in

Review Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”

Detail  Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”:

Judul: Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Genre: Mystery & Thriller

Penulis: Kim Young-Ha

Penerjemah: LingLiana

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 26 April 2016

Jumlah Halaman: 160 halaman

Berat Buku: 0.13 Kg

Lebar Buku: 13.5 Cm

Panjang Buku: 20 Cm

ISBN: 9786020639550

Harga Buku: Rp 58.000

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Sinopsis Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”:

Terakhir kali aku membunuh seseorang adalah 25 tahun yang lalu—atau 26 tahun yang lalu? Kurang-lebih begitulah.” Kim Byeong-su adalah mantan pembunuh berantai berumur 70 tahun yang mulai hilang ingatan akibat demensia.

Demi mempertahankan ingatan yang tersisa, ia pun mencatat semua yang terjadi pada dirinya, termasuk kehadiran kekasih putrinya yang dicurigainya sebagai pembunuh berantai yang kini mengincar wanita-wanita di desa tempat tinggal mereka. Kim Byeong-su harus memastikan putrinya tidak menjadi korban berikut. Ia pun memutuskan membunuh pria itu, sebelum ingatannya hilang seluruhnya.

Penulis Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”:

Kim Young-Ha,

Kim Young-Ha merupakan penulis kelahiran tahun 1968 di bulan November tanggal 11 di kota Hwacheon, Korea Selatan. Merupakan alumni dari universitas Yonsei University dengan gelar sarjana dan pascasarjana di bidang administrasi bisnis. Kim Young-Ha memutuskan untuk fokus dalam menulis cerita  dan mulai menulis serius di tahun 1995, cerita pendek pertamanya yang berjudul “A Meditation On Mirror” dan di tahun berikutnya, Kim Young-Ha memenangkan Penghargaan Penulis Baru Pertama yang diberikan oleh “Munhak Dongne” dengan buku novel “I have a Right to Destroy Myself” (Naneun neoreul pagoehal gwolliga itda).[1] Young-Ha sebelumnya bekerja sebagai profesor di Sekolah Drama di Universitas Seni Nasional Korea dan secara teratur menjadi pembawa acara program radio bertema buku. Pada musim gugur 2008, namun Kim Young-Ha mengundurkan diri dari semua pekerjaannya untuk mengabdikan dirinya secara eksklusif untuk menulis. Kim Young-Ha juga menerjemahkan novel bahasa Inggris, yang terbaru adalah adaptasi Korea dari “The Great Gatsby” karya F. Scott Fitzgerald. Kim Young-Ha adalah seorang sarjana tamu di Universitas Columbia dari bulan September 2010 hingga bulan Juni 2011.

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Tokoh dalam Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”:

-Kim Byeong-Su

-Kim Eun-Hee

-Park Ju-Tae

Review Novel “Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)”:

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Buku Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer) merupakan buku yang akan mengisahkan tentang tokoh pria yang bernama Kim Byeong-Su yang merupakan mantan dari pembunuh berantai yang dalam kisah buku ini berumur 70 tahun yang sudah mulai kehilangan ingatan akibat demensia, demi mempertahankan ingatan yang tersisa ia pun mencatat semua hal yang terjadi pada dirinya, termasuk tentang kekasih putrinya yang dicurigainya sebagai pembunuh berantai yang kini mengincar wanita-wanita desa tempat tinggal mereka. dimana Kim byeong su harus memastikan bahwa putrinya tidak menjadi korban berikutnya. Ia pun memutuskan untuk membunuh pria itu sebelum ingatannya hilang seluruhnya. dimana buku karya Kim Young-Ha ini  memiliki alur yang cepat dan juga menggunakan bahasa yang sederhana agar kita pembacanya dapat mencerna apa yang disampaikan oleh penulis dan juga memiliki  jalan cerita yang singkat.

Buku karya Kim Young-Ha ini merupakan buku bergenre thriller dan Mystery namun juga diselipkan hal-hal psikologis didalamnya, kita pembacanya akan membaca buku ini seperti layaknya membaca sebuah diary dan juga sedikit biografi dari tokoh Kim Byeong Su dan gejala-gejala Demensia yang dideritanya yang akhirnya berujung pada Alzheimer. Tokoh Kim Byeong Su juga akan menceritakan sebuah perjalanan di kehidupannya mulai dari masa lalunya, pembunuhan berantai, anak angkat Eun Hee, sampai kehilangan ingatannya dan munculnya sosok tokoh Park Ju-Tae dan buku ini akan mengisahkan kehidupan dari tokoh Kim Byeong-Su yang memiliki tiga fase kehidupan yang dijalaninya yang pertama ada fase di masa remajanya dimana pada masa remaja inilah masa-masa  Kim Byeong-Su kali pertama kali melakukan pembunuhan dimana sehabis masa remaja ketika Kim Byeong-Su gencar-gencarnya menjadi seorang pembunuh berantai, dan masa kini atau ketika Kim Byeong-Su berhenti untuk melakukan. pembunuhan di dalam hidupnya.

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Pada bagian terakhir, kita pembacanya juga sudah diberitahu pada bagian awal, bahwa Kim Byeong-Su sudah berada pada usia 25 atau 26 tahun tidak melakukan aksinya lagi untuk melakukan pembunuhan. dimana di masa senjanya ini, Kim Byeong-Su mencoba menjalani hari-harinya sebagai sosok pria tua biasa yang hidup bersama dengan anak tirinya, yang bernama Eun-hee, yang selalu menjaga Kim Byeong-Su dan mengingat dirinya bahwa dirinya mengidap penyakit demensia yang dari waktu ke waktu yang tampak mengkhawatirkan. Segalanya pun barangkali bakal berlangsung lancar, kalau suatu hari ia tak bersepeda dan menabrak mobil milik Park Ju-Tae, seorang pengusaha estat.

Buku ini masuk dalam kategori buku ringan bukan merupakan buku bacaan yang berat sehingga kita pembacanya dapat menyelesaikan buku ini hingga akhir, visual dari buku Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer) memiliki cover yang simpel dan memiliki harga yang juga lumayan murah. Kita pembacanya akan dibuat memikir otak untuk menduga-duga siapakah pembunuh anak tiri dari tokoh Kim Byeong-su hingga  kecurigaan tokoh Park Ju Tae yang terlihat ingin membunuh tokoh Kim Eun Hee dengan menyamar sebagai kekasihnya, namun seiring perjalanan alur cerita kita membacanya akan merasa  terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka tokoh Kim Byeong-su maupun tokoh Kim Eun Hee Di akhir cerita tersebut. ending dari kisah buku ini memiliki plot twist dan juga agak membuat kita pembacanya menjadi bingung dan juga gantung sehingga kita pembacanya tidak tahu nasib dari tokoh Kim Byeong-su.

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Tokoh Kim Byeong-su begitu berusaha untuk melindungi putrinya tirinya Kim Eun Hee dari sasaran pembunuh berantai yang sangat mengancam dan dengan kenyataan demensia yang ia derita, itu bukan hal yang mudah. namun kasih sayangnya itu kadang membuatku melupakan kenyataan bahwa dia juga adalah seseorang yang jahat. seperti layaknya sebuah catatan harian, buku ini akan berisikan tulisan keseharian dari tokoh Kim-Byeong Su, sehingga tidak ada keterangan tanggal yang spesifik dalam catatan hariannya ini, Kim-Byeong Su juga hanya menulis secara random tentang kegiatan yang telah ia lakukan selama satu hari itu yang nantinya akan ia baca ulang saat ingatannya mulai tidak mengingat apa yang baru saja ia lakukan.

Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer)

Nah, itulah review buku karya Erich Fromm dengan karyanya yaitu Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer) Grameds. Seperti yang dapat dilihat dari review buku diatas pada buku Catatan Harian Sang Pembunuh (Diary Of A Murderer) ini akan berisikan pembahasan tentang tokoh pria yang bernama Kim Byeong-Su yang merupakan mantan dari pembunuh berantai yang dalam kisah buku ini berumur 70 tahun yang sudah mulai kehilangan ingatan akibat demensia, demi mempertahankan ingatan yang tersisa ia pun mencatat semua hal yang terjadi pada dirinya, termasuk tentang kekasih putrinya yang dicurigainya sebagai pembunuh berantai yang kini mengincar wanita-wanita desa tempat tinggal mereka. dimana Kim byeong su harus memastikan bahwa putrinya tidak menjadi korban berikutnya. Ia pun memutuskan untuk membunuh pria itu sebelum ingatannya hilang seluruhnya. dimana buku karya Kim Young-Ha ini  memiliki alur yang cepat dan juga menggunakan bahasa yang sederhana agar kita pembacanya dapat mencerna apa yang disampaikan oleh penulis dan juga memiliki  jalan cerita yang singkat.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku The Art of Love karya Erich Fromm ini maupun buku-buku bergenre Psikologi, kalian dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.

Semoga bermanfaat!

Written by Chelsea