in

Memahami 7 Daftar Ular Berbisa dan Penjelasannya

Daftar ular berbisa – Setiap binatang yang ada di dunia ini selalu memiliki karakteristiknya sendiri. Hal ini juga berlaku bagi binatang ular. Di mana ular sendiri merupakan reptil yang tak berkaki dan memiliki karakteristik tubuh yang panjang.

Jika kita lihat dari sisi ilmiah, semua jenis ular akan dikelompokkan pada satu subordo yaitu Seperites yang juga masih masuk ke dalam anggota dari ordo Squamata atau reptilia bersisik bersama dengan kadal.

Meski begitu, ular sendiri masih diklasifikasikan pada cabang klade. Cabang kalde atau Ophidia adalah golongan reptil yang memiliki maupun tanpa kaki, bertubuh panjang dan memiliki fisiologis yang sangat berbeda dengan kadal.

Ular Berbisa

Secara umum, ular berbisa akan dibagi ke dalam jenis Elapidae dan Viperidae. Di mana ular Elapidae akan lebih mudah kalian temukan karena memang keberadaanya juga tersebar luas di Indonesia seperti ular kobra, ular laut, ular welang dan ular cabai. Sedangkan untuk ular jenis Viperidae adalah seperti ular bandotan dan murah.

Jenis ular Elapidae dan Viperidae akan memiliki karakteristik tersendiri. Secara mudahnya, ular Elapidae akan berada di area kawasan tropis dan subtropis di dunia. Namun tidak ada di Eropa dan sebagian besar spesiesnya berada di Australia, Papua dan beberapa pulau di sekitarnya.

Sementara itu, untuk ular jenis Viperidae banyak ditemukan pada seluruh bagian dunia, tetapi tidak ada di Antartika, Australia, Irlandia, Madagaskar, Selandia Baru dan berbagai pulau terisolasi seperti Hawai maupun Kawasan dingin yang ada di atas Lingkar Kutub.

Ciri-Ciri Ular Berbisa

pixabay

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika setiap jenis ular akan memiliki karakteristiknya. Hal ini juga berlaku bagi ular berbisa yang memiliki karakteristik khusus. Dengan memahami berbagai macam karakteristik dari ular berbisa, tentunya kalian akan makin mudah tahu mana ular berbisa dan mana yang tidak ketika bertemu dengan ular di lingkungan nyata.

Nah, agar kalian tak penasaran, berikut adalah beberapa ciri yang dimiliki oleh ular berbisa.

1. Bentuk Kepala

Pada ular Viperidae, bagian kepalanya akan memiliki bentuk segitiga yang cukup terlihat jelas pada bagian lekukan lehernya. Di mana ciri ini juga paling mudah dikenali pada jenis ular berbisa.

Meski begitu, tak semua jenis ular berbisa akan memiliki bentuk kepala segitiga. Di mana ada beberapa ular tidak berbisa yang memiliki bentuk kepala segitiga sebagai teknik mengelabui musuh. Selain itu, jenis ular Elapidae seperti ular karang juga memiliki karakteristik bentuk kepala bulat. Bahkan, ada juga beberapa jenis ular berbisa yang memiliki bentuk kepala oval.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

2. Memiliki Taring

Perlu diketahui jika semua jenis ular berbisa akan memiliki taring. Adanya taring pada ular berbisa adalah sebagai media untuk mengeluarkan bisa yang dimilikinya. Di mana semua jenis ular Viperidae akan memiliki taring panjang serta berlubang yang bisa digunakan untuk menyuntikkan bisa yang dikeluarkan dari kelenjar pada bagian belakang rahang atasnya.

Kedua taring panjang tersebut terletak pada bagian ujung depan mulut yang sekaligus melekat pada bagian tulang rahang atas dan bisa berotasi. Setiap taring ular berbisa ketika tidak digunakan ternyata mampu berlipat merapat ke bagian dinding rahang mulut yang diselubungi oleh membran gusi. Ketika menyerang musuh, mulut ular Viperidae akan membuka hingga 180 derajat dan tarinya yang dimilikinya akan berputar ke depan mengarah ke tubuh kobar.

Sedangkan untuk jenis ular Elapidae akan memiliki taring dengan ukuran lebih pendek dan terletak pada bagian rahang atas area depan.

 

3. Perilaku

Ular yang memiliki bisa tinggi biasanya akan memiliki perilaku yang lebih tenang, kalem dan tidak banyak gerakan. Sedangkan ular yang memiliki bisa rendah biasanya akan bergerak lebih cepat dan lebih agresif. Selain itu, ular berbisa memang cenderung lebih tenang dan ketika diusik akan langsung melakukan penyerangan kepada lawannya. Sedangkan untuk ular tak berbisa akan memiliki kecenderungan untuk lebih menjauh ketika didekati.

Sebagai contohnya adalah ular kobra yang akan mengangkat kepalanya, memipihkan atau menggepengkan lehernya sebagai bentuk menakut-nakuti lawannya. Beberapa spesies cobra bahkan bisa bisa menyemburkan bisa ke arah lawan seperti ular kobra Jawa.

3. Warna

Warna dan corak yang dimiliki oleh ular berbisa memang cenderung lebih mencolok jika dibandingkan dengan ular tak berbisa. Beberapa ular berbisa seperti ular karang biasanya akan memiliki warna yang lebih cerah.

Sedangkan untuk ular cabai akan memiliki garis merah pada bagian tubuhnya. Lalu untuk ular welang dan weling akan memiliki corak garis putih. Selanjutnya, untuk ular kobra akan memiliki warna legam yang cukup mencolok.

Daftar Ular Berbisa di Dunia

Setelah tahu apa saja ciri yang dimiliki ular berbisa, berikutnya kita akan mempelajari daftar ular berbisa yang ada di dunia. Meski ada banyak sekali jenis ular berbisa yang mungkin ingin kalian ketahui.

Namun, pada artikel ini akan dijelaskan beberapa daftar ular paling berbisa di dunia. Lantas apa saja itu? Berikut adalah daftar ular berbisa yang bisa kalian baca.

1. Black Mamba

pixabay

Black Mamba adalah salah satu ular berbisa yang paling menakutkan. Black Mamba sendiri memiliki habitat asli di benua Afrika. Lalu, untuk nama latin dari Black Mamba adalah Dendroaspis Polylepis.

Perlu diketahui jika bisa dari ular Black Mamba memiliki kandungan racun neurotoxin dan cardiotoxins. Di mana kandungan racun tersebut mampu menjadikan lawan ular Black Mamba terjatuh hanya dalam waktu sekitar 45 menitan.

Selain itu, ular Black Mamba juga memiliki kemampuan melata yang cukup cepat. Dimana kecepatan Black Mamba ketika melata adalah sekitar 16 km/jam. Satu gigitan ular Black Mamba mampu membunuh manusia dewasa dengan jumlah 12 hingga 26 sekaligus.

Hal ini tak lain karena ular Black Mamba mampu menyuntikkan racunnya dengan dosis 100 hingga 200 mg. Dimana setiap 0,25 mg racun ular Black Mamba mampu membunuh satu orang manusia.

Ketika seseorang digigit oleh ular Black Mamba, maka korban tersebut harus sesegera mungkin dilarikan ke pengobatan medis. Sebab, jika dalam kurun waktu 7 hingga 15 menit setelah terjadinya gigitan dan tak segera ditangani dengan baik, maka akan ada kemungkinan menyebabkan kematian.

2. Death Adder

Selanjutnya, ada ular Death Adder yang juga masuk ke dalam jajaran ular berbisa paling berbahaya di dunia. Biasanya, ular Death Adder berhabitat di Australia sebelah timur dan selatan serta di wilayah Papua Nugini.

Pada dasarnya, ular Death Adder tidak aktif dalam berburu mangsa. Itu artinya, ular Death Adder hanya berada di persembunyian sembari menunggu mangsanya lewat untuk disergap. Seekor ular Death Adder ketika menggigit lawannya, maka hal tersebut akan mampu menyebabkan gangguan pernafasan, kelumpuhan hingga kematian dalam kurun waktu sekitar 6 jam.

Pada saat proses menggigit, ular Death Adder akan menyuntikkan sekitar 4 hingga 100 mg racun melalui taringnya hingga mengalir menuju saraf lawannya. Selain itu, ular Death Adder juga akan mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya mereka menyerang lawan dalam kurun waktu 0,13 detik.

Sampai saat ini, sudah ada banyak berita kematian manusia yang diakibatkan oleh gigitan ular Death Adder.

3. King Cobra

pixabay

King Cobra adalah salah satu ular dengan karakteristik kepala berbentuk cekung layaknya ular sendok. Karena hal inilah King Cobra kerap disebut ular sendok di Indonesia. Selain itu ular King Cobra juga terkenal karena memiliki racun terpanjang di dunia.

Sekiar 5,6 meter racun yang dimiliki oleh King Cobra. Kebanyakan ular King Cobra akan ditemukan habitatnya di hutan Asia Tenggara dan India. Bahkan, di India sendiri kerap ada pertunjukkan yang memanfaatkan ular King Cobra.

Salah satu sisi mengerikan dari ular King Cobra adalah kemampuannya pada saat menyemburkan racun ke arah mata mangsanya termasuk juga manusia. Baik itu, dari segi ligitan maupun semburan racun dari King Cobra tergolong berbahaya karena memang bisa mempengaruhi sistem saraf manusia hingga menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika tergigit oleh ular King Cobra adalah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat agar bisa mendapatkan suntikan anti racun dengan dosis tinggi. Apalagi dengan gerakan ular King Cobra yang lincah dan agresif, tentunya King Cobra ini masuk ke dalam jajaran ular yang wajib diwaspadai.

 

4. Boomslang

pixabay

Selanjutnya, ada Boomslang yang juga masuk ke dalam jajaran ular berbisa mematikan di dunia. Ular Boomslang memiliki nama latin Dispholidus Typus dan untuk habitat aslinya adalah di benua Afrika.

Karakteristik dari ular Boomslang adalah warnanya yang beragam. Di mana pada dasarnya setiap jenis kelamin ular Boomslang akan memiliki warna yang berbeda. Biasanya, warna kulit dari ular Boomslang dengan jenis kelamin jantan akan berwarna hijau muda dengan bagian tepian hitam.

Sementara itu, untuk jenis kelamin betina akan memiliki warna cokelat. Panjang tubuh ular Boomslang adalah sekitar 1,6 m dan untuk bagian matanya akan memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan jenis ular lainnya.

Racun ular memiliki sifat hemotoksin yang biasanya bisa mematikan mekanisme pembekuan darah pada tubuh secara alami. Hal tersebut bisa memicu terjadinya perdarahan eksternal dan internal yang tak terkendali.

Perlu diketahui jika reaksi racun pada ular Boomslang memang terbilang lambat. Hal inilah yang kerap disepelekan oleh orang serta berasumsi jika dirinya tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

Padahal asumsi tersebut adalah salah, sebab kalian juga perlu tahu jika keparahan racun ular Boomslang justru akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Meski begitu, kematian manusia akibat gigitan racun ular Boomslang memang jarang terjadi.

Hal ini tak lain karena ular Boomslang memiliki sifat pemalu dan cenderung melarikan diri ketika manusia mendekat.

Kebanyakan ular Boomslang akan memberikan gigitan kepada manusia yang hendak menangkapnya. Tentunya tindakan tersebut bisa diartikan sebagai bentuk perlindungan diri dari serangan lawan.

5. Eastern Brown Snake (Ular Tedung Coklat)

pixabay

Berikutnya, ada ular Eastern Brown Snake yang memiliki karakteristik warna tubuh coklat. Namun ketika ular ini memasuki usia dewasa, biasanya warna tubuhnya akan berubah menjadi merah.

Rata-rata panjang tubuh ular Eastern Brown Snake adalah sekitar 1,5 hingga 1,8 m. Namun, ada juga ular Eastern Brown Snake yang memiliki panjang sekitar 2 m. Ular jenis Eastern Brown Snake juga dikenal sebagai ular tedung coklat.

Habitat Eastern Brown Snake lebih banyak ditemukan sepanjang pantai timur Australia yaitu ujung Cape York hingga pedalaman Queensland. Lalu habitat ular Eastern Brown Snake juga tergolong bervariasi karena ada yang di area tempat basah, kering, pesisir pantai, padang rumput hingga hutan belantara kecuali hutan hujan.

Di Australia, jenis ular Eastern Brown Snake dinyatakan sebagai hewan paling berbisa dan tentunya wajib untuk diwaspadai. Hal ini karena ada sekitar 60 persen orang meninggal yang diakibatkan oleh gigitan ular Eastern Brown Snake.

Apalagi ular Eastern Brown Snake ketika memasuki usia dewasa dikenal sebagai hewan dengan gerakan cepat dan agresif. Ketika ular Eastern Brown Snake merasa terancam, maka ular tersebut akan mengangkat tubuhnya dari tanah hingga menciptakan bentuk layaknya huruf “S”.

6. Ular Taipan

Ular Taipan adalah salah satu ular berbisa yang berhabitan di Australia. Bisa ular Taipan mampu membunuh sekitar 12 marmut. Di mana racun ular Taipan yang sudah disuntikkan pada tubuh mangsa akan menyebabkan penggumpalan darah serta menghambat pembuluh darah baik arteri maupun vena.

Sebelum akhirnya ditemukan anti bisa, ular Taipan mampu membunuh mangsanya dalam kurun waktu 1 jam setelah gigitan termasuk manusia. Selain itu ular Taipan juga masuk ke dalam golongan ular dengan gerakan yang cukup agresif dan tangkah.

Tak jarang banyak orang menganggap ular Taipan sama dengan jenis Black Mamba. Ketika manusia terkena gigitan ular Taipan, maka ia harus segera dilarikan ke rumah sakit. Perlu diketahui juga jika racun dari ular Taipan bisa 50 kali dosis racun milik ular King Cobra.

7. Ular Viper

Viper merupakan salah satu jenis ular berbisa di dunia yang berikutnya. Keberadaan ular Viper akan banyak ditemukan pada negara India, China, Timur Tengah hingga wilayah Asia Tenggara.

Viper juga termasuk ke dalam golongan ular aktif, cepat marah dan juga mampu bergerak dengan begitu cepat khususnya pada waktu malam hari. Racun dari ular Viper akan mampu menyebabkan rasa nyeri terutama pada area luka bekas gigitan.

Selain itu, kondisi tersebut akan diikuti oleh pembengkakan, penurunan tekanan darah dan denyut jantung hingga kematian. Beberapa jenis ular Viper yang paling terkenal adalah jenis Viper Karpet dan Gaboon Viper.

Jenis ular Viper Karpet lebih banyak ditemukan pada wilayah Afrika Barat. Ular Viper Karpet ukuran kecil mampu mencapai panjang 50 cm dengan warna tubuh kekuningan serta memiliki bintik layaknya mata di sepanjang tubuhnya. Racun ular Viper Karpet mampu menyebabkan kondisi pendarahan internal secara spontan hingga menurunkan sistem peredarah darah yang bisanya akan mulai bekerja setelah beberapa hari terjadi gigitan ular Viper Karpet.

Sedangkan untuk ular Gaboon Viper akan memiliki taring dengan ukuran yang cukup panjang sekitar 5 cm. Panjang dari ular Gaboon Viper sendiri biasanya 1,5 m dengan berat 11,3 kg.

Selanjutnya, untuk bentuk kepala dari ular Gaboon Viper adalah segitiga. Keberadaan ular Gaboon Viper biasanya berada di daerah Afrika Timur. Selain itu ular tersebut juga tergolong sebagai salah satu ular yang begitu aktif dalam berburu pada waktu malam hari.

Sedangkan metode penyerangan yang dilakukan oleh ular Gaboon Viper adalah menunggu mangsa. Gerakan ular Gaboon Viper memang terkesan lambat dan jarang sekali menggigit manusia kecuali pada kondisi khusus seperti dinggangu secara sengaja maupun diinjak.

Nah, itulah beberapa daftar ular berbisa yang ada di dunia. Masih banyak jenis ular berbisa lainnya yang bisa kalian baca di artikel menarik di website resmi Gramedia.com. Semoga semua pembahasan di atas dapat menambah wawasan kamu, Grameds.

Jika ingin mencari buku tentang hewan, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik Nuryanto

Rujukan:

  • https://lifestyle.kompas.com/read/2022/08/19/074421720/10-jenis-ular-berbisa-yang-ada-di-indonesia?page=all
  • https://www.liputan6.com/global/read/4474209/10-jenis-ular-paling-berbisa-salah-satunya-banyak-ditemui-di-indonesia
  • https://www.gramedia.com/best-seller/ular-berbisa/
  • https://www.idntimes.com/science/discovery/abraham-herdyanto/daftar-ular-berbisa-paling-beracun-di-dunia-1


Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    92% 92% 1.3k / 1.4k
  • Tidak
    7% 7% 102 / 1.4k


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Novi Veronika

Saya semakin mencintai dunia menulis ini karena membuat saya semakin bisa mengembangkan ide dan kreativitas, serta menyalurkan hobi saya ini. Selain hal umum, saya juga menyukai tulisan tentang pendidikan dan juga administrasi perkantoran.