Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ottoke berarti bagaimana.

Di Korea sendiri, ottoke merupakan salah satu kosakata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ekspresi untuk menyatakan situasi yang terjadi dan tidak sesuai dengan harapan. Selain kata ottoke, ada beberapa kosakata bahasa Korea lain yang cukup populer. Berikut beberapa istilah populer bahasa Korea lainnya.

  1. Eonni atau noona, adalah panggilan yang digunakan untuk kakak perempuan. Akan tetapi eonni dan noona digunakan secara berbeda. Eonni digunakan oleh perempuan yang lebih muda dan noona digunakan oleh laki-laki yang lebih muda.
  2. Oppa atau hyung, sama seperti eonni atau noona. Kosakata oppa dan hyung merupakan panggilan yang digunakan untuk menyebut kakak laki-laki. Akan tetapi, oppa dan hyung digunakan secara berbeda bergantung gender seperti eonni atau noona. Perempuan yang lebih muda dapat memanggil kakak laki-laki dengan sebutan oppa, sedangkan laki-laki yang lebih muda menggunakan hyung.
  3. Yeorobun, apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yeorobun artinya ialah semua orang atau semuanya. Kosakata yeorobun ini, sama seperti kosakata everyone atau guys dalam bahasa Inggris. Sehingga, apabila Grameds ingin menyapa banyak orang sekaligus, maka Grameds bisa menggunakan panggilan yeorobun.
  4. Jinjja, artinya ialah sungguh atau serius. Apabila dipadankan dalam bahasa Inggris, kata jinjja ini sama seperti really. Jinjja adalah kosakata yang sering kali digunakan ketika seseorang ingin memberikan penekanan pada sesuatu. Dalam drama Korea, banyak percakapan yang dilakukan oleh aktor untuk menunjukan ekspresi kaget dengan kata jinjja.
  5. Namja chingu atau yeoja chingu, namja artinya adalah laki-laki dan yeoja ialah perempuan. Sedangkan chingu artinya adalah teman. Apabila diartikan, yeoja chingu adalah teman perempuan dan namja chingu adalah teman laki-laki.
    Namun kedua kosakata tersebut tidak bisa diartikan secara terpisah, karena memiliki makna yang berbeda. Yeoja chingu adalah kekasih perempuan dan namja chingu adalah kekasih laki-laki, sehingga kedua kata tersebut digunakan untuk menyatakan bahwa perempuan atau laki-laki itu adalah pacar seseorang.
  6. Sunbae atau hoobae. Hoobae merupakan kosakata bahasa Korea untuk memanggil orang yang lebih junior, seperti dalam universitas maupun di tempat kerja. Sedangkan sunbae adalah sebutan untuk memanggil seseorang yang lebih senior dalam suatu bidang.
  7. Mianhae, artinya adalah aku meminta maaf. Selain kata mianhae untuk mengekspresikan permintaan maaf, ada pula beberapa kata lain untuk mengungkapkan maaf di Korea, seperti joesonghamnida, joesonghaeyo serta mianhaeyo. Ketiga kata tersebut, memiliki fungsi yang berbeda. Sesuai dengan keformalan situasinya serta kepada siapa ucapan permintaan maaf tersebut ditujukan.
  8. Saranghaeyo, merupakan kata yang digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta kepada seseorang dan ungkapan cinta yang sangat umum di Korea. Penggunaan kata saranghaeyo, dapat diaplikasikan tanpa menggunakan objek serta subjek seperti aku dan kamu.
  9. Gomawo, artinya adalah terima kasih. Kata gomawo digunakan ketika seseorang berada dalam kondisi informal dan dapat dikatakan kepada teman dekat ataupun teman sebaya. Sedangkan apabila ingin lebih formal, maka kata gomawo dapat ditambahkan -yo di belakangnya menjadi gomawoyo.
  10. Annyeong, kosa kata bahasa Korea selanjutnya ini tentu tidak terdengar asing karena sering kali digunakan dalam percakapan sehari-hari dalam drama Korea. Annyeong artinya adalah selamat tinggal atau selamat dan digunakan sebagai salam perpisahan.
  11. Mukbang, merupakan istilah yang kerap digunakan dan merujuk kepada aktivitas makan yang disiarkan secara langsung atau ditayangkan daring melalui beragam platform. Kata mukbang, berasal dari kata meoknun artinya adalah makan serta bangsong yang artinya siaran. Sering kali, banyak orang salah mengira bahwa mukbang adalah makan dengan porsi besar.
  12. Aegyo, adalah kosakata bahasa Korea yang cukup populer dan dapat diartikan sebagai melakukan ekspresi yang imut. Istilah aegyo ini populer, karena banyak hadir di percakapan sehari-hari dalam drama Korea dan banyak K-pop idol yang melakukan aegyo.
  13. Aigoo, merupakan kata yang digunakan untuk mengekspresikan keluhan, menanggapi sesuatu hal dengan kaget, panik, terkejut hingga hal-hal yang dianggap mengecewakan dan di luar harapan seseorang. Kata aigoo sama seperti kata ya ampun, aduh dan astaga dalam bahasa Indonesia.
  14. Jagiya adalah kata dalam bahasa Korea yang berfungsi sebagai panggilan sayang. Jagiya apabila dalam bahasa Inggris sama seperti kta baby, honey, atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sayang.
    Dalam drama Korea, terutama dengan genre romantis, kata jagiya ini kerap kali digunakan untuk memanggil pacar, suami maupun istri. Kata jagiya dapat disingkat menjadi jagi dan dapat digunakan oleh perempuan atau laki-laki. Untuk menggunakan kata jagi atau jagiya, dapat ditempatkan di belakang atau di depan objek sesuai dengan kebutuhan.
  15. Yeobo, seperti kata jagiya atau jagi, yeobo merupakan kata sapaan untuk memanggil orang terkasih. Seperti honey atau darling. Namun bedanya dengan jagiya adalah yeobo, lebih sering digunakan oleh pasangan suami istri. Seperti halnya jagiya, kata yeobo dapat digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.
  16. Aein apabila diartikan dalam bahasa Inggris, maka berarti sweetheart atau sayang. Selain digunakan untuk memanggil sayang kepada kekasih, kata ini juga dapat digunakan untuk merujuk kepada kekasih orang lain.
  17. Nae sarang artinya adalah cintaku. Kata ini digunakan khusus oleh pasangan dan biasanya oleh pasangan kekasih yang masih muda.
  18. Naekko, artinya adalah milikku apabila dipadankan dalam bahasa Inggris maka naekko sama seperti mine atau my sweetheart.
  19. Gonjunim artinya adalah putri. Kata ini adalah panggilan sayang yang lumrah digunakan di Korea dan merujuk kepada kekasih perempuan.
  20. Wangjanim, kebalikannya dari gongjunim, wangjanim digunakan untuk menyebut kekasih laki-laki dan artinya adalah pangeran. Kata sapaan untuk kekasih wangjanim atau gongjunim ini memberikan kesan peduli serta ramah ketika memanggil kekasih.
  21. Mukja, dalam bahasa Indonesia adalah mari makan atau ayo makan dan merupakan kosakata bahasa Korea informal yang diucapkan kepada teman atau rekan sejawat.
  22. Mool, artinya adalah minuman. Sama seperti kata mukja, kata mool ini merupakan kata informal yang diucapkan kepada teman. Akan tetapi, mool bukanlah kata ajakan dan hanya merujuk pada objek saja yaitu minuman.
  23. Gaja, kosakata bahasa Korea satu ini tentu tidak asing di telinga Grameds bukan? Karena gaja adalah kosakata sehari-hari yang banyak diucapkan di drama maupun film Korea. Arti gaja sendiri ialah ayo jalan dan merupakan kata informal.
  24. Bbali artinya adalah cepat atau buruan. Bbali merupakan kosakata sehari-hari yang cukup populer digunakan oleh penggemar drama Korea atau K-pop.
  25. Chingu, artinya adalah teman. Baik itu teman dekat atau hanya sebatas kenalan saja. Chingu dapat digunakan untuk merujuk teman laki-laki maupun perempuan.
  26. Yaksok, artinya artinya adalah janji. Kosakata bahasa Korea satu ini juga kosakata sehari-hari dan banyak hadir dalam percakapan drama, film hingga lirik lagu.
  27. Arasseo atau ara artinya adalah mengerti. Kosakata bahasa Korea ini dapat digunakan secara komplit atau pun hanya ara saja dan tidak mengurangi maknanya.
  28. Juseyo apabila dipadankan dalam bahasa Inggris, maka artinya seperti please. Kosakata bahasa Korea satu ini juga sering digunakan oleh idol K-pop atau aktor dan aktris Korea untuk melakukan aegyo.

Itulah penjelasan arti kata ottoke serta istilah bahasa Korea lainnya yang populer di Indonesia dan biasa digunakan dalam sehari-hari.

Apakah Grameds tertarik untuk mempelajari bahasa Korea lebih lanjut? Jika iya, Grameds bisa mulai mempelajari bahasa Korea dengan menguasai beberapa kosakata sehari-hari terlebih dahulu dan mempelajari panduan untuk menguasai bahasa Korea bagi pemula.

Grameds bisa membaca buku yang ditulis oleh M. Hasan Hwang yang berjudul “Panduan Terlengkap Belajar Bahasa Korea” buku ini akan membantu Grameds yang ingin belajar bahasa Korea secara mandiri serta efektif. Beli bukunya sekarang juga hanya di gramedia.com!

Ottoke

Awal Mula Korean Hallyu Hingga Istilah Ottoke dan Budaya Lainnya Dikenal

Kegemaran terhadap budaya Korea dimulai pertama kali di Republik Rakyat Tiongkok serta Asia Tenggara pada akhir tahun 1990 an. Istilah hallyu awalnya diadopsi oleh media Tiongkok, usai album musik dari grup K-pop bernama HOT dirilis di Tiongkok.

Kemudian, serial drama televisi Korea pun mulai diputar di Tiongkok lalu menyebar ke negara lain seperti Indonesia, Thailand, Hongkong, Vietnam, Amerika hingga Timur Tengah. Saat ini hallyu tidak hanya mengenai drama, ataupun musiknya tetapi juga diikuti dengan produk Korea Selatan, seperti makanan, barang elektronik, fashion dan lainnya.

Ottoke
Kompas.com

Fenomena dari Korean hallyu juga ikut mempromosikan bahasa Korea serta budayanya ke berbagai negara. Korean hallyu turut meliputi kesadaran global mengenai berbagai aspek kebudayaan milik Korea Selatan termasuk film, khususnya drama Korea, K-pop, bahasa, masakan dan manhwa.

Hallyu merupakan istilah dari China dan apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya ialah Gelombang Korea. Istilah tersebut merupakan istilah kolektif yang digunakan untuk merujuk pada perkembangan fenomena budaya Korea serta budaya populer yang mencakup segala hal termasuk istilah seperti ottoke, film, musik, makanan dan lainnya.

Korea Selatan menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki tujuan khusus untuk mengekspor budayanya dan menjadi pengekspor budaya yang populer miliknya di dunia. Cara mengekspor budaya tersebut, merupakan cari bagi Korea untuk mengembangkan soft power, yaitu istilah yang mengacu pada kekuatan tidak berwujud yang dimiliki oleh negara melalui citra dan tidak dapatkan melalui kekerasan.

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa istilah hallyu pertama kali muncul karena diadopsi oleh media Tiongkok. Pada mulanya, media di Tiongkok mengaitkan asal usul hallyu dengan beberapa drama maupun film TV yang rilis pada tahun 1999. Salah satunya ialah film yang berjudul Swiri dan menginspirasi mengenai spionase Korea Utara dan Korea Selatan dan membuat hallyu menjadi sorotan masyarakat.

Setelah film tersebut rilis dan sukses di negara-negara di Asia Tenggara, kemudian rilis drama dan film-film Korea yang sukses mencuri perhatian masyarakat, tidak hanya di Korea tetapi di berbagai negara lain. Keberhasilan drama dan film Korea tersebut, kemudian menciptakan suatu desas-desus mengenai meledaknya popularitas budaya Korea. Sehingga drama dan film Korea pun dianggap sebagai wajah Korean hallyu.

Apakah Grameds ingin mengetahui lebih lanjut tentang budaya Korea dan menghafalkan istilah atau kosakata bahasa Korea lainnya? Atau Grameds ingin belajar bahasa Korea secara otodidak? Grameds yang tertarik untuk mahir berbahasa Korea bisa mulai belajar dengan membaca buku yang tersedia di gramedia.com, lho!

Ottoke

[algolia_carousel page=2]

Artikel mengenai ottoke dan beberapa istilah bahasa Korea populer lainnya yang dikenal melalui drama, film dan K-pop hingga menjadi Korean hallyu ini bisa menjadi referensi Grameds untuk mengenal budaya Korea. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menyediakan produk-produk terbaik, agar kamu bisa memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda