in

Review Buku These Violent Delight Karya Chloe Gong

These Violent Delight – Grameds, Siapa sih yang tidak suka dengan novel bergenre fantasi? Novel dengan genre fantasi ini banyak sekali digemari dari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil, remaja, bahkan hingga orang dewasa pun menyukai genre ini. Novel bergenre fantasi mempunyai banyak peminat, hal itu disebabkan karena novel dengan genre fantasi akan membawa para pembaca masuk ke dalam alur cerita di dalam dunia imajinasi yang di mana semua makhluk, tokoh, benda dan lainnya tidak nyata.

Novel bergenre fantasi, umumnya memiliki dunia sendiri yang biasa disebut dunia fiksi, karena genre fantasi ini, maka para pembaca akan dibuat mengasah kemampuan imajinasinya dan dibebaskan untuk berimajinasi sesuka hati saat membacanya.

Novel bergenre fantasi adalah sebuah novel yang alur ceritanya berhubungan dengan tempat, karakter, hingga memunculkan makhluk khayalan yang tidak nyata. Novel fantasi mempunyai berbagai macam alirannya seperti, fantasi komedi, misteri, romantis, hingga horor. Novel-novel fantasi biasanya mempunyai seri dan mempunyai cerita lanjutan di buku selanjutnya atau di buku sebelumnya.

Selain itu, bergenre fantasi juga menghibur dan memperluas wawasan Grameds. Kalian bisa memulai dengan membaca novel fantasi yang best seller, baik dari penulis Indonesia maupun luar negeri. Untuk menambah referensi novel fantasi kalian, pada artikel ini kita akan membahas novel bergenre fantasi romantis dengan judul These Violent Delight karya Chloe Gong.

These Violent Delight merupakan salah satu novel dengan genre fantasi yang menceritakan tentang sejarah pertengkaran antara dua geng di kota Shanghai. Perseteruan darah antara White Flowers dan Scarlet Gang adalah salah satu yang telah mengubah kota ditambah dengan adanya serangan dari monster yang membuat suasana semakin mencekam.

Juliette Cai, yang merupakan pewaris Scarlet Gang, adalah seorang gadis Tionghoa muda yang berusaha mati-matian untuk memenuhi harapan keluarganya sebelum tahtanya dapat dicuri darinya. Roma Montagov, pewaris Bunga Putih, sebuah geng Rusia, bekerja keras untuk mempertahankan gelarnya sebagai pewaris di lingkungan yang bergejolak.

Novel These Violent Delight ini dapat menjadi sebuah bacaan yang menghibur dan menyenangkan untuk para pembacanya. Lantas apa ya yang dilakukan oleh dua geng tersebut? Apakah serangan para monster dapat membahayakan kedua geng tersebut?

Jika Grameds penasaran akan kelanjutan ceritanya, Grameds bisa membaca buku berjudul These Violent Delight Karya Chloe Gong ini untuk menemukan jawabannya. Yuk kita simak penjelasan dan review singkatnya tentang These Violent Delight Karya Chloe Gong ini.

Sinopsis Buku These Violent Delight Karya Chloe Gong

 

Review The Violent Delight

Pros & Cons

Pros
  • Cerita di dalam buku ini dirangkum dengan singkat dan jelas.
  • Pengembangan karakter yang baik.
  • Memiliki plot twist  yang baik dan alur cerita berjalan dengan lancar tidak melompat-lompat
Cons

     

    These Violent Delight menceritakan tentang perseteruan antara dua geng. Juliette Cai merupakan seorang pewaris Scarlet Gang, adalah seorang gadis Tionghoa muda yang berusaha mati-matian untuk memenuhi harapan keluarganya sebelum tahtanya dapat dicuri darinya. Roma Montagov, pewaris Bunga Putih, sebuah geng Rusia, bekerja keras untuk mempertahankan gelarnya sebagai pewaris di lingkungan yang bergejolak.

    Namun, ketika penyakit misterius menyebabkan anggota kedua geng merobek leher mereka sendiri, Roma dan Juliette terpaksa bekerja sama sebelum orang asing memanfaatkan kelemahan mereka dan mengambil alih kota mereka. Dibalik kerja sama mereka ternyata Roma Montagov adalah cinta pertama Juliette dan pengkhianatan pertamanya.

    Konflik antara kedua geng ini merupakan jantung cerita dari novel These Violent Delight ini, mengadu domba Scarlet Shanghai melawan Bunga Putih yang menyerang dengan cara yang mudah berubah. Kota ini adalah tong mesiu yang hampir terbakar, diperburuk oleh campur tangan politik Prancis dan Inggris, pedagang yang tamak dan menguntungkan. Dan lebih buruk lagi, desas-desus tentang makhluk mengerikan yang menghantui Sungai Huangpu menyebar ketika wabah misterius menginfeksi kota, menyebabkan korbannya merobek leher mereka sendiri secara brutal.

    The Architecture of Love | Di balik Pena

    Sang penulis yaitu Chloe Gong juga melakukan penulisan dengan baik untuk memercikkan hasil dari masa lalu Juliette dan Roma di sepanjang narasi, memberikan kedalaman Juliette dan Roma sementara juga mengungkapkan banyak tentang kepribadian luar dan dalam mereka. Mereka berdua adalah individu yang kompleks secara moral, dengan masa lalu yang bermasalah dan peran penting dalam keluarga gangster yang menantang pilihan mereka saat ini.

    Cerita di dalam novel ini juga didorong oleh karakter yang terus berkembang, dengan Juliette dan Roma memimpin serangan saat Scarlet dan Whites bentrok, warga dan anggota geng sama-sama merobek tenggorokan mereka, dan mantan kekasih menemukan diri mereka semakin dekat sebagai bagian. dari teka-teki wabah datang bersama-sama.

    Selain genre fantasi, These Violent Delight juga termasuk genre young-adult (YA). Secara keseluruhan, novel ini cocok dibaca bagi para pembaca yang gemar sekali dengan genre fantasi, terutama fantasi yang menceritakan sebuah cerita yang penuh dengan aksi dan sejarah fiksi.

    Novel ini juga terdapat sejarah di dalamnya, yang membuat novel ini semakin menarik perhatian. Selain itu, novel These Violent Delight ini juga memiliki gaya bahasa yang mudah dipahami oleh para pembaca.

    Lantas, bagaimanakah kelanjutan cerita yang memiliki petualangan yang menegangkan ini ini? Apa yang akan dilakukan oleh geng Scarlet dan geng Bunga Putih? Apakah kedua geng tersebut bekerja sama?

    Jika Grameds penasaran, bisa membaca These Violent Delight ini dan dapatkan cerita kisah penuh petualangan yang dikemas dengan cerita yang menarik dari kedua geng di Shanghai dari karya Chloe Gong di Gramedia.com.

     

    Secara keseluruhan, novel These Violent Delight merupakan novel yang sangat adiktif. Novel ini juga banyak berbicara tentang komunisme dan bagaimana orang kulit putih masih suka meromantisasi teori politik. Selain itu, novel ini merupakan novel pertama dari seri These Violent Delight.

    Novel  These Violent Delight ini sangat menyenangkan dan merupakan bacaan yang menghibur. Sang penulis, Chloe Gong berhasil menceritakan sejarah dan isu-isu sosial didalamnya yang dikemas dan dibumbui cerita romantis antara kedua tokohnya. Singkatnya, These Violent Delight merupakan novel menyenangkan dan mudah dibaca dengan karakter menawan dan cerita pertengkaran antar geng yang seru.

    Novel These Violent Delight ini merupakan salah satu novel yang wajib masuk ke daftar keinginan buku kamu lho, Grameds! Buku ini juga cocok bagi Grameds yang mungkin menyukai novel bertemakan fiksi fantasi yang penuh dengan petualangan yang menegangkan. Jika Grameds belum membaca karya dari Chloe Gong, These Violent Delight ini cocok sebagai awalan Grameds untuk menekuni karya-karya Chloe Gong.

    Profil Chloe Gong

    Chloe Gong lahir pada tanggal 16 Desember 1998 di Shanghai, China. Chloe merupakan seorang penulis fiksi dewasa muda Selandia Baru kelahiran Tiongkok. CHloe lahir di Shanghai, Cina, dan pindah ke Selandia Baru bersama keluarganya saat dia menginjak usia dua tahun. Saat tumbuh dewasa di Selandia Baru, Chloe tenggelam dalam budaya Tionghoa di rumah, berbicara bahasa Shanghai, memasak makanan Tionghoa, dan merayakan hari raya Tionghoa. Pada tahun 2021, Chloe berhasil lulus dengan gelar ganda jurusan Bahasa Inggris dan Hubungan Internasional di University of Pennsylvania.

    Novel debutnya dengan judul These Violent Delight sukses menyabet gelar New York Times Best Seller. Chloe menulis novel debutnya tahun 2020, These Violent Delight, pada Mei 2018 setelah tahun pertamanya kuliah. Novel ini menampilkan alur cerita Romeo dan Juliet tahun 1920-an yang berlatar di Shanghai.

    Pada usia 21 tahun, Chloe menjadi salah satu penulis termuda yang menulis hardcover dewasa muda di daftar Penjual Terbaik The New York Times. Dia memenangkan Novel Pemuda Terbaik di Penghargaan Sir Julius Vogel 2021 untuk These Violent Delight. Sekuelnya, Our Violent Ends, dirilis pada November 2021. Pada tahun 2021, Violent Delights ini tercatat sering didiskusikan oleh komunitas BookTok di TikTok, yang dikaitkan dengan peningkatan penjualan.

    Penutup

    Di dalam novel These Violent Delight Karya Chloe Gong ini, Grameds akan dibuat untuk memasuki suasana yang mencekam antara peperangan geng. Selain itu, karakter yang kuat dan misteri besar membuat novel ini terlihat semakin mencekam dan seru untuk dibaca. Novel ini adalah kisah yang penuh dengan drama, hasrat, pengkhianatan, dan kegembiraan yang penuh kekerasan ini pasti akan berakhir dengan kekerasan. Secara keseluruhan, novel ini penuh dengan aksi besar, misteri, dan romansa

    Itulah sedikit penjelasan dan review singkat tentang buku These Violent Delight Karya Chloe Gong. Semoga penjelasan di atas dapat memberikan pemahaman lebih dalam terkait buku-buku bergenre fiksi fantasi. Apabila Grameds tertarik untuk membaca dan membeli buku ini, Grameds bisa membeli bukunya di gramedia.com.

    Karena sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan beragam buku menarik dan berkualitas untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan miliki bukunya sekarang juga!

    Penulis: Sabrina Gasella Ghaisani

    Rekomendasi Buku Terkait

    Our Violent Ends

    Dendam kesumat antara dua geng penguasa jalanan berbuah pertumpahan darah, membuat seisi kota larut dalam kekacauan. Di tengah kericuhan tersebut, Juliette Cai, gadis delapan belas tahun yang baru kembali dari Amerika, menasbihkan diri sebagai pewaris takhta Geng Merah—jaringan kriminal yang kebal hukum. Satu-satunya seteru mereka selama bergenerasi-generasi adalah Bunga-Putih, dengan Roma Montagov sebagai sang penerus. Masalahnya, Roma adalah cinta pertama Juliette… sekaligus patah hati pertamanya.

    Akhir di Antara Kita (It Ends with Us)

    Beberapa bulan kemudian, takdir kembali mempertemukan Lily dan Ryle. Dengan mudah mereka menjadi pasangan yang nyaris sempurna dan penuh kebahagiaan. Kecuali satu hal: Ryle terlalu mencintai Lily hingga membuatnya sanggup memukuli kekasihnya hingga babak belur karena alasan cemburu.

    Kebanyakan orang bertanya-tanya dan menyalahkan, mengapa Lily tidak pergi saja dan meninggalkan semuanya? Mengapa ia begitu naif memaafkan Ryle berulang kali? Mengapa ia bertahan dalam hubungan yang tidak sehat?

    Sumber Artikel: 

    • https://www.goodreads.com/en/book/show/50892212
    • https://en.wikipedia.org/wiki/Chloe_Gong
    • https://www.npr.org/2020/11/21/936803084/these-violent-delights-transports-romeo-and-juliet-to-1920s-shanghai
    • https://fanfiaddict.com/review-these-violent-delights-these-violent-delights-1-by-chloe-gong/

    Written by Nandy

    Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

    Kontak media sosial Linkedin saya Nandy