in

Review Novel The Star and I

Novel The Star and I ditulis oleh Ilana Tan, seorang novelis ternama Indonesia yang dikenal karena karya tetralogi novel romansanya yang memiliki latar negara yang berbeda-beda.

Layaknya karya novel Ilana Tan yang lain, Novel The Star and I memiliki genre romansa. Novel The Star and I ini merupakan karya Ilana Tan nomor 7, yang merupakan bagian dari seri novel New York. Novel ini diterbitkan pada bulan Januari 2021. Novel The Star and I ini dibagi menjadi 23 bab dengan jumlah 344 halaman.

Novel The Star and I mengisahkan polemik kehidupan Olivia Mitchell, seorang aktris Broadway asal Skotlandia, yang berbakat dan terkenal di New York. Olivia merupakan anak yang diangkat oleh keluarga Mitchell dari sebuah panti asuhan yang berlokasi di New York.

Sejak kecil, Olivia Mitchell mencari informasi mengenai siapa orang tua kandungnya. Bukan karena ia tidak mencintai orang tua angkatnya, melainkan ingin menemukan jawaban atas alasan mengapa orang tua kandungnya menelantarkannya.

Suatu ketika, ia mendapat kesempatan untuk bekerja di New York untuk mewujudkan cita-citanya sebagai aktris musikal Broadway. Ia tentunya bersemangat untuk pergi ke New York, karena ia dapat sekaligus menjalankan misi pencarian orang tua kandungnya.

Dalam perjalanan Olivia mencari orang tua kandungnya, Olivia bertemu dengan sahabat masa kecilnya yang juga merupakan cinta pertamanya yang gagal, Lawrence Rex Rankin.

Rex kemudian membantu sahabat masa kecilnya itu untuk menemukan orang tuanya. Pertemuan Olivia dan Rex membuka babak baru dalam kehidupan Olivia. Rex mempermudah jalan Olivia untuk menemukan orang tua kandungnya.

Pada akhirnya, Olivia pun menemukan sosok orang tua kandungnya. Walaupun pada akhirnya, kenyataan yang terjadi bertolak belakang dengan ekspektasi. Pada akhirnya pula, hubungan Rex dan Olive bertumbuh menjadi apa yang memang seharusnya terjadi sejak dulu.

Profil Ilana Tan – Penulis Novel The Star and I

Ilana Tan dikenal sebagai sosok yang misterius dan nampaknya tidak suka informasi personalnya dipublikasi. Anda tidak akan bisa menemukan informasi yang banyak mengenai kehidupan pribadi Ilana Tan ketika mencarinya di internet. Sebab, sampai saat ini pun Ilana Tan tidak memiliki akun media sosial.

Ilana Tan merupakan seorang novelis asal Indonesia yang dikenal karena karya tetralogi empat musim yang memiliki cerita berbeda dan disajikan dalam latar yang berbeda. Novel tetralogi tersebut disajikan dalam latar negara yang berbeda.

Melalui keempat novelnya tersebut, Ilana Tan seolah ingin menunjukkan kepada para pembacanya gambaran akan dunia, suasana negara yang menjadi latar tulisannya melalui tulisan. Hal ini juga yang menjadi ciri khas Ilana Tan, yakni penggambaran latar yang menakjubkan.

Novel pertama Ilana Tan diterbitkan pada tahun 2006. Novel itu berjudul Summer in Seoul. Novel keduanya berjudul Autumn in Paris, dan diterbitkan pada tahun 2007. Novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo, yang diterbitkan pada tahun 2008.

Novel ketiga Ilana Tan, Winter in Tokyo ini meraih kesuksesan dengan diadaptasi menjadi film layar lebar pada tahun 2016. Novel keempat yang menggenapi tetralogi novel musim karya Ilana Tan berjudul Spring in London, yang diterbitkan pada tahun 2010.

Terdapat beberapa karya novel lain yang ditulis oleh Ilana Tan, yakni Sunshines Becomes You, yang terbit pada tanggal 2 Februari 2012. Novel ini juga meraih kesuksesan dengan menjadi buku dengan penjualan terbaik dalam skala nasional, serta diadaptasi menjadi film layar lebar yang tayang pada bulan Desember 2015.

Selanjutnya, ada novel yang berjudul Autumn Once More yang terbit pada tahun 2013, Autumn Once More yang terbit pada tahun yang sama, 2013. In a Blue Moon yang terbit pada tahun 2015, dan karya terakhirnya, novel dengan judul The Star and I yang terbit pada tahun 2021.

Seluruh novel karya Ilana Tan memiliki genre romansa dan fiksi remaja. Novel karya Ilana Tan juga memiliki keunikan, yang mana seluruh tokoh dari novel yang satu dengan yang lainnya saling terkait.

Semua novel karya Ilana Tan juga sukses menarik hati masyarakat, dan menjadi novel best-seller dengan penjualan mencapai 110 ribu eksemplar. Maka dari itu, kepiawaian Ilana Tan dalam menulis, dan juga kualitas karyanya tidak perlu diragukan lagi.

Sinopsis Novel The Star and I

Olivia Mitchell mendapatkan tawaran pekerjaan di New York. New York merupakan tempat impian Olivia, karena Olivia memiliki cita-cita menjadi aktris musikal di Broadway. Tentunya, Olivia langsung mengambil kesempatan tersebut tanpa ragu.

Selain demi mewujudkan cita-citanya, Olivia ingin pergi ke New York untuk mencari tahu kebenaran tentang siapa orang tua kandungnya. Ketika Olivia masih bayi, orang tua kandungnya menitipkan Olivia ke panti asuhan Madeline West Home for Children yang berlokasi di New York.

Sejak dirinya kecil, Olivia telah mengetahui bahwa ia bukan anak kandung dari keluarga Mitchell. Olivia sudah menganggap orang tua angkat sebagai orang tua kandungnya. Sebaliknya, orang tua angkatnya juga memperlakukan Olivia dengan sangat baik, mereka sangat mencintai Olivia layaknya anak kandung mereka.

Namun, tak bisa dipungkiri, sejak kecil Olivia selalu bertanya-tanya tentang orang tua biologisnya. Bukan karena ia ingin mereka kembali, tapi ia ingin mencari jawaban atas alasan orang tua kandungnya meninggalkannya di panti asuhan.

Olivia pun pergi ke New York dan bekerja sebagai aktris di Broadway. Suatu sore setelah pertunjukan, di sebuah restoran Meksiko miliki Mama Rosa, Olivia bersama kedua sahabatnya, Abigail dan Adam bertemu dengan Lawrence Rex Rankin.

Rex Rankin adalah sahabat masa kecil Olivia yang sangat dekat dengannya, di Skotlandia tempat asal mereka, rumah tempat tinggal mereka berdampingan. Hubungan Olivia dan Rex mulai merenggang ketika masa Sekolah Menengah Atas.

Olivia dan Rex memiliki cita-cita yang berbeda, dan keduanya memilih jurusan yang berbeda di kampus yang berbeda pula. Selain itu, terdapat juga kesalahpahaman akan hubungan mereka di masa lalu. Hubungan Olivia dan Rex belum membaik sejak 9 tahun yang lalu hingga saat ini.

Rex Rankin juga merupakan cinta pertama Olivia, yang selalu percaya bahwa kelak Olivia akan menemukan kedua orang tua kandungnya. Olivia dan Rex pada masa lalu pernah melakukan penyelidikan terkait orang tua kandung Olivia.

Namun, semenjak hubungan mereka merenggang, penyelidikan tersebut tidak berlanjut. Hasil penyelidikan Olivia dan Rex yang terakhir mengatakan bahwa bayi Olivia ditemukan dalam balutan handuk putih yang bertuliskan ‘Marilyn’ di panti asuhan Madeline West Home for Children. Hasil penyelidikan tersebut menghasilkan asumsi bahwa nama ibu kandung Olivia adalah Marilyn.

Pertemuan Olivia dan Rex di restoran itu membuka kembali seluruh memori kebersamaan mereka. Rex kemudian membantu Olivia lagi untuk mencari kedua orang tua kandungnya.

Kehadiran Rex mempermudah pencarian yang dilakukan Olivia. Rex membantu Olivia dengan memakai jasa seorang detektif swasta yang bernama Robert Ramford untuk menyelidiki kasus ini.

Detektif itu melacak informasi orang tua Olivia mulai dari mantan pekerja di Madeline West Home for Children. Namun, penyelidikan panjang tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil. Sampai pada suatu hari, salah satu mantan pekerja panti asuhan Madeline West Home for Children berhasil mengingat nama ibu kandung Olivia.

Nama perempuan itu adalah Mary atau Lin. Nama tersebut merupakan nama Amerika pemberian mantan pekerja panti asuhan untuk mempermudah penyebutannya. Nama tersebut juga memang sesuai dengan handuk putih yang membalut bayi Olive.

Selama proses penyelidikan lebih lanjut oleh Ramford, Rex dan Olive sering menghabiskan waktu bersama. Selama kebersamaan mereka, Rex tak sengaja mengetahui bahwa Olive dekat dengan seorang lelaki bernama Nicholas Li.

Olive pada saat yang sama juga menyadari bahwa Rex didekati oleh Clara King, Adik dari David King, teman dari Rex yang merekomendasikan detektif Robert Ramford kepada Rex.

Penyelidikan Ramford terus dilakukan, hingga pada akhirnya ia menemukan nomor telepon wanita yang diduga ibu kandung Olivia. Lalu, Ramford langsung memutuskan untuk bertemu dengan Mary Lin bersama dengan Rex. Pada pertemuan itu, mereka melihat seorang wanita yang memiliki wajah tirus dan bayangan gelap di sekitar matanya.

Setelah diselidiki, ternyata Mary Lin bukan ibu kandung Olivia, melainkan bibinya. Mary Lin adalah kakak dari ibu kandung Olive. Mary Lin kemudian memberikan informasi bahwa adik kandungnya bernama Kate, yang saat itu mengelola restoran Eastern Sea di China Town.

Sampai akhirnya pada suatu waktu, Ramford berhasil menemui Kate. Kate tentu saja mengelak dan berusaha menyembunyikan masa lalunya. Namun, informasi yang telah dikumpulkan Ramford berhasil membungkamnya dan mengakuinya.

Tiba pada akhirnya, Olive bertemu dengan ibu kandungnya, Kate. Namun, pertemuan itu tidak sesuai dengan ekspektasi Olive. Olive mendapat penolakan dari Kate. Kate menyatakan bahwa Olive lahir bukan atas dasar cinta.

Kate pada masa lalu hidup di dunia prostitusi, karena dijerumuskan oleh kakaknya, Mary Lin. Olive merupakan hasil dari tindakan di pekerjaan Kate pada masa lalu. Kate menelantarkan Olive di panti asuhan karena memang Kate tidak menginginkan Olive untuk lahir.

Kate bahkan tidak berharap sama sekali untuk bertemu dengan bayinya, karena ia bahkan tidak tahu siapa sosok yang menghamilinya. Begitu sakitnya hati Olive mendengar semua perkataan ibu kandungnya.

Pada suatu hari, Nicholas Li mengundang Olive untuk bertemu dengan keluarga besarnya. Nicholas mengajak Olive untuk bertemu di restoran Eastern Sea di China Town. Betapa terkejutnya Olive ketika Nicholas mengenalkan ibunya kepada Olive.

Ternyata, ibunda dari Nicholas adalah ibu kandung Olive. Hal ini berarti Nicholas Li merupakan saudara sambung Olive dari ayah yang berbeda. Namun, Kate tidak pernah memberikan tanggapan untuk meluruskan masalah ini.

Kisah Olive dan Rex berlanjut, mereka pada akhirnya menyelesaikan masalah salah paham yang terjadi di antara mereka pada masa lalu. Mereka saling menyatakan perasaannya. Memang, sedari dulu, Rex dan Olive tak pernah mencintai orang lain. Selama ini, mereka selalu saling mencintai.

Kelebihan Novel The Star and I

Layaknya semua karya Ilana Tan yang telah diterbitkan sebelumnya, pada novel The Star and I ini penggambaran latar tempatnya sangat mengesankan. Ilana Tan dapat menggambatkan latar adegan sedemikian rupa yang dapat membuat para pembaca kagum akan keindahan latar tersebut.

Novel The Star and I ini memiliki fokus cerita yang memuat proses dan hasil. Fokus tersebut adalah pencarian orang tua Olivia. Hasilnya merupakan hubungan sebab dan akibat, serta penyelesaian atas fokus tersebut. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat cerita dalam novel ini lebih bermakna.

Ilana Tan dapat menyajikan cerita dengan tema yang umum secara menarik dan unik. Gaya bercerita Ilana Tan sederhana, tapi membekas di hati para pembacanya.

Kekurangan Novel The Star and I

Terdapat beberapa penjelasan detail adegan yang berulang dalam novel The Star and I ini. Hal ini dapat menimbulkan kesan mengganggu kepada pembaca, karena pengulangan detail tersebut dinilai kurang bermakna dan membuat kalimat menjadi tidak efektif.

Dinamika konflik dan alur cerita novel The Star and I ini dinilai cukup datar, sehingga tidak membuat pembaca penasaran dan antusias untuk lanjut membaca novel ini.

Dalam novel karya Ilana Tan ini terdapat beberapa adegan yang dinilai bertele-tele, karena kurangnya konteks dan esensi adegan tersebut. Adegan yang tidak bisa dihayati dan didalami secara emosional oleh para pembaca.

Pendalaman dan perkembangan karakter beberapa tokoh dalam novel ini dinilai kurang. Beberapa karakter dinilai sangat mirip dengan karakter dalam karya-karya Ilana Tan yang diterbitkan sebelum novel ini.

Pesan Moral Novel The Star and I

“Ada kalanya orang-orang menghilang karena mereka memang ingin tak ditemukan.”

“Begitulah yang namanya hidup, kita tidak bisa mendapatkan segala yang kita inginkan.”

Kedua kutipan ini berkaitan, yang mana ingin mengingatkan kita bahwa tidak semua ekspektasi kita akan terwujud. Sebab, ekspektasi merupakan sesuatu yang kita konstruk sendiri berdasarkan harapan diri kita, dan harapan secara alami tidak akan selalu terjadi.

Ketika kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi, dan ketika harapan kita tidak terwujud, kita harus mengerti dan menerimanya secara lapang dada.

Ada kalanya, berdamai dengan masa lalu adalah hal yang terbaik yang dapat kamu lakukan. Kita seringkali terjebak dalam memori masa lalu dan lupa untuk melihat yang fakta yang ada dan terjadi pada saat ini.

Seperti Olivia yang memiliki karir yang cemerlang, keluarga yang mencintainya, dan teman yang peduli padanya, tetapi ia tetap bersikeras untuk mencari orang tua kandungnya.

Memang tak dapat dipungkiri, setiap orang pasti ingin mengetahui siapa sosok orang tua kandung yang melahirkannya. Namun, untuk kasus Olivia, ia seperti mencari jawaban yang sebetulnya sudah ada di depan mata, yakni orang tuanya tidak menginginkannya.

Dengan pikiran yang jernih dan fokus untuk berjalan melalui hidup di masa sekarang, Olivia harusnya bisa mengikhlaskan dan menerima kenyataan bahwa orang tua kandungnya tidak menginginkannya. Namun, yang terjadi adalah Olivia terjebak karena tidak berdamai dengan masa lalunya.

Pada akhirnya, hasil yang didapatkan pun tidak baik dan tidak sesuai dengan konstruk harapan yang ia buat dalam pikirannya sendiri. Jadi, ada baiknya untuk membiarkan yang telah terjadi untuk berlalu, dan fokus pada realita saat ini.

Bagi kalian yang penasaran akan kisah cinta Olivia Mitchell dan Rex Rankin, serta perjalanan pencarian Olivia mencari orang tua kandungnya, kalian dapat mendapatkan novel The Star and I karya Ilana Tan ini di www.gramedia.com.

Written by Gabriel