in

8 Alasan Mengapa Gajah Tidak Memiliki Predator Alami di Alam Liar

Grameds, apakah kamu tahu bahwa gajah adalah hewan mamalia terbesar di darat? Puncak rantai makanan yang kita ketahui biasanya adalah singa si raja hutan namun ternyata gajah juga bisa menduduki posisi ini loh Grameds. Pada habitatnya, gajah hidup secara berkelompok dengan jumlah kelompok kecil yang dipimpin oleh betina yang sudah senior. Kebanyakan jantan muda hidup dalam kawanan gajah yang terpisah dari para betina senior.

Gajah merupakan hewan herbivora yang bisa ditemukan di habitat seperti sabana, hutan, dan rawa-rawa. Hewan-hewan lain biasanya cenderung menjaga jarak dari gajah dan predator seperti singa, harimau atau hyena. Namun mengapa predator-predator alami ini tidak menyerang gajah? Nah grameds berikut ini adalah penjelasan mengapa gajah tidak memiliki predator alami.

Alasan Mengapa Gajah Tidak Memiliki Predator Alami

sumber: pexels

Sebenarnya salah satu alasan terbesar gajah tidak memiliki predator alami adalah karena badannya yang besar dan merupakan hewan terbesar yang paling kuat didunia jadi badannya sendiri dapat menjadi alat pertahanan saat perang.

Meski gajah sendiri merupakan hewan herbivora yang tidak berbahaya namun ia tidak memiliki predator alami di alam liar. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai alasan mengapa gajah tidak memiliki predator alami.

1. Memiliki Tubuh yang Besar

Gajah merupakan hewan darat terbesar di bumi. Spesies  Gajah Asia bisa mencapai berat 4 ton bahkan Gajah Afrika dapat mencapai berat hingga 6 ton. Ukuran tubuh gajah yang sangat besar ini membuat gajah memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa sehingga mereka juga lebih sulit diburu dan dibunuh oleh predator lainya.

2. Kulit Gajah Tebal dan Kuat

Gajah memiliki kulit dengan ketebalan hingga 2,5 cm. Kulit ini terbuat dari jaringan ikat yang kuat dan elastis dan ditutupi oleh rambut kasar yang membantu untuk melindungi gajah dari gigitan atau cakaran predator.

3. Belalainya Memiliki Kekuatan

Belalai gajah merupakan organ yang sangat kuat dan dapat dikatakan serbaguna. Belalai gajah dapat digunakan untuk menyerang, mengangkat benda berat dan bahkan mencengkram dan melempar predator yang hendak menyerangnya. Belalai gajah dapat mengangkat beban lebih dari 700 pon. Ini lah yang membuat predator yang hendak menerkam gajah tidak akan menyerangnya dari depan, biasanya predator akan mencoba menerkam gajah dari belakang untuk menghindari belalinya.

4. Memiliki Gading yang Kuat dan Tajam

Gajah biasanya juga memiliki gading terutama gajah jantan. Gading ini bisa menjadi senjata yang paling ampuh. Gading ini bisa digunakan untuk menyerang atau melukai predator terlebih dahulu jika mereka merasa terancam dan bisa digunakan untuk melindungi kawanan dan dirinya sendiri. Gading gajah ini bisa mencapai ukuran dua meter dan berat puluhan kilogram.

5. Hidup Berkelompok

Pada habitatnya, gajah hidup berkelompok dengan kawanannya. Karena hidup berkelompok maka gajah memiliki kehidupan sosial yang erat antar gajah lainnya. Suatu kelompok gajah akan dipimpin oleh betina gajah yang tertua dan berpengalaman. Kelompok gajah ini akan saling melindungi satu sama lain, mencari makanan, merawat anak dan melawan predator. Dengan hidup berkelompok juga, gajah tidak mudah diburu karena  jika ada predator yang nekat untuk memangsa gajah kawanannya akan membantu melawan predator itu.

Pemimpin gajah akan mengangkat kepala dan telinganya untuk menandakan adanya ancaman bahaya yang mengincar anak-anak gajah. Dengan melakukan hal itu maka anak-anak gajah akan cepat berkumpul dan mengerumuni singa secara agresif dan membuat singa melarikan diri dan gajah akan saling melindungi diri.

6. Memiliki Indra Pendengaran dan Penciuman yang Tajam

Selanjutnya alasan mengapa gajah tidak memiliki predator alami karena indra penciuman dan pendengaran mereka sangat tajam. Gajah mampu mendeteksi predator dari jarak jauh sehingga kawanan gajah dapat mengambil tindakan pencegahan.

7. Kecerdasan

Meski berbadan besar, gajah adalah salah satu hewan yang cerdas dan mampu belajar. Mereka mampu mengingat rute dan lokasi makanan, selain itu untuk melindungi diri mereka mampu mengenali dan menghindari bahaya yang ada.

8. Hentakan Kaki

Alasan selanjutnya adalah karena gajah memiliki hentakan kaki yang sangat kuat. Gajah adalah hewan yang bisa mencapai berat tubuh 2.000 kilogram hingga 6.000 kilogram, dengan berat badan yang sangat berat ini gajah mampu menghancurkan segala benda atau bahkan predator yang mengancam nya hanya dengan pijakan kakinya.

Hewan Yang Menjadi Predator Gajah

Grameds, meski gajah tidak memiliki predator alami di dalam liar. Namun ada beberapa hewan yang bisa menjadi predator gajah ketika mereka merasa putus asa dan kelaparan. Hewan ini yang bisa menjadi predator gajah ini setidaknya memiliki kekuatan atau jumlah yang banyak dalam satu kelompok. Namun biasanya gajah yang diincar adalah gajah muda atau anak-anak gajah yang masih lemah untuk diserang. Berikut ini adalah hewan-hewan yang berkemungkinan jadi predator gajah.

1. Singa

sumber: pexels

Satu kelompok gajah akan sangat protektif pada anak-anaknya. Singa lajang atau muda masih belum bisa menandingi seekor gajah betina dewasa yang pemarah meski kawanan singa ini kuat. Seekor singa yang ingin memangsa gajah betina dewasa masih harus memiliki kelompok yang besar untuk menyergap karena gajah betina dewasa juga akan berjalan berkelompok dan bersama-sama jadi sangat sulit untuk ditaklukan.

Seekor atau dua singa jantan mungkin bisa menaklukan seekor gajah karena singa jantan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada singa lajang terutama jika singa jantan berburu bersama dengan singa betina. Namun singa jantan dan betina lebih mudah menerkam anak-anak gajah yang ukurannya lebih kecil namun tugas utamanya adalah memisahkan target anak-anak gajah dari kelompoknya dan hal ini tidak mudah untuk dilakukan.

2. Hyena

sumber: pexels

Hyena dikenal sebagai pemulung oportunistik ia jarang berburu dan mencari makan dari perburuan hewan lain yang mereka curi. Namun ternyata hyena adalah pembunuh yang sangat efisien terutama spesies hyena tutul yang berburu bersama kelompoknya. Mereka akan mudah menyerang gajah muda atau anak-anak gajah yang masih lemak.

Tubuh Hyena memang lebih kecil dibandingkan singa namun mereka akan mengambil kesempatan disaat-saat sulit seperti ketika bayi gajah yang terisolasi dari kawanan atau induk mereka. Hyena akan mendekati gajah yang sakit atau tidak berdaya dan menunggu gajah tersebut sangat lemah atau mati dan mengambil kesempatan untuk memangsanya.

3. Anjing Liar

sumber: pexels

Tidak jauh berbeda dengan Hyena, Kawanan anjing liar juga terkadang menyerang gajah yang masih sangat muda atau anak gajah. Untuk ukuran tubuh anjing liar sebenarnya masih lebih kecil daripada Hyena sehingga sangat jarang berhasil dalam perburuan tersebut. Namun kawanan anjing liar juga tidak jarang berhasil mendapatkan mangsanya karena dalam satu kawanan biasanya mereka terdiri dari 20 ekor anjing liar atau lebih.

Biasanya anjing liar memakan mamalia seperti babi hutan, kijang bahkan anak kerbau. Anak gajah bisa menjadi target yang mereka kunci ketika mereka sangat kelaparan dan ambisius. Karena tubuhnya yang kecil, anjing liar memiliki kelincahan dan sangat cerdas dan efisien dalam berburu jadi jangan meremehkan mereka.

4. Buaya

sumber: pixabay

Meski sering hidup di dalam air namun buaya masih memiliki kemungkinan untuk memangsa gajah terutama anak gajah yang tidak sekuat gajah dewasa. Buaya bisa menerkam gajah yang sedang berendam, mengarungi aliran sungai atau bermain di aliran sungai. Untuk kali ini spesies Buaya Nil yang memiliki banyak keuntungan untuk menerkam seekor gajah afrika. Buaya Nil yang besar selalu mencari makanan yang enak jadi gajah bisa menjadi salah satu target untuk buaya ini.

Yang Terjadi Jika Gajah dan Hewan Predator Bertemu

sumber: pexels

Seekor gajah memiliki hubungan dengan kawanan yang menarik, Seekor gajah betina dewasa adalah kepala keluarga yang menjadi pelindung unit keluarga. Gajah betina ini akan melindungi anggota kawanan yang lebih muda atau lemah dengan mengelilingi mereka ketika ada predator mendekat. Biasanya predator tidak jadi menyerang dan sangat jarang menyerang individu gajah yang sudah dewasa dan sehar jadi hal ini bisa menjadi cara untuk menggagalkan penyerangan dari sang predator.

Namun ketika seekor predator berhasil membunuh salah satu anggota kawanannya, gajah dapat menyerang sebagai balasan. Terkadang mereka bisa melindungi bangkai gajah yang sudah mati. Hal ini karena adanya ikatan emosional yang dimiliki gajah yaitu mereka memiliki sifat yang sangat protektif dengan gajah lainnya.

Musuh Seekor Gajah Saat Ini

Selain hewan predator yang mencari makan dengan berburu, gajah juga memiliki musuh terbesarnya saat ini yaitu manusia. Pemburu manusia akan membunuh banyak gajah dibandingkan spesies lainnya. Manusia akan mengincar gading gajah yang sangat berharga dan menjadi satu-satunya yang diambil setelah membunuh gajah. Sisa bangkai gajah akan dibiarkan begitu saja oleh para pemburu hingga dimakan dengan hewan lainnya.

Sekitar 90% populasi gajah Afrika menurun akibat perburuan selama 100 tahun terakhir. Selain itu Gajah asli Indonesia yaitu Gajah Sumatera juga mengalami hal yang sama. Sekitar 65% populasinya lenyap akibat dibunuh oleh manusia dan 30% kemungkinan dibunuh dengan cara diracuni. Hewan yang tidak memiliki ancaman di alam liar ini justru terancam oleh keberadaan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Penutup

Grameds, itu dia adalah beberapa alasan mengapa gajah tidak memiliki predator alami. Dengan semua kekuatan, kecerdasan dan anatomi yang dimiliki gajah, hewan ini hampir menjadi hewan yang tidak terkalahkan di alam liar. Meski begitu saat ini predator gajah sendiri adalah manusia-manusia yang ingin berburu untuk mengambil gading dengan melakukan perburuan liar atau pembangunan yang menyebabkan hilangnya habitat gajah itu sendiri. Jika dibiarkan maka populasi gajah sendiri semakin lama akan semakin sedikit dan bahkan hilang.

Semua rekomendasi buku yang sudah dijelaskan di bawah, bisa kamu dapatkan di Gramedia.com. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis : Devina

 

Rekomendasi Buku Terkait

Gajah Selalu Ingat (Elephant’S Can Remember)

Gajah Selalu Ingat (Elephant'S Can Remember)

button cek gramedia com

Kehidupan tuan Hercule Poirot tidak pernah sepi dari kisah-kisah misteri yang berhubungan dengan pembunuhan. Memang sebagai detektif yang handal, banyak koneksinya dari seluruh penjuru dunia meminta bantuannya untuk memecahkan suatu misteri. Baik mulai dari barang hilang dan tentunya pembunuhan. Begitu pun dengan sahabat tuan Poirot, seorang novelis ternama Nyonya Ariadne Oliver. Rasa penasaran menghampiri Nyonya Oliver setelah nama anak angkatnya Celia Ravenscroft disebutkan setelah sekian lama. Sudah lama tidak berkabar pun, Nyonya Oliver terdorong untuk mengetahui kebenaran dari masa lalu sang anak angkat. Kasus kematian kedua orang tua kandung Cecilia yang sudah terjadi cukup lama sebelumnya memang tidak pernah terpikirkan oleh Nyonya Oliver. Namun dengan rasa khawatir juga akhirnya Nyonya Oliver meminta tolong kepada Tuan Poirot untuk membantu mengungkap kebenaran dibalik kejadian bersejarah itu. Dalam novel Gajah Selalu Ingat (Elephant’s Can Remember) upaya nyentrik Tuan Poirot dalam menggali petunjuk untuk memecahkan kasus di masa lalu disajikan dengan alur yang berbeda dari novel karya Agatha Christie lainnya. Dengan lokasi penemuan jasad kedua orang tua Cecilia yang berada di pinggir tebing, membuat proses pengumpulan jejak-jejak tersisa menjadi lebih menantang. Bagaimanakah kebenaran yang tersembunyi di balik tebing itu?

Taman Nasional Komodo: Komodo, Savana, dan Keindahan Bawah Air

Taman Nasional Komodo: Komodo, Savana, dan Keindahan Bawah Air

button cek gramedia com

Taman nasional di Nusa Tenggara Timur ini terkenal dengan reptil komodo, yang bisa ditemukan di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Di Pulau Rinca, ada sekitar 1.300 ekor komodo, sedangkan di Pulau Komodo sekitar 1.400 ekor. Karena itu, wisata komodo yang dilakukan sambil trekking merupakan satu pilihan yang sungguh menyenangkan. Selain bisa berfoto dengan reptil ganas itu, trekking juga dilakukan untuk menyaksikan spesies lain seperti aneka burung. Daya tarik lain di kawasan ini adalah keindahan pantai untuk dijelajahi serta kedalaman laut dengan aneka terumbu karang dan biota laut untuk diselami. Pink Beach atau Pantai Merah adalah tempat penyelaman dan snorkeling yang luar biasa, di antara 36 titik penyelaman lain di kawasan tersebut. Wisata bahari lain yang bisa kita nikmati di sini adalah berlayar menjelajahi pulau. Ebook yang merupakan petilan buku Wisata Bahari Indonesia, 17 Destinasi Favorit (2012) ini, menyuguhkan tulisan utama perjalanan ke Taman Nasional Komodo, lengkap dengan tip-tip yang perlu diketahui wisatawan. Kapan komodo kawin, kapan telur menetas, mengapa turis perempuan yang sedang menstruasi disarankan tidak berkunjung ke sana? Apa antisipasi untuk mengatasi risiko serangan komodo? Sebagai panduan, ebook ini juga menyajikan informasi tentang transportasi berikut tarifnya, akomodasi, dan kuliner, serta itenerary.

Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Fauna

Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Fauna

button cek gramedia com

Di dunia ini ada banyak fauna yang hidup. Meski hanya memuat sebagian kecil saja, tetapi Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Fauna ini berisi ulasan singkat ciri-ciri berbagai jenis fauna atau hewan. Setiap fauna yang dibahas dilengkapi dengan gambar yang menarik dan sehingga anak-anak bisa lebih mengenal bentuk fisik masing-masing fauna. Mengenalkan alam sekitar menjadi salah satu cara mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam sejak dini. Oleh karena itu dengan membaca Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Fauna ini anak-anak akan lebih mencintai alam sekitar. Sinopsis Buku Nat Geo Ensiklopedia Saintis Cilik: Fauna: BERUANG KUTUB, PENGUIN, SINGA, jerapah, kuda laut, katak, kupu-kupu… dan banyak lagi! Halaman-halaman buku yang menyenangkan ini memperkenalkan lebih dari 30 fauna dan kehidupan mereka yang menarik di alam liar kepada para pembaca cilik. Di dalam buku ini, kamu akan menemukan: • Lebih dari 200 foto dan fakta menyenangkan tentang fauna yang menakjubkan. • Pertanyaan di tiap bab untuk mendorong pembelajaran interaktif. • Peta dunia yang memperkenalkan anak-anak kepada geografi. • Saran kegiatan untuk menambah pengalaman di luar buku ini. • Dan lebih banyak lagi!



Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    90% 90% 57 / 63
  • Tidak
    9% 9% 6 / 63


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Adila V M