in

Mengenal Jenis Kelinci Hias dan Kelinci Pedaging

Jenis Kelinci Hias dan Jenis Kelinci Pedaging – Sudah bukan hal asing lagi bagi banyak orang jika kelinci termasuk ke dalam kelompok hewan yang sangat imun. Kelinci menjadi salah satu hewan yang bisa dijadikan hewan peliharaan karena bulunya yang halus dan badannya yang gemuk. Kelinci sangat digemari, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa, apakah kamu salah satunya?

Di satu sisi, kelinci bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan, di sisi lainnya kelinci bisa dijadikan sebagai bahan dasar utama suatu masakan, seperti sate ayam. Daging kelinci yang dapat dijadikan bahan utama masakan karena didalamnya terdapat protein yang cukup tinggi. Selain protein yang tinggi, daging kelinci sangat rendah lemak dan kolesterol.

Karena kedua hal itulah, maka kelinci dibagi menjadi dua jenis, yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging. Grameds, sudah tahu perbedaan dari kedua jenis kelinci tersebut? Artikel ini akan membahas jenis kelinci hias dan jenis kelinci pedaging. Jadi, baca sampai habis artikel ini ya.

Kelinci Hias

Kelinci Hias adalah kelinci yang memiliki karakter yang sangat lucu dan imut, sehingga sangat pas untuk dijadikan teman bermain terutama teman bermain anak-anak. Bagi pemelihara kelinci hias, sebaiknya selalu memerhatikan kesehatan dari kelinci hias supaya karakter lucu dan imutnya tidak hilang.

Selain karakter yang lucu dan imut, kelinci hias merupakan jenis kelinci penurut kepada majikannya. Karakter lucu dan imut pada kelinci hias, sehingga kelinci ini sangat cocok untuk diikuti perlombaan kelinci. Saat ini, sudah ada banyak perlombaan kelinci yang bisa diikuti oleh majikan kelinci. Dalam merawat kelinci hias, sebaiknya

Kelinci Pedaging

Kelinci pedaging adalah kelinci yang dibudidayakan untuk diambil dagingnya agar bisa dijadikan sebagai bahan utama masakan. Biasanya daging dari kelinci pedaging diolah menjadi sate kelinci. Di beberapa daerah, sate kelinci ini menjadi makanan khas derah tersebut, sehingga banyak sekali warung makan yang menyediakan olahan daging kelinci.

Jika kamu ingin membudidayakan kelinci pedaging, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis dari kelinci pedaging. Hal ini dikarenakan tidak semua daging kelinci pedaging memiliki karakteristik yang sama.

Perbedaan Kelinci Hias dengan Kelinci Pedaging

Jika dilihat berdasarkan fungsinya, kelinci hias dan kelinci sudah berbeda. Jika kelinci hias untuk sangat pas untuk dipelihara, maka kelinci pedaging dagingnya sangat cocok untuk dikonsumsi. Namun, perbedaan dari kelinci hias dan kelinci pedaging bukan itu saja. Perbedaan kedua kelinci tersebut dapat dilihat dari kondisi fisik, perkembangan fisik, dan kelucuan kelinci.

1. Fisik Kelinci

Perbedaan pertama terletak pada bagian fisiknya atau ukuran tubuh. Kelinci hias memiliki berat tubuh yang sangat ringan, sehingga hanya ada sedikit daging saja. Sedangkan kelinci pedaging berat tubuhnya cukup berat dan besar karena yang dibutuhkan adalah bagian dagingnya.

Berat tubuh kelinci hias bekisar 1,5 kg sampai 4 kg. Berat tubuh itu sangat ringan, sehingga anak-anak akan mudah untuk membawanya. Sementara itu, berat tubuh dari kelinci pedaging berkisar 4 sampai 6 kg. Namun, dalam beberapa jenis kelinci ada yang beratnya lebih dari 6 kg.

Jika dilihat dari perbedaan ukuran tubuhnya, maka setiap orang akan mudah untuk membedakannya. Hal ini dikarenakan ukuran tubuh kelinci adalah sesuatu yang pasti.

2. Perkembangan Kelinci

Perbedaan kedua terletak pada bagian perkembangannya. Kelinci hias akan mengalami perkembangan tubuh yang relatif lambat. Dengan kata lain, bertambahnya berat badan pada kelinci sangat lambat. Bahkan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa kelinci yang berkembang dengan lambat akan dianggap sedang sakit.

Perkembangan tubuh pada kelinci pedaging terbilang sangat cepat. Biasanya hal seperti ini terjadi karena faktor keturunan. Perkembangan tubuh yang cepat, maka hasil dari budidaya kelinci pedaging menjadi lebih cepat juga.

Jika dilihat dari perbedaan perkembangan tubuh, maka setiap orang bisa menghitung perkembangan tubuh seekor kelinci selama beberapa minggu. Perkembangan tubuh yang semakin cepat berarti kelinci tersebut bisa dimasukkan ke dalam kelompok kelinci pedaging.

banner-promo-gramedia

3. Kelucuan Wajah Kelinci

Perbedaan ketiga terletak pada bagian kelucuan yang ada pada setiap kelinci. Kelinci hias biasanya akan sangat lucu, sehingga cocok untuk dijadikan hewan peliharaan dan teman bermain.

Wajah kelinci pedaging dianggap kurang lucu karena terlihat seperti sedang marah. Wajah yang kurang lucu itu membuat penggemar kelinci hias kurang tertarik untuk memeliharanya. Namun, bagi sebagian penggemar kelinci hias ada yang menyukai kelucuan wajah dari kelinci pedaging.

Jika dilihat dari perbedaan kelucuan, maka tidak semua orang bisa membedakan kelinci hias dan kelinci pedaging. Hal ini dikarenakan untuk menilai kelucuan pada hewan berbeda-beda. Misalnya  jika menurut A kelinci itu cantik, kemudian menurut B kelinci itu tidak cantik. Dengan kata lain, perbedaan kelucuan pada kelinci sangat subjektif.

Oleh karena itu, untuk mengelompokkan kelinci hias dan pedaging berdasarkan kelucuan wajah biasanya hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah ahli.

Jenis-Jenis Kelinci Hias

Jenis-jenis kelinci hias sangatlah banyak, di bawah ini akan dijelaskan lima jenis kelinci hias yang cukup populer.

1. Anggora

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci hias pertama yang akan dibahas adalah kelinci anggora, kelinci anggora ini merupakan salah satu dari sekian banyak kelinci hias yang cukup populer di Indonesia. Kelinci ini berasal dari Ankara, Turki. Namun, dalam perkembangannya, kelinci ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu, anggora Inggris, anggora giant, anggora Peranci, dan anggora Jerman.

Kelinci ini sangat dikenal dengan bulunya yang sangat tebal hingga mencapai 2 cm setiap bulannya. Bulu yang tebal ini sangat membuat kelinci anggora terlihat sangat menggemaskan, sehingga banyak orang tertarik untuk memeliharanya.

Sementara itu, kelinci anggora memiliki berat badan mulai dari 2-4 kg. Berat badang yang bisa dikatakan cukup ringan ini akan memudahkan orang lain khususnya anak-anak mengangkatnya untuk diajak bermain.

Kamu ingin merawat kelinci anggora? Ketika merawat dan memelihara kelinci anggora, kamu harus sering memerhatikan kesehatan bulunya supaya tidak mudah rontok. Untuk menjaga kesehatan bulu ini kamu bisa melakukannya dengan cara memandikannya secara rutin.

Selain, kebersihan pada bulunya, kondisi fisik dari kelinci anggora harus diperhatikan juga. Pakan yang cocok untuk dijadikan makanan kelinci ini, seperti rumput-rumputan, pelet, dan suplemen vitamin.

2. Netherland Dwarf

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci hias kedua yang akan dibahas adalah kelinci Netherland Dwarf. Sama dengan namanya, maka kelinci jenis ini berasal dari negara Belanda. Namun, seiring dengan perkembangannya, kelinci ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, apakah kamu salah satunya?

Masa pertumbuhan kelinci ini bisa dibilang cukup lambat, sehingga bagi sebagian orang kelinci ini dikira tak mengalami pertumbuhan. Selain itu, tubuh kelinci yang berasal dari Belanda ini sangat pendek, kemudian bagian kepalanya bulat dengan leher yang pendek juga.

Meskipun tubuh dari Netherland Dwarf sangat pendek, tetapi jangan meragukan kecepatan atau kelincahan yang dimiliki oleh kelinci ini. Bahkan, jika diletakkan dalam sebuah ruangan kecil, kelinci ini bisa memutari ruangan tersebut hingga ratusan kali dalam sehari.

Namun, kelinci dengan tubuh pendek ini merupakan kelinci liar, sehingga anak-anak tidak disarankan untuk memeliharanya. Bukan hanya itu, kelinci yang dikenal dengan kelincahannya ini akan mudah hilang jika diletakkan di tempat yang tidak semestinya.

Dalam melakukan perawatan kelinci ini, sebaiknya dibuatkan kandang yang cukup besar supaya bisa memfasilitasi kelincahannya. Selain itu, pemberian makan dengan rutin sangat perlu untuk dilakukan.

3. Jersey Wooly

Jenis kelinci hias dan pedaging

banner-promo-gramedia

Kelinci hias ketiga yang akan dibahas adalah kelinci jersey wooly. Kelinci hias ini pertama kali  ditemukan oleh Bonnie Seeley yang berasal dari High Bridge, New Jersey. Kemudian ia memperkenalkan kelinci jenis ini kepada ARBA (salah satu konvensi di Orlando, Florida) pada tahun 1984.

Hingga saat ini, kelinci jersey wooly sudah banyak diperlihatkan di pameran-pameran lokal dan nasional di Amerika Serikat.

Kelinci jersey wooly adalah kelinci hias yang berukuran kecil dan merupakan hasil pencampuran dari kelinci Netherland Dwarf dan Anggora Perancis. Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang menyebut kelinci ini dengan sebutan kelinci Dwarf Anggora.

Tubuhnya yang mungil dan bulunya yang cukup tebal sangat cocok dijadikan sebagai hewan peliharaan dan teman di rumah.Terlebih lagi, kelinci ini sangat jinak, sehingga anak-anak bisa memeliharanya dan berat tubuhnya hanya berkisar 1,5-2,5 kg saja.

Meskipun banyak bulunya yang cukup kasar, tetapi bulu dari kelinci ini terbilang tidak mudah kusut. Maka dari itu, perawatan dari bulu kelinci ini tidak sesulit dari kelinci anggora.

Sementara itu, dalam pemberian makan juga sangat mudah karena sama dengan kelinci-kelinci pada umumnya. Ukuran kandang dari kelinci ini tidak begitu besar asalkan kebersihannya tetap dijaga supaya kelinci tidak mudah stres dan merasa nyaman.

4. Dutch

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci hias keempat yang akan dibahas adalah kelinci dutch. Kelinci yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia ini berasal dari negeri kincir angin Belanda. Sementara itu, di Belanda kelinci ini sering dikenal dengan kelinci The Brabancon Petit yang jika diartikan adalah kelinci lokal tertua.

Kelinci ini memiliki bulu yang cukup halus dengan corak warna-warni, sehingga terlihat sangat menggemaskan. Selain terkenal dengan bulu halusnya dan, kelinci ini juga dikenal akan tubuhnya yang sangat mungil atau beratnya sekitar 1-2,5 kg.

Namun, ketika kamu ingin memegang bulu dari kelinci ini harus berhati-hati dan sebaiknya jangan mengagetkannya. Jika kelinci ini merasa kaget, maka ia akan merasa terancam dan bisa saja menyerang kamu dengan cakarnya.

Kelinci dutch bisa dikatakan sebagai kelinci hias yang sangat cocok untuk dijadikan hewan peliharaan karena jiwa sosial sangat tinggi. Namun, kelinci ini membutuhkan adaptasi yang cukup lama dengan lingkungan barunya, sehingga pemelihara disarankan untuk sabar supaya kelinci menjadi jinak.

Jika kelinci dutch sudah jinak, maka ia kan mudah untuk diajak bermain. Kelinci ini memiliki sifat yang manja, sehingga pemelihara sangat disarankan untuk sering memangku dan memeluk kelinci ini.

banner-promo-gramedia

Perawatan kelinci ini bisa dibilang tidak begitu sulit karena kandang yang dibuat tidak harus besar dan makanannya sama seperti kelinci-kelinci lainnya. Akan tetapi, kebersihan kandang dan pemberian makan secara rutin harus tetap dijaga.

5. Lionhead

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci hias yang kelima yang akan dibahas adalah kelinci lionhead. Kelinci ini dinamakan “lionhead” karena pada bagian kepalanya terdapat bulu-bulu yang menutupi kepalanya yang sama seperti singa. Kelinci ini berasal dari Inggris dan merupakan keturunan dari kelinci anggora Inggris.

Bulu dari kelinci ini bisa dibilang sangat halus dan cukup lebat. Sedangkan bulu-bulu dari kelinci ini berwarna putih, abu-abu, hitam, cokelat, kekuning-kuningan, dan kemerah-merahan. Sedangkan berat tubuh yang dimiliki oleh kelinci ini berkisar 1,7-2,5 kg saja.

Meskipun namanya terlihat sangar, tetapi kelinci ini sangat jinak, sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Terlebih lagi, bulu-bulu yang ada dikepalanya membuat kelinci ini terlihat lebih imut.

Ketika merawat kelinci, sebaiknya bulu-bulunya dicukur secara rutin supaya tidak menutupi matanya. Selain itu, ketersediaan air minum harus dijaga karena kelinci terbilang kelinci yang mudah haus dan untuk pemberian pakan, sebaiknya dilakukan secara rutin.

tombol beli buku

Jenis-Jenis Kelinci Pedaging

Jenis-jenis kelinci pedaging yang dagingnya sangat banyak dan teksturnya sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan

1. Flemish Giant

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci flemish giant termasuk ke dalam kelinci pedaging karena ukuran tubuhnya yang sangat besar. Bahkan, berta tubuh dari kelinci ini bisa mencapai 6,5-7 kg, sehingga ketiak mengangkatnya sangat membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Namun, dalam beberapa kasus ada kelinci flemish giant yang beratnya mencapai 12 kg.

Kelinci ini memiliki bentuk yang memanjang dengan perkembangan otot-otot yang cukup baik. Selain itu, bagian pinggang hingga kaki terlihat sangat lebar dan besar.

Berat tubuh yang cukup berat, maka akan menghasilkan daging kelinci yang begitu banyak, sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan. Selain daging yang dihasilkan sangat banyak, daging kelinci ini terkenal dengan rasanya yang khas.

Oleh karena itu, bagi sebagian orang kelinci flemish giant dibudidaya karena dianggap sebagai suatu peluang usaha yang menjanjikan. Ketika ingin membudidayakan kelinci ini, sebaiknya ditempatkan di kandang yang terbuka, tetapi tetap diberikan pagar supaya tidak kabur.

Untuk menghasilkan daging yang berkualitas, maka pemberikan pakan harus berkualitas juga. Selain itu, asupan vitamin harus diberikan juga agar kelinci ini kesehatannya terjaga dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

2. Kelinci New Zealand

Jenis kelinci hias dan pedaging

Sama seperti namanya, kelinci ini berasal dari New Zealand, Australia. Kelinci ini termasuk ke dalam jenis kelinci dengan tubuh yang cukup besar. Selain itu, masa pertumbuhan dari kelinci ini sangat cepat. Berdasarkan ukuran dan masa pertumbuhan itulah, maka kelinci ini dikategorikan sebagai kelinci pedaging.

Berat dari kelinci ini bisa mencapai 5 kg, sehingga akan banyak daging yang dihasilkan dari kelinci ini. Selain itu, dagingnya memiliki tekstur yang tebal dan padat, sehingga dapat meningkatkan cita rasa dari daging kelinci New Zealand.

Banyaknya daging pada kelinci ini, sehingga sangat cocok untuk disajikan dalam berbagai macam olahan makanan. Oleh sebab itu, membudidayakan kelinci ini sangat disarankan karena olahan masakan dari kelinci tak akan pernah habis.

Jika kamu ingin membudidayakan kelinci, sebaiknya selalu memerhatikan nutrisi pakan yang akan diberikan. Nutrisi yang seimbang akan menghasilkan daging kelinci yang berkualitas. Bukan hanya itu, kebersihan dari kandang harus selalu diperhatikan juga agar kelinci tetap terhindar dari berbagai macam penyakit.

3. Kelinci Chinchilla

Jenis kelinci hias dan pedaging

Kelinci Chinchilla merupakan kelinci yang berasal dari Amerika. Oleh sebab itu, kelinci ini juga dikenal dengan sebutan kelinci American chinchilla. Kelinci ini memiliki dua jenis, yaitu chinchilla mini dan chinchilla giant.

Kelinci ini termasuk ke dalam kelinci yang cukup besar karena berat tubuhnya berkisar 4-5 kg. Bahkan, untuk giant chinchilla beratnya bisa mencapai 8 kg. Berat tubuh yang cukup besar, maka kelinci jenis ini termasuk bagian dari kelinci pedaging.

Selain daging yang banyak, kelinci ini terutama giant chinchilla harganya sangat murah, sehingga dagingnya banyak dibeli oleh masyarakat luas. Selain dagingnya yang cukup banyak, bulu dari kelinci ini terkadang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pakaian.

Jika kamu ingin membudidayakan kelinci ini, sebaiknya kebersihan kandang dan pakan harus tetap dijaga agar kelinci tidak mudah stres. Hal ini penting untuk dilakukan karena untuk meningkatkan produktivitas dar kelinci ini.

Kesimpulan

Kelinci hias adalah kelinci yang kurang cocok untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan karena dagingnya tidak banyak. Sedangkan kelinci pedaging kurang cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan karena wajahnya yang kurang lucu. Kelinci bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan atau hewan yang dibudidayakan, hal seperti ini kembali lagi pada pilihan setiap orang.

tombol beli buku

Sekali beranak, kelinci dapat beranak berapa ekor?

Sekali beranak umumnya berkisar antara 5-10 ekor.

Berapa umur kelinci siap kawin?

umur pertama kawin kelinci betina Flemish Giant 7,8 bulan, betina Rex 7.01 bulan dan betina Lion Head 6.04 bulan

Bagaimana siklus birahi pada kelinci?

Rata-rata siklus birahi pada kelinci adalah 6 hari

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Restu