Biologi

Filum Chordata : Pengertian, Ciri, Klarifikasi dan Peranan

Chordata_2 (1)
Written by atap

Gramedia Literasi – Chordata merupakan sekumpulan hewan yang memiliki tulang belakang. Filum chordata merupakan kelompok hewan yang mencangkup vertabrata. Namun, tidak semua chordata adalah vertabrata. Chordata berasal dari bahasa Yunani yaitu “Chorda” yang memiliki arti dawai, senar, ataupun tali. Mari mengenal lebih dekat karakteristik dan klasifikasi dari chordata berikut penjelasan lebih lengkapnya Grameds!

banner e perpus

PENGERTIAN CHORDATA

Chordata berasal dari bahasa Yunani, yaitu chorde yang berarti dawai/senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordate memiliki notokord (korda dorsalis) memanjang sebagai kerangka sumbu tubuh. Animalia ini memiliki ciri-ciri multiseluler, heterotrof, eukariotik, dan tidak memiliki dinding sel. Animalia dikelompokkan dalam dua golongan besar, yaitu Invertebrata yang meliputi Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata, dan Vertebrata meliputi satu filum yaitu Chordata.

Pembagian hewan ke dalam filum-filum tersebut berdasarkan jumlah lapisan jaringan embrionalnya, rongga tubuh (selom), habitat, anggota gerak (sirip, sayap, kaki dan tangan), kelengkapan organ (pencernaan, respirasi, ekskresi, reproduksi, saraf), ada tidaknya ruas tulang belakang.

 

CIRI-CIRI CHORDATA

Chordata adalah filum hewan yang dapat dengan mudah kita kenali dengan melihat ciri-cirinya. Biasanya pada hewan chordata memiliki empat ciri utama yang muncul selama perkembangan embrionik. Berikut beberapa ciri-ciri chordata yang perlu kamu ketahui Grameds:

  • Mempunyai notochord, yaitu suatu tangkai pendukung atau semacam tulang rawan yang memanjang di bagian dorsal tepatnya di bawah susunan saraf. Notochord berfungsi sebagai pendukung tubuh. Pada tahap embrionik semua chordata dan pada tahap dewasa dari beberapa spesies chordata memiliki Notochord.
  • Tali saraf dorsal (nervecord), adalah tabung yang berasal dari serat saraf yang berkembang menjadi sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dalam vertebrata. Pada chordata, terletak dorsal ke notochord. Sebaliknya, filum hewan lainnya dicirikan oleh tali saraf padat yang terletak di bagian ventral atau lateral.
  • Celah faring, merupakan celah atau bukaan di faring (daerah tepat di belakang mulut) yang meluas ke lingkungan luar. Pada organisme yang tumbuh di habitat perairan, celah ini memungkinkan untuk keluarnya air yang masuk ke dalam mulut saat makan. Pada beberapa invertebrata chordata, celah faring digunakan sebagai filter makanan dari air yang masuk ke mulut, sementara pada ikan vertebrata celah ini dimodifikasi atau berkembang menjadi celah insang. Embrio manusia juga memiliki insang, namun menghilang sebelum kita dilahirkan dan jaringan berkembang menjadi struktur lain di kepala serta leher.
  • Ekor post-anal, merupakan perpanjangan posterior tubuh yang mengarah ke anus. Ekor mengandung komponen kerangka dan otot, sehingga membantu mendorong pergerakan hewan air seperti ikan. Pada hewan vertebrata juga digunakan untuk memberikan keseimbangan, menarik pasangan, dan memberikan persinyalan saat bahaya sudah dekat. Ekor post-anal juga menyusut pada manusia dan kera.
  • Hewan-hewan ini sudah memiliki organ-organ pencernaan seperti mulut, faring, usus, dan anus. Mereka umumnya adalah hewan yang makan dengan menyaring partikel makanan. Organ yang berfungsi untuk menyaring makanan tersebut adalah lekukan bersilia yang terletak pada faring (disebut endostyle).
  • Berkembang biak secara seksual dengan fertilisasi eksternal. Sperma dan telur dilepaskan ke air di mana pembuahan akan berlangsung. Sedangkan tunicata mayoritas adalah hermafrodit dan perkembangbiakan dapat terjadi secara seksual atau aseksual (dengan bertunas).

 

KLASIFIKASI CHORDATA

Filum chordata terbagi menjadi tiga subfilum, yaitu Cephalochordata, Urochordata, dan Vertebrata. Urochordata dan chepalochordata digolongkan ke dalam kelompok chordata tidak bertengkorak atau disebut Arcania (Prochordata). 3 Subfilum pada Filum Chordata antara lain:

 

CEPHOCHORDATA (LANCELET)

Lancelet memiliki bentuk menyerupai ikan, namun tidak memiliki sirip, transparan, memanjang seperti pisau, dan ukuran tubuhnya lebih kecil. Karena tubuhnya seperti pisau, maka hewan ini dinamakan lancelet. Lancelet hidup dengan mengubur tubuhnya di dalam pasir di dasar laut tropis, hanya memperlihatkan bagian kepala saja. Hewan ini menggunakan tentakelnya untuk membawa makanan ke dalam mulutnya.

 

UROCHORDATA (TUNICATE)

Hewan ini hidup di laut secara mandiri atau parasit. Fase larvanya biasanya memiliki empat struktur chordata, sementara pada fase dewasanya, meskipun tunicate diklasifikasikan sebagai chordata, mereka telah kehilangan notochord, tali saraf dorsal, dan ekor post-anal, tetapi mereka masih memiliki celah faring. Kebanyakan tunicate adalah hermafrodit. Tunicate memakan plankton dan detritus. Contoh: Molgula sp, Botryllus sp.

 

HEMICHORDATA (UPDATE: Sudah Tidak Masuk Filum Chordata)

Hewan kelompok Hemichordata bentuk tubuhnya memanjang seperti cacing, terdiri atas bagian proboscis, leher, dan badan. Notokordnya berongga, pendek, merupakan lanjutan ke depan dari saluran pencernaan dan masuk ke dalam proboscis. Hewan ini memiliki celah insang yang banyak di sisi lateral. Sistem sarafnya  meliputi pokok saraf dorsal dan pokok saraf ventral. Jantung terletak di sebelah dorsal bagian anterior, dilengkapi pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral. Gonochoris dan fertilisasi terjadi secara eksternal. Hewan ini hidup di laut, membuat liang-liang di pantai atau di laut dalam. Contoh: Dolichoglossus sp (Balanoglosus, cacing laut).

 

VERTEBRATA (CRANIATA)

Hewan Vertebrata memiliki ruas-ruas tulang belakang sebagai perkembangan dari notokorda. Habitatnya di darat, air tawar maupun di laut. Vertebrata memiliki bentuk kepala yang jelas dengan otak yang dilindungi oleh cranium (tulang kepala). Memiliki rahang dua pasang (kecuali Agnatha), bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit. Anggota geraknya berupa sirip, sayap, kaki dan tangan, namun juga ada yang tidak memiliki anggota gerak. Reproduksinya secara seksual, jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal atau internal, ovipar, ovovivipar, atau vivipar. Jantung Vertebrata berkembang baik, terbagi menjadi beberapa ruangan, darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Vertebrata memiliki sepasang mata, umumnya juga memiliki sepasang telinga. Subfilum Vertebrata terdiri dari lima kelas, yaitu:

 

KELAS PISCES

Pisces merupakan hewan akuatik, bernapas dengan insang, kadang-kadang terdapat gelembung renang atau gelembung udara sebagai alat bantu pernapasan. Otak terbungkus oleh kranium (tulang kepala) berupa tulang rawan atau tulang keras. Darah Pisces mengalir dari jantung melalui insang menuju ke seluruh jaringan tubuh dan kembali lagi ke jantung.

Alat geraknya berupa sirip, ginjal bertipe pronefros dan mesonefros. Tubuh ditutupi oleh sisik-sisik yang sekaligus sebagai rangka luar tubuh (eksoskeleton). Pisces berkembang biak secara seksual, ovipar (bertelur). Berdasarkan jenis tulang yang membangun rangka tubuhnya, Pisces (ikan) dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu ikan bertulang rawan (Chondrichthyes), ikan bertulang sejati (Osteichthyes) dan ikan tanpa rahang (Cyclostomata) :

  • Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes): Kelas Chondrichtyes memiliki kira-kira 850 spesies ikan. Mereka memiliki rahang, gigi yang banyak, sirip yang berpasangan, dan rangka dalam yang terbuat dari tulang rawan. Ikan kelas ini dianggap fosil hidup karena merupakan keturunan hewan purba yang telah menghuni laut sejak ratusan juta tahun yang lalu. Ikan Chondrichthyes memiliki lima sampai tujuh celah insang di kedua sisi pada faring dan tidak memiliki tutup insang seperti yang biasa ditemukan pada ikan bertulang sejati. Beberapa jenis ikan bertulang rawan yang sampai sekarang masih dapat ditemui adalah ikan hiu, ikan pari, dan ikan lamprey. Ikan hiu dan ikan pari termasuk dalam Chondrichthyes
  • Ikan bertulang sejati (Osteichthyes): Ikan bertulang sejati memiliki rangka yang terdiri atas tulang keras. Ada sekitar 20.000 jenis ikan bertulang sejati yang dapat ditemukan baik di laut maupun di air tawar. Osteichthyes dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Sarcopterygii dan Actinopterygii. Spesies yang paling banyak pada ikan kelas Osteichythyes ini adalah ikan Actinopterygi. Beberapa ikan Actinopterygii diduga ada hubungannya dengan nenek moyang Amphibia. Contoh spesies ikan bertulang belakang sejati antara lain, lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp), dan ikan mas (Cyprinus caprio). Perhatikan Gambar Berikut. Ikan mas dan lele termasuk ke dalam kelompok Osteichthyes
  • Agnatha (Cyclostomata): Agnatha meliputi ikan-ikan yang tidak berahang, memiliki mulut bulat, yang berada di ujung anterior. Tanpa sirip, namun beberapa jenis Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung. Notokorda tetap ada selama hidup, secara tidak sempurna dan diselubungi kartilago. Jenis kelamin terpisah, ada yang hermaprodit dan mendapatkan makanan dengan mengisap tubuh ikan lain dengan mulutnya. Contoh: Myxine sp (ikan hantu, ikan hag),Petromyzon sp (lamprey, belut laut).

KELAS AMPHIBIA

Kelas ini meliputi 4.000 jenis binatang yang menjalani tahap larvanya di dalam air dan setelah dewasa hidup di daratan, oleh karena itu, disebut Amphibia. Amphibia biasanya harus kembali ke air ketika akan kawin dan bertelur. Kebanyakan Amphibia dewasa memiliki kulit lembap yang berfungsi membantu paru parunya yang kecil dan tidak efisien dalam pertukaran gas. Amphibia mengeluarkan telurnya ke dalam air ketika melakukan fertilisasi atau pembuahan eksternal, seperti yang terjadi pada ikan. Biasanya, telur Amphibia tidak dilindungi oleh suatu cangkang, tetapi dilindungi oleh suatu lendir. Larva pada umumnya mengalami perubahan bentuk ketika berkembang menjadi bentuk dewasa yang hidup di daratan. Amphibia, seperti pada ikan, adalah hewan poikiloterm. Artinya, suhu tubuhnya dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Jika suhu lingkungan terlalu rendah, hewan poikiloterm menjadi kurang aktif. Contoh spesies Amphibia antara lain kodok (Bufo marmus), katak hijau (Rana pipiens), dan salamander (Axolot).  Pada Amfibi, jenis kelamin terpisah dan pembiakan bersifat ovipar (bertelur) Ordo-ordo dalam Amfibi:

  • Ordo Caudata (Urodela) Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Tubuhnya jelas terbagi dalam bagian kepala, badan, dan ekor. Kakikaki sama besar. Contoh: Megalobatrachus japonius (salamander raksasa).
  • Ordo Salientia (Anura) adalah bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Hewan dewasa bernapas dengan paru-paru. Kepala dan tubuh hewan ini bersa-tu, tanpa leher. Kaki depannya pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk melompat. Anura memiliki selaput renang pada jari-jari kaki. Mengalami metamorfosis, fertilisasi eksternal. Contoh Bufo terrestris (katak bangkong), Rana pipiens (katak hijau).
  • Ordo Apoda (Gymnophiona) Hewan semacam cacing, tanpa kaki. Kulitnya lunak, antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang dapat ditonjolkan. Hewan ini mempunyai mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Hewan jantan memiliki organ kopulasi yang dapat ditonjolkan. Perkembang-biakannya secara ovipar atau ovovivipar. Hewan-hewan Anura banyak terdapat di daerah tropis. Contoh: Ichthyosis glutinosus.

KELAS REPTILIA

Reptilia berasal dari bahasa latin, yaitu reptile yang berarti ular. Reptilia umumnya poikiloterm. Reptilia disebut juga sebagai binatang melata. Melata merupakan cara berjalan dengan menempelkan perut ke tanah. Reptilia terdiri atas kurang lebih 6.000 jenis hewan, meliputi ular, kadal, kura-kura, dan buaya. Reptilia menyimpan telurnya yang dilindungi oleh kulit tebal dan memiliki membran internal. Reptilia melakukan fertilisasi internal. Seperti Amphibia, Reptilia juga merupakan hewan yang menyerap panas dari lingkungan luarnya. Contoh Reptilia, antara lain ular sanca (Phyton reticulatus), komodo (Varanus komodoensis) dan kadal (Lacerta agilis). Sebagian reptilia telah punah, misalnya Dinosaurus dan Pterydactyla (reptilia bersayap). Ordo-ordo dalam Reptilia:

  • Ordo Chelonia Chelonia meliputi sebangsa penyu dan kurakura. Tubuhnya lebar, bagian dorsal dilindungi oleh karapaks (perisai dorsal), dan plastron (perisai ventral). Rahangnya tidak bergigi, tapi dilapisi zat tanduk. Rusuk-rusuknya bersatu dengan perisai dorsal. Habitat Chelonia di darat, air laut, dan air tawar. Pembiakan secara Ovipar, telur diletakkan dalam lubang-lubang yang dibuat oleh hewan betina. Contoh: Chelonia myotas (penyu), Chelydraserpentina (kura-kura air tawar).
  • Ordo Squamata Golongan reptilia bersisik, tanpa rusuk abdominal.
  • Ordo Crocodilia Ordo ini meliputi golongan buaya. Hewan ini memiliki kulit tebal, dengan rusuk-rusuk abdominal. Tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan rahang dan gigi-gigi yang kuat. Crocodilia hidup di air tawar dan laut. Jantung dengan sekat ventrikel yang sempurna. Pembiakan secara Ovipar, telur diperam dalam daun-daun yang membusuk. Crocodilia memiliki kaki sebanyak empat buah, pendek, jari-jari berkuku. Contoh: Crocodylus sp, Alligator sp.

 

KELAS AVES

Kelas Aves (burung) terdiri atas sekitar 9.000 jenis. Seluruh tubuh burung ditutupi oleh bulu, kecuali kaki dan paruhnya. Bulu dan paruh burung terbuat dari keratin. Burung tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanannya, tetapi memiliki tembolok. Burung memiliki sayap yang dapat membantunya terbang. Akan tetapi, terdapat beberapa burung yang tidak dapat terbang, contohnya kasuari dan burung unta. Burung sebagai hewan yang suhu tubuhnya tetap (homoioterm). Burung bernapas dengan paru-paru. Selain itu, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi udara ketika terbang. Burung melakukan fertilisasi di dalam tubuh betinanya. Setelah fertilisasi terjadi, burung akan bertelur dan akan mengerami hingga menetas. Contoh spesies kelas Aves antara lain, ayam kampung (Gallus domestica), merpati (Columba fasciata), burung gereja (Passer montanus), dan angsa (Cygnus sp.).

iphone gramedia

Berlangganan Gramedia Digital

Dapatkan akses ke-ribuan buku sekaligus dengan berlangganan Gramedia Digital. Baca buku mudah di perangkat Anda di mana dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android.

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran & majalah edisi terbaru
  • Buku Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA & Perguruan Tinggi
  • Buku Kumpulan Soal SBMPTN, SNMPTN, CPNS, Polri, STAN, TNI
  • Novel Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

iphone gramedia

Berlangganan Gramedia Digital

Dapatkan akses ke-ribuan buku sekaligus dengan berlangganan Gramedia Digital. Baca buku mudah di perangkat Anda di mana dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android.

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran & majalah edisi terbaru
  • Buku Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA & Perguruan Tinggi
  • Buku Kumpulan Soal SBMPTN, SNMPTN, CPNS, Polri, STAN, TNI
  • Novel Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

 

KELAS MAMALIA

Mammalia berasal dari bahasa latin, yaitu mammae yang artinya kelenjar susu. Kelas Mammalia terdiri atas sekitar 5.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 26 ordo. Karakteristik umum pada Mammalia adalah Memiliki rambut, Memiliki tiga tulang di telinga bagian tengah, Memiliki kelenjar susu. Mammalia memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan hewan Vertebrata lainnya. Suhu badan Mammalia tetap atau tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan luarnya (homoioterm). Alat pernapasan Mammalia adalah paru-paru. Mamalia juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Mammalia memiliki banyak sekali ordo. Berikut beberapa ordo pada Mammalia sebagai berikut:

  • Monotremata (Mammalia berparuh), contohnya Platypus (Ornitherynchus anatinus).
  • Karnivora (Mammalia pemakan daging), contohnya kucing (Felis domestica).
  • Rodentia (Mammalia pengerat), contohnya tikus mencit (Mus musculus).
  • Cetacea (Mammalia air), contohnya paus (Balanoptera borealis).
  • Chiroptera (Mammalia besayap), contohnya kelelawar (Myotes sp.).
  • Marsupialia (Mammalia berkantung), contohnya kanguru (Macropus sp.).
  • Probosoidea (Mammalia berprobosis), contohnya gajah (Elephas maximus).
  • Primata, contohnya bekantan (Nasalis larvatus).

 

MANFAAT CHORDATA

Meskipun dapat dimakan, namun Chordata yang tidak bertulang belakang bukanlah sumber makanan yang signifikan bagi manusia. Manfaat hewan ini yang terutama adalah menyediakan petunjuk asal-usul Vertebrata dari sudut pandang evolusi. Selain itu, tunicata mengandung bahan kimia yang unik dan beberapa dapat dimanfaatkan sebagai obat. Chordata juga dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan, misalnya daging atau telur ayam dan susu sapi. Sebagai bahan baku industry tekstil, misalnya pemanfaatan rambut domba untuk dijadikan wol Sebagai objek penelitian, misalnya Mammalia Sebagai burung peliharaan, misalnya kucing, kelinci, atau burung. Namun, beberapa jenis Chordata juga ada yang merugikan manusia, seperti tikus yang dapat menjadi hama tanaman pertanian.

Demikian, pemaparan tentang Pengertian, Ciri-ciri, Klarifikasi dan Manfaat Chordata dalam Kehidupan Sehari-hari. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam memahami Chordata. Selamat belajar Grameds!

Buku Soal Filum Chordata Dari EDUTORE

Gramedia mengembangkan platform edukasi bernama Edutore. DAFTAR dan kamu bisa mengakses banyak buku latihan soal seperti yang ada di gramedia dengan cara berlangganan. Edutore memiliki sloggan “Semua Bisa Pintar” dan itu pula yang menjadi cita-cita Edutore. Sehingga Edutore bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia. Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo e perpus
logo e perpus
banner e perpus

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

gramedia digital

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien
banner e perpus
  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien