in

Pengertian Bipolar Disorder, Jenis Bipolar, & Cara Mengatasi Bipolar

Pengertian Bipolar Disorder, Jenis Bipolar, & Cara Mengatasi Bipolar – Pernah tidak melihat seseorang yang berubah secara mendadak dari yang awalnya sangat senang menjadi sangat sedih? Bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan lho yang disebut dengan bipolar disorder. Bipolar disorder adalah suatu gangguan kesehatan pada mental yang ditandai dengan adanya perubahan mood secara ekstrem.

Disini akan diberi penjelasan lengkap seperti pengertian bipolar, gejala bipolar, penyebab bipolar, dampak bipolar, sampai dengan cara mengatasi bipolar disorder.

Pengertian Bipolar

Bipolar disorder atau yang biasa kita kenal dengan sebutan gangguan bipolar merupakan suatu gangguan kesehatan pada mental yang ditandai dengan adanya perubahan mood secara ekstrem. Hal ini dapat membuat seseorang yang mengalaminya bisa berubah secara tiba-tiba terhadap perasaannya dari yang sangat bahagia (manik) menjadi sangat sedih (depresi).

Gangguan bipolar dapat juga didefinisikan sebagai gangguan yang ditandai dengan satu hingga lebih episode manik, hipomanik, lalu digantikan dengan episode selanjutnya yaitu episode depresi mayor yang memiliki jeda periode pada mood jika sudah normal (American Psychology Association, 2000).

Perlu kita ketahui bahwa pada dasarnya penyakit depresi dengan bipolar disorder bukanlah suatu gangguan kesehatan pada mental yang memiliki kategori sama. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa secara umum gangguan bipolar didefinisikan sebagai gangguan yang ditandai dengan perubahan pada mood secara drastis lalu terjadi episode manik selama beberapa waktu yang kemudian diganti dengan adanya episode depresi.

Living Well with Depression and Bipolar Disorder
Living Well with Depression and Bipolar Disorder

tombol beli buku

Buku dengan judul “LIVING WELL WITH Depression and Bipolar Disorder” karya John McManamy dapat Grameds jadikan pilihan dalam membantu kamu untuk berjuang melawan gangguan bipolar dan depresi. Buku ini berisikan tentang pengetahuan-pengetahuan dari otoritas ahli yang terkemuka dengan beberapa pengalaman pasien dan pengalaman John McMenemy sendiri serta menawarkan informasi ekstensif tentang membantu penderita untuk mulai mendapatkan kembali hidup mereka.

Gejala-Gejala Bipolar

Berikut ini adalah gejala-gejala yang dapat kamu ketahui saat mengalami gangguan bipolar.

1. Episode Manik

Episode pertama pada gejala gangguan bipolar adalah episode manik. Episode ini biasanya dapat memicu suatu kondisi pada psikosis (perasaan asing terhadap dunia di sekitar) dan umumnya akan memerlukan sebuah perawatan inap di rumah sakit.

Maka dari itu, episode manik dapat bertahan hingga beberapa minggu bahkan beberapa bulan ke depan yang umumnya memiliki waktu relatif singkat namun dapat berakhir secara tiba-tiba sehingga bertahan lebih lama daripada episode depresi mayor.

Di bawah ini merupakan beberapa gejala gangguan bipolar yang muncul saat episode manik, antara lain:

1) Hasrat secara seksual meningkat.
2) Pikiran terputus dan lebih cepat
3) Adanya kegembiraan atau euforia yang tidak pantas.
4) Penilaian terhadap sesuatu yang buruk.
5) Kebutuhan tidur yang menurun karena energi yang dikeluarkan cukup tinggi.
6) Peningkatan kecepatan pada saat berbicara.
7) Memiliki pemikiran untuk bisa melakukan banyak hal sekaligus.
8) Adanya perilaku sosial yang tidak pantas.
9) Memiliki keyakinan yang tinggi.
10) Secara signifikan memiliki peningkatan pada energi.
11) Terlalu bahagia.
12) Sangat sensitif hingga mudah untuk tersinggung.
13) Terlalu bersemangat dan berenergi.
14) Memiliki pemikiran seperti berpacu.
15) Tidak jarang dapat melakukan hal-hal yang buruk, misalnya menghabiskan uang secara berlebihan, melakukan hubungan seks secara sembrono, dan lain sebagainya.

380 Motivasi Diri
380 Motivasi Diri

tombol beli buku

Grameds tidak perlu khawatir akan beberapa gejala di atas, kamu dapat membaca salah satu buku dengan judul “380 Motivasi Diri” karya Gunadi Getol yang berisikan tentang bagaimana kamu dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi tanpa terus menyalahkan diri sendiri bahwa masih banyak kesempatan serta proses perjuangan menuju kesuksesan dan kebahagiaan untuk diri sendiri.

Adapun, pendapat ahli lain menurut Mondimore (2006) tentang beberapa gejala saat episode manik muncul yang dibagi menjadi tiga tahap kategori, di antaranya:

Tahap Pertama

Meningkatnya aktivitas pada motorik, yang meliputi mendominasi perasaan yang bahagia, meningkatnya kecepatan dalam berbicara, mudah marah karena banyak menuntut suatu hal, meningkatnya kegiatan fisik, sangat terbuka kepada seseorang, selalu memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mempunyai ketertarikan tinggi pada hubungan seks, perilaku merokok, boros dalam menghabiskan uang, dan lain sebagainya.

Tahap Kedua

Adanya penekanan pada kata-kata, misalnya seperti memiliki perasaan yang mudah marah, adanya perilaku yang menyerang, terkadang memiliki perasaan yang sangat senang, akan tetapi juga bisa saja terjadi perubahan yang signifikan dengan meningkatnya perasaan tidak senang dan depresi. Selain itu, adanya sikap yang membuat marah sehingga terjadi permusuhan, meningkatnya kecepatan dalam berpikir hingga tidak terorganisir.

Tahap Ketiga

Memiliki perasaan yang tidak punya harapan, adanya perasaan yang mudah putus asa, sering melakukan suatu aktivitas yang terkategori dalam hal-hal aneh, mempunyai perasaan yang penuh dengan hiruk pikuk, memiliki pemikiran yang tidak logis dan sulit untuk diikuti hingga muncul ke halusinasi.

2. Episode Hipomanik

Episode selanjutnya pada gejala gangguan bipolar adalah episode hipomanik. Episode ini memiliki tingkat perkembangan emosi yang lebih rendah walaupun pada dasarnya episode hipomanik memiliki kesamaan dengan kondisi bahagia yang sangat besar dengan jenis manik yang sama.

Adapun gejala-gejala awal yang dapat ditandai sebagai awal mula gejala manik, seperti memiliki pemikiran dan berbicara yang cepat, perasaan yang sangat senang, adanya peningkatan pada level energi di dalam tubuh, dan terkadang memiliki emosi terhadap perasaan yang mudah untuk marah.

Memahami dan Mengelola Emosi : Sebuah Terapi Jiwa Agar Terbebas dari Beleunggu Emosi
Memahami dan Mengelola Emosi : Sebuah Terapi Jiwa Agar Terbebas dari Beleunggu Emosi

tombol beli buku

Grameds dapat membaca salah satu buku bacaan dengan judul “Memahami dan Mengelola Emosi” karya Aloysius Germia Dinora karena buku ini dapat membantu kamu dalam memahami dan mengelola emosi serta perasaan dalam diri sendiri untuk bisa tidak terus menerus memiliki emosi terhadap perasaan yang buruk.

3. Episode Depresi

Episode terakhir yang terdapat pada gejala gangguan bipolar adalah episode depresi. Episode ini merupakan episode dengan ciri-ciri gangguan bipolar yang cukup parah. Pada kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Adapun, gejala-gejala yang ditandai dengan munculnya episode depresi di bawah ini adalah sebagai berikut.

1) Mengalami delusi.
2) Memiliki perasaan yang sangat sedih.
3) Mudah untuk putus asa.
4) Memiliki perasaan yang khawatir.
5) Hilangnya ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
6) Sulit dalam berkonsentrasi.
7) Sering mengantuk.
8) Memiliki jiwa malas.
9) Porsi makan yang lebih sedikit.
10) Memiliki pemikiran untuk melakukan bunuh diri.
11) Kesulitan dalam membuat sebuah keputusan.
12) Adanya penurunan terhadap energi, seperti kelelahan atau lambat.
13) Sulit untuk tidur atau memiliki pola tidur yang berlebihan dalam batas yang wajar.
14) Kehilangan terhadap kesenangan pribadi, misalnya hobi atau kesukaan lainnya hingga hubungan intim.
15) Mudah gelisah hingga marah.
16) Memiliki suasana hati yang cemas dan kosong.
17) Menarik diri dari lingkungan.
18) Memiliki pemikiran yang negatif terhadap diri sendiri, misalnya merasa tidak berharga atau mencela.

Depresi: Tinjauan Psikologi
Depresi: Tinjauan Psikologi

tombol beli buku

Buku Depresi; Tinjauan Psikologis karya DR. Namora Lumongga, M.Sc mengajak para pembaca untuk mulai sadar terhadap kepedulian sosial yang berkaitan dengan kesehatan dan gender, pendidikan yang bersifat teoritis hingga menghantarkan pembaca pada suatu wacana yang realitas.

Penyebab Bipolar

Pada dasarnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa saja yang menjadi penyebab bagaimana seseorang dapat mengidap gangguan bipolar. Penyebab pada gangguan bipolar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Maka dari itu, kamu akan mengetahui beberapa penyebab gangguan bipolar di bawah ini, antara lain:

1. Lingkungan

Salah satu penyebab gangguan bipolar adalah faktor lingkungan. Lingkungan menjadi salah satu faktor dari sekian banyaknya penyebab karena beberapa hal, misalnya korban pelecehan seksual atau kekerasan hingga menyebabkan trauma, perceraian orang tua, kematian salah satu anggota keluarga yang dicintai, dan lain sebagainya.

2. Kelainan di dalam Otak.

Adanya ketidakseimbangan pada bahan kimia tertentu atau neurotransmitter tentu saja dapat mengganggu sistem pada tubuh dalam mengatur keseimbangan suasana hati.

3. Genetik

Salah satu anggota keluarga yang mengidap gangguan bipolar tentu memiliki risiko yang lebih besar terhadap anggota keluarga lainnya.

4. Mengalami Stres yang Cukup Berat

Memiliki stres yang cukup berat tentu dapat mengakibatkan beberapa gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidak hanya itu, kamu akan mengalami gangguan pada pola tidur dan didominasi memiliki perasaan sedih dan tidak memiliki harapan akan suatu hal.

5. Traumatik

Penyebab lainnya yang dapat terjadi pada orang yang mengalami gangguan bipolar adalah kejadian traumatik di masa lalu. Beragam jenis trauma dapat dialami oleh siapa saja, misalnya pelecehan seksual atau kekerasan di dalam rumah tangga, kecelakaan yang cukup parah hingga lain sebagainya.



6. Kecanduan terhadap Obat-Obatan hingga Minuman Beralkohol

Grameds tentu tahu bahwa obat-obatan dan minuman beralkohol tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini juga dapat mempengaruhi kamu jika memiliki gangguan bipolar dikarenakan akan memperburuk kesehatan mental terlebih lagi dapat memperparah gangguan bipolar secara  terus menerus hingga tidak dapat diatasi dengan baik.

Grameds sudah tahu tentang pengertian, gejala, dan penyebab dari gangguan bipolar bukan?

Nah, pembahasan selanjutnya yang tidak kalah penting dari penjelasan-penjelasan artikel di atas adalah dampak apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan mental kamu ya. Simak hingga artikel grameds.

Dampak Bipolar

Berikut adalah beberapa dampak yang dapat kamu ketahui jika mengalami gangguan bipolar, antara lain:

1. Isolasi Diri

Setiap individu pasti memiliki kekurangan di dalam dirinya, tidak terkecuali salah satu dampak pada gangguan bipolar ini yaitu isolasi diri atas ketidaksukaannya terhadap suatu hal di sekitar.

Kurangnya komitmen dalam menjalin suatu hubungan dan lebih sering merasa emosional dan depresi tentu akan membuat diri kamu merasa terisolasi. Terlebih lagi jika kamu mengalami suatu kegagalan, maka akan muncul rasa keterasingan dan jarak saat interaksi dengan orang lain.

2. Tidak Mampu Mengontrol Emosi

Pemahaman terhadap emosi atau ego adalah perasaan secara sadar yang manusia kembangkan saat melakukan interaksi sosial. Ketidakmampuan dalam mengontrol emosi akan selalu berubah berdasarkan pengalaman dan cara sosialisasinya. Oleh karena itu, penderita gangguan bipolar harus mampu memotivasi sikap dan perbuatan dengan dibantu adanya perkembangan mentalitas yang positif dari interaksi sosial tersebut.

Hal itu harus dilakukan agar penderita bipolar rentan dalam memiliki pola pemikiran yang negatif dan mengalami isolasi diri bahkan hilangnya keberfungsian sosial dalam dirinya yang dapat memperparah keadaan tersebut dalam mengontrol emosinya.

3. Ketergantungan Obat

Beragam jenis obat yang digunakan dalam mengatasi gangguan bipolar ada banyak dan jenisnya pun dapat berbeda-beda. Hal ini tergantung bagaimana kondisi penderita tersebut dengan gejala yang dialaminya saat itu apakah episode manik dan hipomanik hingga episode depresi. Penderita bipolar harus mengetahuinya apakah memerlukan pengobatan jangka panjang atau tidak sesuai dengan pengawasan dokter yang menanganinya saat itu.

Apabila kamu tidak memiliki gejala yang muncul kembali maka sebaiknya dapat menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut agar tidak memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan yang selama ini dikonsumsi. Karena, sering terjadi di beberapa penderita dengan gangguan bipolar meski sudah tidak memiliki gejala tetapi tetap meminum obat-obatan tersebut.

Oleh karena itu, lakukanlah konsultasi kepada dokter yang menanganinya untuk penggunaan obat-obatan dengan mengontrol secara teratur jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter atau psikiater tersebut sehingga tidak akan mengalami ketergantungan obat bipolar.

4. Percobaan Bunuh Diri

Dampak yang paling fatal bagi penderita gangguan bipolar adalah adanya risiko bunuh diri yang sangat tinggi pada episode depresi. Pola pemikiran terhadap kematian dan upaya bunuh diri menjadi salah satu dampak yang sering terjadi bagi penderita bipolar.

Hal ini tentunya berbeda dengan episode manik yang sangat rentan kemungkinannya untuk melakukan bunuh diri dikarenakan energi yang ditimbulkan pada perasaan bahagia muncul secara berlebihan.

Tentunya hal tersebut akan menurunkan risiko untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke hal yang negatif atau ekstrim yang dapat mengakibatkan keselamatan pada jiwanya sendiri dan orang lain di sekitar.



Maka dari itu, penderita gangguan bipolar perlu diberikan kehangatan berupa dukungan positif atas keterlibatan dari orang-orang terdekatnya, misalnya keluarga atau teman serta diberikan rasa kepercayaan atas suatu hal.

Tidak hanya itu kebutuhan psikologis sangat dibutuhkan oleh penderita bipolar sehingga terhindar adanya pemikiran-pemikiran yang mengarah kepada upaya atas tindakan bunuh diri tersebut.

Pembahasan terakhir yang paling penting untuk kamu lewatkan berikut ini adalah cara mengatasi gangguan bipolar. Apa saja cara-cara yang dapat mengatasinya ya?

Simak penjelasan di bawah ini, Grameds!

Anomali: Memoar Seorang Bipolar
Anomali: Memoar Seorang Bipolar

tombol beli buku

Cara Mengatasi Bipolar

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan dalam mengatasi gangguan bipolar, di antaranya:

1. Mengubah Pola Gaya Hidup

Grameds tentu memiliki pola gaya hidup yang berbeda-beda bukan. Ya, pastinya setiap orang memiliki gaya hidup masing-masing sesuai dengan apa yang sudah mereka jalani. Pola gaya hidup dalam aktivitas sehari-hari dapat memiliki dampak positif dan negatif bagi kesehatan mental kamu dan lingkungan di sekitar.

Pilihan dalam menjalani pola gaya hidup tentu berada di tangan masing-masing orang tersebut dalam mengubah kebiasaan yang baik atau buruk. Peran penting dalam pengobatan bipolar manik tentu dapat dilakukan dengan cara mengubah pola gaya hidup yang baik, misalnya memiliki waktu tidur yang cukup, mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik yang sehat bagi tubuh seperti olahraga atau pilates bahkan yoga sesuai dengan apa yang disukai.

Hal lain yang dapat mengubah pola gaya hidup kamu adalah dengan menghindari penggunaan obat-obatan, minuman beralkohol, dan rokok secara berlebihan. Hal ini dikarenakan dapat memperburuk kesehatan mental dan fisik di dalam tubuh kamu.

Belajarlah untuk mengatasi stres hingga depresi yang dialami dengan merencanakan hal-hal yang positif, seperti relaksasi hingga menyeimbangkan mood dengan baik.

Dapatkan dukungan dari pihak keluarga atau teman-teman terdekat kamu untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang lebih positif dan mengunjungi dokter atau psikiater secara rutin supaya kamu dapat mengendalikan gejala bipolar yang muncul kembali.

2. Terapi Obat-Obatan

Dokter atau psikiater yang sedang menangani penderita dengan gangguan bipolar tentu akan memberikan resep dalam penggunaan obat-obatan dan penstabil mood. Salah satu obat seperti antidepresan juga dapat diberikan untuk mengatasi gejala yang muncul.

Hal yang penting untuk diingat bahwa obat-obatan yang diperlukan untuk penderita bipolar harus sesuai dengan rekomendasi dokter dan dikonsumsi secara teratur sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan.

Terapi pengobatan untuk penderita bipolar memerlukan kesabaran dikarenakan diperlukannya waktu untuk obat-obatan tersebut bekerja secara efektif pada kondisi di dalam tubuh kamu. Apabila terjadi perubahan dengan gejala yang lebih berisiko saat menggunakan obat-obatan tersebut maka segeralah untuk menghubungi dokter atau psikiater yang menangani kamu agar dapat segera ditangani dengan baik.

3. Pengobatan Psikologis

Selain terapi dalam mengonsumsi obat-obatan, Grameds dapat juga melakukan terapi psikologis yang berguna untuk mengurangi gejala-gejala bipolar, seperti:

Psychoeducation

Terapi ini dapat memberikan informasi penting tentang penderita bipolar, seperti gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Dalam hal ini dapat membantu untuk lebih mengerti tentang episode-episode bipolar yang muncul dan tanda-tanda peringatan untuk meminimalisir adanya pemicu yang lebih buruk lagi.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi ini juga dikenal sebagai terapi bicara yang tentunya dapat membantu dalam mengatasi masalah gangguan bipolar dan mengubah pikiran serta tingkah laku penderita dengan gangguan bipolar tersebut.

Saat berlangsungnya terapi, kamu akan melakukan terapi dalam bicara untuk membagikan masalah yang dialami itu. Terapis tersebut akan membantu kamu dalam menganalisa gejala-gejala dan mempelajari hal itu untuk dapat diaplikasikan ke dalam aktivitas sehari-hari.

 

Itulah penjelasan mengenai Bipolar, mulai dari pengertian, gejala-gejalanya, dampak, penyebab hingga cara mengatasinya. Apabila Grameds tertarik untuk menambah wawasan mengenai dunia Psikologi, Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan menghadirkan rekomendasi buku-buku yang berkualitas. Semoga bermanfaat!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha