in

Review Novel “The Architecture of Love”

 

Detail  Novel “The Architecture of Love”

Judul: The Architecture of Love

Genre: Adult Fiction & Romance

Penulis: Ika Natassa

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 12 Mei 2021

Jumlah Halaman: 308 halaman

Berat Buku: 0.25 Kg

Lebar Buku: 13.5 Cm

Panjang Buku: 20 Cm

The Architecture of Love | Di balik Pena

ISBN: 9786020329260

the architecture of love

Sinopsis Buku “The Architecture of Love”

New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron’s You’ve Got Mail hingga Martin Scorsese’s Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting, namun tampil sebagai “karakter” yang menghidupkan cerita. Di kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun. Raia menjadikan setiap sudut New York “kantor”-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di setiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya.

Namun, bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita. Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang itu adalah River. Laki-laki pendiam yang misterius dan memendam sejuta rahasia.

Pertemuan dengan pria itulah menjadi awal pemantik inspirasinya. Raia penasaran dengan sosok River yang pendiam, yang ke mana-mana membawa buku gambar untuk menggambar lanskap kota New York yang indah, yang pendiam dan tak bisa dibaca, yang kelihatannya menyimpan segudang rahasia dalam dirinya.

Penulis yang kehilangan muse-nya dan arsitek yang kehilangan semangat hidupnya–berdua mereka menyusuri New York sambil berpura-pura hidup mereka baik-baik saja, sampai keduanya dihadapkan pada keharusan untuk berdamai dengan masa lalu untuk dapat menjalani masa depan tanpa dihantui rahasia masing-masing.

 

the architecture of love

Ika Natassa, Penulis Novel “The Architecture of Love”

Ika Natassa, perempuan kelahiran 25 Desember 1977, salah satu penulis legendaris Indonesia ini ternyata merupakan seorang banker yang memiliki hobi menulis dan fotografi. Buku The Architecture of Love merupakan buku novel karyanya yang kedelapan yang sudah tersedia dalam bahasa Inggris setelah A Very Yuppy Wedding (Gramedia Pustaka Utama, 2007), Divortiare (Gramedia Pustaka Utama, 2008), Antologi Rasa (Gramedia Pustaka Utama, 2011), Twivortiare 2 (Gramedia Pustaka Utama, 2014), Critical Eleven (Gramedia Pustaka Utama, 2015), dan Underground (Gramedia Pustaka Utama, 2016). Setelah ketiga novelnya terdahulu, yaitu Antologi Rasa, Twivortiare, dan Critical Eleven yang diadaptasi menjadi film layar lebar, pada tahun 2024 ini, The Architecture of Love juga sudah diadaptasi menjadi film layar lebar. Sementara, Antologi Rasa saat ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Salah satu karyanya, A Very Yuppy Wedding, menjadi Editor’s Choice Majalah Cosmopolitan Indonesia tahun 2008, dan Ika Natassa sendiri juga dinominasikan sebagai Talented Young Writer dalam penghargaan Khatulistiwa Literary Award tahun 2008. Pada 4 tahun sebelumnya, Ika Natassa menjadi salah satu finalis Fun Fearless Female Majalah Cosmopolitan Indonesia, dan tahun 2010 memperoleh penghargaan Women Icon dari The Marketeers. Tahun 2013 Ika Natassa mendirikan “LitBox”, layanan berlangganan surprise box berisi  buku-buku fiksi terpilih yang pertama di Indonesia. Lalu, pada tahun 2015 dia menjadi salah satu anggota delegasi penulis Indonesia menghadiri Frankfurt Book Fair. Dengan banyak karyanya yang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Ika Natassa saat ini merupakan salah satu penulis berpengaruh di Indonesia.

the architecture of love

Tokoh dalam Buku “The Architecture of Love”

-Raia Risjad

-River Jusuf

-Alam

-Andara

-Erin

-Aga

Dan tokoh-tokoh “The Architecture of Love” lainnya

Review Novel “The Architecture of Love”

Buku The Architecture of Love akan mengisahkan kisah kehidupan sederhana seorang penulis yang bernama Raia Risjad, merupakan penulis muda dimana Raia kehilangan “muse” yang merupakan sumber inspirasinya setelah memutuskan untuk bercerai dengan suaminya yang bernama Alam. Raia memilih kota New York sebagai kota pelariannya karena dirinya mengalami “writing block” yang membuat yakin untuk pindah ke kota New York untuk melupakan kenangan masa lalunya dengan mantan suaminya Alam.

Setelah sampai di kota New York, Raia menyusuri setiap sudut dari kota New York setiap harinya selama dua bulan ia menetap di kota New York, namun hal itu tidak membuat Raia menemukan inspirasi untuk menulis bahkan tidak satu katapun. Hingga akhirnya salah satu sahabat Raia, yang juga menetap di kota New York, mengajaknya untuk merayakan tahun baru di apartemen temannya yang bernama Aga. Faktanya Raia tidak begitu menyukai keramaian apalagi pada pesta tahun baru yang memiliki banyak tradisi didalamnya, seperti mencium orang saat momen pergantian tahun. Namun, karena Raia dipaksa oleh Erin, akhirnya Raia setuju dengan permintaan Erin untuk merayakan pesta tahun baru di apartemen milik temannya.

the architecture of love

Ketika pergantian tahun hampir berganti, Raia memutuskan untuk menghindari tradisi pergantian tahun baru dengan pergi ke toilet saja, setelah selesai dari toilet, sepatu hak tinggi yang digunakan oleh Raia membuat pergelangan kakinya terkilir dan Raia memutuskan untuk pergi ke ruangan sebelah untuk sekedar mencari sofa dan memijat pergelangan kakinya yang terkilir karena hak yang digunakannya.

Dengan kakinya yang terkilir, Raia membuat dirinya bertemu dengan sosok laki-laki misterius yang sedang menggambar di ruangan gelap tersebut dan laki-laki itu bernama River Jusuf, merupakan sosok laki-laki yang memiliki kepribadian yang pendiam, selalu fokus dengan buku gambarnya. River memiliki kesamaan dengan Raia, sama-sama tidak menyukai keramaian. Setelah pertemuan di apartemen milik Aga menciptakan pertemuan-pertemuan selanjutnya di antara Raia dan River sehingga kedua tokoh tersebut memiliki pertanyaan yang sama untuk diri mereka masing-masing untuk membuka kisah cinta yang baru atau tetap bertahan di kehidupan masa lalu.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku “The Architecture of Love”

Pros & Cons

Pros
  • Alur sederhana.
  • Detail latar tempat terasa nyata.
  • Tokoh digambarkan dengan realistis dengan perannya masing-masing.
  • Gaya tulisan mudah dan ringan.
Cons
  • Beberapa bagian belum dijelaskan dengan detail, sehingga tidak tersampaikan dengan baik ke pembaca.
  • Banyak sudut pandang, membuat sudut pandang buku tidak konsisten.

Kelebihan

Ika Natassa memiliki ciri khas dalam menulis buku-bukunya sehingga membuat kita, pembacanya, menjadi menikmati membaca kisah buku ini berjalan secara mengalir Memiliki alur cerita yang sederhana dan ringan akan membuat Grameds, yang menggemari bacaan ringan, menyukai buku The Architecture of Love.

Cara Ika Natassa menggambarkan kota New York dalam buku ini pun terasa nyata bahkan dengan detail-detail kecil sekalipun. Para tokoh yang ada dalam buku ini diciptakan dengan realistis, baik dan tepat, diluar tokoh utama pun dibuat oleh penulis dengan baik dan memiliki peran masing-masing yang tidak membuat kita pembacanya bertanya-tanya akan kehadiran mereka dalam buku.

the architecture of love

Kekurangan,

Dengan berbagai kelebihan yang terdapat pada novel ini, novel ini tetap memiliki kekurangan. Pada novel ini masih terdapat beberapa bagian cerita yang masih belum dijelaskan dengan detail oleh penulis, sehingga membuat kita pembacanya menjadi bingung. Sudut pandang pada novel ini pun cukup membuat bingung pembaca karena memiliki sudut pandang yang berganti dari sudut pandang orang ketiga menjadi sudut pandang orang pertama, sehingga membuat buku ini tidak konsisten dan terlalu tiba-tiba.

 

Nah, itulah review buku karya Ika Natassa dengan karyanya The Architecture of Love. Seperti yang dapat dilihat dari review buku, kelebihan dan juga kekurangan pada buku novel The Architecture of Love yang mengisahkan kisah kehidupan sederhana seorang penulis yang bernama Raia, yang kehilangan “muse”, memilih kota New York sebagai kota pelariannya karena dirinya mengalami “writing block”, bertemu dengan River, arsitektur pendiam yang penuh misteri dan selalu membawa buku gambar setiap ia pergi. Bagaimana kisah keduanya? Temukan jawabannya melalui buku The Architecture of Love.

 

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku The Architecture of Love karya Ika Natassa ini maupun buku-buku bergenre Adult Fiction & Romance, kalian dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.

Semoga bermanfaat!

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy