Sosial Budaya

Dampak Kemiskinan : Pengertian, Faktor Internal Eksternal, Cara Mengatasi

dampak kemiskinan
Written by M. Hardi

Dampak Kemiskinan – Ketika mendengar kata kemiskinan, mungkin semua orang mengetahuinya. Namun, ketika membahas dampak kemiskinan, terkadang ada sebagian orang yang belum mengetahuinya. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang kemiskinan hingga dampak kemiskinan, jadi, simak artikel ini sampai habis, Grameds.

Definisi Kemiskinan

dampak kemiskinan

Sumber: Pixabay

Kemiskinan menjadi masalah yang sejak dahulu sulit teratasi. Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang selalu hadir di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Kemiskinan dianggap sebagai salah satu permasalah sosial yang sulit untuk diuraikan, apabila tidak diatasi dengan segera dan menemukan akar permasalahan dari penyebab kemiskinan.

Kemiskinan secara umum merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang secara ekonomi untuk dapat memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ditandai oleh rendahnya kemampuan pendapatan seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan.

Kemiskinan menjadi masalah di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Penyebab kemiskinan yang beragam membuat angka kemiskinan semakin tinggi. Penyebab kemiskinan di Indonesia juga cukup beragam, walaupun menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia di tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020.

Persentase penduduk miskin di Indonesia pada September 2021 sebesar 9,71%, menurun sekitar 0,43% dibandingkan Maret 2021 dan menurun 0,48% dibandingkan September 2020.

Definisi Kemiskinan Menurut penjelasan di Jurnal Sosial Humaniora Terapan 1(1), secara etimologis, “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang bermakna tidak berharta benda dan serba kekurangan. BPS juga mengartikan bahwa kemiskinan merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak.

Soerjono Soekanto berpendapat bahwa kemiskinan merupakan keadaan ketika seorang individu maupun kelompok individu tidak sanggup untuk memelihara dirinya dengan taraf kehidupan kelompok yang ada dalam masyarakat, serta tidak mampu untuk memanfaatkan tenaga, mental dan fisiknya untuk mencapai taraf kehidupan kelompok tersebut.

Indikator yang biasanya digunakan untuk menentukan kemiskinan yaitu tingkat upah, pendapatan, konsumsi, mortalitas anak usia balita, imunisasi, kekurangan gizi pada anak, dan lain sebagainya. Selain itu, tolak ukur tingkat kemiskinan juga bisa dilihat dari tingkat kesehatan, pendidikan, dan perlakuan adil di muka hukum.

Faktor Penyebab Kemiskinan

dampak kemiskinan

Sumber: Pixabay

Faktor penyebab kemiskinan yang dapat disebabkan oleh faktor dua yaitu faktor dari dalam atau internal maupun faktor dari luar atau eksternal.

Faktor Internal

Adapun faktor internal yang bisa menyebabkan kemiskinan antara lain yaitu:

1. Sikap

Sikap adalah suatu kondisi jiwa dan pikir yang dipersiapkan untuk memberi tanggapan terhadap objek yang diorganisasi lewat pengalaman serta bisa mempengaruhi langsung pada perilaku. Keadaan jiwa sangat dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan, kebudayaan, dan lingkungan sosial.

2. Pengalaman dan Pengamatan

Pengalaman bisa mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku. Biasanya, pengalaman didapatkan dari seluruh tindakan masa lalu dan bisa dipelajari. Hasil dari pengalaman sosial akan membentuk pandangan terhadap suatu hal.

3. Kepribadian

Kepribadian adalah konfigurasi karakter individu dan cara berperilaku yang menentukan perbedaan sikap dari setiap orang.

4. Konsep diri

Faktor penyebab terjadinya kemiskinan lainnya yaitu konsep diri. Faktor internal ini sudah menjadi pendekatan yang dikenal sangat luas untuk menggambarkan hubungan antara konsep diri konsumen dengan image brand.

Konsep diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu dalam menghadapi masalah hidup. Sebab konsep diri merupakan frame of reference yang menjadi awal perilaku.

5. Motif

Perilaku individu muncul karena adanya motif kebutuhan untuk merasa aman. Contoh dari motif yaitu kebutuhan terhadap prestise. Jika motif seseorang terhadap kebutuhan prestise besar, maka akan membentuk gaya yang cenderung mengarah ke gaya hidup hedonis.

6. Persepsi

Persepsi adalah proses saat seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambar yang berarti tentang dunia.

https://www.gramedia.com/products/conf-indikator-kemiskinan-dan-misklasifikasi-orang-miskin?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Faktor Eksternal

Selain faktor internal, penyebab kemiskinan lainnya yaitu faktor eksternal atau faktor dari luar, antara lain:

1. Kelompok Referensi

Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Pengaruh yang diberikan bisa menyebabkan perilaku dan gaya hidup seseorang.

2. Keluarga

Siapa sangka jika keluarga ternyata bisa menjadi penyebab kemiskinan. Pasalnya, keluarga memegang peran besar dan lama dalam membentuk sikap serta perilaku seseorang. Hal ini dikarenakan pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak, yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidup anak tersebut.

3. Kelas Sosial

Kelas sosial adalah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama di sekitar masyarakat. Ada dua unsur dalam sistem sosial yaitu kedudukan dan peranan.

Kedudukan sosial merupakan tempat seseorang dalam lingkungan pergaulan serta prestise hak dan kewajibannya. Kedudukan sosial bisa didapatkan dengan usaha sengaja atau karena kelahiran. Jika, seseorang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukan, maka telah menjalankan peranannya dengan baik.

4. Kebudayaan

Kebudayaan meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan yang didapatkan dari individu sebagai anggota masyarakat.

Kebudayaan terdiri atas segala sesuai yang dipelajari dari pola perilaku yang normatif seperti ciri pola pikir, merasakan dan bertindak.

Faktor Permasalahan Pada Negara

Faktor penyebab kemiskinan berdasarkan permasalahan pada negara berkembang yaitu sebagai berikut :

1. Laju Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Angka kelahiran yang tinggi di suatu daerah dapat mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk suatu negara menjadi lebih besar. Sehingga, dapat menyebabkan lapangan pekerjaan yang tersedia menjadi terbatas untuk dapat merekrut masyarakat yang membutuhkan pekerjaan demi mendapatkan gaji agar dapat membeli kebutuhan pokoknya.

Selain itu, apabila laju pertumbuhan penduduk tinggi tetapi tidak sebanding dengan laju pertumbuhan ekonomi. Maka akan mengakibatkan angka kemiskinan semakin meningkat.

2. Masyarakat Pengangguran Meningkat

Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menyebabkan lapangan kerja yang ada di suatu negara menjadi terbatas. Oleh sebab itu, angka pengangguran di daerah tersebut akan meningkat. Semakin banyak masyarakat yang pengangguran, maka angka kemiskinan pun akan meningkat.

3. Pendidikan yang Rendah

Individu yang memiliki pendidikan yang rendah, cenderung tidak memiliki keterampilan, wawasan maupun pengetahuan yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga, masyarakat yang berpendidikan rendah tidak dapat bersaing dengan masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi di dunia kerja maupun usaha.

Hal inilah yang membuat masyarakat berpendidikan rendah kalah saing dan membuat angka pengangguran serta kemiskinan menjadi bertambah.

4. Terjadi Bencana Alam

Bencana alam dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kemiskinan yang tidak dapat dihindari. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor maupun tsunami dapat menimbulkan kerusakan pada infrastruktur serta kerusakan psikologis masyarakat yang tertimpa bencana.

Selain itu, bencana alam dapat menjadi penyebab kemiskinan, karena masyarakat yang terdampak bencana tersebut akan kehilangan harta bendanya.

5. Distribusi Pendapatan yang Kurang Merata

Distribusi pendapatan yang tidak merata dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan pada pola kepemilikan sumber daya. Umumnya, masyarakat yang memiliki sumber daya terbatas serta rendah umumnya berada di bawah garis kemiskinan.

Dampak Kemiskinan di Indonesia

Kondisi kemiskinan ternyata bisa menimbulkan beberapa dampak atau akibat. Kemiskinan sebagai mana permasalahan sosial dapat memberikan dampak pada individu tersebut serta masyarakat luas. Berikut ini beberapa dampak kemiskinan di Indonesia, diantaranya:

1. Meningkatnya angka pengangguran

dampak kemiskinan

Sumber: CNN Indonesia

Masyarakat yang miskin akan kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Sehingga, masyarakat miskin akan kesulitan untuk bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dengan masyarakat kaya atau berkecukupan. Hal tersebutlah yang dapat memicu peningkatan angka pengangguran.

2. Banyaknya kasus putus sekolah

dampak kemiskinan

Sumber: RRI

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh seorang individu cukup tinggi, sehingga hal tersebut akan menutup akses masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan. Padahal, salah satu penyebab kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan, sehingga akses pendidikan yang tertutup dapat memperparah kondisi kemiskinan yang ada di suatu daerah maupun negara.

3. Muncul Berbagai Masalah Kesehatan di Masyarakat

dampak kemiskinan

Sumber: Jubi.id

Dengan adanya kemiskinan, maka akan muncul berbagai masalah kesehatan. Adanya peningkatan kebutuhan, tetapi tidak terjangkau, maka penyakit yang datang. Contohnya pusing, darah tinggi, stroke dll.

4. Meningkatnya Tindakan Kriminalitas

dampak kemiskinan

Sumber: Jawapos.com

Kemiskinan dapat menjadi salah penyebab terjadinya kriminalitas. Hal ini dikarenakan masyarakat miskin akan cenderung ingin memenuhi kebutuhan pokoknya dengan menggunakan cara apapun, termasuk dengan kriminalitas. Beberapa bentuk kriminalitas yang dapat dilakukan oleh seorang individu adalah penipuan, pencurian, perampokan serta pembunuhan.

5. Angka Kematian Meningkat

Masyarakat miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya akan kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan yang memadai untuk dirinya dan keluarganya. Akses kesehatan yang sulit tersebut dapat menyebabkan angka kematian suatu penduduk menjadi meningkat, terutama angka kematian masyarakat miskin.

6. Konflik yang Terjadi di Masyarakat akan Bermunculan

Masyarakat miskin umumnya akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari masyarakat kaya. Contohnya seperti mendapatkan akses ke beberapa fasilitas tertentu. Kesenjangan yang terjadi di masyarakat tersebut akan memicu terjadinya konflik di kehidupan bermasyarakat karena kecemburuan yang muncul.

Jenis-Jenis Kemiskinan

dampak kemiskinan

Sumber: Pixabay

1. Kemiskinan Absolut

Kemiskinan absolut merupakan kemiskinan yang menjadikan suatu kondisi di mana pendapatan seorang individu atau sekelompok orang berada dibawah garis kemiskinan. Oleh sebab itu, individu atau kelompok orang tersebut akan kesulitan untuk mencukupi serta memenuhi kebutuhan standarnya seperti sandang, pangan dan papan yang diperlukan untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Garis kemiskinan yang dimaksud dalam pengertian kemiskinan absolut adalah pengeluaran rata-rata atau konsumsi rata-rata seorang individu untuk memenuhi kebutuhan pokok yang berkaitan dengan pemenuhan standar kesejahteraan individu tersebut.

Jenis kemiskinan absolut bisa dikatakan sebagai jenis kemiskinan yang paling banyak dipakai sebagai sebuah konsep untuk menentukan maupun mendefinisikan kriteria seorang individu maupun kelompok orang miskin atau tidak.

2. Kemiskinan Relatif

Kemiskinan relatif merupakan bentuk kemiskinan yang dapat terjadi, karena adanya pengaruh dari kebijakan pembangunan yang tidak menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat menyebabkan adanya ketimpangan-ketimpangan pendapatan. Selain itu, bisa menyebabkan ketimpangan standar kesejahteraan di negara tersebut.daerah yang belum mendapatkan jangkauan program pembangunan, dikenal dengan sebutan daerah tertinggal.

3. Kemiskinan Kultural

Kemiskinan kultural merupakan bentuk kemiskinan yang dapat terjadi karena akibat dari adanya sikap serta kebiasaan seorang individu maupun masyarakat. Yang pada umumnya berasal dari budaya dan adat istiadat yang umumnya relatif tidak ingin memperbaiki taraf hidupnya dengan cara-cara modern.

Kebiasan-kebiasan yang disebutkan dapat berupa kebiasaan bersikap malas, kurang kreatif, pemborosan dan sikap relatif yang bergantung pada pihak lain.

4. Kemiskinan Struktural

Berbeda dengan kemiskinan kultural, kemiskinan struktural merupakan bentuk dari kemiskinan yang disebabkan oleh rendahnya akses masyarakat terhadap sumber daya yang umumnya terjadi pada suatu tatanan sosial dan budaya maupun sosial politik yang kurang mendukung pembebasan kemiskinan masyarakat di suatu negara. Umumnya, kemiskinan struktural terkadang memiliki unsur diskriminatif.

Kemiskinan di Indonesia: Antara Kajian Empiris dan Teologis

Cara Mengatasi Kemiskinan

Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang akan sulit untuk diurai apabila tidak ditangani sejak dini. Kemiskinan dapat menyebar ke daerah-daerah yang sebelumnya memiliki tingkat kemiskinan kecil, karena dalam beberapa tahun apabila kemiskinan tersebut tidak segera diatasi maka akan terjadi peningkatan melalui faktor penyebab kemiskinan yang lain.

Contohnya, di Indonesia kemiskinan terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan yang dapat diperoleh masyarakat. Dikarenakan tidak segera diatasi, kemiskinan yang terjadi akibat faktor rendahnya tingkat pendidikan pun bertambah karena faktor lain seperti penyebaran wabah, bencana alam dan lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk segera menanggulangi permasalahan sosial kemiskinan ini. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah agar dapat mengatasi kemiskinan yaitu:

1. Melakukan Pembaharuan Pada Data Penduduk

Pemerintah dapat melakukan pembaharuan data penduduk, terutama melengkapi data penduduk miskin serta rentan miskin yang kemudian dikategorikan untuk pantas mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Sehingga, dana anggaran pemerintah yang telah dialokasikan untuk untuk bantuan sosial dapat disalurkan kepada warga yang tepat dan benar membutuhkan dana bantuan sosial tersebut. Selain itu usai melakukan pembaharuan data, pemerintah dapat meningkatkan anggaran bantuan sosial serta memperluas jumlah penerima bantuan kepada para warga yang telah jatuh miskin karena faktor-faktor yang mempengaruhi, contohnya seperti pandemi Covid-19.

2. Melakukan Integrasi Penyaluran Bansos di berbagai tempat

Ada bermacam-macam bentuk bantuan sosial yang berbeda dengan jenis serta jumlah yang telah diukur oleh pemerintah. Namun, perbedaan tersebut, ternyata justru menimbulkan ketegangan sosial di beberapa daerah.

Ketegangan sosial tersebut kemudian semakin parah, karena adanya basis data bantuan sosial, khususnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang digunakan oleh pemerintah daerah dan belum mencakup masyarakat yang sebelumnya tidak terdata. Namun, kondisi ekonomi masyarakat yang belum terdata tersebut telah memburuk karena beberapa faktor.

Untuk dapat mengatasi masalah tersebut, maka pemerintah dapat melakukan update data seperti pada solusi pertama dan melakukan integrasi penyaluran bantuan sosial, melalui kerjasama antar bank-bank pemerintah agar dana bantuan sosial tersebut dapat langsung masuk dan diterima oleh penerima bantuan.

Integrasi penyaluran dana bantuan sosial dapat mempermudah proses pembagian, serta penerima bantuan tidak akan tumpang tindih.

3. Mengurangi Beban Pengeluaran Masyarakat Miskin dan Hampir Miskin

Salah satu cara untuk menangani kemiskinan adalah dengan mengurangi beban pengeluaran kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin serta hampir miskin.

Terutama mengurangi biaya yang dikontrol oleh pemerintah atau administered prices. Ada empat biaya yang dikontrol pemerintah dan dapat dikurangi untuk meringankan beban masyarakat miskin serta hampir miskin, seperti tarif air untuk rumah tangga, tarif listrik, harga LPG, serta harga BBM.

4. Memberikan Insentif di Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

Pemerintah dapat menangani kemiskinan dengan cara meningkatkan insentif bagi petani, peternak serta nelayan melalui skema pembelian produk yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah juga dapat memperbaiki jalur logistik untuk hasil pertanian, peternakan maupun perikanan, sehingga para warga yang bekerja di bidang tersebut, dapat meningkatkan produksinya dan menghadapi minimnya serapan pasar.

Dengan memberikan insentif pada tiga bidang tersebut, maka pemerintah akan membantu untuk mengamankan ketersediaan stok pangan nasional, khususnya selama berlangsungnya masa-masa yang akan membuat stok pangan menipis dan sulit ditemukan.

Dengan mengamankan ketersediaan stok, kenaikan harga pokok dapat ditekan, sehingga masyarakat yang hampir miskin, masih dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Jadi, tingkat kemiskinan pun dapat ditekan.

5. Mengelola APBN dengan Cermat

Pemerintah perlu mengelola APBN negaranya dengan cermat, agar dapat meningkatkan anggaran untuk bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat miskin serta hampir miskin.

Dengan mengelola APBN lebih cermat, pemerintah dapat mengalokasikan dana khusus untuk masyarakat miskin dan hampir miskin agar dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

Kemiskinan memang salah satu masalah yang biasanya terjadi pada suatu negara. Adapun penyebab dari permasalahan tak selamanya berasal dari kesalahan pada negara, tetapi terkadang disebabkan karena faktor dari dalam diri kita sendiri. Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang diri sendiri agar bisa terhindar dari kemiskinan.

Nasionologi : Menjauh Dari Kemiskinan, Merdeka Dari Kematian

Grameds bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai dampak kemiskinan dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

Baca juga:

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien