in

Review Buku The Good Samaritan

Detail Buku:

Judul: The Good Samaritan
Genre: Psychologist, Thriller
Penulis: John Marrs
Penerjemah: Yinita Chandra
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 20 Januari 2021
Jumlah Halaman: 392 halaman
Berat Buku: 0.26 Kg
Lebar Buku: 13.5 Cm
Panjang Buku: 20 Cm
ISBN: 9786230022623
Harga Buku: Rp 100.000


Deskripsi Buku:
End of the Line adalah layanan telepon yang akan membantumu kembali menemukan harapan dalam hidup. Para sukarelawan di sana akan mendengarkan segala keluh kesah dan permasalahanmu, membiarkanmu mencurahkan isi hati hingga kau bisa kembali merasa lebih baik. Namun bukan itu tujuan Laura bergabung menjadi sukarelawan. Dia tidak ingin memberikan harapan kepada para peneleponnya. Dia tidak ingin mereka menyadari bahwa hidup mereka sungguh berharga. Dia hanya ingin mereka semua mati. Dia membujuk mereka untuk bunuh diri.

Penulis buku The Good Samaritan

John Marrs merupakan seorang jurnalis dari Northamptonshire dan sudah menghabiskan waktu 25 tahun melakukan interview dengan selebriti dunia baik selebriti tv, film, bahkan musisi. John Marss memutuskan untuk berhenti dari karirnya dari seorang jurnalis menjadi full time seorang penulis. Selain menulis “The Good Samaritan” John marrs juga memiliki buku 15 buku karyanya seperti the minders, the passengers, dan the one yang akan diangkat menjadi series di netflix. Kebanyakan buku yang John Marrs tulis merupakan buku novel bergenre thriller.

Sinopsis

End of the Line adalah perusahaan amal yang melayani peneleponnya yang dan membantu mereka yang memiliki keluh kesah dan masalah hidup untuk kembali menemukan harapan dalam hidup. Para sukarelawan di sana akan mendengarkan segala keluh kesah dan permasalahan hidup bagi peneleponnya, membiarkanmu mencurahkan isi hati hingga bisa kembali merasa lebih baik. Namun tokoh Laura Masson yang merupakan salah satu relawan tidak memiliki tujuan dan maksud yang sama dengan perusahaan amal tersebut. Laura Masson tidak ingin memberikan harapan dan solusi dari permasalahan kepada para peneleponnya. Laura Masson tidak memiliki keinginan untuk mereka peneleponnya menyadari bahwa hidup mereka sungguh berharga. Dia hanya ingin mereka semua mati. Dia membujuk mereka untuk bunuh diri, demi kebahagiaan yang abadi.

Karakter dan penokohan

Laura Morris,
Merupakan karakter yang sangat manipulasi, multifaset dalam buku ini The Good Samaritan. Karakter Laura memiliki trauma di masa lalunya dan memiliki pandangan terhadap realita yang tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi. Laura dipandang oleh sekitarnya memiliki sifat yangs sangat baik, teman, rekan kerja, istri, dan ibu yang sempurna. Namun dibalik sifat yang dikatakan “sempurna” itu akan ada kenyataan yang mengejutkan saat kita pembacanya mengetahui seperti apa sebenarnya sosok manusia bernama Laura Morris ini.

Ryan,
Merupakan karakter yang memiliki kisah hidup yang memilukan karena tokoh ini kehilangan istrinya Charlotte dimana Ryan tidak menyangka bahwa istrinya melakukan bunuh diri dan kehilangan nyawanya bersama dengan seseorang yang bahkan Charlotte tidak kenal sebelumnya. Dimana kita membacanya akan mendapatkan perasaan dimana perbedaan kehidupan Ryan sebelum sebelum dan sesudah kematian istrinya Charlotte. Selaku pembaca kita dapat melihat bagaimana kesedihan dan efeknya pada kehidupan dari karakter Ryan, mengusahakan dirinya untuk mencari jawaban namun siapa yang akan menyangka Ryan akan masuk kedalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya.

Charlotte,
Merupakan Istri dari Ryan, memiliki depresi berat dalam hidupnya terutama saat Charlotte mengandung anak dirinya dan suaminya Ryan

Review Buku The Good Samaritan

Buku The Good Samaritan merupakan buku karya John Marrs di awal tahun 2021 dimana buku ini merupakan menceritakan kisah tokoh Laura Morris yang adalah pegawai dari sebuah perusahaan Hotline yang merupakan layanan konsultasi via telepon. Layanan konsultasi Hotline yang menjadi badan amal bagi mereka yang perlu berkomunikasi dengan seseorang dan tidak jarang ditemukan penelefon merupakan seseorang yang sedang merasakan tekanan dalam hidupnya dan ingin mengakhiri hidupnya. Dari sana Laura Morris dipandang oleh kerabat dan teman-temannya menjadi sosok individu yang sangat sempurna baik dalam keluarga dimana Laura merupakan juga merupakan sosok istri dan ibu dari 3 orang anak yang baik serta saat di pekerjaan ia menjadi rekan kerja yang disukai karena kepeduliannya terhadap sekitar seperti menyediakan cemilan untuk rekan kantor hingga selalu sedia membantu saat rekannya sedang dalam kesulitan seperti memperbaiki pakaian milik rekan kerjanya.

Namun dibalik kata sempurna yang dikatakan orang-orang kehidupan Laura Morris tidak seindah yang orang-orang lihat, dimana Laura merasakan ketidakpuasan dalam bentuk tubuhnya, ketiga anaknya hanya ingin dekat dengan sang suami, dan salah satu anaknya mengalami cacat permanen sehingga harus dirawat dengan perawatan intens untuk jangka yang panjang atau bisa dikatakan selamanya.

Namun berbeda dengan sosok yang dikenal dan yang diketahui oleh orang-orang sekitar, dimana Laura Morris merupakan sosok yang “sempurna” dipekerjaanya maupun di kehidupan sehari-hari. Laura Morris justru memiliki tujuan bekerja di perusahaan Hotlines tersebut bukan untuk melakukan pekerjaan yang mulia seperti tujuan dari perusahaannya, yaitu untuk amal bagi mereka yang perlu berkomunikasi dengan seseorang dan tidak jarang ditemukan penelepon merupakan seseorang yang sedang merasakan tekanan dalam hidupnya dan ingin mengakhiri hidupnya, yang dilakukan oleh Laura Morris adalah kebalikan dari tujuan perusahaan dimana dia ingin para penelepon itu mati. Serta suara dari tarikan nafas terakhir mereka yang menghubungi call center Hotline sangat ia nikmati. Laura Morris menganggap perbuatannya merupakan sesuatu hal yang benar dimana menurutnya ia menyelamatkan kehidupan mereka dari kehidupan yang menyedihkan ini.

Charlotte merupakan istri dari Ryan dimana Charlotte mengalami tekanan hidup semenjak mengandung anak pertamanya dan menyebabkan dirinya mengalami depresi berat dan dari sana ia melakukan komunikasi dengan perusahaan Hotline “The End of The Line” dan saat itu Charlotte bertemu dengan Laura Morris melalui call center “The End of The Line” dari sana Laura Morris memberikan nasihat dan bantuan untuk Charlotte untuk menyelamatkan hidupnya untuk mengakhiri kehidupan yang menekankannya selama ini. Mengetahui kabar tersebut Ryan sebagai suami dari Charlotte tidak terima dengan kematian istrinya dengan cara bunuh diri. Secara tidak sengaja Ryan mengetahui hubungan Charlotte dan Laura Morris hal itu membuat Ryan tidak terima yang Laura Morris lakukan pada istrinya Charlotte di “The End of The Line”.

Kemurkaan Ryan pada Laura Morris membuat ia ingin mengulik lebih dalam kehidupan perempuan yang telah membuat Charlotte istrinya memutuskan untuk bunuh diri, namun ia tidak menyangka bahwa hal itu membuatnya menemukan sisi gelap dari Laura Morris dan tidak disangka akhirny Ryan membakitkan sisi gelap yang ia miliki. Dimana keduanya baik Ryan maupun Laura Morris menjadi saling melakukan manipulasi, menyusun strategi diri mereka, dan melakukan usaha untuk melangkah lebih maju dibandingkan dengan satu dengan yang lain. Namun ada hal yang tidak Ryan ketahui, Laura akan melangkah sejauh apa untuk menutupi dan melindungi rahasia yang ia miliki dan juga untuk kesenangan dari diri seorang Laura Morris.

banner-promo-gramedia

Buku The Good Samaritan akan menjadi buku novel yang cocok untuk kalian para penggemar buku thriller. Untuk sebagian pembaca mungkin buku karya John Marrs ini bukan merupakan cerita yang akan nyaman untuk dibaca, cerita ini mungkin akan mentrigger beberapa pembacanya karena diketahui buku ini banyak mengambil tema kesehatan mental dari para tokohnya dan hal tersebut akan muncul pada tiap bab dalam buku ini. Namun bagi kita pembacanya yang sangat gemar dalam membaca cerita bergenre thriller buku novel ini akan sangat menjadi buku novel pilihan untuk kita. Dimana John Marrs dengan sangat baik dimana kita membacanya akan menjadi hanyut dalam alur ceritanya. Buku ini menggambarkan Laura Morris sebagai seorang penjahat yang tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar seperti hal-hal yang kekerasan fisik namun ia hanya perlu menggunakan kata-kata manisnya yang manipulatif dan hal ini membuat seseorang dengan mudah melaksanakan suatu hal yang dapat membahayakan nyawa orang itu dan Laura Morris dapat melaksanakan kejahatannya dengan mudah. Membayangkan berada di lingkungan yang sama dengan Laura merupakan mimpi buruk dan hal yang menakutkan.

Cerita dari buku “The Good Samaritan” karya John Masser ini memiliki cara tulis yang original dan bergerak maju dengan alur waktu ketika Laura Morris masih bekerja pada perusahaan Hotline “The End of The Line” yan merupakan perusahaan amal bagi mereka yang kesepian tidak memiliki teman untuk berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani dan perlu bantuan dalam bentuk komunikasi dengan seseorang. Namun ada perubahaan alur dalam jalan cerita buku ini menjadi berjalan mundur saat mengingat sudut pandang tokoh Ryan yang dalam kondisi memilukan saat meratapi istrinya yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lalu alur berubah menjadi berjalan maju ketika tokoh karakter keduanya saling terkait satu sama lain.

Nah, itulah review buku The Good Samaritan yang ditulis oleh John Marss mengenai Laura Masson Karakter Laura memiliki trauma di masa lalunya dan memiliki pandangan terhadap realita yang tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi. Laura dipandang oleh sekitarnya memiliki sifat yangs sangat baik, teman, rekan kerja, istri, dan ibu yang sempurna. Namun dibalik sifat yang dikatakan “sempurna” itu akan ada kenyataan yang mengejutkan. Buku yang bergenre Psikologis dan thriller yang memiliki penulisan yang orisinil oleh penulis John Masser yang akan menjadi buku novel yang cocok untuk kalian para penggemar buku thriller. Untuk sebagian pembaca mungkin buku karya John Marss ini bukan merupakan cerita yang akan nyaman untuk dibaca, cerita ini mungkin akan mentrigger beberapa pembacanya karena diketahui buku ini banyak mengambil tema kesehatan mental dari para tokohnya dan hal tersebut akan muncul pada tiap bab dalam buku ini. Namun bagi kita pembacanya yang sangat gemar dalam membaca cerita bergenre thriller buku novel ini akan sangat menjadi buku novel pilihan untuk kita. Dimana John Marrs dengan sangat baik dimana kita membacanya akan menjadi hanyut dalam alur ceritanya.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku buku The Good Samaritan ini maupun buku-buku bergenre thriller dan psikologis, kamu dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.
Semoga bermanfaat !

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Chelsea