in

Review Novel Angkasa dan 56 Hari: Perjalanan Kisah Cinta yang Misterius

Review Novel Angkasa dan 56 Hari – Bagi kamu yang bosan dengan akhir cerita yang bahagia, kamu akan cocok untuk membaca Novel Angkasa dan 56 Hari ini.

Angkasa dan 56 Hari ditulis oleh Destashya Wdp atau yang lebih dikenal dengan nama Ravinkyu. Cerita Angkasa dan 56 hari diangkat dari rentetan cerita di akun Twitter @ravinkyu yang mengundang perhatian banyak orang, terutama mereka yang tergabung dalam fandom Treasure Makers dan pengguna Twitter.

Destashya merupakan seorang penulis wanita muda yang baru mengawali karir kepenulisannya. Novel Angkasa dan 56 Hari ini juga menjadi salah satu karya pertamanya yang diterbitkan. Karir kepenulisan Destashya diawali dari keisengannya untuk membuat thread atau tweet yang berkesinambungan, yang membentuk suatu alternative universe dari sosok sang idola.

Kisah Angkasa dan 56 hari terinspirasi dari salah satu member dari boyband Korea Treasure, yakni Hamada Asahi, yang menghilang dan tidak pernah update apa pun di Twitter selama kurun waktu 56 hari.

Saat itu, banyak orang dari klub fans Treasure, yang disebur Treasure Makers yang merindukan Hamada Asahi, sampai pada hari ke-56, ada sebuah update foto Asahi di akun Twitternya, tapi yang mengunggah bukan Asahi sendiri.

Berawal dari situ, Ravinkyu mulai membuat cerita fiksi mengenai Asahi. Ravinkyu mulai menulis kisah ini dengan judul Asahi dan 56 hari pada bulan Januari 2021 di akun Twitter miliknya, dan melahirkan sebuah alternative universe Asahi dan 56 hari pada bulan selanjutnya, Februari 2021. Alternative universe ini mengundang antusiasme yang tinggi dari para pengguna aplikasi Twitter.

Asahi dan 56 hari dituliskan Destashya Wdp dengan latar belakang beberapa kisah nyatanya. Kisah Asahi dan 56 hari menjadi curahan atas kekesalan Destashya yang saat itu sedang mencapai titik paling rendah dalam hidupnya.

Asahi dan 56 hari menjadi bukti perjalanan Destashya untuk memerangi keputusasaan dalam menjalani hidupnya kala itu dan dalam proses menghargai kehidupan.

Alternative universe Asahi dan 56 hari menjadi populer dan dilirik oleh beberapa penerbit. Namun, Destashya sempat menolak beberapa penerbit yang ingin menerbitkan karyanya menjadi sebuah buku, karena ia mempunyai impian untuk diterbitkan oleh penerbit lainnya.

Akhirnya, impiannya itu terwujud dengan diliriknya kisah Asahi dan 56 hari oleh Penerbit Akad. Kisah Asahi dan 56 hari kemudian diterbitkan menjadi novel dengan judul Angkasa dan 56 hari pada bulan September 2021. Novel ini juga berhasil diterima oleh YG Entertainment yang menaungi boyband Treasure.

Angkasa dan 56 hari mengisahkan tentang perjalanan kisah cinta Nadine Jedvanna. Nadine cinta kepada sahabat kecilnya Angkasa Dirgantara. Angkasa juga ternyata merupakan sahabat kecil Nadine yang sudah menghilang tanpa kontak. Namun, tampaknya mereka memang ditakdirkan untuk bertemu lagi pada akhirnya.

Mereka bertemu di sebuah festival penerimaan mahasiswa baru yang diadakan kampus mereka. Angkasa sempat menyatakan perasaan sayangnya kepada Nadine, tapi setelah itu, Angkasa tiba-tiba menghilang selama dua tahun lamanya.

Ketika Nadine sudah mulai mengalihkan pikirannya dari Angkasa, Angkasa datang kembali menemui Nadine. Bukan untuk memperbaiki hubungannya, melainkan untuk mengabari bahwa dirinya menjalin hubungan dengan saudara kembar Nadine, yaitu Nadira.

Begitulah Angkasa, dia bisa tiba-tiba menjadi seorang yang sangat hangat, manis, dan perhatian kepada Nadine. Lalu, tiba-tiba setelah itu menjadi seorang yang cuek, dingin, dan kejam kepadanya.

Entah apa yang sebenarnya kepada Angkasa, entah kemana dia pergi selama 2 tahun lamanya, entah mengapa ia malah menjalin hubungan dengan Nadira. Dalam waktu 56 hari, semesta akan menjawab segalanya.

Pada akhirnya, kebenaran tentang segala penyebab kejadian yang dialami Nadine akhirnya terkuak, kebenaran tentang Angkasa, tentang Nadira, dan juga tentang teman-teman dari Nadine.

 

Profil Destashya Wdp – Penulis Novel Angkasa dan 56 Hari

Destashya Wdp memiliki nama lengkap Destashya Wisna Diraya Putri. Destashya dikenal dengan nama pena Ravinkyu, yang merupakan nama pengguna akun Twitternya.

Destashya menempuh studi perguruan tinggi di Universitas Negeri Semarang, mengambil jurusan hukum. Destashya mengawali karir kepenulisannya dari menuliskan cerita di akun Twitternya.

Berawal dari keinginannya untuk mencurahkan perasaannya, juga terinspirasi dari idolanya, yakni Hamada Asahi, seorang anggota kelompok boyband asal Korea Selatan bernama Treasure.

Diawali dengan keisengan dalam mengunggah cuitan demi cuitan yang membentuk sebuah thread, Destashya kemudian berhasil membuat alternative universe, yakni jenis cerita fiksi penggemar yang menceritakan sosok nyata yang diidolakannya, tapi dikisahkan hidup dalam dimensi yang berbeda.

Tak disangka, banyak pengguna Twitter yang menggemari karya alternative universe buatan Ravinkyu. Antusiasme atas karyanya itu sangat tinggi. Bahkan, karyanya juga dilirik oleh beberapa penerbit.

Karya alternative universe oleh Ravinkyu yang berjudul Asahi dan 56 Hari kemudian ditawarkan untuk dibuat sebagai buku novel. Akhirnya, Penerbit Akad berhasil menerbitkan novel karya Ravinkyu atau Destashya Wdp, tapi mengganti judulnya menjadi Angkasa dan 56 hari.

Novel Angkasa dan 56 Hari menuai kesuksesan hingga menjadikan novel ini menjadi salah satu buku best-seller. Oleh karena tingginya antusiasme Novel Angkasa dan 56 Hari, Destashya kemudian membuat kelanjutan kisah dari novel ini.

Destashya menulis novel sekuel dari Novel Angkasa dan 56 Hari yang berjudul “3.00 AM”. Novel ini akan memuat sejumlah fakta menarik dari akhir cerita novel Angkasa dan 56 Hari, juga mengisahkan kelanjutan kisah cinta Nadine dan Angkasa.

 

Sinopsis Novel Angkasa dan 56 Hari

Sebuah takdir mempertemukan Nadine Jedvanna dengan cinta pertamanya. Sebuah kata sapa sederhana, “Hai”, mengawali kisah cinta Nadine dan seorang pria bernama Angkasa Dirgantara, yang juga merupakan sahabat masa kecilnya.

Pertemuan mereka terjadi di festival penerimaan mahasiswa baru yang diadakan kampusnya. Selepas itu, mereka melanjutkan hubungan menjadi sahabat masing-masing.

Pada suatu ketika, tiba lah saatnya Angkasa menyatakan perasaan sayangnya kepada Nadine. Namun, kejadian itu bukan menjadi awal kisah cinta yang indah, karena Angkasa menghilang setelah mengatakan bahwa iya sayang kepada Nadine.

Angkasa menghilang selama 2 tahun lamanya. Menghilang begitu saja tanpa mengabari Nadine sekali pun. Selama itu juga, Nadine memikirkan tentang Angkasa. Meski tanpa kehadirannya, Nadine cukup yakin bahwa Angkasa adalah cinta pertamanya.

Suatu hari, teman-teman dekat Nadine, yaitu Lula, Odi, dan Nessa mengajak Nadine untuk pergi ke Festival Musik Winter Wonder. Nadine menolaknya, karena festival mengingatkannya dirinya tentang memori pertemuan dengan Angkasa.

Namun, teman-temannya memaksa Nadine untuk ikut, agar dapat bersenang-senang dan mengalihkan pikirannya dari lelaki itu. Sesampainya di sana, Nadine mendapatkan sebuah pesan dari pria yang dicarinya selama ini.

Pesan tersebut dari Angkasa. Angkasa mengetahui bahwa Nadine berada di Festival Winter Wonder dari unggahan temannya di media sosial. Angkasa pun berada di festival yang sama. Angkasa kemudian mengajak Nadine untuk bertemu dan mengobrol, serta menyatakan bahwa dirinya merindukan Nadine.

Pertemuan itu membawa mereka kepada sebuah ciuman pertama. Angkasa mencium Nadine. Lagi-lagi, kejadian ciuman itu bukan menjadi suatu awal kisah cinta yang baik.

Hari setelahnya, Nadine dikejutkan oleh kabar bahwa Angkasa sedang menjalin hubungan dengan saudara kembarnya, Nadira. Begitu sakitnya hati Nadine mengetahui hal itu, bukan hanya karena pria yang dicintainya mencintai wanita lain, melainkan juga karena kenyataan wanita yang dicintainya itu adalah saudara kembarnya sendiri.

Nadine merasa dikhianati. Nadine adalah orang yang telah mengenalkan Nadira kepada Angkasa. Selama dua tahun lamanya Angkasa menghilang juga, Nadine selalu bercerita kepada Nadira mengenai perasaannya kepada Angkasa.

Betapa hancurnya hati Nadine ketika mengetahui bahwa Nadira yang selalu mendengarkan ceritanya tentang Angkasa, secara diam-diam selama 2 tahun tersebut bertemu dan menjalin hubungan dengan Angkasa.

Nadira selalu bertemu dan bercengkrama dengan Angkasa setiap akhir minggu, tanpa sepengetahuan Nadine. Nadine pun bertanya kepada Angkasa, mengapa ia tega melakukan hal seperti ini.

Mengapa setelah ia menyatakan bahwa ia sayang kepada Nadine? Mengapa setelah ia mencium Nadine kemarin? Dan mengapa dengan saudara kembarnya sendiri? Dengan mudahnya Angkasa menyatakan bahwa hubungan Nadine dengannya hanya lah sebatas sahabat.

Meskipun begitu, Angkasa juga tidak ingin kehilangan Nadine. Ia meminta Nadine untuk tetap menjadi sahabatnya dan mengatakan bahwa ada penjelasan dibalik semua yang terjadi. Ia juga mengatakan bahwa ia memang sayang kepada Nadine, tapi sebagai sahabat.

Nadira dan Angkasa kerap kali memperlihatkan kemesraan mereka kepada Nadine. Nadira dan Angkasa tidak merasa bahwa mereka bersalah kepada Nadine, malah mereka merasa hal tersebut adalah hal wajar. Sebab, Nadine bukan pacar dari Angkasa.

Teman-teman Nadine selalu mendukungnya dan menghiburnya, terutama teman Nadine yang diam-diam menyukainya, Jaevan. Jaevan selalu hadir menemani Nadine, mengingatkannya agar tidak bersedih, menghiburnya ketika Nadine menangis.

Jaevan mengetahui bahwa Nadine belum melupakan perasaannya pada Angkasa, ia mengerti akan hal itu. Namun, di lain sisi juga ia seringkali galau karena Nadine tidak menyadari bahwa Jaevan suka kepadanya.

Lagi dan lagi, untuk kesekian kalinya, Angkasa muncul lagi dan bersikap manis kepada Nadine. Membantunya, menanyakan kabarnya, bahkan membelikannya makan. Sungguh aneh memang, entah apa yang ada di pikiran lelaki itu.

Berakhir dengan kejadian yang sama, Angkasa kemudian malah menyakiti perasaan Nadine lagi dengan meresmikan hubungannya dengan saudara kembar Nadine, Nadira.

Pada akhirnya, setelah beberapa minggu sejak pertemuan Angkasa dengan Nadine pasca menghilang selama 2 tahun, semua pertanyaan Nadine terjawab.

Dua tahun yang lalu, setelah Angkasa menyatakan perasaan sayangnya kepada Nadine di pinggir pantai yang ditemani sunset, Angkasa ingin meresmikan hubungan mereka di hari esok. Namun, takdir berkata lain. Angkasa mengalami kecelakaan ketika mengendarai motornya, dan ia kehilangan ingatannya.

Hal itu lah yang menyebabkannya menghilang selama 2 tahun. Angkasa hanya tahu, ia ingin memberikan sebuah cincin kepada gadis yang berinisial ‘N’. Orang tua Angkasa mencari gadis itu dan menemukannya.

Namun, yang ditemukan orang tua Angkasa itu adalah Nadira, bukan Nadine. Nadira sebagai kembaran Nadine yang selama hidupnya merasa selalu dibandingkan dengan Nadine, dan menganggap Nadine adalah orang yang jahat, memanfaatkan kesempatan ini.

Nadira membohongi Angkasa dan berpura-pura menjadi gadis yang Angkasa cari. Sampai pada akhirnya kebenaran terkuak, tapi nampaknya sudah terlambat.

Sakit yang dialami Angkasa semakin parah, ia mengalami gegar otak yang cukup berat. Maka itu, ia harus pergi ke luar negeri untuk menjalani pengobatan, sekaligus menghampiri keluarganya. Sebelum ia pergi, ia menitipkan sebuah kotak untuk Nadine. Kotak itu berisi jawaban atas segalanya yang terjadi kepada Angkasa selama ini.

 

Kelebihan Novel Angkasa dan 56 Hari

Ravinkyu menuliskan Novel Angkasa dan 56 Hari ini menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Ravinkyu juga menyelipkan beberapa kosa kata gaul. Hal ini membuat novel ini mudah untuk dibaca dan dipahami.

Novel ini adalah novel yang ringan dengan menceritakan kisah cinta yang berlika-liku, tapi diselingi oleh komedi dan hal-hal yang membangkitkan mood. Hal ini membuat novel ini menyenangkan untuk dibaca, terutama oleh para remaja.

Adegan dalam Novel Angkasa dan 56 Hari ini disusun dengan rapi oleh Ravinkyu. Terdapat sejumlah adegan yang membuat para pembaca bertanya-tanya dan penasaran, sehingga memiliki keinginan untuk terus membaca novel ini.

Ravinkyu membangun karakter tiap-tiap tokoh secara berbeda dan menarik. Ia memperkenalkan karakter semua tokoh Novel Angkasa dan 56 Hari melalui cara pandang dan kelakuan masing-masing tokoh. Ravinkyu dapat membangun semua karakter dengan baik, sehingga membuat pembaca dapat jatuh cinta atau bahkan membenci tokoh yang ada.

Ravinkyu menggunakan beberapa sudut pandang dari setiap tokoh yang ada di cerita ini. Sudut pandang yang berbeda tersebut mendukung detail-detail cerita dari sudut pandang lainnya. Hal ini membuat para pembaca dapat memahami suatu cerita dari berbagai sisi.

Novel Angkasa dan 56 Hari tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta yang romantis saja, tetapi juga memiliki nilai-nilai seperti persahabatan dan kekeluargaan. Hal ini membuat para pembaca dapat belajar dari kisah fiksi romantis ini.

Kekurangan Novel Angkasa dan 56 Hari

Oleh karena Novel Angkasa dan 56 Hari menggunakan beberapa istilah gaul yang umum digunakan oleh anak muda, novel ini mungkin tidak cocok untuk dibaca oleh mereka yang berusia lebih tua, karena tidak dapat mengerti istilah-istilah tersebut.

Meskipun Destashya membangun karakter semua tokoh dengan baik, tapi cerita pada novel ini memang berfokus pada tokoh sentral yakni Angkasa dan Nadine. Ada beberapa tokoh yang kelihatannya adalah tokoh yang penting, tapi memiliki peran yang hanya sedikit di novel ini.

Terdapat beberapa konflik dan penyelesaian konflik yang berulang dalam cerita Angkasa dan 56 Hari. Hal ini menjadikan adegan dalam novel ini repetitif, dengan hanya mengubah latar situasinya saja.

Pesan Moral Novel Angkasa dan 56 Hari

Membanding-bandingkan seseorang dengan orang lain adalah hal yang buruk. Sebab, itu dapat membuat seseorang menjadi rendah diri, membenci dirinya sendiri, dan juga orang lain di sekitarnya.

Kejadian itu juga memungkinkan untuk dapat membentuk seseorang menjadi seorang yang jahat, dengan menyimpan dendam di hatinya, dan ingin membalaskan dendam tersebut.

Cinta dapat membutakan seseorang. Maka itu, ada baiknya untuk tidak mengandalkan hati dan perasaan, dan mengimbanginya dengan menggunakan akan pikiran yang sehat dan tenang. Sebab, buta karena cinta dapat mendorong seseorang untuk melakukan apa pun, termasuk perbuatan buruk.

Kamu tidak dapat memahami pikiran dan perasaan seseorang hanya dari sudut pandangmu. Apa yang nampak pada seseorang tersebut dari pandangan matamu, seringkali hanya lah sebuah topeng yang menutupi kebenaran sesungguhnya. Jadi, jangan menilai seseorang hanya dari sudut pandang dirimu saja.

Bagi kalian yang penasaran dan ingin membaca kelanjutan kisah cinta Angkasa dan Nadine, kalian bisa mendapatkan Novel Angkasa dan 56 Hari karya Destashya Wdp ini di www.gramedia.com.

Written by Gabriel