in

Review Novel “The Hunger Games” Karya Suzanne Collins

Detail  Novel The Hunger Games:

Judul: The Hunger Games

Genre: Fiksi Remaja dan Aksi

Penulis: Suzanne Collins

Penerjemah: Hetih Rusli

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 8 April 2013

Jumlah Halaman: 410 halaman

Berat Buku: 0.30 Kg

Lebar Buku: 14 Cm

Panjang Buku: 21 Cm

ISBN: 9789792250756

Harga Buku: Rp 63.000

The Hunger Games

Sinopsis Novel The Hunger Games:

“Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya….

“”Collins berhasil menulis buku kedua yang lebih bagus daripada buku pertama.””

–The New York Times

“”Buku ini jauh melampaui perkiraanku Sama serunya dengan The Hunger Games, tapi lebih mengena di hati… Luar biasa. Kau bakal rela bagadang membacanya. “” – Stephenie Meyer, penulis Twilight Saga

#1 NEW YORK TIMES BESTSELLER

#1 PUBLISHERS WEEKLY BESTSELLER

TIME MAGAZINE

TOP 10 FICTION BOOKS OF 2009″

The Hunger Games

Penulis Novel The Hunger Games:

Suzanne Collins,

Suzanne Collins merupakan perempuan berbangsa negara Amerika Serikat Hartford, Connecticut kelahiran  tahun 1962 di bulan Agustus tanggal 10, merupakan penulis dan penulis skenario negara Amerika dan dikenal dengan tulisannya untuk seri novel dewasa muda yang sangat populer. Salah satu karyanya yang paling populer adalah buku “The Hunger Games” Suzanne Colins merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Merupakan alumni daru New York University dan meneruma gelar MFA dalam penulisan drama. Suzanne Collins menulis pertamakalinya di tahun 1990an untuk televisi, pertama untuk sitkom berumur pendek Hi Honey, I’m Home! dan kemudian untuk beberapa serial yang berorientasi pada remaja (seperti Clarissa Menjelaskan Semuanya ) di jaringan Nickelodeon. Suzanne Collins kemudian menjabat sebagai penulis kepala acara anak-anak dari animasi PBS Clifford’s Puppy Days.

Sambil terus bekerja di televisi, Collins menyusun novel anak-anak “Gregor the Overlander” di tahun 2003, yang mengisahkan tentang seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di New York City ditarik ke dunia bawah tanah yang fantastis di mana manusia hidup berdampingan dengan penghuni selokan antropomorfik raksasa seperti tikus dan kecoa. Buku itu dipuji karena latarnya yang hidup dan rasa petualangannya, dan empat angsuran tambahan yang kemudian dikenal sebagai “Underland Chronicles” segera menyusul. Terlepas dari target penonton serial tersebut, Suzanne Collins dipengaruhi oleh pelajaran yang diajarkan ayahnya sebagai sejarawan militer dan veteran Perang Vietnam dengan terus terang memperkenalkan narasinya tentang isu-isu “dewasa” yang suram seperti genosida dan perang biologis .

Kemudian “The Scholastic Press” menerbitkan ‘The Hunger Games’, yang ditulis oleh Suzanne Collins, pada bulan September, 2008. Buku ini milik siri tiga buku, dan didasarkan pada kisah mitos Yunani Putera Theseus, dan pengembaraan yang dimuliakannya untuk membunuh Minotaur.  Dalam tempoh dua tahun akan datang, dia mengeluarkan ‘Penangkapan Kebakaran’, dan ‘Mockingjay’, bahagian-bahagian lain dari trilogi ‘The Hunger Games’.

The Hunger Games

Tokoh dalam Novel The Hunger Games:

-Kanis Everdeen

-Peeta Mellark

-Gale Hawthrone

-Haymitch Abernathy

-Effie Trinket

-Rue

-Cinna

-Primrose Everdeen

-Seneca Crane

-Caesar Flickerman

-Presiden Snow

-Glimmer

-Cato

-Clove

-Foxface

-Marvel

-Mrs.Everdeen

-Ayah Katniss

-Hob Vendor

-Claudius Templesmith

Dan tokoh-tokoh lain yang ada dalam buku “The Hunger Games”

The Hunger Games

Review Novel The Hunger Games:

Buku karya Suzanne Collins ini memiliki alur cerita yang bisa dikatakan sederhana dan memiliki tokoh karakter yang detik aksi yang intens, dimana tokoh utama dari kisah buku ini merupakan seorang perempuan berumur 16 tahun seorang pemburu yang handal, akrab dengan alam, dan memiliki karakter yang mandiri bernama Katniss Everdeen. Katnis Everdeen tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, yang bernama Primrose Everdeen. Tempat tinggalnya Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya Katniss Everdeen dalam ledakan di tambang, Katniss  Everdeen mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem.

Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan “Hunger Games”. Dimana di dalam kisah buku ini Di masa depan, Amerika Utara musnah kemudian  berdirilah negara “Panem” dengan Capitol sebagai ibu kota. Pada awalnya, Capitol dikelilingi oleh 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi sebuah pemberontakan melawan Capitol dan mengakibatkan musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan suatu acara televisi  “Hunger Games” setiap tahunnya di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 tahun sampai dengan 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang, cara  “Hunger Games” ini disiarkan live di seluruh Panem.

Buku karya Suzanne Collins ini selain berfokus pada aksi, juga mengangkat kehidupan pribadi tokoh utamanya yaitu Katniss Everdeen yang ditonjolkan pada sisi drama. Ditambah novel ini bertutur menggunakan sudut pandang dari orang pertama yaitu Katniss Everdeen. Suzanne Collins menyoroti peran Katniss Everdeen ini sudah menjadi kepala keluarga di usia belia dan rasa sayangnya kepada Primrose Everdeen, adiknya. Begitu juga dengan keraguan perasaan Katniss Everdeen terhadap tokoh Gale. Ditambah lagi dengan pengakuan tokoh Peeta Mellark yang ternyata menyukai Katniss Everdeen sejak hari pertama di sekolah. Hubungan Katniss-Peeta banyak mengalami perubahan sejak acara “The Hunger Games” dimulai. Hubungan ini pula yang membuat pembaca mengira-ngira motivasi dari tokoh Peeta Mellark yang sesungguhnya.

The Hunger Games

Kelebihan dan Kekurangan Novel The Hunger Games:

Kelebihan,

-Kisah buku karya Suzanne Collins memiliki alur yang sangat menarik dan juga kisah yang unik dan fresh.

-Buku terjemahan “The Hunger Games” ini lulus dari kesalahan penulisan atau typo di dalamnya.

-Memiliki visual cover buku yang bagus dan eyeconic

-Tidak hanya memiliki kisah yang unik dan fresh Suzanne Collins menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti kita pembacanya serta tulisan dalam buku ini juga menyelipkan hal-hal humor yang membuat pembacanya menjadi terhibur diingat buku ini memiliki kisah yang menegangkan

Kekurangan,

-Karakter dalam buku “The Hunger Games” perlu untuk mengembangkan beberapa tokoh karakter agar sosok tokoh lebih didalami oleh kita pembacanya.

-Jalan cerita yang memperlihatkan kehidupan dari tokoh utama dalam buku ini yaitu Katniss Everdeen yang penuh penderitaan, dan banyaknya adegan-adegan pembunuhan dan kematian yang membuat novel ini kurang cocok untuk dikonsumsi pembaca dibawah umur padahal  buku ini masuk kedalam genre fiksi remaja

The Hunger Games

Nah, itulah review buku karya Suzanne Collins dengan karyanya yaitu The Hunger Games Grameds. Seperti yang dapat dilihat dari kelebihan, kekurangan, dan juga review pada buku novel “The Hunger Games” mengenai kehidupan Katniss Everdeen yang merupakan ini merupakan seorang perempuan berumur 16 tahun yang sudah harus menjadi kepala rumah tangga semenjak ayahnya meninggal karena dalam ledakan di tambang , Katnis Everdeen merupakan seorang pemburu yang handal, akrab dengan alam, dan memiliki karakter yang mandiri bernama Katniss Everdeen. Katnis Everdeen tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, yang bernama Primrose Everdeen. Tempat tinggalnya Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku “The Hunger Games” karya Suzanne Collins ini maupun buku-buku bergenre Fiksi Remaja dan Aksi, kalian dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.

Semoga bermanfaat!

Written by Chelsea