in

10 Manfaat Petai bagi Kesehatan Tubuh

10 Manfaat Petai bagi Kesehatan Tubuh – Grameds tentu sudah tidak asing dengan petai, bukan? Masyarakat Indonesia kerap mengonsumsi petai yang terkenal dengan rasa dan aroma khasnya. Tak hanya populer di Indonesia, petai juga umum ditemukan pada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Petai yang tergolong sebagai sayuran juga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional di beberapa negara. Masyarakat Indonesia cukup akrab dengan petai sebagai lalapan atau pelengkap hidangan.

Petai dengan rasa dan aroma yang khas biasa dihidangkan dengan sambal atau sajian masakan pedas lainnya. Namun, beberapa orang memilih untuk tidak memakan petai karena aroma menyengat yang sering tertinggal di mulut.

Petai yang dijuluki sebagai stink bean atau bitter bean juga dapat meninggalkan aroma tajam pada urine dan gas yang dikeluarkan oleh tubuh. Di samping itu, petai diketahui menjadi komoditas asli tanah air yang telah mencapai pasar internasional, lho.

Di Indonesia sendiri, tanaman petai mudah ditemui di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Lampung. Grameds dapat menjumpai petai di berbagai hutan yang tersebar di Indonesia karena tanaman ini dapat tumbuh dimana saja.

Secara morfologi, pohon petai dapat tumbuh hingga ketinggian 5-25 meter dengan membentuk percabangan yang banyak. Perlu diketahui, tanaman petai tumbuh dan berkembang di daerah dataran rendah sampai daerah pegunungan.

Petai dengan nama latin Parkia spesiosa hassk tergolong sebagai pohon tahunan tropis dari suku polong-polongan. Petai yang termasuk dalam famili Fabaceae memiliki bentuk daun majemuk yang tersusun sejajar.

Kemudian bunga pohon petai dikategorikan sebagai jenis bunga hemaprodit yang mengandung putik dan benang sari. Sayuran dengan aroma khas yang satu ini memiliki kulit batang berwarna cokelat kemerah-merahan.

Sementara bijinya tersusun rapi di dalam kulit buah yang menggantung di pohon. Umumnya setiap kulit buah berisi 10-18 biji petai yang bisa dimakan. Biji petai yang masih muda memiliki tekstur yang cukup lunak dan setelah tua akan menjadi keras.

Sebagai flora kawasan tropis, tanaman petai membutuhkan pasokan air yang cukup banyak untuk tumbuh dengan subur. Selain itu, tanaman petai dapat tumbuh optimal di lingkungan yang terbuka dengan intensitas matahari yang cukup.

Masyarakat Indonesia mengenal dua jenis petai, yakni petai jenis gajah dan petai jenis kacang. Petai gajah diketahui memiliki panjang sekitar 25-30 cm. Sementara petai kacang diketahui memiliki panjang sekitar 20 cm.

Petai sebagai sayuran yang umum dikonsumsi di wilayah Asia diketahui memiliki nama yang berbeda pada setiap negara. Di Thailand petai akrab disapa dengan nama “sataw” dan di Jepang petai dikenal dengan nama “nejirefusamme”.

Meski tergolong sebagai sayuran beraroma khas, petai ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Sayuran yang satu ini diklaim memiliki kandungan antioksidan yang mampu mencegah anemia, hipertensi, sembelit, dan lain sebagainya.

Mengonsumsi petai dapat menjadi alternatif alami untuk mencegah berbagai penyakit. Sebenarnya apa saja kandungan petai sehingga baik dikonsumsi oleh tubuh? Berikut ini penjelasan tentang kandungan nutrisi dan manfaat petai bagi kesehatan tubuh yang perlu Grameds ketahui.

banner-promo-gramedia

tombol beli buku

Kandungan Nutrisi Petai

Sebagai salah satu jenis tumbuhan tropis dari suku polong-polongan atau Fabaceae, petai memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Berikut ini informasi kandungan nutrisi petai dalam 100 gram dari laman Nilaigizi yang perlu Grameds ketahui.

  • Energi 92 kalori
  • 1,10 gram lemak
  • 0,80 mikrogram vitamin B1
  • 0,10 mikrogram vitamin B2
  • 6,10 mikrogram vitamin B3
  • 34 miligram vitamin C
  • 15,20 gram karbohidrat
  • 5,40 gram protein
  • 2 gram serat pangan
  • 14 miligram kalsium
  • 170 miligram fosfor
  • 55 miligram natrium
  • 221 miligram kalium
  • 1,60 miligram zat besi
  • 114 mikrogram betakaroten
  • 77,2 gram air

10 Manfaat Petai bagi Kesehatan Tubuh

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Memompa darah ke seluruh tubuh guna menunjang kelangsungan hidup menjadi salah satu fungsi vital dari organ jantung. Jantung sebagai organ vital dalam tubuh manusia penting untuk dijaga kesehatannya.

Petai dengan rasa dan aroma yang khas diketahui memiliki manfaat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Petai menjadi salah satu makanan yang dianggap baik untuk kesehatan jantung.

Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kandungan nutrisi dalam petai diketahui memiliki peran untuk menjaga kesehatan jantung.

Petai atau bitter bean memiliki kandungan elektrolit, serat, antioksidan, dan mineral yang dapat mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil. Jika tekanan darah stabil, maka jantung dapat menjalankan fungsinya dengan baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kandungan serat pada petai diketahui mampu membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, petai memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan plak pada pembuluh darah jantung.

2. Memperbaiki Masalah Sistem Pencernaan

Selanjutnya, petai sebagai salah satu tumbuhan tropis dari suku polong-polongan dipercaya bagus untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Mengonsumsi petai diketahui mampu mengatasi masalah luka pada organ lambung.

Kandungan nutrisi pada petai dapat menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi lambung. Petai akan bekerja menetralkan asam lambung dan juga melapisi permukaan lambung.

Sayuran yang satu ini memiliki kandungan serat yang berkhasiat untuk melancarkan saluran pencernaan dan mengatasi masalah pencernaan (sembelit). Petai mampu meredakan rasa mulas pada perut karena memiliki efek antasid.

tombol beli buku

3. Membantu Mengurangi Berat Badan

Sebagai makanan dengan sterol tinggi, petai dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan dan membantu mencegah sembelit. Selain itu, petai ternyata baik dikonsumsi saat kamu sedang menjalankan program diet.

Kandungan serat pada petai dapat mencegah peningkatan kadar insulin darah dan memperlambat penyerapan glukosa dari usus. Petai dengan kandungan serat alami akan membuat perutmu terasa kenyang lebih lama.

Serat alami tersebut dapat mengurangi dorongan untuk makan atau ngemil karena perut terasa kenyang lebih lama. Mengonsumsi petai juga dinilai baik bagi penderita diabetes dan orang-orang dengan kondisi obesitas.

4. Menangkal Radikal Bebas

Apa yang dimaksud dengan radikal bebas? Sel-sel rusak yang dapat menyebabkan kondisi negatif tertentu disebut radikal bebas. Aktivitas di luar ruangan akan mendekatkan kita dengan risiko radikal bebas dari lingkungan.

Risiko tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Petai yang tergolong sebagai tanaman tropis dipercaya ampuh untuk menangkal radikal bebas. Petai memiliki kadar antioksidan yang tinggi untuk menjaga sel-sel tubuh agar kebal terhadap radikal bebas.

Kandungan flavonoid, polifenol, dan fitosterol pada ekstrak petai dapat bermanfaat sebagai antikanker. Manfaat petai sebagai penangkal radikal bebas akan menjauhkan kamu dari risiko penyakit kanker, jantung, katarak, hingga penuaan dini.

5. Mengontrol Gula Darah

Gula darah menduduki peran yang penting dalam kesehatan tubuh manusia. Kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan risiko penyakit berbahaya seperti diabetes.

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak tekontrol dapat memunculkan berbagai komplikasi berbahaya. Grameds bisa mengontrol gula darah dengan rutin berolahraga, membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh, dan mengonsumsi makanan sehat.

banner-promo-gramedia

Petai diketahui mendatangkan manfaat untuk mengatasi masalah kasehatan yang melibatkan gula darah. Petai memiliki kandungan antioksidan berupa zat kimia stigmasterol dan beta-sitosterol yang mampu menjaga kadar gula dalam darah.

Risiko penyakit diabetes dapat dicegah dengan kadar gula darah yang terjaga. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan ekstrak kloroform pada petai dapat mengurangi kadar glukosa darah.

Kemudian penelitian tersebut juga mengklaim bahwa petai memiliki hipoglikemik yang bekerja sinergis untuk menghasilkan efek anti-diabetes. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat petai dalam mengontrol gula darah.

6. Mencegah Hipertensi dan Menurunkan Tekanan Darah

Selanjutnya, kandungan nutrisi pada petai bermanfaat untuk mencegah hipertensi dan menurunkan tekanan darah. Kandungan nutrisi kalium pada petai dapat mengatasi tekanan darah tinggi yang mengakibatkan penyakit jantung hingga stroke.

Kandungan nutrisi pada petai tidak dapat menghasilkan efek yang instan dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Namun, Grameds tetap disarankan untuk mengonsumsi petai dengan jumlah yang wajar dan diikuti penerapan gaya hidup sehat.

tombol beli buku

7. Membantu Mengurangi Kadar Kolestrol

Sebagian orang ragu untuk mengonsumsi petai karena mereka bependapat bahwa sayuran yang satu ini memiliki kandungan kolestrol jahat. Faktanya, petai termasuk salah satu tanaman yang hampir tidak mengandung kolestrol.

Kolestrol jahat kerap menghantui seseorang dengan dampak buruk pada kesehatan. Petai dengan kandungan antioksidan yang tinggi bermanfaat untuk membantu mengurangi kadar kolestrol dalam tubuh.

Petai memiliki kandungan kalsium yang dapat membantu mengurangi kadar kolestrol. Kalsium diketahui memiliki peran penting dalam mengikat kolestrol secara signifikan dalam usus.

8. Mencegah Anemia

Selain membantu mengurangi kadar kolestrol, petai juga diyakini ampuh untuk mengatasi anemia. Petai tergolong sebagai salah satu sayuran yang memiliki kandungan zat besi cukup tinggi.

Kandungan zat besi pada petai akan mendorong pembuatan hemoglobin pada darah. Kemudian mengonsumsi petai dapat mendatangkan manfaat yang baik untuk penderita anemia dalam meningkatkan hemoglobin secara alami.

Grameds dapat mengonsumsi petai dalam jumlah yang wajar untuk membantu mencukupi kebutuhan zat gizi yang menciptakan sel darah merah baru. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan zat besi pada petai berguna untuk obat depresi, anemia, stres, cacingan, hingga sindrom pramenstruasi.

9. Antiradang dan Antikanker

Petai diketahui memiliki aroma mirip belerang dengan kandungan tioprolin atau asam thiazolidine karboksilat. Menariknya, kandungan tioprolin pada petai teruji efektif sebagai agen anti kanker.

banner-promo-gramedia

Petai yang direbus diketahui memiliki kadar tioprolin yang tinggi jika dibandingkan dengan petai mentah. Kemudian kandungan caryophyllene dan lupeol pada petai memiliki sifat antikanker, antiinflamasi, dan antirematik.

10. Meningkatkan Kinerja Otak

Terakhir, petai dengan aroma dan rasa yang khas memiliki kandungan kalium tinggi untuk meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir. Kemudian petai termasuk salah satu sayuran dengan kandungan potasium yang baik untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Dehidrasi menjadi salah satu gejala yang terjadi saat kamu kekurangan kalium. Selain itu, gejala kekurangan kalium bisa muncul dengan gejala pembengkakan kelenjar, sakit kepala parah, pembengkakan jaringan, dan jantung berdebar-debar.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Itulah sejumlah kandungan nutrisi dan manfaat petai bagi kesehatan tubuh yang perlu kamu ketahui. Meski tergolong sebagai sayuran yang bermanfaat, Grameds tetap disarankan untuk mengonsumsi petai dalam jumlah wajar.

Mengonsumsi petai secara berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal karena sayuran yang satu ini mengandung asam amino cukup tinggi. Bagi Grameds penderita penyakit asam urat, tidak disarankan untuk mengonsumsi petai dalam jumlah besar.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Farah Fadila