in

Review Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal – JK Rowling

Review Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal – Dunia imajinasi ini biasanya berupa cerita-cerita petualang yang di mana tokoh-tokohnya adalah mainan kesayangannya itu sendiri. Semakin banyak mainannya, maka kemungkinan besar daya imajinasinya akan berkembang pesat, tetapi ada juga beberapa anak yang hanya ingin untuk memiliki satu atau dua jenis mainan kesayangan saja.

Berapapun jumlah mainan kesayangan yang dimiliki oleh anak kecil, para orang dewasa atau orang tua harus ikut serta menjaganya agar mainannya tidak rusak atau hilang dan anak kecil pun tetap merasa kebahagiaan hampir setiap harinya. Ketika melihat anak kecil sedang memainkan mainan kesayangannya, orang dewasa atau orang tua akan ikut merasakan kesenangan dirasakan oleh anak kecil.

Dikarenakan anak kecil akan merasa bahagia ketika bermain dengan mainan kesayangan, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin agar mainannya tidak rusak atau hilang. Bahkan, anak kecil akan marah ketika mainan kesayangannya dipinjam oleh orang lain. Apapun yang dilakukan oleh anak kecil terhadap mainannya, selama masih dalam batas yang wajar, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ketika kita masih anak-anak atau ketika memiliki keluarga yang masih anak-anak biasanya akan memiliki mainan kesayangan yang sering dimainkan hampir setiap hari. Tidak hanya itu, bagi sebagian anak-anak mainan kesayangan tetap dibawa ke tempat tidur untuk dijadikan sebagai teman tidur, sehingga sang anak merasa ada yang menemaninya ketika tidur.

Oleh karena itu, ketika seorang anak kecil mempunyai mainan kesayangan, maka ia tak ingin mainan itu rusak apalagi kalau hilang. Jika sudah rusak atau hilang, sang anak biasanya akan merasa sedih dan terkadang menangis dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, tak jarang sang anak merasa kehilangan.

Rasa kehilangan yang dirasakan oleh seorang anak kecil ketika mainannya rusak atau hilang merupakan hal yang wajar. Hal ini dikarenakan anak kecil belum mengerti apa itu arti kehilangan, sehingga ia hanya bisa berharap agar mainannya bisa dimainkan lagi. Bagi mereka, adanya mainan akan membuat hari-hari terasa indah dan bahagia karena ia merasa memiliki teman yang penuh dengan cinta.

Selain karena belum mengerti apa itu kehilangan, ketika mainan hilang atau rusak, seorang anak kecil merasa kalau mainan pengganti tidak akan lebih menyenangkan dari mainan yang lama. Tak jarang juga ada anak kecil yang merasa kalau tidak bisa melihat mainan kesayangannya selamanya. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa daya imajinasi seorang anak bisa ditentukan melalui mainannya, sehingga bagi para orang tua sebaiknya jangan pernah membuang mainan anak begitu saja sebelum izin kepada sang anak.

Apabila para orang dewasa atau orang tua membuang begitu saja mainan anaknya, maka sang anak kecil akan merasa kecewa dan merasa kalau tidak pernah ada mainan yang bisa menggantikannya. Ketika hal seperti itu terjadi, tak sedikit orang yang akan merasa bersalah karena sudah membuat anak kecil merasa kesedihan.

Kisah seorang anak yang ketika mainannya kesayangannya hilang dan ia diajak bertualang oleh mainan-mainan yang dimilikinya ternyata ada di dalam novel yang ditulis oleh JK Rowling dan novel itu berjudul Petualangan Jack dan Piggy Natal. JK Rowling merupakan penulis novel yang salah satu karyanya cukup dikenal oleh banyak orang di dunia ini, yaitu novel Harry Potter.

JK Rowling dalam novel Petualangan Jack dan Piggy Natal mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Jack yang kehilangan mainan kesayangan yang bernama Si Piggy (SP). Meskipun Jack sudah mendapatkan mainan yang memiliki kesamaan fisik yang bernama Piggy Natal, tetapi Jack tetap merasa ada yang berbeda dari Si Piggy (SP). Namun, pada akhirnya Jack dan Piggy Natal melakukan petualangan memasuki dunia ajaib.

Pada kesempatan kali ini, kita akan meresensi novel Petualangan Jack dan Piggy karya JK Rowling. Jadi, simak resensi ini sampai habis, Grameds.

Sinopsis Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal

Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal karya JK Rowling menceritakan sebuah tokoh bernama Jack yang merasa sangat sedih karena kehilangan boneka babi kesayangannya yang diberi nama Si Piggy (SP) harus hilang.

Padahal Jack sangat sayang terhadap boneka babi itu, bahkan SP juga menyayangi Jack walaupun boneka babi itu tidak berbicara. SP dapat merasakan kalau Jack sangat menyayanginya dengan tulus dan SP selalu mendengarkan setiap permasalahan yang sedang dihadapi oleh Jack. Oleh karena itu, Jack selalu merasa kalau hanya SP yang mampu mengerti apa yang sedang dirasakan.

Jack bisa dibilang sebagai seorang anak yang cukup sedih karena diusianya yang masih kecil, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang tuanya harus bercerai atau berpisah. Ia pun harus menjadi pribadi yang kuat walaupun harus mengalami kenyataan hidup yang cukup pahit.

Ketika orang tua kandung Jack sudah berpisah, ia tinggal bersama mama serta kakek dan neneknya. Kemudian mama Jack menikah lagi dengan seorang pria yang sudah memiliki anak dan Jack pun memiliki seorang kakak tiri. Kakak tiri Jack bernama Holly dan ia sangat baik kepada Jack.

Namun, semua kebaikan yang diberikan oleh Holly kepada Jack perlahan-lahan mulai hilang semenjak Holly menjadi kakak tiri Jack. Bahkan, Holly sering sekali marah kepada Jack karena dianggap sudah menghancurkan kasih sayang orang tua Holly yang harus berakhir dengan perceraian. Sejak saat itulah, hubungan Jack dengan sang kakak, Holly perlahan-lahan mulai tidak akur lagi.

Hingga pada suatu waktu yang bisa dibilang Jack marah sekali karena setelah bertengkar, Holly membuang boneka kesayangan Jack yang diberi nama Si Piggy (SP). Akibat dari pertengkaran itu, Holly membuang boneka babi SP ke luar mobil. Tidak hanya marah, Jack pun merasa sedih karena boneka SP tetap tidak bisa ditemukan walaupun sudah dibantu cari oleh kakeknya (Grandpa). Kesedihan Jack yang diakibatkan boneka SP hilang berlangsung lama, sehingga Holly pun merasa bersalah karena telah melakukan hal itu.

Holly yang merasa bersalah karena sudah membuang boneka SP yang merupakan boneka kesayangan Jack, kemudian ia membelikan kembali boneka yang bentuknya sama persis dengan boneka SP. Boneka yang sudah dibelikan itu, kemudian diberikan kepada Jack melalui kakeknya (Grandpa). Grandpa memberikan nama kepada boneka itu dengan sebutan Piggy Natal (PN).

Namun, setelah boneka itu diantar dan diberikan kepada Jack, ternyata ia tidak suka. Jack beranggapan bahwa walaupun boneka PN itu baru, memiliki warna pink, dan gemuk, tetapi tetap saja tidak bisa menjadi pengganti boneka SP. Padahal boneka babi itu diberikan nama Piggy Natal (PN) sebagai penebus kesalahan Holly sekaligus kado natal. Hingga pada akhirnya Jack tetap merasa kalau tidak ada yang bisa menggantikan Si Piggy (SP) sampai saat ini.

Jack yang cukup marah pun, tetap tidak mau menerimanya, bahkan ia melempar dan menginjak boneka PN. Tidak hanya sampai disitu saja, Jack yang masih sangat mencintai SP, kemudian ia mencabut kepala boneka Piggy Natal (PN) hingga putus yang telah diberikan dan diberikan oleh Holly dan Grandpa.

Jack yang masih kecewa, kemudian ingin sekali mencari keberadaan boneka Si Piggy (SP) dan puncaknya pada malam natal yang di mana ia memberanikan diri keluar rumah hanya untuk menemukan kembali boneka SP. Ketika Jack ingin mencari boneka SP, hal yang tak diduga oleh Jack pun terjadi, semua benda yang ada di kamar Jack tiba-tiba bernyawa dan bisa bergerak dan menimbulkan suara riuh. Bahkan, boneka babi Piggy Natal (PN) juga ikut bergerak.

Jack yang melihat kejadian seperti itu kaget dan terheran-heran mengapa semua ini bisa terjadi. Bukan hanya kaget saja, tetapi para benda-benda dan boneka PN memberitahu kepada Jack bahwa mereka mengetahui keberadaan SP. Dengan penuh ketulusan walaupun sudah disakiti, boneka Piggy Natal (PN) tetap mendampingi Jack untuk menemukan boneka SP yang sudah hilang.

Dari pencarian itulah, petualangan antara Jack dengan boneka Piggy Natal (PN) dimulai dan mencari boneka Si Piggy (SP) di Tanah yang Terhilang. Tanah yang Terhilang merupakan suatu tempat yang di mana setiap benda dan segala sesuatu menghilang. Selain itu, Tanah yang Terhilang merupakan tempat yang sangat luas dan terdapat beberapa kota didalamnya, seperti kota Salah Taruh, kota yang Disayangi, kota yang Dirindukan, dan kota Astaga Hilang. Uniknya lagi, ketika ingin melakukan petualangan, tubuh Jack tiba-tiba menyusut.

Di Tanah yang Terhilang banyak sekali benda-benda yang memang sengaja dibuang, ada yang tidak sengaja terbuang, sehingga berharap agar benda itu dapat ditemukan kembali oleh para pemiliknya, dan sebagainya. Jack dan Piggy Natal yang melihat benda-benda yang ingin sekali kembali kepada pemiliknya merasa sedih, tetapi mereka tetapi tak bisa menolongnya karena harus mencari Si Piggy (SP).

Jack dan PN harus segera menemukan boneka Si Piggy (SP) di Tanah yang Terhilang secepat mungkin. Apabila tidak ditemukan dalam waktu yang cepat, maka bisa saja Jack dan Piggy Natal (PN) ditemukan oleh Sang Penghilang dan mereka menghilang di Tanah yang Terhilang untuk selamanya. Jika sudah terjadi seperti itu, maka boneka Si Piggy (SP) tidak akan ditemukan.

Ketika kamu membaca petualangan antara Jack dan boneka Piggy Natal (PN) pasti akan merasakan ketegangan karena mereka harus melewati berbagai macam rintang demi menyelamatkan boneka Si Piggy (SP). Lalu, apakah boneka Piggy Natal dan Jack berhasil menemukan boneka Si Piggy (SP) di Tanah yang Terhilang? Atau mereka tidak berhasil kembali dan harus menghilang selamanya? Temukan jawabannya dengan membaca novel Petualangan Jack dan Piggy Natal.


Keunggulan Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal

Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang beberapa keunggulan dari novel Petualangan Jack dan Piggy Natal karya JK Rowling.

1. Banyak Pesan-Pesan yang Bisa Diambil

Keunggulan pertama dari novel Petualangan Jack dan Piggy Natal karya JK Rowling adalah kamu akan mendapatkan banyak sekali pesan bermanfaat yang bisa dijadikan panduan hidup. Setiap pesan itu, ada yang tersirat atau tersurat, sehingga ketika membacanya tidak mudah bosan.

Penulis novel ini banyak sekali memberikan pesan pada saat Jack dan bonek Piggy Natal (PN) melakukan petualangan ke Tanah yang Terhilang untuk menemukan boneka Si Piggy (SP). Oleh karena itu, kamu harus membaca novel ini sampai habis agar mendapatkan pesan atau amanat yang cukup banyak.

2. Cover yang Unik

Novel Petualangan Jack dan Piggy ini memiliki cover yang unik, apabila dilihat dari cover-nya saja kita sudah diajak untuk ikut ke dalam petualangan yang dilakukan oleh seorang anak dan boneka babi. Dengan begitu, ketika membaca novel ini, pembaca akan terhanyut karena terbawa suasana cerita, bahkan bisa saja membuat kamu mengeluarkan air mata ketika membacanya.

Ilustrasi yang unik didesain oleh seorang ilustrator yang bernama Jim Field, ia menggambarkan Tanah yang Terhilang. Selain itu, Jim Field menggunakan perpaduan warna mewah dan warna hijau yang cukup dominan, sehingga menggambarkan suasana natal sekaligus menambah keindahan dari buku ini.

3. Adanya Beberapa Quote

JK Rowling yang merupakan penulis dari novel Petualangan Jack dan Piggy memberikan beberapa quote, sehingga ketika membaca novel ini akan mudah memahami pesan penting dari suatu cerita. Jadi, ketika membaca novel ini, pastikan kalau kamu membacanya sampai akhir agar bisa menemukan quote yang bermanfaat. Quote yang ada di dalam novel ini biasanya bertemakan kehilangan. Bagi kamu yang sedang merasa kehilangan terutama kehilangan benda-benda yang dicintai, maka buku ini sangat direkomendasikan.

4. Bisa Dibaca dari Anak-Anak hingga Orang Dewasa

Bagi para orang tua yang ingin sekali mencari bacaan untuk menemani tidur si buah hati, maka novel Petualangan Jack dan Piggy Natal karya JK Rowling sangat cocok, mengapa begitu? Karena novel ini memiliki keunggulan berupa bisa dibaca oleh siapa saja, mulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa.

Bagi orang dewasa, makna-makna yang ada pada setiap cerita akan mudah dipahami, tetapi bagi anak-anak, setiap makna cerita sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, orang dewasa harus ikut menjelaskan setiap makna yang tidak dimengerti oleh anak-anak.

Kekurangan Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal

Kekurangan dari novel Petualangan Jack dan Piggy Natal tidak begitu banyak, yaitu:

Seperti Cerita Anak-Anak

Dikarenakan penulis novel ini, JK Rowling mengisahkan tentang anak-anak yang bertualang, maka jalan ceritanya cenderung seperti cerita anak-anak, sehingga bagi sebagian orang dewasa mungkin terasa membosankan. Maka dari itu, terkadang orang dewasa menyelesaikan buku ini lebih lama atau bahkan tidak diselesaikan. Biarpun begitu, dibalik setiap cerita petualangannya tetap terdapat makna yang bisa diambil.

Membutuhkan Imajinasi yang Tinggi

Latar-latar yang digunakan oleh JK Rowling jarang sekali terdengar oleh setiap orang, bahkan hampir sama sekali tidak ada tempat yang disebutkan di dalam novel Petualangan Jack dan Piggy Natal. Tempat-tempat yang hampir tidak ada di dunia nyata membuat pembaca perlu untuk memiliki daya imajinasi yang tinggi agar bisa memahami jalan cerita. Tidak hanya itu, daya imajinasi yang tinggi juga diperlukan ketika membaca novel ini terutama pada bagian kalau setiap benda dapat bergerak dengan sendirinya.

Kesimpulan Novel Petualangan Jack dan Piggy Natal

Novel yang mengisahkan tentang perjalanan Jack dengan boneka Piggy Natal (PN) untuk mencari boneka Si Piggy (SP) yang hilang di Tanah yang Terhilang merupakan novel yang penuh dengan ketegangan. Pembaca akan merasakan setiap rintangan yang harus dilewati ketika mereka menuju ke Tanah yang Terhilang dan saat sampai di Tanah yang Terhilang. Bahkan, pembaca akan merasakan kesedihan ketika mereka bertemu dengan benda-benda di Tanah yang Terhilang agar pemiliknya kembali menemukannya.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa novel Petualangan Jack dan Piggy ini memiliki tema kesedihan dan kehilangan terhadap benda yang sudah dicintainya. Dikarenakan novel ini berisi tentang anak-anak, maka sangat cocok untuk dijadikan bacaan anak-anak hingga orang dewasa. Bagi kamu yang benar-benar membaca novel dengan genre petualangan, maka novel ini sangat pas untuk dijadikan teman baca.

Written by Restu