panduan sholat tarawih berjamaah di rumah – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Salah satu ibadah yang paling dinanti tentu saja adalah sholat tarawih.
Biasanya, kita melaksanakannya secara berjamaah di masjid. Namun, dalam kondisi tertentu, sholat tarawih berjamaah di rumah bersama keluarga juga bisa menjadi pilihan yang tak kalah khusyuk dan bermakna.
Lewat artikel ini, Grameds akan menemukan penjelasan lengkap dan praktis tentang tata cara pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di rumah, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga tips agar ibadah tetap terasa khidmat.
Daftar Isi
Keutamaan Sholat Tarawih
Di balik pelaksanaannya yang rutin, ada banyak keutamaan besar yang sayang sekali jika Grameds lewatkan.
Berikut beberapa keutamaan sholat tarawih yang perlu kamu ketahui:
1. Pahala Seperti Sholat Semalam
Salah satu keutamaan sholat tarawih adalah pahala yang begitu besar, bahkan disamakan seperti sholat semalam penuh.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, disebutkan bahwa siapa pun yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
2. Menghidupkan Malam Ramadhan
Sholat tarawih juga menjadi cara terbaik untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadan. Dibandingkan malam biasa, Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Dengan melaksanakan tarawih secara konsisten, Grameds sedang membiasakan diri untuk mengisi malam dengan ibadah.
3. Mendapatkan Ampunan Dosa
Keutamaan lainnya dari sholat tarawih adalah terbukanya pintu ampunan seluas-luasnya. Melalui tarawih yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk, Grameds berpeluang menghapus dosa-dosa masa lalu.
Hukum dan Anjuran Tarawih di Rumah
Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Ramadan. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun di rumah, baik sendiri maupun bersama keluarga.
Secara hukum, tarawih di rumah tetap sah dan tidak mengurangi nilai ibadahnya. Bahkan dalam kondisi tertentu, seperti adanya uzur atau kebutuhan khusus, melaksanakannya di rumah justru menjadi pilihan yang lebih bijak.
Pada masa Nabi Muhammad, sholat malam Ramadan pernah dilakukan secara berjamaah, lalu beliau tidak melanjutkannya secara rutin agar tidak memberatkan umatnya.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih
Umumnya, tarawih dikerjakan langsung setelah Isya secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Namun, jika ada keperluan tertentu, pelaksanaannya bisa diakhirkan selama masih berada di antara waktu Isya hingga sebelum adzan Subuh berkumandang.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih sebenarnya sudah ada sejak masa generasi awal Islam. Para ulama merujuk pada hadis dan praktik para sahabat sebagai dasar penetapan jumlah rakaat, sehingga keduanya sama-sama memiliki landasan syariat yang kuat.
Berikut dua pendapat yang paling masyhur di tengah masyarakat:
1. 8 Rakaat + 3 Witir
Pendapat 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir merujuk pada hadis riwayat Aisyah binti Abu Bakar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah menambah sholat malam di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari 11 rakaat.
Berdasarkan riwayat ini, sebagian ulama memahami bahwa jumlah tersebut mencakup 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.
2. 20 Rakaat + 3 Witir
Adapun pendapat 20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir merujuk pada praktik para sahabat di masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Dalam riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Baihaqi, Umar mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat.
Para sahabat pada masa itu menyepakati praktik tersebut dan tidak ada penolakan, sehingga oleh banyak ulama dipandang sebagai ijma’ sahabat.
Panduan Sholat Tarawih Berjamaah di Rumah
Setelah memahami hukum, waktu, dan jumlah rakaatnya, kini saatnya Grameds mengetahui tata cara pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di rumah.
Berikut panduan lengkapnya yang bisa Grameds ikuti langkah demi langkah:
1. Tentukan Imam dan Makmum
Langkah pertama, tentukan siapa yang akan menjadi imam dan siapa yang menjadi makmum. Imam sebaiknya adalah orang yang paling baik bacaan Al-Qur’annya dan paling memahami tata cara sholat.
Makmum berdiri di belakang imam, merapatkan dan meluruskan saf. Jika hanya dua orang, makmum berdiri di sebelah kanan imam.
2. Niat dalam Hati
Setiap sholat diawali dengan niat yang tertanam dalam hati. Niat tidak harus dilafalkan keras, tetapi boleh dibaca pelan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.
Bacaan Niat Sebagai imam:
Usholli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.
(Artinya: Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.)
Bacaan Niat Sebagai Makmum:
Usholli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
(Artinya: Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.)
3. Siapkan Tempat Sholat
Pastikan tempat sholat bersih dan suci dari najis. Gunakan sajadah atau alas yang nyaman agar ibadah lebih khusyuk. Lingkungan yang tenang juga membantu menjaga konsentrasi selama tarawih berlangsung.
4. Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan dan membaca “Allahu Akbar”. Setelah itu, Grameds wajib membaca doa iftitah sebelum melanjutkan ke bacaan berikutnya.
5. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah doa iftitah, imam membaca Surah Al-Fatihah yang wajib di setiap rakaat. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an sesuai kemampuan agar tetap khusyuk dan tidak memberatkan.
6. Rukuk
Setelah selesai membaca surat, lakukan rukuk dengan posisi punggung rata dan tangan memegang lutut. Bacalah tasbih rukuk sebagaimana biasa. Pastikan rukuk dilakukan dengan tuma’ninah, yaitu tenang sejenak dan tidak tergesa-gesa.
7. I’tidal
Bangkit dari rukuk sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah” bagi imam. Makmum menjawab dengan membaca “Rabbanaa lakal hamd”. Posisi berdiri harus tegak dan tenang sebelum melanjutkan ke sujud.
8. Sujud Pertama
Turun untuk sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan ujung kaki ke lantai. Bacalah tasbih sujud seperti dalam sholat pada umumnya. Lakukan sujud dengan penuh kerendahan hati.
9. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud pertama lalu duduk di antara dua sujud dengan posisi iftirasy. Bacalah doa:
Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini, wa ‘afini, wa‘fu ‘anni.
Bacalah doa ini dengan tenang untuk memohon ampunan, rahmat, kecukupan, dan petunjuk dari Allah SWT.
10. Sujud Kedua
Lakukan sujud kedua dengan tata cara yang sama seperti sujud pertama. Bacaan dan ketentuannya pun sama. Pastikan tetap menjaga tuma’ninah agar sholat sah dan sempurna.
11. Berdiri dan Kerjakan Rakaat Kedua
Bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua. Ulangi seluruh rangkaian seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua. Rakaat kedua dilakukan dengan urutan yang sama tanpa doa iftitah.
12. Tasyahud Akhir dan Salam
Pada akhir rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud akhir dan shalawat kepada Nabi Muhammad. Bacalah dengan khusyuk hingga selesai. Setelah itu, akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
13. Istighfar dan Membaca Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah salam, dianjurkan membaca istighfar sebanyak tiga kali. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa bersama.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah doa kamilin yang berisi permohonan agar ibadah Ramadhan diterima dan disempurnakan oleh Allah SWT.
14. Ulangi Rangkaian Hingga Mencapai Jumlah Rakaat yang Dituju
Ulangi rangkaian di atas hingga mencapai jumlah rakaat yang Grameds pilih, baik 8 maupun 20 rakaat. Pastikan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Jaga konsistensi dan kekhusyukan hingga selesai.
15. Sholat Witir
Setelah tarawih, tutup dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat sebagai penutup. Berikut adalah bacaan niatnya:
Usholli sunnatal witri tsalātsa rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.
Witir memiliki tiga rakaat, dan langkah-langkahnya sama seperti sholat tarawih. Namun, tasyahud akhir dan salam hanya dilakukan pada rakaat ketiga saja sebagai penutup.
16. Membaca Doa Setelah Witir
Setelah selesai witir, dianjurkan membaca doa dan dzikir. Grameds juga bisa membaca doa khusus setelah witir sesuai tuntunan yang diajarkan dalam syariat. Salah satu doa yang masyhur dibaca setelah witir adalah:
Allāhumma innā na‘ūdzu biridhāka min sakhathika, wa bimu‘āfātika min ‘uqūbatika, wa na‘ūdzu bika minka, lā nuhshī tsanā’an ‘alaika, anta kamā atsnaíta ‘alā nafsik.
Akhiri rangkaian ibadah malam itu dengan penuh rasa syukur. Semoga setiap rakaat yang dikerjakan menjadi ladang pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Sholat tarawih berjamaah di rumah bukan hanya soal mengganti lokasi ibadah, tetapi juga tentang menghadirkan suasana Ramadan yang hangat dan penuh makna di tengah keluarga.
Dengan memahami panduan sholat tarawih berjamaah di rumah, niat, hingga doa-doanya, kamu bisa menjalankan tarawih dengan lebih tenang, yakin, dan khusyuk tanpa rasa ragu.
Yuk, maksimalkan Ramadhan dengan tarawih bersama keluarga agar setiap malammu menjadi momen berharga yang penuh pahala dan kebersamaan!
Rekomendasi Buku tentang Ramadan & Puasa
1. Kontemplasi Ramadan
Ramadan bukan sekadar datang dan berlalu, melainkan momen untuk pulang, mengenal diri, dan memperdalam makna hidup. Lewat buku ini, kamu diajak menyelami sisi terdalam bulan suci: tentang cinta, kesabaran, hingga perjalanan spiritual yang sering kali terlewat di tengah rutinitas. Buku ini membuka cara pandang baru bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga latihan jiwa untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Siap menjadikan Ramadan kali ini lebih bermakna?
2. The Secret of Puasa
Buku ini mengupas segala hal tentang puasa sunah secara ringkas, padat, namun terperinci, sehingga pembaca bisa langsung memahami adab-adab (tata cara) berpuasa, syarat-syaratnya, hikmah puasa, hingga keutamaan puasa itu sendiri.
3. Puasa yang Benar dan Sehat
Puasa itu bukan cuma soal “menahan lapar sampai magrib”, kalau caranya benar, justru bisa jadi upgrade besar buat tubuhmu. Di buku ini, kamu diajak ngulik puasa dari sisi kesehatan dengan gaya yang ringan dan mudah dicerna. Mulai dari pola makan yang tepat, cara menjaga energi seharian, sampai manfaat tersembunyi yang bikin tubuh lebih fit dan seimbang.
Buku ini bakal bikin kamu sadar: puasa yang dilakukan dengan benar bukan bikin lemas, tapi justru bikin badan makin enak diajak kerja sama. Siap puasa tanpa drama, tapi tetap sehat dan bertenaga?
4. Kitab Puasa Imam Al-Ghazali & Syekh Izzahuddin bin Abdussalam
Puasa bukan cuma soal lapar dan haus, ada makna yang jauh lebih dalam di baliknya. Dalam Kitab Puasa Imam Al-Ghazali & Syekh Izzuddin bin Abdussalam, dua ulama besar ini mengajakmu memahami puasa dari sisi hukum sekaligus spiritual.
Ringkas tapi penuh makna, buku ini membuka cara baru melihat puasa: bukan sekadar kewajiban, tapi perjalanan untuk membersihkan diri dan mendekat pada Tuhan. Siap naik level dalam berpuasa?
- Ayat Al-Qur'an Tentang Surga Dan Neraka
- Aqidah
- Biografi Sunan Kalijaga
- Doa Membayar dan Menerima Zakat Fitrah
- Dakwah
- Nasab
- Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia dan Fotonya
- Pengertian Toleransi Dalam Islam
- Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam Lengkap
- Tokoh Ilmuwan Islam (Muslim)
- Rukun Jual Beli Dalam Islam dan Syaratnya
- Rekomendasi Cerita Anak Islami Untuk Menjadi Teladan Yang Baik
- Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
- Sejarah Kerajaan Islam di Sumatera
- Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia
- Sejarah Kerajaan Islam di Nusantara
- Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
- Kerajaan Islam Pertama di Indonesia
- Kerajaan Islam di Indonesia
- Sejarah Kerajaan Mataram Islam
- Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam
- Iqlab
- Sistem Ekonomi Islam
- Kisah Nabi Adam
- Zakat Fitrah dan Zakat Mal
- Iman Kepada Malaikat Allah
- Kisah 25 Nabi dan Rasul
- Musyarakah
- Nafsu
- Doa Kelahiran Anak
- Rukun haji, Pengertian Haji, dan Hukum Haji
- Doa Akhir Tahun Islam
- Doa Zakat Fitrah
- Doa Setelah Adzan
- marah Dalam Islam
- Sifat Mustahil Bagi Allah
- Sholat Jamak
- Sholat Isya
- Sholat Hajat
- Musyrik
- Niat Puasa Qadha Ramadhan
- Hukum Syara
- Hikmah Sholat
- Kumpulan Doa Sehari-Hari
- Manhaj
- Panduan Solat Tarawih Berjamaah
- Perbedaan Haji dan Umroh
- Peristiwa Turunnya Al-Qur'an
- Penyakit Ain
- Pengertian Isra Mi'raj
- Tugas Malaikat
- Hadist Tentang Menuntut Ilmu
- Sifat Jaiz Rasul
- Syirkah Inan
- Strategi Dakwah Wali Songo
- Strategi Dakwah Sunan Kalijaga
- Strategi Dakwah Sunan Ampel
- Fungsi Hadist
- Hadits Kebersihan
- Tarekat
- Zina





