Uncategorized

Memahami Keutamaan dan Hikmah Shalat Jumat

Written by Umam

Memahami Keutamaan dan Hikmah Shalat Jumat – Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita perlu memahami keutamaan dan hikmah shalat Jumat. Terlebih lagi, hari jumat ditetapkan sebagai salah satu hari yang paling baik bahkan bisa juga disebut sebagai hari yang agung dan suci. Sepatutnya orang islam memperbanyak ibadah dan amal di hari tersebut.

Di dalam al-Quran dan hadist, ada banyak sekalian dalil yang membicarakan tentang keutamaan dan hikmah dari shalat jumat. Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan para umatnya untuk memuliakan hari jumat, termasuk dengan shalat jumat atau sering disebut muslim Indonesia dengan istilah Jumatan.

Selain ketentuan yang sudah dijelaskan dalam al-Quran dan hadist, ada beberapa ulama yang secara khusus juga menjelaskan tentang keutamaan dan hikmah dari shalat jumat di dalam karya tulisnya. Misalnya saja, seperti kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, dan lain sebagainya.

Keutamaan dan hikmah shalat jumat pada dasarnya sudah disampaikan Allah SWT melalui firmannya yang tertuang dalam kitab suci al-Quran. Berikut ini adalah dalil yang menjelaskan tentang pentingnya shalat jumat, yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumuah ayat 9).

Maka dari itu, shalat Jumat sesungguhnya diiringi oleh berbagai keutamaan dan himkamh yang dapat mendatangkan berkah kepada siapa pun yang melaksanakannya. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas tentang apa saja keutamaan dan hikmah yang bisa didapatkan dari shalat jumat. Yuk simak ulasan selengkapnya!

A. Keutamaan dan Hikmah Shalat Jumat

Berdasarkan buku yang berjudul Rahasia dan Keutamaan Hari Jumat oleh Komarudin Ibnu Mikam, hari jumat merupakan hari yang memiliki banyak kemuliaan. Hal ini disebabkan karena pada hari Jumat seluruh umat muslim berkumpul dan bersosialisasi.

Istilah Jumat awalnya berasal dari bahasa Arab yaitu jama’ah yang dapat diartikan sebagai berkumpul. Selain menjadi simbol berkumpul dan bersosialisasi, semua umat Muslim juga mendapatkan kesempatan untuk mengamalkan ibadah yang nilainya sangat mulia di hari Jumat.

Nah, berikut ini adalah lima keutamaan dan hikmah shalat Jumat yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang muslim, di antaranya yaitu:

1. Hajinya Orang yang Tidak Mampu

Keutamaan sholat Jumat yang pertama ialah menerima ganjaran layaknya menunaikan ibadah haji. Apalagi rukun Islam kelima ini, terbilang berat bagi sebagian orang.
Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya: “Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.”

Terkait hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan pun menjelaskan:

يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ.

Artinya: “Maksudnya, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat.” (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282)

2. Seakan Puasa dan Sholat Selama Satu Tahun

Keutamaan sholat Jumat dan dalil, tertuang dalam hadits lain. Menyebutkan bahwa ada hadiah istimewa berupa pahala puasa dan sholat, yakni:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

Artinya: “Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun.” (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Hadits tersebut menurut Imam al-Tirmidzi berstatus Hasan. Sedangkan menurut al-Hakim mencapai derajat hadits Shahih.

3. Diampuni Dosanya

Sejatinya menunaikan ibadah tentu akan menghapus dosa. Tapi ada keutamaan sholat Jumat yang berbeda, yaitu diampuni dosa selama beberapa hari.

Dalam hadits Imam Muslim menyebutkan:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

Artinya: “Barangsiapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni.” (HR. Muslim).

4. Diganjar Pahala Berkurban

Selain itu, bagi jamaah yang berangkat lebih awal. Ada keutamaan sholat Jumat berupa ganjaran pahala seakan-akan telah berkurban.

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ

Artinya: “Siapa saja yang berangkat shalat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi.

Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur.

Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Penyebutan jam atau waktu di situ merupakan dorongan supaya berangkat lebih awal. Tujuannya agar orang yang hendak menunaikan sholat Jumat bisa untuk meraih berbagai keutamaan. Sehingga seberapa besar pahala yang dijanjikan, hanya Allah SWT yang tahu. Wallahu a’lam bishawab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyatakan:

ثَلَاثٌ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِيْهِنَّ لَرَكَضُوْا رَكْضَ الْإِبِلِ فِي طَلَبِهِنَّ اَلْأَذَانُ وَالصَّفُّ الْأَوَّلُ وَالْغُدُوُّ إِلَى الْجُمُعَةِ

Artinya: “Ada tiga perkara yang seandainya semua orang mengetahui apa yang ada di dalamnya, tentu mereka akan lari seperti unta untuk memburunya. Ketiganya adalah azan, barisan paling depan, dan berangkat shalat Jumat lebih awal” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

5. Sholat di Hari yang Istimewa

Keutamaan sholat Jumat selanjutnya, kita telah menunaikan ibadah di hari yang istimewa. Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash, hadits berikut:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Artinya: “Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”. (menurut keterangan Imam al-‘Azizi, hadits ini derajatnya Hasan).

Terdapat banyak peristiwa hebat yang terjadi di hari Jumat. Sehingga menambah keistimewaan dan keutamaan dari sholat Jumat itu sendiri.

Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat.

Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat.”

Selain kelima keutamaan dan hikmah tersebut, sesuai dengan apa yang dikutip dalam buku Superberkah Shalat Jumat: Menggali dan Meraih Keutamaan karya Firdaus Wajdi, keutamaan dan hikmah yang bisa diperoleh pada saat melaksanakan salat Jumat yaitu akan sangat membantu umat Muslim dalam kehidupan sehari-hari sekaligus juga bekal untuk di akhirat nanti. Beberapa hikmah dan keutamaan yang lain tersebut adalah, sebagai berikut:

  • Meningkatkan iman kepada Allah SWT serta membuat seorang Muslim lebih taat dalam beribadah.
  • Memberi kesempatan untuk umat Muslim bersosialisasi dengan satu sama lain.
  • Sosialisasi di hari Jumat akan mempererat silaturahmi antar sesama Muslim.
  • Mendengarkan khutbah Jumat akan menambah pengetahuan agama kita.
  • Khutbah Jumat bisa dijadikan bahan untuk mengintrospeksi diri atau renungan untuk memperbaiki diri.
  • Melaksanakan salat Jumat akan mendatangkan pahala yang sangat besar

Demikian adalah pembahasan tentang keutamaan dan hikmah dari shalat Jumat. Sebagai seorang muslim, tentu saja kita harus selalu senantiasa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Maka dari itu, istiqomah dalam menjalankan shalat Jumat merupakan salah satu bentuk ketaatan hamba terhadap tuhannya.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait