in

Apa Itu Medical Check Up? Tujuan, Jenis, Persiapan, dan Prosedurnya

Apa Itu Medical Check Up – Medical check up atau yang dimaksud dengan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu langkah yang dapat diambil oleh seseorang untuk mencegah berbagai resiko serta kerugian di masa depan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Apakah Grameds pernah melakukan medical check up? Dan seberapa rutin kah kamu melakukan pemeriksaan tersebut? Jika dilakukan secara rutin, pada umumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan minimal satu tahun sekali. Namun, apa saja yang dilakukan saat pemeriksaan kesehatan, tujuan melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut, dan masih banyak lagi. Temukan semua informasi melalui artikel dibawah ini.

Apa Itu Medical Check Up

Medical check up merupakan sebuah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan tersebut, diharapkan jika adanya indikasi penyakit maupun gangguan kesehatan dapat dideteksi sedini mungkin sehingga rencana dan metode penanganan serta pengobatan yang tepat dapat segera dilakukan sebelum penyakit yang ada berkembang.

Pada saat menjalani medical check up sendiri, seseorang akan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan yang harus dijalani, seperti konsultasi terkait keluhan yang dirasakan, pencatatan serta pemeriksaan yang berhubungan dengan riwayat kesehatan seseorang, serta pemeriksaan tanda vital dari tubuh serta kondisi fisik.

Selain digunakan untuk mencegah adanya resiko penyakit, medical check up juga seringkali digunakan sebagai salah satu syarat untuk melamar kerja, syarat untuk membeli asuransi kesehatan non BPJS, dan masih banyak lagi.

Tujuan Medical Check Up

Dengan melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin, yaitu minimal satu tahun sekali, memiliki tujuan sebagai berikut.

  • Pertama, mendeteksi berbagai potensi penyakit atau gangguan kesehatan yang memiliki kemungkinan untuk muncul namun belum memiliki gejala.
  • Kedua, mengetahui kondisi fisik atau kesehatan seseorang secara menyeluruh.
  • Ketiga, mampu mencegah resiko penyakit yang memiliki kemungkinan untuk terjadi di masa depan.
  • Keempat, melakukan rencana penanganan serta pengobatan setelah adanya indikasi tentang potensi penyakit yang mungkin saja terjadi.
  • Kelima, memastikan kondisi fisik atau kesehatan seseorang sebelum dilakukannya terapi pengobatan.
  • Keenam, memberikan motivasi pada seseorang agar terus menjaga kesehatan melalui penerapan gaya hidup sehat.

Walaupun melakukan pemeriksaan kesehatan tidak diwajibkan untuk setiap orang, namun hal ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin. Terutama, untuk orang yang sudah menginjak usia 50 tahun ke atas, hal ini dikarenakan potensi gangguan kesehatan maupun penyakit mungkin saja muncul.

Selain itu, untuk orang-orang yang tergolong di usia muda, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga akan mendorong motivasi diri untuk lebih peduli pada kesehatan dan menerapkan pola gaya hidup sehat dengan tidak merokok, mengkonsumsi gula berlebih, dan kebiasaan buruk lainnya.

Berbagai Jenis Medical Check Up

Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up juga terdapat berbagai jenis yang dapat kamu lakukan. Berikut ini berbagai jenis medical check up yang dapat dilakukan.

1. Pemeriksaan tekanan darah

Jenis medical check up atau pemeriksaan kesehatan yang pertama adalah pemeriksaan tekanan darah. Hal ini dikarenakan tekanan darah sendiri sangat penting untuk diketahui dalam melihat status dari tekanan darah yang dimiliki seseorang, apakah tekanan darahnya tinggi, rendah, maupun normal.

Tekanan darah yang tinggi sendiri dapat menunjukkan berbagai gangguan kesehatan atau penyakit seperti jantung, diabetes, kolesterol, maupun berbagai komplikasi. Sedangkan tekanan darah yang rendah juga dapat menunjukkan berbagai gangguan kesehatan dan berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan gejala pusing, lemas, maupun lesu.

Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi sangat penting saat melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan pada seseorang.

2. Pemeriksaan kolesterol serta gula darah

Jenis medical check up atau pemeriksaan yang kedua adalah pemeriksaan kolesterol serta gula darah. Tanpa kita sadari, seringkali kita mengkonsumsi berbagai makanan yang tinggi akan kandungan lemak, seperti gorengan, jeroan, dan masih banyak lagi.

Lemak yang terkandung di berbagai makanan tersebut dapat memicu terjadinya kenaikan pada kadar kolesterol seseorang yang memiliki potensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan pada organ jantung serta stroke.

Pada umumnya, kadar kolesterol yang dimiliki oleh orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol normal berada di bawah 200 mg/dL.

Selanjutnya, pemeriksaan gula darah pada seseorang juga dilakukan untuk mencegah adanya gangguan kesehatan atau penyakit seperti diabetes yang sangat berbahaya dan mematikan.

Kadar gula yang ada pada seseorang harus sangat diperhatikan, karena jika melonjak secara drastis dapat menimbulkan penyakit. Pada seseorang yang memiliki kadar gula darah normal berada di angka 70 hingga 100 mg/dL.

Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan ini, pada umumnya seseorang harus melakukan puasa terlebih dahulu setidaknya delapan jam sebelum melakukan pemeriksaan. Jika seseorang memiliki kadar gula darah sekitar 100 hingga 125 mg/dL, terdapat kemungkinan sudah memasuki fase pra diabetes.

Sedangkan, seseorang yang telah dinyatakan menderita penyakit diabetes pada umumnya memiliki kadar gula di atas dari 126 mg/dL.

3. Tes Darah

Jenis medical check up atau pemeriksaan yang ketiga adalah tes darah yang biasanya telah menjadi paket dari medical check up tersebut. Tes darah sendiri dilakukan dengan cara mengambil sampel darah seseorang.

Tes ini dilakukan untuk melihat kadar Hb, leukosit, trombosit, dan masih banyak lagi. Jika tenaga kesehatan memiliki kecurigaan terhadap adanya indikasi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, pada umumnya tim pemeriksa juga akan melakukan pemeriksaan maupun tes darah penunjang.

4. Pemeriksaan Jantung

Jenis medical check up atau pemeriksaan yang keempat adalah pemeriksaan jantung dengan menggunakan sebuah alat khusus yang disebut dengan EKG. Medical check up jenis ini sendiri dilakukan untuk mengetahui kondisi dari organ jantung seseorang, yang termasuk struktur dan kerja dari fungsi organ tersebut.

Alat yang digunakan untuk melakukan tes ini menggunakan gelombang suara ultrasonik yang dapat menghasilkan gambar yang dapat menunjukkan kondisi dari organ jantung seseorang. Melalui gambar tersebut, seorang dokter dapat melihat gerakan katup dari jantung, dinding jantung, dan aliran darah yang ada di bilik jantung.

5. Pemeriksaan Mata

Jenis medical check up atau pemeriksaan yang kelima adalah pemeriksaan mata yang dilakukan untuk mengetahui kualitas pandangan dari seseorang. Jika hasil tes menunjukkan adanya indikasi gangguan kesehatan pada mata, maka dokter akan segera mendiagnosa serta melakukan penanganan.

Pada umumnya sendiri, gangguan kesehatan pada mata yang ringan tidak menunjukkan gejala, oleh sebab itu sangat penting untuk melakukan jenis pemeriksaan kesehatan ini karena mata merupakan organ vital yang dapat membantu kita untuk melihat berbagai hal.

Persiapan yang Dilakukan Sebelum Medical Check Up

Sebelum melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, simak informasi berikut.

1. Menuliskan berbagai keluhan kesehatan yang dapat dirasakan

Persiapan pertama yang dilakukan adalah menuliskan berbagai keluhan kesehatan yang dapat dirasakan. Jika Grameds memiliki keluhan yang ingin disampaikan, dapat mencatatnya terlebih dahulu agar proses pemeriksaan nantinya menjadi lebih mudah.

Dengan menuliskan berbagai keluhan tersebut, dapat menjadi salah satu langkah untuk dokter menentukan jenis pemeriksaan apa yang tepat untuk dilakukan. Oleh sebab itu, bagi Grameds yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan akan lebih baik mencatat terlebih dahulu secara jelas terkait apa yang sedang dirasakan.

2. Menuliskan riwayat kesehatan dari keluarga

Persiapan kedua yang dilakukan adalah menuliskan riwayat kesehatan dari keluarga. Hal ini dikarenakan, seringkali riwayat kesehatan dari keluarga secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap potensi gangguan kesehatan serta penyakit yang kamu miliki.

Ada pula beberapa penyakit yang bisa menurun melalui genetika, seperti diabetes, kanker, jantung, gangguan mental, hingga thalasemia. Oleh sebab itu, seorang dokter harus terlebih dahulu mengetahui riwayat kesehatan dari keluarga sebelum melanjutkannya dengan pemeriksaan kesehatan.

3. Menuliskan berbagai jenis obat yang dikonsumsi

Persiapan ketiga yang dilakukan adalah menuliskan berbagai jenis obat kimia maupun obat herbal yang sedang kamu konsumsi. Oleh sebab itu, penting bagi Grameds untuk menuliskan terlebih dahulu berbagai jenis obat yang sedang dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu.

4. Membawa hasil pemeriksaan atau medical check up sebelumnya

Persiapan keempat yang dilakukan adalah membawa hasil pemeriksaan atau medical check up sebelumnya, seperti pemeriksaan lab maupun rontgen jika memilikinya. Dengan adanya data tersebut, dapat menjadi penunjang pemeriksaan kesehatan dan dapat membantu tenaga kesehatan untuk menemukan gangguan kesehatan atau penyakit pada diri kita

5. Mencari tahu prosedur atau pemeriksaan apa yang nantinya akan dijalankan

Persiapan kelima yang dilakukan adalah mencari tahu prosedur atau pemeriksaan apa yang nantinya akan kamu jalani. Hal ini dikarenakan setiap klinik maupun lab tidak selalu memiliki tahapan yang sama saat melakukan pemeriksaan kesehatan.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi Grameds untuk mencari tahu terlebih dahulu secara lengkap mengenai apa saja yang harus disiapkan sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan.

Prosedur Medical Check Up

Setelah melakukan berbagai persiapan yang telah dijelaskan di atas, selanjutnya terdapat beberapa bentuk prosedur atau tes yang dapat dilakukan tergantung metode yang digunakan. Berikut ini beberapa prosedur medical check up atau pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan atau medis

Prosedur pemeriksaan kesehatan yang pertama adalah pemeriksaan riwayat kesehatan atau medis. Dimana, dokter di awal akan memberikan berbagai pertanyaan terkait keluhan medis serta riwayat penyakit yang ada di dalam keluarga.

Dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait gaya hidup yang telah diterapkan oleh seseorang, obat atau vitamin yang dikonsumsi, pola makan, serta kebiasaan berolahraga.

Pemeriksaan ini dilakukan melalui proses wawancara yang mewajibkan kamu untuk menjawab semua hal sejujur-jujurnya agar proses pengecekan dapat berjalan selancar mungkin.

2. Pemeriksaan tanda vital pada tubuh

Prosedur pemeriksaan kesehatan yang kedua adalah pemeriksaan tanda vital pada tubuh, yang terdiri dari beberapa tanda sebagai berikut.

  • Frekuensi denyut jantung, yang pada umumnya dalam keadaan normal memiliki frekuensi sekitar 60 hingga 100 kali per menit.
  • Frekuensi pernapasan, yang dalam keadaan normal berada pada kisaran angka 12 hingga 20 kali per menit.
  • Suhu tubuh, yang dalam keadaan normal berada pada kisaran angka 36 hingga 37 derajat celcius.
  • Tekanan darah, yang dalam keadaan normal berada pada kisaran angka 90/60 hingga 120/88 mmHg.

3. Pemeriksaan fisik

Prosedur pemeriksaan kesehatan yang ketiga adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan setelah pemeriksaan tanda vital pada tubuh seseorang. Dalam tahapan ini, pada umumnya seseorang akan diminta untuk berbaring, berdiri, maupun duduk menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Selanjutnya, pemeriksaan akan dimulai dari pengecekan tinggi dan berat badan seseorang, dimana dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada seluruh kondisi fisik dari pasien.

Dalam tahapan ini, seorang dokter juga akan mengamati rambut, kulit, serta kuku dari pasien. Dan jika ditemukannya sebuah kelainan, maka dokter akan menulis hal tersebut untuk nantinya dilakukan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan fisik ini juga dilakukan dengan menekan beberapa bagian tubuh tertentu, seperti halnya perut, dada, atau bagian lainnya. Jika ditemukannya rasa nyeri ketika ditekan, Grameds dapat langsung mengatakannya untuk membantu sang dokter.

Tahapan selanjutnya, adanya pengecekan pada bagian mata, hidung, tenggorokan, telinga, serta organ dalam pada tubuh. Dalam pemeriksaan ini, dokter juga akan mendengar atau mengamati suara denyut jantung, paru-paru serta gerakan dari organ usus.

Kekuatan otot dari seorang pasien juga akan diperiksa, dimana pada umumnya dokter akan meminta seorang pasien untuk melakukan gerakan tertentu yang memiliki tujuan untuk mengecek kondisi otot maupun tulang dari seseorang.

Selain itu, kondisi kelamin seseorang juga masuk ke dalam tahapan ini, dimana untuk laki-laki, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap penis serta testis untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi, peradangan, kelainan, ataupun berbagai gangguan kesehatan lainnya. Ada pula untuk mengecek kondisi prostat dilakukannya tes colok dubur.

Selanjutnya, untuk perempuan, dokter akan melakukan pemeriksaan pada beberapa organ kewanitaan vital, di antara lain ovarium, vagina, vulva, servis, serta rahim yang dilakukan guna untuk melihat serta mendeteksi apakah adanya gangguan kesehatan atau penyakit yang berhubungan dengan beberapa organ intim tersebut.

Payudara pada pasien perempuan juga akan dicek guna mendeteksi kanker payudara sejak dini. Pada pemeriksaan fisik, dilakukan pula pemeriksaan pada area kelenjar getah bening untuk melihat ada atau tidaknya benjolan di area tersebut.

4. Pemeriksaan penunjang untuk memperkuat diagnosa

Prosedur pemeriksaan kesehatan yang keempat adalah pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk memperkuat diagnosa. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya pada pemeriksaan fisik, dokter akan mencatat berbagai kelainan yang ditemukan untuk dilakukannya tes lanjutan.

Pada umumnya, pemeriksaan penunjang dilakukan guna memastikan kecurigaan seorang dokter terhadap beberapa penyakit tertentu. Pemeriksaan penunjang sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, sebagai berikut.

  • Cek laboratorium yang dilakukan melalui pengambilan sampel darah, urin, maupun tinja. Hal ini bertujuan untuk melihat sel darah, gula darah beserta zat kimia yang ada pada organ dalam tubuh. Jika ditemukannya kelainan pada jumlah sel darah, urin, maupun tinja, maka seorang dokter dapat dengan mudah mendiagnosa seseorang dengan dukungan pemeriksaan fisik sebelumnya.
  • Pemeriksaan pencitraan yang dilakukan dengan cara foto rontgen maupun USG yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan melihat lebih jelas kondisi dari organ seseorang, seperti ginjal, rahim, paru-paru, hati, kandung kemih, prostat, maupun pankreas. Jika seorang dokter menemukan kecurigaan adanya tumor maupun kanker di bagian payudara, maka akan dilakukan juga USG payudara.
  • Pemeriksaan rekam jantung atau EKG yang memiliki tujuan untuk melihat kondisi organ jantung pada pasien. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menempelkan alat pada bagian tubuh seperti dada maupun lengan. Pada umumnya, pemeriksaan rekam jantung dilakukan dengan cara berbaring untuk melihat secara jelas ada atau tidaknya kelainan pada jantung seorang pasien.
  • Pap smear yang dilakukan pada pasien wanita yang sudah menikah atau melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan pap smear dilakukan dengan tujuan mendeteksi kanker serviks sejak dini. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin khususnya pada wanita berusia dibawah 30 tahun setiap 3 tahun sekali dan pada wanita berusia diatas 30 tahun setiap 5 tahun sekali.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Andrew