in

10 Rekomendasi Buku Pengembangan Diri & Motivasi Terbaru

Membaca buku merupakan salah satu kegiatan yang sangat baik dilakukan. Tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, membaca buku pun dapat menjadikan kita semakin teliti dan cerdas dalam mengatur serta menjalani aktivitas sehari-hari.

Salah satunya ketika rajin membaca buku pengembangan diri atau kerap disebut sebagai buku self improvement. Buku pengembangan diri dijadikan sebagai bahan bacaan yang mampu mengasah serta mengubah pola pikir manusia menjadi lebih peka, terbuka, dan tentunya bagus. Dengan kata lain, diri ini akan menjadi pribadi yang lebih positif dan produktif.

Saat ini, pastinya banyak jenis buku pengembangan diri yang ditulis oleh berbagai penulis ternama dan telah dipasarkan, baik itu di toko buku offline maupun online. Nah, untuk  memudahkan kalian dalam memilih buku pengembangan diri, berikut ada beberapa rekomendasi buku pengembangan diri yang tentunya bisa dijadikan sebagai referensi bacaan sesuai kebutuhan kalian.

Rekomendasi Buku Pengembangan Diri & Motivasi Terbaru November 2021

1. Gesture – Zaka Putra Ramdani

Gesture
Gesture

tombol beli buku

Sebagai manusia, tentu kita membutuhkan pengetahuan dan latihan cukup dalam memahami berbagai makna dari sikap serta perilaku manusia lain. Hal tersebut dibutuhkan karena agar kita dapat menerjemahkan dengan tepat dan meminimalkan terjadinya kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang tengah berkomunikasi dan berinteraksi.

Berangkat dari persoalan tersebut, buku karya Zaka Putra Ramdani yang berjudul Gesture ini hadir untuk kalian. Menggabungkan ilmu psikologi dan komunikasi, penulis hendak memberikan sebuah pengetahuan tentang cara berkomunikasi dan memahami sikap orang lain ketika berinteraksi.

Dalam novel ini, pada bagian pertama, penulis menuangkan pemahaman mengenai pentingnya menyadari bahwa wajah setiap manusia menyimpan berbagai jenis ‘topeng’ saat berkomunikasi. Nah, topeng tersebut yang perlu dipahami dengan tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap sikap dan perilaku individu lain.

Kemudian, di bagian berikutnya, terdapat cara untuk memperkirakan pesan dari bahasa tubuh individu lain dengan melihat mimik yang diperlihatkan, baik itu gerakan kepalanya, kontak mata, wajah maupun senyumannya. Dalam hal tersebut, penulis memasukkan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman sehingga kita pun bisa dengan mudah melatihnya.

Pada bagian selanjutnya, mengenai metode berikutnya dalam memahami individu lain, yakni perlu pemahaman akan emosi dari lawan tutur. Lalu, di akhir bagian, adanya pemahaman seputar paralinguistik.

Buku setebal 210 halaman ini merupakan bacaan yang ringan dan sesuai untuk berbagai kalangan, terlebih bagi kalian yang tengah berusaha untuk melatih diri dalam memahami orang lain dengan lebih baik lagi. Pemilihan bahasa yang digunakan sangat simpel sehingga mudah dipahami, ilustrasi-ilustrasi yang ada pun akan mempermudah kalian dalam menyelami buku pengembangan diri yang satu ini.

Tunggu apa lagi? Baca buku Gesture dan mari bersama untuk saling memahami lawan tutur agar terbentuknya interaksi yang baik dan serasi.

2. A Handbook for Toxic Relationship – Astrid Savitri

A Handbook for Toxic Relationship
A Handbook for Toxic Relationship

tombol beli buku

Kalian salah satu orang yang pernah menjalin suatu ‘kan? Pada setiap hubungan antarindividu tentu pernah mengalami naik turun, tetapi hubungan yang sifatnya toksik tidaklah sehat, entah itu secara psikis maupun fisik. Hal tersebut hanya akan menguras energi berbagai orang yang ada di dalamnya, terlebih apabila hal demikian berlanjut hingga akhirnya ada masa di mana perilaku negatif mendominasi perilaku positif.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Hubungan toksik, baik secara kejiwaan, emosional maupun secara fisik dapat merusak salah satu atau malah kedua pihak yang bertaut di dalamnya. Buku ini hadir, mencoba untuk menguraikan berbagai hubungan, baik hubungan yang sehat maupun hubungan toksik sekalipun. Selain itu, akan diulas pula mengenai berbagai jenis manusia toksik yang barangkali ada di sekitar lingkungan kita.

Pada akhir bagian, A Handbook for Toxic Relationship akan mengulas beberapa cara berdamai dengan diri sendiri, setelah individu tersebut mampu melepaskan diri dari sebuah toxic relationship. Dengan membaca buku setebal 254 halaman ini, pembaca mungkin dapat meningkat rasa kepekaannya dan pengetahuannya untuk memahami bentuk hubungan yang tidak sehat yang pernah atau tengah dijalani. Selamat membaca!

3. Terima kasih Sudah Mengatakannya – Kim Yu-Jin

Terima Kasih Sudah Mengatakannya
Terima Kasih Sudah Mengatakannya

tombol beli buku

Buku karya penulis Kim Yu-Jin ini menjadi salah buku yang berhasil menduduki deretan best seller di toko buku dan situs buku online di negara Korea. Dengan menggunakan bahasa yang hangat dan mudah, penulis membagikan cara untuk melakukan sebuah komunikasi tanpa menyakiti lawan tutur dan tanpa membuat mereka merasa kebingungan.

Hal itu karena kadang kala kita tidak menyadari bila ada perkataan saat melakukan komunikasi dapat menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Maka dari itu, buku Terima Kasih Sudah Mengatakannya hadir untuk menambah wawasan kalian mengenai hal-hal yang sudah disinggung di atas.

Buku dengan tebal 280 halaman ini dicetak dengan warna yang menarik. Tak hanya itu, di dalamnya ada pula ucapan terima kasih dari sang penulis dalam dua bahasa, yakni bahasa Korea dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia. Menarik ‘kan?

4. Going Offline – Desi Anwar

Going Offline
Going Offline

tombol beli buku

Going Offline mengajak pembacanya untuk sejenak menaruh gawai dan menemukan kesenangan sederhana untuk menghabiskan dan memanfaatkan waktu secara offline. Saat di mana kita dapat terhubung dengan berbagai hal indah yang berada di sekitar, bukan melalui teks ataupun video, melainkan menggunakan mata, telinga, sentuhan secara langsung, perasaan, dan berkenaan dengan indra kita.

Buku setebal 260 halaman ini mengajak kita untuk dapat melakukan perjalanan yang memangku kita ke hakikat kehidupan nyata itu sendiri. Buku ini adalah karya dari Desi Anwar, tidak jauh berbeda dengan buku miliknya yang berjudul Hidup Sederhana sebab keduanya membahas terkait makna sebuah kehidupan.

Kita akan digandeng untuk memikirkan eksistensi manusia sebagai makhluk sosial lewat berbagai pemikiran dan pengalaman pribadi dari penulis yang telah dituangkannya menjadi sebuah bentuk buku pengembangan diri yang berjudul Going Offline ini.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, terlebih keluaran gawai terbaru dari masa ke masa, manusia kerap kali acuh tak acuh dengan keadaan di sekitarnya. Hal demikian dapat kita lihat dari berbagai fenomena keseharian yang ada pada masyarakat di lingkungan sekitar.

Buku ini membawa para pembacanya untuk kembali menjalani kehidupan dengan segala kapasitas yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Dalam hal ini, seperti kita dapat menikmati rerumputan hijau di taman sambil jalan-jalan, memandangi keindahan alam lainnya, berkunjung ke museum, pameran seni dan sebagainya—yang mana semua hal itu hanya dapat dilakukan dan dirasakan ketika kita berada di dunia yang sesungguhnya, yaitu dunia offline.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk kalian baca. Dengan pembahasan yang ringan, buku ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan dan dibaca saat pagi hari sebelum memulai rangkaian aktivitas produktif lainnya.

5. Seni Hidup Minimalis – Francine Jay

Seni Hidup Minimalis
Seni Hidup Minimalis

tombol beli buku

Buku ini diterbitkan pada tahun 2018 dan ditulis oleh Francine Jay, berisikan mengenai kerumitan hidup minimalis, mulai dari pola pikir sampai pada taktik hidup minimalis dan sederhana. Dalam buku ini, kehidupan minimalis yang dimaksud ialah hidup dengan cara kita dalam mengendalikan berbagai barang yang kita miliki.

Kita memilih dan memilah berbagai barang yang sekiranya sangat dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan semata–yang ada di rumah kita. Dengan demikian, terciptanya rumah dengan keadaan yang lebih leluasa dan tidak penuh dengan berbagai barang yang tidak diperlukan sehingga akan memberikan banyak kebebasan dan kebahagiaan untuk orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut.

Buku Seni Hidup Minimalis terdiri menjadi beberapa bagian. Bagian pertama dari buku ini menuangkan pola pikir yang minimalis, kemudian bagian kedua menjelaskan metode Streamline, yaitu satu dari sepuluh teknik paling efektif guna menjaga hunian agar tetap rapi.

Pada bagian ketiga, terdapat langkah-langkah khusus guna menangani setiap ruangan di rumah. Lalu, di bagian keempat, akan diperlihatkan konsep minimalis yang mana membuat kita jadi lebih ramah lingkungan sehingga dapat membantu melestarikan Bumi untuk generasi selanjutnya.

Memang, kata ‘minimalis’ tentunya bukanlah sebuah kata yang terasa asing di pendengaran kita. Akan tetapi, sudah sejauh mana kita memahami akan hal tersebut. Oleh sebab itu, Seni Hidup Minimalis menjadi salah satu buku yang mampu memberikan berbagai perspektif baru terkait ‘hidup minimalis’. Dasar akan pemikiran mengenai hakikat minimalis dijabarkan dengan mendetail.

Minimalis memang kerap diketahui dengan segala hal yang serba cukup. Namun, taraf cukup bagi setiap orang tentu berbeda. Buku setebal 280 halaman ini diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi kalian yang ingin mengetahui hakikat minimalis dari pandangan yang baru.

6. Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian – Desi Anwar

Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian
Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian

tombol beli buku

Buku karangan Desi Anwar yang satu ini terbit pada tahun 2020 lalu. Di dalamnya, memuat kumpulan renungan dan pemikiran random yang diraih oleh penulis selama masa pandemi ini. Desi Anwar mencoba untuk memaparkan bahwa kesendirian bukanlah suatu bentuk penderitaan yang perlu dihindari atau dikhawatirkan. Bilamana seseorang dapat menikmati secara utuh, kesendirian itu dapat menjadi sebuah bentuk seni yang menyembuhkan jiwa.

Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian dapat menjadi salah satu bacaan yang sangat tepat bagi kalian yang hendak menyikapi dan menghadapi bentuk kesendirian dengan cara yang lebih bijak dan cerdas. Buku setebal 232 halaman ini menghadirkan kumpulan tulisan, seperti komplementasi, refleksi diri, dan sebuah perenungan atau pemikiran.

Di dalam buku ini, penulis memasukkan berbagai perspektif baru mengenai makna kesepian dan kesendirian. Kumpulan tulisan yang ada di dalam buku ini cenderung berisikan opini, tanpa adanya tambahan sumber atau referensi guna menunjang beberapa poin pembahasan yang sebenarnya terbilang cukup penting.

Tidak semua individu dapat berdamai dengan kesepian, tidak semua individu mampu untuk menghadapi kesendirian yang berlangsung lama atau panjang sebab yang paling menakutkan adalah menghadapi diri sendiri. Namun, tenanglah, buku ini  hadir untuk menenangkan pikiran kalian dari kecemasan dan kegelisahan saat berada dalam kesendirian.

7. Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya – Muthia Sayekti

Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya
Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya

tombol beli buku

Di buku Berdamai dengan Diri Sendiri karya Muthia Sayekti, ia mengajak para pembacanya agar menerima apapun yang telah Allah Ta’ala anugerahkan, baik itu kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki setiap insan.

Hal itu sebab terlalu banyak anak mudah di zaman sekarang yang sibuk akan kegelisahannya dalam mencari jati dirinya, menganggap bahwa dirinya kurang ini dan itu. Padahal, di dalam dirinya ada banyak kemampuan yang belum dimaksimalkan secara baik.

Nah, bagaimana cara memaksimalkan kelebihan tersebut? Di dalam buku ini dijelaskan yang pertama, yaitu berdamai dengan diri sendiri, mencoba untuk bersyukur dan fokus pada apa yang dilakukan. Jangan terlalu sering membandingkan nasib hidup kita dengan orang lain. Lalu, memaksimalkan kelebihan yang kita punya dengan melakukan berbagai aktivitas yang sesuai potensi.

Jangan lupa dengan kekurangan yang dimiliki sebab kekurangan itu dapat kita jadikan sebagai sesuatu yang unik. Hal itu karena setiap insan tentu tidak ada yang sempurna. Akan tetapi, jangan jadikan kekurangan itu menjadi penghalang seseorang untuk berproses.

Di buku ini dijelaskan pula bahwa setelah melakukan langkah-langkah di atas, jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan segala yang kita punya. Jangan berkutat dengan melihat dan membandingkan kehidupan orang lain, terlebih kehidupan orang yang mereka unggah di media sosial.

Buku ini akan sangat bermanfaat karena dapat membantu proses pengambangan diri kalian agar dapat Berdamai dengan Diri Sendiri. Selamat membaca dan jangan lupa untuk bersyukur.

8. Beginners – Tom Vanderbilt

Beginners
Beginners

tombol beli buku

Tom Vanderbilt ketika membuat buku ini terinspirasi dari anak perempuannya yang kerap kali hendak mengetahui cara melakukan berbagai hal. Ia memantapkan dirinya untuk meluangkan waktu kurang lebih satu tahun penuh dengan tujuan ‘bersenang-senang sambil belajar’. Vanderbilt mempelajari lima keterampilan pokok, di antaranya menyanyi, catur, berselancar, juggling, dan menggambar.

Dengan kata lain, ia mencoba belajar berbagai hal baru serta mengamati apa yang terjadi saat seorang individu belajar di usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi. Menariknya, untuk menciptakan buku ini, ia mewawancarai puluhan cendekiawan untuk menyelidiki sisi psikologi dan sains yang menarik di balik manfaat sebagai pemula dewasa.

Dalam Beginners, Vanderbilt mengulas terkait manfaat memelihara rasa semangat bagi pemula untuk membuat hidup ini menjadi lebih bergairah.

Dari hasilnya, buku ini akan menjadikan lebih baik siapapun yang membacanya, kemudian isinya juga menginspirasi, seperti belajar mengenai hal baru di usia berapapun, menyaksikan perubahan dalam diri dan hidup ini, dan menjaga semangat bagi pemula.

9. Jurnal Menulis – Gita Romadhona

Jurnal Menulis
Jurnal Menulis

tombol beli buku

Tahukah kalian bahwa menulis sebuah jurnal merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan agar mampu mengenali diri sendiri secara positif?

Bagi anak-anak, menulis jurnal merupakan latihan untuk mengekspresikan ide dan gagasan, serta mampu melatih anak dalam meluapkan segala emosi yang tertahan di dalam diri. Selain itu, menulis mampu mengurangi dan menyembuhkan rasa trauma.

Secara keterampilan bahasa, tentu menulis jurnal dapat menambah wawasan, seperti mencari tahu dan mengetahui ejaan yang benar, struktur kalimat yang sesuai, dan lain sebagainya

Selain 100 ide pemantik latihan menulis di rumah, seperti yang terpampang di sampul, buku Jurnal Menulis ini disesuaikan dengan materi menulis dasar, kebahasaan, serta tips dan trik agar ide menjadi lancar.

Tujuan dari jurnal ini pun bukanlah hasil tulisan, melainkan kemantapan dalam berlatih.

10. Manajemen Leha-Leha – Nishida Masaki

Manajemen Leha-Leha
Manajemen Leha-Leha

tombol beli buku

Pernahkah kalian merasa bersalah dengan hari libur di akhir pekan? Mungkin sebagian dari kalian tidak menyadari, tepatnya saat akhir pekan, kalian teringat akan pekerjaan yang belum terselesaikan. Mungkin kalian akan mengerjakannya sedikit, tetapi tetap merasa tidak tenang sebab hal tersebut terus menghantui.

Terasa melelahkan, ‘kan? Seakan otak kalian tidak ada hentinya bekerja atau tidak ada rehatnya meski sejak. Istirahat terdengar sederhana, tetapi praktiknya lah yang sulit.

Nishida Masaki–seorang psikiater yang telah banyak melayani dan menangani pasien dengan gangguan insomnia dan depresi–menciptakan buku Manajemen Leha-Leha guna membantu kalian yang tengah atau pernah mengalami persoalan seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Buku setebal 230 halaman ini berisikan teknik beristirahat yang berkualitas tanpa rasa bersalah, dan tanpa melupakan kewajiban sebagai karyawan atau pegawai kantoran. Baca buku ini dan bersiaplah untuk mempunyai kualitas leha-leha yang lebih baik.

Itulah Rekomendasi Buku Pengembangan Diri. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun atau ingin mencari buku sebagai referensi bacaan, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di Gramedia.com dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu.

Penulis: Tasya Talitha Nur Aurellia

Sumber: dari berbagai sumber

Written by Tasya Talitha