in

5 Cara Membuat Telur Gulung Anti Gagal dan Manfaat Mengonsumsi Telur

Sumber: ResepKoki

Cara membuat telur gulung – Siapa yang tidak tahu jajanan satu ini? Yups, pastinya Grameds sudah tidak asing lagi dengan jenis jajanan satu ini. Telur gulung sebutannya menjadi salah satu jajanan yang paling diburu bagi peminatnya.

Tapi nyatanya, membuat telur gulung tidak semudah yang dilihat saat orang berjualan. Lalu apa sebenarnya telur gulung itu? Apa bahan dasarnya? Serta bagaimana cara membuat telur gulung anti gagal?

Telur merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan, dan susu. Telur yang dikonsumsi pada umumnya berasal dari beberapa jenis unggas, seperti ayam, bebek dan angsa.

Tetapi, telur-telur yang lebih kecil, seperti telur ikan, kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan. Selain itu, dikonsumsi pula telur berukuran besar, seperti telur burung unta, maupun telur berukuran sedang, seperti telur penyu.

Telur adalah bahan makanan hewani yang mengandung hampir semua zat gizi makro dan mikro. Putih telur merupakan sumber protein, vitamin B2, B6, B12, dan selenium. Sementara kuning telur mengandung lemak, kalori, kolesterol, dan beberapa jenis mineral.

Telur ayam ras (broiler), ayam kampung, dan bebek mengandung zat gizi dengan jumlah yang berbeda. Akan tetapi, ketiganya sama-sama didominasi oleh protein dan lemak, serta memiliki beragam vitamin dan mineral dalam jumlah tertentu.

Telur ayam juga mengandung vitamin B6, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan mineral zinc dalam jumlah yang cukup. Tidak hanya itu, ada pula dua senyawa antioksidan yang disebut lutein dan zeaxanthin.

Sebagian besar produk telur ayam yang ditujukan untuk konsumsi manusia sudah dibuahi oleh ayam pejantan. Tetapi, telur yang dibuahi juga bisa dimakan, meskipun tidak memiliki perbedaan kandungan nutrisi yang signifikan.

Telur pasaran yang dibuahi umumnya tidak mengandung embrio yang berkembang karena disimpan dalam lemari pendingin sehingga mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur. Menurut Departemen Pertanian amerika Serikat, telur yang berukuran sedang maupun besar seberat 50 gram mengandung sekitar 70 kilo kalori (290 kJ) energi makanan dan 6 gram protein.

Metode memasak juga bisa mempengaruhi nutrisi dan dampak kesehatan telur. Misalnya, telur yang direbus cenderung mengandung protein yang lebih sedikit daripada telur yang digoreng.

Telur yang direbus mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin A, pantotenat, vitamin B12, fosfor, dan selenium. Telur matang lebih mudah dicerna oleh tubuh serta memiliki risiko penularan salmonellosis lebih rendah daripada telur mentah.

Kandungan nutrisi telur juga dipengaruhi oleh pakan ayam petelur. Misalnya, ayam petelur bisa menghasilkan telur dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi jika mendapatkan pakan yang mengandung lemak tak jenuh ganda, seperti minyak ikan, biji chia, atau biji flaks.

Ayam yang dibiakkan secara bebas di padang rumput juga menghasilkan telur dengan kandungan asam lemak omega-3 yang relatif lebih tinggi daripada ayam yang dibiakkan di kandang.

Resep Cara Membuat Telur Gulung Anti Gagal

Jika kita melihat olahan telur gulung serta cara membuatnya bisa dibilang sangat mudah. Tetapi ketika kita membuat sendiri seringkali gagal. Berikut resep beserta cara membuat telur gulung anti gagal yang bisa Grameda coba di rumah!

1. Telur Gulung Original

Bahan:
2 butir telur
100 ml air
1 sdm maizena
Kaldu bubuk

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan.
  2. Tuang 1.5 sdm adonan ke dalam minyak panas, langsung gulung dengan tusuk sate.
  3. Pipihkan di pinggir wajan. Tiriskan.
cara membuat telur gulung
Sumber: Cookpad

2. Telur Gulung Tepung Sagu

Bahan:
Tusuk sate
3 butir telur
1 sdt tepung sagu dilarutkan dengan sekitar 40-50 ml air
Garam
Lada
Penyedap
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

  1. Campur telur, garam, lada, penyedap, dan larutan sagu, aduk rata.
  2. Panaskan minyak, ambil 1 sendok sayur adonan telur, tuang sedikit tinggi memutar di atas minyak, langsung gulung dengan tusuk sate.
  3. Goreng sampai kuning kecoklatan, angkat, sajikan dengan saus.

3. Telur Gulung Bihun

cara membuat telur gulung
Sumber: Cookpad

Bahan:
– 3 telur
– 100 ml air
– Garam secukupnya
– Kaldu bubuk secukupnya
– 1 keping bihun jagung
– Tusukan sate secukupnya

Cara membuatnya:

  1. Rendam bihun pakai air biasa (bukan air panas) hingga bihun mengembang, kemudian tiriskan di atas tisu agar tidak lembap.
  2. Campur telur, air ,garam, kocok rata.
  3. Panaskan minyak (agak banyak), tunggu hingga minyak benar-benar panas.
  4. Ambil secukupnya bihun, masukkan ke minyak panas sebentar, langsung digulung dengan tusuk sate, padatkan di pinggiran wajan.
  5. Tuang telur (agak tinggi, agar telur tidak menggumpal).
  6. Kemudian gulung-gulung dengan bihun tadi, padatkan di pinggiran wajan agar tidak menyerap minyak juga. Sajikan.

4. Telur Gulung Sosis

cara membuat telur gulung
Sumber: Cookpad

Bahan:
5 butir telur
10 buah sosis, potong 2 bagian
15 sdm air
1/2 sdt garam
1/2 sdt lada
1/2 sdt kaldu jamur non msg
20 batang tusuk sate
500 ml minyak
Botol kecap plastik yang lubangnya kecil

Cara membuat:

  1. Siapkan wadah, masukkan telur, garam, lada bubuk, kaldu jamur dan air lalu kocok hingga rata.
  2. Kemudian masukkan ke dalam botol plastik yang biasanya untuk kecap atau saus.
  3. Potong sosis menjadi 2 bagian, lalu tusuk sosis.
  4. Panaskan minyak, tunggu hingga benar-benar panas.
  5. Goreng sosis hingga matang.
  6. Kemudian tuang adonan telur ke dalam minyak panas secukupnya.
  7. Lalu gulung dari tengah hingga ke tepi wajan, angkat dan tiriskan, siap dihidangkan.

5. Otak-otak Telur Gulung

cara membuat telur gulung
Sumber: Pinterest

Bahan:
18 buah otak-otak ikan, rebus sebentar, dinginkan
18 tusuk sate
5 butir telur
Garam secukupnya
Bubuk kaldu jamur
Merica halus secukupnya
Minyak goreng, untuk menggoreng

Cara membuat:

  1. Tusukkan otak-otak rebus pada tusukan sate.
  2. Kocok lepas telur, garam, bubuk kaldu jamur dan merica halus, sisihkan.
  3. Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang, tuang 2 sdm kocokan telur, masukkan sate otak-otak dan putar-putar sampai terlilit telur. Goreng sebentar. Angkat. Tiriskan.
  4. Telur gulung siap disajikan.

Manfaat Makan Telur

Telur kaya akan manfaat apabila dikonsumsi dengan tepat. Berikut manfaat dari telur yang telah dirangkum menurut Hallo Sehat.

cara membuat telur gulung
Sumber: Kompas.com

1. Membentuk Jaringan Tubuh dan Membantu Fungsinya

Protein berperan penting dalam pembentukan, perbaikan, dan pada dasarnya hampir semua fungsi sel. Zat gizi inilah yang membentuk setiap sel dan jaringan penyusun tubuh manusia, seperti otot, otak, peredaran darah, tulang, dan masih banyak lagi.

Tubuh perlu protein untuk menjalankan proses metabolisme, membentuk energi, menyembuhkan luka, dan menghasilkan hormon. Konsumsi satu butir telur setiap hari membantu menyediakan protein yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi ini.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Telur mengandung dua antioksidan lutein dan zeaxanthin bermanfaat bagi kesehatan mata. Lutein dan zeaxanthin yang Anda dapatkan dari telur biasanya terkumpul pada retina dan melindunginya dari kerusakan akibat sinar matahari.

Beberapa penelitian lama juga menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin membantu mengurangi risiko penyakit katarak dan degenerasi makula. Keduanya merupakan penyakit yang umum menyebabkan kebutaan pada pasien lanjut usia.

3. Menjaga Kesehatan Otak

Telur mengandung kolin, yaitu zat mirip vitamin B yang penting dalam perkembangan otak selama kehamilan. Pada sel otak manusia, kolin mempercepat pelepasan protein yang diperlukan dalam pembentukan memori dan beberapa fungsi otak lainnya.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan banyak asupan kolin cenderung memiliki kemampuan kognitif dan memori yang lebih baik. Cara paling mudah untuk mendapatkan manfaat kolin yakni dengan mengonsumsi telur setiap hari.

4. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Telur memang mengandung kolesterol. Asupan kolesterol yang Anda peroleh dari makanan biasanya tidak meningkatkan kadar kolesterol darah. Sebaliknya, telur justru membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah Anda.

Kolesterol pada telur justru memiliki manfaat untuk mengubah kolesterol jahat menjadi bentuk kolesterol lain yang lebih sehat. Sebuah studi dalam British Medical Journal pun membuktikan tidak ada hubungan antara makan telur dan risiko penyakit jantung.

5. Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Selain menurunkan kolesterol jahat, telur dapat meningkatkan jumlah high-density lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai kolesterol baik. Orang-orang dengan HDL yang tinggi biasanya berisiko lebih rendah untuk terkena stroke dan penyakit jantung.

Kandungan gizi beberapa jenis telur juga diperkaya dengan asam lemak omega-3 yang mampu menurunkan trigliserida darah. Penurunan kadar trigliserida akan mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah yang menjadi cikal bakal penyakit jantung.

6. Membantu Menjaga Berat Badan

Makan telur memberikan manfaat tersendiri bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan. Telur kaya akan protein dan lemak, dua sumber kalori yang lebih baik daripada karbohidrat sederhana seperti nasi atau makanan manis.

Mengonsumsi telur bisa membuat Anda kenyang lebih lama dengan asupan kalori yang lebih sedikit. Dengan menambahkan telur ke dalam menu sarapan, Anda akan lebih berenergi dan terhindar dari keinginan untuk makan secara berlebihan.

7. Menguatkan Sistem Imun

Telur mengandung berbagai zat gizi yang penting untuk menjaga kesehatan sistem imun. Beberapa di antaranya yakni asam amino sebagai pembentuk kekebalan serta antioksidan, vitamin A, vitamin B12, dan mineral selenium yang menjaga fungsinya.

Selain itu, selaput di sekitar kuning telur juga mengandung glikopeptida tersulfonasi. Zat ini membantu merangsang produksi makrofag, yakni sel-sel kekebalan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi.

https://www.gramedia.com/products/conf-buku-seri-panduan-menu-bulanan-dapurku-volume-02-kreasi-olahan-aneka-macam-telur-untuk-menu-keluarga?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Pengaruh Buruk Telur

Terdapat beberapa efek pengacau yang tidak dapat dikontrol dalam telur jika tidak dikonsumsi dengan tepat.

1. Kolesterol dan Lemak

Lebih dari setengah kalori yang terkandung dalam telur berasal dari lemak yang asalnya dari dalam kuning telur. Telur yang berukuran besar mengandung kuning telur yang tersusun atas 58% (4,5 gram) lemak.

Sebesar 35 persen lemak dalam telur merupakan lemak jenuh atau asam palmitat, stearat, dan miristat. Sementara pada bagian putih telur tersusun atas air (sekitar 90 persen) dan protein (sekitar 10 persen), tanpa mengandung (atau sangat sedikit) kolesterol dan lemak.

Terdapat perdebatan mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi kuning telur. Sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi kolesterol yang terkandung dalam telur dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL tubuh. Sementara penelitian lain menyatakan bahwa konsumsi telur satu kali sehari tidak tercatat meningkatkan risiko penyakit jantung bagi orang yang sehat.

2. Diabetes Melitus Tipe 2

Terdapat beberapa penelitian tentang dampak konsumsi telur terhadap risiko diabetes tipe 2 dengan hasil yang saling bertolak belakang. Sebuah meta analisis yang diterbitkan pada 2013 menemukan bahwa konsumsi telur meningkatkan risiko diabetes tipe dua.

Pada penelitian tersebut, disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi satu atau lebih telur per hari memiliki 42% kemungkinan lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe dua dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi telur sama sekali.

Sebuah meta analisis yang diterbitkan pada 2016 menyimpulkan bahwa hubungan antara konsumsi telur dengan peningkatan risiko diabetes tipe dua mungkin hanya terbatas pada penelitian-penelitian di Amerika Serikat.

Sebuah meta analisis yang diterbitkan pada 2020 menemukan bahwa secara umum, tidak ada hubungan antara konsumsi telur dan risiko diabetes tipe dua. Selain itu, risiko yang ditemukan dalam penelitian-penelitian di Amerika Serikat tidak ditemukan pada penelitian-penelitian serupa di Eropa dan Asia.

3. Kanker

Sebuah meta analisis yang terbit pada 2015 menemukan hubungan antara konsumsi tinggi telur dan peningkatan resiko kanker payudara. Bertolak belakang dengan analisis tersebut, sebuah peninjauan yang dilakukan pada 2021 tidak menemukan hubungan antara konsumsi telur dan kanker payudara.

Meta analisis lain menemukan bahwa konsumsi telur juga mungkin meningkatkan risiko kanker ovarium. Pada 2021, sebuah umbrella review juga menemukan bahwa konsumsi telur meningkatkan risiko kanker ovarium secara signifikan. Meta Analisis yang terbit pada 2019 menemukan hubungan konsumsi tinggi telur dan risiko kanker sistem pernapasan atas.

4. Risiko Kardiovaskular

Telur adalah salah satu satu penyumbang fosfatidilkolin terbesar dalam makanan manusia. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menunjukkan bahwa fosfatidilkolin dapat dicerna oleh bakteri di usus dan diubah menjadi senyawa TMAO, sebuah senyawa yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung.

Namun, penelitian lain menemukan bahwa diabetes melitus tipe dua dan penyakit ginjal juga menyebabkan kenaikan kadar TMAO, sehingga hubungan antara TMAO dan penyakit kardiovaskular mungkin juga diakibatkan oleh adanya efek pengacau atau kesalahpahaman. Pada tahun 2013, sebuah meta analisis menemukan bahwa tidak ada keterkaitan antara konsumsi telur dan penyakit jantung atau stroke.

Penelitian sistematis dan meta analisis yang diterbitkan pada 2013 menemukan tidak adanya keterkaitan antara konsumsi telur dan penyakit kardiovaskular, tetapi menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari sekali sehari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes tipe dua sebesar 1,69 kali dibandingkan penderita diabetes melitus tipe dua yang tidak memakan telur lebih dari sekali sepekan.

Pada tahun 2018, sebuah meta analisis berbasis uji klinis acak menemukan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kolesterol total dan HDL-C dibandingkan tidak mengkonsumsi telur sama sekali. Pada tahun 2020, dua metaanalisis tidak menemukan hubungan antara konsumsi telur sekali sehari dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Sebuah review yang diterbitkan pada 2020 menyimpulkan bahwa peningkatan konsumsi telur tidak berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular pada sebagian populasi manusia.

Pada 2021, sebuah penelitian juga tidak menunjukkan hubungan antara konsumsi tinggi telur dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, penelitian tersebut menemukan hubungan konsumsi telur dengan peningkatan risiko penyakit arteri koroner.

5. Alergi Makanan

Salah satu alergi makanan yang paling sering ditemukan pada anak ialah alergi akibat telur. Negara-negara maju mulai memberi label peringatan pada makanan yang mengandung telur untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti ini.

https://www.gramedia.com/products/conf-sajianku-vol-2i2013-serba-serbi-teknik-menumis-menyiapkan-sajian-akhir-pekan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Demikian beberapa cara membuat telur gulung anti gagal yang bisa Grameds coba praktikkan di rumah. Untuk mendapatkan resep lebih banyak lagi dan mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat serta dampat telur, Grameds bisa membaca buku-buku yang tersedia di Gramedia.com, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi