in

Review Buku Kisah dari Halaman Belakang

Kisah dari Halaman Belakang – Apa arti ibu untuk kamu? Bagaimana cerita kamu dengan ibumu? Adakah cerita menarik yang bisa kamu bagikan tentang kamu dan ibumu? Ibu adalah seseorang yang sangat penting, sosok perempuan hebat yang rela memberikan kehidupannya kepada anak-anaknya.

Ibu adalah orang yang selalu memberi kasih sayang tanpa batas, perhatian, dan perlindungan yang nyaman untuk anak-anaknya. Ibu juga memiliki peran penting dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya. Ia memberikan pelajaran tentang cinta, kesabaran, pengertian, dan arti komitmen yang tinggi.

Ibu juga adalah pahlawan sejati dalam hidup kita. Ia rela mengorbankan waktu, tenaga, dan energinya yang semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan sang anak. Ibu menjadi tempat pulang untuk kita ketika kita sedih, ketika kita merindukan masakannya, dan ketika kita bahagia.

Ibu memberikan kasih sayang yang tanpa syarat, serta pengorbanan yang tidak ternilai. Dikemas dalam 30 cerpen tentang ibu, buku “Kisah dari Halaman Belakang” berisi kumpulan cerita pendek dari lomba menulis cerpen bertemakan ibu yang berkolaborasi dengan Wacaku dan Roomansa.

Kamu akan menemukan cerita tentang ibu dan anak. Dari kisah sedih, sedih banget, menyakitkan, sedikit membuat senyum, dan kisah-kisah lucu. Semua cerita di dalam buku ini tidak hanya diambil dari sudut pandang ibu.

Untuk lebih tertarik dengan buku kumpulan cerpen “Kisah dari Halaman Belakang”, yuk dibaca terlebih dahulu review singkat ini.

Sinopsis Buku Kumpulan Cerpen Kisah dari Halaman Belakang

Kisah dari Halaman Belakang adalah kumpulan cerpen yang bercerita tentang ibu. Ibu. Mama. Bunda. Bahkan ada juga yang memanggilnya dengan “Malaikat Tanpa Sayap”. Apapun panggilannya ibu adalah seseorang yang sangat penting di dalam kehidupan kita.

Ibu sering kali hanya berada di halaman belakang, dan selalu ada di belakang layar untuk setiap kehidupan yang bernama keluarga. Tangisnya, dukanya, dan lelahnya –yang kadang-kadang tidak dianggap.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Menjadi ibu bukanlah hal yang mudah, keberadaannya sering dibandingkan dengan nasib ibu-ibu lainnya. Padahal kehidupan yang dijalani setiap ibu memiliki rintangan dan cobaan yang tidak sama, berbeda-beda. Kisah ibu tidak selalu manis, terkadang mengharu biru, dan terkadang membakar hingga hangus.

Seperti kata pepatah, “Hidup bisa saja menghantamku keras-keras, tapi aku tahu aku akan baik-baik saja…”

Kisah dari Halaman Belakang berisi 30 cerpen yang berisi tentang kisah ibu dan anak. Seperti tergambar dalam sampul buku yang manis dan menghangatkan hati ini. Kisah-kisah di dalamnya barangkali adalah kisah-kisah yang pernah didengar atau pernah dialami.

Bangau-bangau Bulan merupakan cerpen pertama yang ditulis oleh Yudhi Herwibowo. Cerpen dengan judul tersebut mengambil latar tempat halaman belakang yang menjadi ide sampul buku ini.

Kisah dalam “Bangau-bangau Bulan” menceritakan tentang pertanyaan siapa dirinya di dalam silsilah keluarga. Sebab, suatu hari saat sang ibu masih bisa diajak untuk berbincang, ibu mengatakan bahwa ia tidak memiliki ayah dan dibawa oleh bangau-bangau yang berada di telaga belakang rumah mereka.

Kemudian, si anak perempuan itu berusaha mencari tahu sampai ia sudah kelelahan hingga sayangnya sampai akhir cerita ia tidak menemukan jawabannya. Lantas penerimaan dirinya tentang status aslinya tidak lagi membuat ia merasa sedih. Karena selalu ada kenangan bersama ibunya yang selalu membuatnya merasa hangat.

Ada juga kisah berjudul Paes. Paes merupakan gambar yang diukir di wajah pengantin perempuan Jawa yang terletak di bagian dahi mereka. Paes memiliki nilai filosofis tersendiri yang merupakan salah satu budaya Jawa. Saat mengukir Paes, ada doa serta harapan yang baik untuk sang pengantin.

Dalam cerita “Paes” ada seorang perempuan menjejakkan kakinya yang membuat ia berlari ke masa lalu. Pencariannya ke masa lalu mengantarkan ia bertemu dan mengenal siapa ibu kandungnya. Fakta itu baru ia ketahui beberapa bulan sebelum menikah.

Perempuan yang akan menikah dalam cerpen Paes tersebut merasa bahagia dan bersyukur. Karena ia akan menikah dan ada tiga wanita hebat yang akan menemaninya untuk melangkah ke altar pernikahan, termasuk salah satunya adalah ibunya.

Masih penasaran dengan buku “Kisah dari Halaman Belakang”? Yuk, hilangkan rasa penasarannya dan dapatkan bukunya di gramedia.com.

 

Review Buku Kumpulan Cerpen Kisah dari Halaman Belakang

Pros & Cons

Pros
  • Buku kumpulan cerpen dengan beragam kisah tentang ibu dari segala berbagai sudut pandang.
  • Ada banyak kisah yang menghangatkan hati, kisah sedih, menyakitkan hingga kisah lucu.
Cons

     

    Setiap individu memiliki cerita unik tentang ibu mereka. Kisah-kisah ini dapat bervariasi, mulai dari kisah yang menyenangkan, berkesan, sedih, menyakitkan, hingga cerita lucu, dan mengharu biru. Setiap kisah tersebut dapat diceritakan dari berbagai sudut pandang, baik sebagai anak maupun dari perspektif seorang ibu.

    Kumpulan cerita pendek “Kisah dari Halaman Belakang” menyajikan beragam kisah tentang ibu dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Pembaca akan menemukan kisah-kisah yang dapat membuat hati terenyuh, membuat simpul senyum di wajah, bahkan juga menyentuh dengan kisah-kisah yang menyedihkan.

    Buku ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai cerita pendek dengan kisah-kisah yang menarik. Cerita pendek selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pembaca tidak akan merasa bosan karena dalam kumpulan cerita pendek ini terdapat berbagai kisah yang berbeda dengan tokoh, latar, dan pesan moralnya masing-masing. Setiap cerita akan membawa pembaca masuk ke dalam dunia dan perasaan yang berbeda.

    Dari kisah-kisah ini, pembaca dapat melihat hubungan antara seorang ibu dan anak, melihat kekuatan cinta dan pengorbanan seorang ibu, serta menemukan pelajaran dan pesan moral yang tersembunyi di balik setiap cerita. Kumpulan cerita pendek ini membuat kita sadar tentang arti kehadiran seorang ibu dalam kehidupan kita dan membuat kita bisa lebih dekat dengan ibu.

    “Kisah dari Halaman Belakang,” ini akan membawa melintasi berbagai kisah tentang ibu dan anak. Kumpulan cerita ini menggambarkan bagaimana kompleksitas dan kisah masing-masing setiap individu yang berbeda, serta menyadari sosok ibu dalam kehidupan sebuah keluarga.

    Yuk, tunggu apalagi, segera dapatkan bukunya di gramedia.com, ya. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

    Penulis: Melani Wulandari

     

    Rekomendasi Kumpulan Cerpen

    Arum Manis

     

    Arum Manis adalah kumpulan cerpen perdana karya Teguh Affandi yang sebelumnya pernah dimuat di media, majalah, dan sayembara yang pernah dimenangkan olehnya. Kumpulan cerpen ini berisi kisah tentang seorang pelancong yang ingin menanam biji mawar di bibir perempuan, seekor naga yang tersimpan di mulut perempuan, sebatang pisang yang tumbuh di meja hingga laki-laki yang terus mencari aroma kekasihnya.

    Buku ini berisikan beberapa kisah, mulai dari tentang seorang pelancong yang ingin menanam biji mawar di bibir perempuan, seekor naga yang tersimpan di mulut perempuan, sebatang pisang yang tumbuh di meja, hingga lelaki yang terus-terusan mencari aroma kekasihnya. Cerita-cerita dalam buku ini membaurkan batas antara realis dan surealis, kisah berlatar rural dan urban, serta pertanyaan kesetiaan dan kegairahan cinta satu malam.

    Di dalam kumpulan cerita ini juga dikisahkan orang-orang yang suka bergosip dan menunjukkan hidup yang sangat glamor. Namun ternyata kehidupannya sarat akan permasalahan. Hal ini pulalah yang mendasari kenapa cover buku dari Teguh tampak seperti organ-organ di dalam tubuh. Karena ia ingin ‘menelanjangi’ manusia di dalam ceritanya.

    Arum Manis sendiri berasal dari salah satu cerpen yang ada di buku ini. Cerpen Arum Manis pernah Teguh menangkan di majalah femina yang terbit pada edisi tahunan 2015 ketika ia masih duduk di bangku kuliah.

     

    Ibu & Kue Lebaran

     

    “Ibu & Kue Lebaran” adalah buku yang berisi 180 cerita mini tentang kisah-kisah yang dengan kehidupan dan keseharian kita. Berbagai kisah tersaji dalam buku ini, dari mulai kerinduan pada sang ayah, tentang bagaimana mencintai, mengucapkan kata terima kasih, curhatan anak gadis tentang ayahnya, tentang masa lalu, dan masih banyak cerita menarik lainnya.

    Kisah yang disajikan cenderung ringan dengan penuh sarat makna. Buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Salah satu ceritanya adalah tentang kue-kue kering yang selalu diletakkan dalam lima toples yang berbeda di ruang tengah. Meskipun tidak ada yang memakannya, namun tetap bersikukuh untuk membuat kue-kue kering itu.

     

    Cinta yang Memulihkan

     

    Hidup selalu penuh dengan berbagai peristiwa, ada harapan, luka, dan kepedihan yang semuanya mewarnai keseharian kita. Kadang ada duka yang terlalu berat hingga melemahkan jiwa dan membuat rasa frustasi semakin memburuk. Namun rupanya dunia tidak kehabisan cara untuk memulihkan luka itu. Harapan selalu datang di antara ramainya luka.

    Cinta yang Memulihkan berisi 20 kisah tentang kekuatan cinta yang mampu membuat hidup lebih hangat, mengatasi segala kegetiran, dan bahkan menjernihkan hal-hal yang terasa gelap. Para penulis di dalam kumpulan cerpen ini adalah para cerpenis dari organisasi penulis Alinea. Nikmati kisah-kisah dalam buku kumpulan cerpen ini dan temukan berbagai makna kehidupan di dalamnya.

     

    Elegi

     

    Elegi adalah 13 cerita pendek dan 6 fragmen yang menceritakan tentang kepergian, kehilangan, dan kematian dalam berbagai cara. Kumpulan cerpen ini bertutur tentang kehidupan orang-orang yang merasa jenuh dan bosan dengan hidup di perkotaan maupun kehidupan orang-orang yang merasa binasa di pedesaan.

    Beberapa cerita juga merupakan eksperimen tentang hal-hal yang ganjil. Cerita lainnya juga dikisahkan lewat sudut pandang orang-orang yang dianggap gila oleh masyarakat hingga menawarkan kisah futuristik di masa depan dan mengajak para pembaca untuk maju mundur dalam ruang dan waktu bersama keluarga super dari suatu dinasti dari masa depan.

    Penulis “Elegi” merefleksikan hidup para tokoh dengan berbagai eksperimen ganjil dan ratapan-ratapan hidup yang menyedihkan sehingga menjadikan kumpulan cerpen ini selayaknya sebuah elegi –cerita tentang orang-orang yang hilang dan kehilangan itu sendiri.

     

    Written by Nandy

    Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

    Kontak media sosial Linkedin saya Nandy