in

Resensi Noevel Ruin and Rising by Leigh Bardugo

Buku ketiga dari keseluruhan seri Grisha Trilogy atau yang juga disebut sebagai trilogi Shadow and Bone. Ditulis oleh Leigh Bardugo yang merupakan seorang penulis genre fantasi dewasa muda, buku ini menjadi akhir petualangan Alina Starkov. Leigh Bardugo juga mendefinisikan keseluruhan perjalanan kisah Grisha Trilogy sebagai Zarpunk, yang merupakan sebuah genre fantasi yang mengambil inspirasi dari Rusia pada awal abad ke 19.

Selain terkenal dengan seri Grisha Trilogynya, Leigh Bardugo juga memiliki karya-karya lain seperti, duologi Six of Crows serta seri King of Scars. Karya pertama Leigh Bardugo yang menjadi awal dari Grisha Trilogy, yaitu Shadow and Bone pertama kali diterbitkan oleh Macmillan pada tahun 2012. Dan kelanjutan kisah Grisha Trilogy dapat ditemui pada buku kedua dan ketiga, yang masing-masing berjudul Siege and Storm serta Ruin and Rising, yang dirilis pada tahun 2013 serta 2014 silam oleh Macmillan.

Buku yang ditulis oleh Leigh Bardugo ini memanglah sangat populer dan diterima dengan baik oleh publik, seperti halnya yang dinyatakan oleh Booklist, dimana para pembacanya tidak akan dapat membalik halaman dengan cepat hingga mencapai kesimpulan yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai diskusi. Selain itu, series Netflix yang akan dibuat berdasarkan buku ini sendiri dan disebut Shadow and Bone telah dirilis pada 23 April 2021.

Karakter Alina Starkov yang menjadi pemeran utama dari kisah ini dimainkan oleh aktris Jessie Mei Li, sedangkan karakter Mal dimainkan oleh aktor Archie Renaux, serta Sang Kelam yang dimainkan oleh Ben Barnes.

Buku dengan Ruin and Rising yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada 3 Agustus 2020 ini diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Dengan total 452 halaman, buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia!

Resensi Novel Ruin and Rising

Seperti yang dapat kita temui pada buku pertama dan kedua dari Grisha Trilogy, dimana pada Shadow and Bone, Alina mendapatkan benda yang digunakan untuk meningkatkan kekuatannya berupa tanduk rusa jantan Morozova, dan pada buku Siege and Storm juga dapat kita temui bahwa Alina menemukan benda kedua yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatannya berupa sisik Rusalye. Apakah pada buku ketiga ini, Alina juga berhasil menemukan benda atau amplifier tersebut yang dapat digunakannya untuk mengalahkan Sang Kelam atau The Darkling?

Setelah berhasil melarikan diri dari insiden yang terjadi di Os Alta, Alina, Mal serta para pasukan Grisha yang masih tersisa dibawa oleh Apparat ke White Cathedral yang merupakan tempat tinggal bagi para pengikut setia Sun Summoner, yaitu Alina Starkov.

Walaupun pihak Apparat telah memberikan tempat perlindungan bagi mereka, namun ditahan selama dua bulan membuat tempat perlindungan tersebut layaknya penjara bagi Alina, Mal, dan para Grisha yang tersisa. Hingga pada akhirnya, berkat rencana yang telah mereka susun, Alina berhasil menghadapi Apparat serta keluar dari tempat perlindungan tersebut.

Agar dapat mengalahkan The Darkling atau Sang Kelam beserta pasukannya, Alina dan kawan-kawan harus bergabung dan segera bergerak Nikolai yang kabarnya menguasai bagian barat Rafka. Namun, karena The Darkling yang gencar mencari Sun Summoner, yaitu Alina Starkov membuat mereka kesulitan untuk menunjukkan diri di depan umum. Dan ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju Rafka, mereka dihadang oleh kelompok yang ingin membawa Alina ke Sang Kelam, hingga secara tiba-tiba Nikolai datang untuk membantu Alina, Mal, dan para Grisha.

Kemudian, mereka bersama-sama di bawa oleh Nikolai ke sebuah tempat bekas observatorium yang menjadi tempat persembunyian Nikolai bersama para prajuritnya, yaitu Spinning Wheel setelah Os Alta direbut oleh Sang Kelam.

Selama mereka berada di tempat persembunyian tersebut, Nikolai dan Alina bersama-sama menyusun rencana yang nantinya akan digunakan untuk melawan The Darkling. Hingga pada suatu hari, Alina bertemu dengan Baghra yang merupakan mentornya dan menceritakan segala hal yang sebenarnya terjadi mengenai Morozova serta membantu Alina yang terus membantunya untuk mengendalikan kekuatannya tersebut.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Alina juga memiliki kepercayaan terkait lokasi Firebird yang merupakan amplifier ketiga dan yakin bahwa benda tersebut berada di Dva Stolba yang merupakan tempatnya dan Mal lahir sebelum pada akhirnya masuk ke dalam panti asuhan di Keramzin.

Namun, yang membuat Alina khawatir sendiri adalah bagaimana ia tidak memiliki ingatan satupun tentang tempat kelahirannya tersebut. Apakah itu semua hanya sebuah kebetulan atau terdapat rahasia yang ia belum ketahui tentang semua ini?

Alina dan kawannya yang sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan tempat persembunyian dan berencana untuk segera berangkat pergi bersama Nikolai untuk meminta dukungan para rakyat Ravka Barat untuk kembali mengklaim takhtanya dan baru setelah itu membawa Alina kembali untuk bergabung dengan yang lain untuk mencari amplifier ketiga, yaitu Firebird yang dapat membantu Alina mengendalikan dan meningkatkan kekuatannya.

Secara tiba-tiba, sebelum mereka pergi dari tempat persembunyian tersebut, Sang Kelam melancarkan serangan dan mengubah Nikolai menjadi salah satu monster bayangannya. Karena marah kepada putranya tersebut, Baghra menggunakan kekuatan pemanggil kegelapan yang ia miliki untuk mendorong dirinya dan monster bayangan tersebut ke bawah jurang untuk memberikan waktu yang lain kesempatan untuk melarikan diri.

Alina, bersama dengan Mal dan para Grisha berhasil melarikan diri dari tempat persembunyian tersebut dengan menggunakan kendaraan udara. Alina yang menggunakan kekuatannya membengkokkan chay untuk membuat pesawat tersebut menjadi tidak terlihat. Alina yang melihat Nikolai berusaha mengikuti mereka dengan wujud transformasinya, namun ia masih yakin, bahwa di dalam diri Nikolai masih ada sedikit kemanusiaan yang tersisa untuk menyelamatkan dirinya.

Setelah berhasil mendarat dengan selamat pada perbatasan pegunungan Ravka bagian selatan, Shu Han, dimana kelompok yang ada terbagi menjadi dua. Alina bersama Mal dan beberapa Grisha pergi menuju ke dalam hutan untuk mencari amplifier ketiga, Firebird. Setelah melakukan pencarian selama berhari-hari, mereka bertemu dengan seekor burung, namun Alina dan Mal sadar bahwa burung tersebut bukanlah amplifier yang mereka cari.

Melainkan, Morozova menempatkan kekuatan yang ada pada amplifier ketiga, Firebird tersebut ke dalam saudara perempuan dari Baghra ketika ia mencoba untuk membangkitkannya kembali, hal tersebut memiliki arti bahwa dia dan keturunannya lah yang menjadi amplifier.

Mal yang menjadi keturunan dari saudara Baghra dan diperkirakan memegang kekuatan dari amplifier ketiga tersebut. Alina yang putus asa dan kebingungan karena ia yang harus membunuh hewan yang memegang kekuatan amplifier sebelumnya untuk mendapatkan kekuatan amplifiernya.

Mal kemudian bersikeras bahwa Alina harus membunuhnya pada waktu yang tepat dalam mengalahkan Sang Kelam tersebut, dan Alina dengan enggan menyetujui hal tersebut, jika memang sudah tidak ada cara lain nantinya.

Alina dan Mal yang telah menjadi sahabat sejak masa kecil mereka, memiliki perasaan romantis terhadap satu sama lain, mereka berbagai pelukan dan ciuman selama perjalanan balik mereka menuju kawanan mereka lainnya.

Kawanan Grisha yang telah mempersiapkan diri untuk bertarung melawan Sang Kelam, yang telah berhasil meruntuhkan panti asuhan dimana Alina dan Mal dibesarkan dan diubah menjadi sekolah untuk melatih para anak Grisha.

Sang Kelam kemudian menyandera para anak tersebut dan menggunakan mereka sebagai cara untuk membuat Alina pergi menemui dirinya. Alina, bersama Mal dan para Grisha kemudian berhadapan dengan Sang Kelam di dalam Shadow Fold, yang merupakan tempat yang memiliki kegelapan permanen dimana para monster diciptakan oleh Sang Kelam sejak bertahun-tahun yang lalu.

Alina kemudian menggunakan kekuatan menghilangnya dan teknik penyelubungan tak terlihatnya yang ia gunakan pada pesawat sebelumnya untuk melarikan diri, namun Sang Kelam berhasil menemukannya. Alina yang secara tipis berhasil lolos dari Sang Kelam kemudian bertemu dengan Mal yang ada di dekatnya.

Mal berusaha mendesak Alina untuk membunuhnya agar dapat melepaskan kekuatan amplifier yang ia milikinya. Alina yang patah hati, secara tiba-tiba menjadi lebih kuat dalam momen sejenak dan secara cepat kehilangan kemampuannya untuk memanggil cahaya secara permanen.

Namun, sebaliknya para prajurit non-sihir dari pasukan Ravka secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan untuk memanggil cahaya. Alina kemudian menggunakan belati Grisha untuk membunuh Sang Kelam, menghancurkannya dan para pasukannya, serta the Fold.

Setelah itu, Nikolai yang telah berhasil kembali ke wujud asalnya dan perang telah berakhir. Alina kemudian menggunakan Grishanya untuk membangkitkan Mal hidup kembali. Alina juga kembali menolak lamaran Nikolai untuk menikahinya dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya bersama Mal, dimana disana ia membangun kembali panti asuhan dan sekolah, serta merawat para siswa yang ia kasihi dan hargai tersebut.

Karakter dalam Novel Ruin and Rising

1. Alina Starkov

Menjadi tokoh utama dari dalam seri kisah Grisha Trilogy, Alina merupakan seorang gadis muda asal Ravka yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan cahaya, membuatnya menjadi seorang Sun Summoner yang langka. Secara simbol, Alina juga mewakili nilai moral serta kebaikan, dengan menyalurkan kekuatan serta keberaniannya dalam rangka mengalahkan kegelapan, Sang Kelam.

2. The Firebird

The Firebird yang digambarkan sebagai amplifier atau benda penguat ketiga, dimana yang mampu meningkatkan kekuatan. Alina yang sangat membutuhkan amplifier ini, dimana kekuatan dari benda ini akan digunakan untuk memulihkan kekuatannya dalam melawan Sang Kelam. Hingga pada akhirnya, ditemukan fakta menarik bahwa Mal, sahabatnya lah yang sebenarnya merupakan amplifier yang ia cari selama ini.

3. Malyen Oretsev

Sahabat dari Alina Starkov, Malyen Oretsev merupakan karakter yang telah kita familiar sebelumnya dari awal perilisan series ini. Dimana Mal sendiri digambarkan sebagai seseorang yang loyal, berdedikasi, serta yang pada akhirnya membantu Alina untuk melawan Sang Kelam.

4. The Darkling

The Darkling atau Sang Kelam yang digambarkan menjadi peran antagonis dalam keseluruhan perjalanan kisah Grisha Trilogy, merupakan seorang sosok yang menginginkan kegelapan untuk menguasai seluruh bumi. Sang Kelam yang dimotivasi pada keinginannya untuk menguasai Alina dan memberitahunya bahwa ia tidak akan menyerah hingga Alina menjadi miliknya.

Quotes dalam Novel Ruin and Rising

1. “I’m the Sun Summoner. It gets dark when I say it does.” – Alina Starkov

Dalam konteks ini, kalimat yang dikatakan Alina Starkov sebagai tokoh utama dari keseluruhan kisah Grisha Trilogy yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan cahaya dan mendapatkan julukan, Sun Summoner. Dimana yang pada awalnya kekuatan ini hanyalah sebuah mitos. Sehingga membuat Alina sebagai karakter yang memiliki kekuatan besar dan mampu melawan kegelapan.

2. “I know I’m supposed to say something noble – I want a united Ravka free from the Fold. I want the Darkling in the ground, where he can never hurt you or anyone else again.” He gave a rueful shake of his head. “But I guess I’m the same selfish ass I’ve always been. For all my talk of vows and honor, what I really want is to put you up against that wall and kiss you until you forget you ever knew another man’s name. So tell me to go, Alina. Because I can’t give you a title or an army or any of the things you need.” – Malyen Oretsev

Kalimat selanjutnya dari karakter Malyen Oretsev, yang mengungkapkan perasaan cinta yang sebenarnya pada sahabatnya, yaitu Alina Starkov. Dimana melalui kalimat in, ia menyatakan tidak dimotivasi atas tujuan mulia, melainkan atas keinginannya dan perasaan cintanya pada Alina. Melalui kisah perjalanan yang dapat kita temui pada novel ini, kita sebagai pembaca dapat melihat dan merasakan perasaan besar Mal kepada Alina, hingga pada akhirnya rela mengorbankan dirinya di akhir cerita. Oleh sebab itu, banyak para pembaca dan penggemar novel ini sangat mendukung hubungan antara Alina dan Mal.

3. “I felt that rush of hunger, the steady, longing beat of desire that neither of us wanted, but that gripped us anyway. We were alone in the world, unique. We were bound together and always would be.” – Alina Starkov

Pada kalimat dari karakter Alina Starkov ini, dimana menggambarkan kesulitan Alina dengan keinginan alam bawah sadarnya terhadap Sang Kelam. Dimana dalam arti tertentu, kedua pihak tersebut saling tertarik atas satu sama lain karena keduanya memiliki kekuatan yang unik dan karena hal tersebut menjadi berbeda dan terpisahkan dari banyak orang. Dimana, cahaya dan kegelapan yang saling bertentangan, namun kedua hal tersebut saling terkait antara satu sama lain dalam cara tertentu, oleh sebab itu Alina pada cara tertentu memiliki ketertarikannya kepada Sang Kelam.

Kelebihan Novel Ruin and Rising

Dengan berlatar belakang pertempuran atau peperangan yang menegangkan, kisah perjuangan, pengkhianatan, kebangkitan, persahabatan, serta cerita cinta yang dialami oleh para karakter di dalam buku ini menjadi salah satu plot yang memiliki daya tariknya sendiri.

Selain memberikan kisah yang mengharukan bagi para pembacanya, Leigh Bardugo juga tidak takut untuk memberikan berbagai momen canda tawa yang dapat digunakan para pembacanya untuk bersenang-senang sejenak di tengah ketegangan peperangan dan pertempuran Ravka yang ada.

Kekurangan Novel Ruin and Rising

Narasi yang ada pada kisah buku ini merupakan kelanjutan dari beberapa bukunya sebelumnya, sehingga pembaca yang tidak terlebih dahulu mengenai kisah sebelumnya dapat kesulitan untuk mengikuti cerita yang ada di dalam buku ini.

Nah, begitulah sedikit cuplikan dari buku karya Leigh Bardugo yang berjudul Ruin and Rising dan menjadi tanda akhir dari perjalanan kisah Grisha Trilogy. Bagi Grameds yang ingin mengetahui kisah lengkap perjalanan dan perjuangan Alina Starkov, bisa mendapatkan buku ini hanya di Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas yang akan selalu menyediakan segala hal yang kamu butuhkan!

 

Written by Andrew