in

Resep dan Cara Membuat Sambal Matah Bali

Cara membuat sambal matah – Sebagai masyarakat Indonesia, kita sudah akrab dengan sambal yang menjadi bahan pelengkap sekaligus bumbu untuk berbagai menu makanan. Bahkan, banyak orang yang mengatakan bahwa terasa tidak lengkap jika makan tanpa sambal.

Sambal yang dibuat dengan bahan utama cabai ini memang menawarkan sensasi pedas, juga rasa gurih yang nikmat dan nagih. Selain itu, di Indonesia sendiri sudah banyak kreasi sambal yang ditambahkan dengan berbagai bahan lainnya. Jadi, tak heran jika banyak orang yang mencintai sambal.

Pada artikel ini, akan dibahas tentang salah satu jenis sambal dari Pulau Dewata, yaitu sambal matah. Yuk, biar nggak penasaran dengan resepnya, langsung simak saja di bawah ini, ya.

Resep Sambal Matah Ala Bali

 

Sumber: Kompas.com/Yuniadhi Agung

https://travel.kompas.com/read/2019/06/18/073800627/nenek-moyang-sambal-nusantara-ada-di-bali

Membahas tentang sambal matah memunculkan keinginan untuk menikmati sambal matah ya, Grameds. Tenang saja, sambal yang satu ini sangat mudah untuk dibuat sendiri di rumah. Grameds cukup ikuti saja resep sambal matah dari Arosa Hotel Bintaro Jakarta yang dikutip dari Kompas.com ini!

Bahan: 

  • 50 gram bawang merah
  • 10 gram cabai rawit merah
  • 10 gram cabai rawit hijau
  • 3 batang serai
  • 6 lembar daun jeruk
  • 2 buah jeruk nipis
  • 5 gram garam
  • 3 gram merica
  • 3 gram gula
  • 1 sdm terasi
  • Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Sambal Matah: 

  1. Rendam bawang merah, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, agar bersih, segar, dan warnanya lebih keluar.
  2. Tumis terasi sampai harum, kemudian sisihkan.
  3. Iris bawang merah agak tebal (bisa disesuaikan dengan selera juga), juga iris cabai merah dan cabai hijau.
  4. Setelah selesai mengiris cabai, ayak cabai merah dan cabai hijau supaya bijinya tidak masuk semua ke dalam sambal.
  5. Sisihkan tulang daun jeruk (opsional), kemudian iris tipis bagian daunnya.
  6. Iris tipis bagian dalam batang serai.
  7. Potong jeruk nipis, peras, kemudian masukkan ke dalam campuran sambal.
  8. Aduk rata semua bahan yang telah dicampur.
  9. Tambahkan garam, penyedap, merica, dan gula secukupnya.
  10. Aduk lagi hingga bumbu tercampur merata.
  11. Tuangk terasi yang telah ditumis dengan minyak, kira-kira satu sendok makan.
  12. Masukkan minyak goreng, lalu aduk rata.
  13. Sisihkan sebentar supaya bumbu meresap, dan sambal matah siap dihidangkan.

Membuat sambal matah tidak sulit kan, Grameds? Yuk coba buat sendiri di rumah! Semoga artikel ini dapat memberikan informasi baru bagi Anda.

Sejarah Sambal

Cabai dan hasil olahannya telah ada sejak sudah ada sejak 6.000 tahun lalu. Hal ini terungkap pada 16 Februari 2007, dari hasil penelitian ilmuwan yang dikepalai oleh Linda Perry dari Smithsonian Institution dan dimuat jurnal Science. dalam “Starch Fossil and the Domestication and Dispersal of Chili Peppers (Capsicum spp.L.) in the Americas”.

Kesimpulan tersebut didasarkan atas temuan mikrofosil bubuk cabai dalam makanan suku Indian Zapotec, yang ada di tujuh lokasi berbeda di Kepulauan Bahama sampai bagian selatan Peru. Penyebaran cabai tidak lepas dari andil Christopher Columbus, sang penjelajah legendaris.

Saat ia  pulang dari Amerika Latin ke Spanyol, Christopher Columbus membawa biji-biji cabai yang ia salah kira sebagai lada hitam, untuk dipersembahkan kepada Ratu Isabella.

Dari Spanyol, biji cabai pun menyebar hingga ke Eropa. Manguelonne Toussain-Samat, seorang penulis asal Prancis, menuliskan dalam bukunya yang berjudul A History of Food, bahwa rasa cabai terlalu panas untuk perut orang Eropa yang sensitif. Maka dari itu, cabai pun tidak digunakan dalam makanan.

Filosofi: Bentuk Refleksi diri Natasha Rizky melalui buku “Kamu Tidak Istimewa”

Pada pada akhir abad ke-16 orang-orang Portugis kemudian memperkenalkan cabai ke Indonesia. Namun, menurut Titi Surti Nastiti, arkeolog asal Indonesia, dalam buku Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VIl-X/V, jauh sebelum itu, cabai sudah menjadi komoditas perdagangan pada masa Jawa Kuno. Bahkan, dalam teks Ramayana yang ditulis pada abad ke-10, cabai disebut sebagai salah satu contoh jenis makanan.

Fadly Rahman, seorang ahli sejarah kuliner, dalam buku Jejak Rasa Nusantara menyebutkan bahwa bahan sambal pada abad ke-10 mungkin masih memakai cabe Jawa (Piper retrofractum).

Jenis cabai ini tidak sama dengan jenis cabai dari benua Amerika yang baru diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-16. Setelah diperkenalkan di Nusantara, cabai langsung menjadi primadona sebagai bahan pemedas baru. Bahkan sambal menjadi bahan utama dalam membuat ayam rica-rica, ayam geprek, telur balado, hingga nasi goreng sederhana

Sambal juga cukup terkenal di kalangan orang Eropa. Berbagai macam sambal menjadi bagian dari rijsttafel yang merupakan menu set komplit yang berisi nasi, lauk-pauk, dan sayuran khas Indonesia. Catenius van der Meijden, salah satu juru masak bahkan ahli dalam membuat puluhan jenis sambal yang kemudian dibagikan dalam bukunya yang berjudul Makanlah Nasi (1922).

Menurut Sunjayadi, sejumlah buku panduan turisme menuliskan peringatan kepada para turis supaya berhati-hati dalam mengonsumsi sambal. Sebab, ada kemungkinan liburan akan terganggu jika sakit perut akibat makan sambal.

Sampai saat ini, sambal tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia.

Saking pentingnya, cabai dalam hidup orang Indonesia, kita bisa menemukan berbagai jenis sambal di berbagai tempat makan. Salah satu jenis sambal yang populer di mana-mana adalah sambal matah.

Sambal matah merupakan sambal tradisional asal Bali yang bisa ditemukan di seluruh daerah di Provinsi Bali, dan kini sudah menyebar ke berbagai penjuru Nusantara. Kata “matah” sendiri mempunyai arti mentah. Maka dari itu, sambal matah berarti sambal yang berbahan mentah tanpa diulek.

Sambal matah terbuat dari beberapa bahan, yaitu cabai merah, bawang merah, garam, sereh, jeruk limo, minyak, dan terasi. Pada mulanya, masyarakat Bali menyebut sambal matah sebagai sambal bawang, karena banyak mengandung bawang merah. Namun, akibat persamaan nama dengan sambal bawang yang ada di luar Bali, nama sambal ini pun diubah oleh pihak pariwisata menjadi sambal matah. Kadang ada juga yang menambahkan bawang putih menggunakan baceman bawang putih pada sambal matah.

Manfaat Mengonsumsi Cabai

Sumber: Pixabay.com/JillWellington

Cabai memiliki kandungan beberapa senyawa yang berperan sebagai antioksidan, yaitu lutein, capsaicin, karotenoid, dan violaxanthin. Selain itu, cabai juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti kalium, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C.

Dengan kandungan yang dimilikinya, cabai bisa memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Apabila dikonsumsi dengan tepat, berbagai manfaat cabai yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut.

1. Mencegah kerusakan sel

Kandungan capsaicin dan vitamin C yang ada di dalam cabai, mempunyai efek antioksidan dan anti inflamasi untuk tubuh. Efek ini berperan untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas, yang kemudian bisa memicu penyakit kronis, seperti penyakit jantung. Jadi, mengonsumsi cabai juga dapat terbilang mampu mencegah terkena penyakit jantung.

2. Melegakan hidung yang tersumbat

Salah satu manfaat yang bisa langsung dirasakan setelah mengonsumsi cabai adalah melegakan hidung yang tersumbat. Oleh karena sensasi pedasnya, mengonsumsi makanan yang ada kandungan capsaicin dapat meredakan pembengkakan yang ada dalam saluran pernapasan, juga mengencerkan lendir supaya lebih mudah dikeluarkan.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dengan kandungan vitamin C yang sangat kaya, bahkan dikatakan lebih banyak dibandingkan dengan jeruk, cabai bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, kota tentunya tak akan mudah terkena penyakit tertentu.

4. Meredakan rasa nyeri

Selain mampu meredakan hidung tersumbat, zat capsaicin yang ada di dalam cabai juga bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri, sehingga zat ini sering digunakan sebagai bahan utama untuk salep atau krim pereda nyeri otot dan sendi.

Anda tentunya mengetahui bahwa krim atau salep pereda nyeri akan menghasilkan sensasi panas. Nah, sensasi panas yang kemudian akan meredakan rasa nyeri otot dan sendi yang Anda rasakan itu dihasilkan oleh senyawa capsaicin.

5. Membantu menurunkan berat badan

Mengonsumsi cabai dalam porsi yang cukup juga mampu membantu menurunkan berat badan. Manfaat ini juga diperoleh dari kandungan capsaicin dalam cabai, yang mampu mengurangi nafsu makan, bahkan meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Walaupun memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, diingatkan untuk membatasi diri dalam mengonsumsi cabai, karena konsumsi cabai bisa menyebabkan sakit perut dan diare.

Manfaat Bawang 

Berdasarkan studi Phytotherapy Research, terbukti bahwa bawang merah merupakan sumber antioksidan. Maka dari itu, mengonsumsi bawang merah dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Melawan radikal bebas

Polifenol yang ada di dalam bawang merah berperan sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri memiliki manfaat untuk melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh. Dengan begitu, imunitas tubuh pun akan meningkat.

2. Menjaga kadar gula darah

Manfaat dari mengonsumsi bawang merah yang berikutnya adalah mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Manfaat ini bisa diperoleh, karena kandungan kromium yang ada di dalam bawang merah. Sedangkan, sulfur juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan memicu produksi insulin.

Sebuah penelitian dalam jurnal Environmental Health Insights pada 2010, menyatakan bahwa para pengidap diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi bawang merah, akan menunjukkan kadar glukosa yang lebih rendah sampai 4 jam lamanya. Selain itu, analisis dalam jurnal Nutrition pada 2014, menemukan bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki kadar gula darah yang lebih rendah ketika makan bawang.

3. Menjaga kesehatan jantung

Masih berhubungan dengan manfaat untuk menjaga kadar gula darah, mengonsumsi bawang merah merupakan sebuah upaya untuk menjaga kesehatan jantung. Sebuah studi pada 2002 yang dimuat dalam jurnal Thrombosis Research, menyatakan bahwa sulfur pada bawang menjadi zat yang mampu memengaruhi kesehatan jantung.

4. Bersifat antialergi

Sebuah studi pada 2019 yang dimuat di Pubmed, menunjukkan bahwa bawang merah mempunyai sifat antialergi. Dalam penelitian yang melakukan uji klinis secara acak, disimpulkan bahwa suplementasi oral bawang merah yang digabung dengan obat cetirizine, akan memberikan efek penyembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan obat tunggal.

Menurut University of Maryland Medical Center,

senyawa kuersetin yang ada di dalam bawang merah mampu mengurangi reaksi alergi dengan menghentikan produksi histamin dalam tubuh.

  1. Menjaga sistem pencernaan

Manfaat selanjutnya dari mengonsumsi bawang merah, yaitu mampu memperbaiki sistem pencernaan. Bawang merah memiliki kandungan serat yang membantu melancarkan proses pencernaan.

Dengan proses pencernaan yang lancar, buang air besar akan berlangsung teratur. Selain itu, bawang merah juga mengandung oligofruktosa, yaitu jenis serat larut khusus yang mampu mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

Nah, itu dia Grameds berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi cabai dan bawang merah. Jadi, mengonsumsi sambal matah dengan kandungan utama dua bahan di atas, mampu memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh. Namun, perlu dicatat untuk mengonsumsi kedua bahan tersebut, termasuk sambal, dengan porsi yang cukup, supaya tidak menimbulkan efek samping.

Bagi Grameds yang ingin mengetahui lebih banyak tentang jenis-jenis sambal dan resepnya, kalian bisa memperoleh informasi dari berbagai buku yang tersedia di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi untuk Anda.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gabriel

Sumber:

  • https://historia.id/kultur/articles/mengulek-sejarah-sambal-DLgZ2/page/2
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sambal_matah
  • https://www.alodokter.com/tak-hanya-pedas-banyak-manfaat-cabai-untuk-kesehatan-tubuh
  • https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/manfaat-bawang-merah-antialergi-hingga-menurunkan-risiko-kanker
  • https://www.kompas.com/food/read/2020/06/19/192418775/resep-sambal-matah-dan-tips-agar-sambal-tampak-segar?page=2
  • https://www.luvne.com

Rekomendasi Buku Terkait

Sambal Spesial Rasa Pedas Khas Nusantara

 

Sambal merujuk kepada saus atau kondimen yang mayoritas memiliki cita rasa pedas. Secara garis besar, sambal berbahan dasar utama cabai.  Sambal menjadi salah satu unsur khas hidangan yang bisa ditemukan di hampir seluruh daerah provinsi di Indonesia. Mulai dari masakan Padang, Manado, Bali, dan bahkan daerah di seluruh Jawa, kita bisa menemukan bermacam-macam sambal.

Masyarakat Indonesia telah menganggap bahwa sambal adalah hidangan pelengkap, yang sekaligus bisa menjadi penyedap makanan. Segitu besarnya cinta kita pada kondimen pedas ini, dengan banyaknya jenis sambal yang ada, Anda tidak perlu khawatir tidak bisa membuat sambal. Buku ini hadir menyajikan 25 resep sambal dengan rasa ‘pas dan nendang’ yang bisa menjadi referensi Anda dalam menghadirkan menu sambal pilihan khas nusantara untuk keluarga tercinta. Buku ini juga dilengkapi dengan foto step by step yang bisa Anda praktikan di rumah.

100 Resep Variasi Sambal

 

Ingat makan, ingat sambal. Cabai merujuk sebagai bahan dasar ini bisa digilas segar maupun diproses setelah matang. Yang jelas, citarasa pedas adalah sensasi tersendiri dalam pengalaman nikmatnya makan. Biasanya, setiap jenis sambal memiliki jodoh yang berbeda. Misalnya, sambal yang didominasi rasa asam dan pedas, sesuai untuk menemani lauk ikan goreng atau bakar. Selain itu, ada sambal abang, sambal banten, sambal bacang palembang, sambal bajak, sambal majak malang, dan masih banyak lagi.

Buku ini memuat 100 Resep Variasi Sambal karya Suryatini N. Ganie, yang akan mengantar Anda untuk menjelajah, sekaligus menantang pengalaman bersambal ria khas Nusantara. Ditulis oleh seorang pionir dunia kuliner Indonesia  yang tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan juga di mancanegara, buku ini hadir dengan penuh karya cipta berupa modifikasi antara keautentikan resep dan daya kreativitas yang tinggi.

Step by Step 25 Resep Lauk Sedap Berbumbu Sambal ala Sisca Soewitomo

 

Siapa yang tak kenal dengan Bu Sisca Soewitomo? Seorang pakar kuliner Nusantara yang sudah malang melintang di dunia kuliner sejak usia muda. Sejumlah lebih dari 100 acara demo masak sudah dilakukannya seperti resep ayam teriyaki, resep nasi goreng, dan lainnya. Di samping itu, Bu Sisca juga pernah membawakan program memasak kuliner Nusantara di salah satu stasiun televisi swasta dari tahun 1997 sampai 2008.

Di sela-sela jadwalnya yang super padat, Bu Sisca juga menyempatkan diri menuliskan resep-resep andalannya kedalam buku masak. Buku ini berisi 25 resep lauk sedap berbumbu sambal. Buku ini sudah dilengkapi dengan foto step by step yang semakin mempermudah pembaca dalam mempraktikkan. Buku ini wajib dimiliki oleh pecinta kuliner serta pengusaha jasa boga dan restoran yang ingin mengeksplorasi khazanah kuliner nusantara dan mancanegara.

Sumber : theatlantamall


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy