Akuntansi Ekonomi

Laba Tertahan : Pengertian, Fungsi, dan Faktornya

Laba Tertahan – Para pebisnis pastinya sudah tak asing dengan istilah laba yang menjadi tujuan saat menjalankan usaha. Tidak semua laba akan masuk ke kantong pengusaha dan pemegang saham. Laba ada juga yang ditahan dengan berbagai alasan, misalnya untuk pengembangan bisnis.

https://www.jurnal.id/

Laba tertahan bisa ditemukan pada neraca perusahaan dan berada di bagian bawah ekuitas pemegang saham pada akhir tiap periode akuntansi. Hal tersebut dikarenakan laba tertahan masih menjadi laba yang dimiliki oleh pihak perusahaan, meski dengan tidak secara langsung.

Jadi, apa pengertian dari laba tertahan? Bagaimana karakteristik laba tertahan? Lalu apa kaitan laba tertahan dengan dividen? Bagaimana cara untuk menghitung laba tertahan?

Pengertian Laba Tertahan

https://www.jurnal.id/

Laba tertahan merupakan suatu bagian dari laba bersih yang tertahan serta tidak perusahaan bayarkan kepada investor dengan bentuk dividen yang tujuannya ialah sebagai dana untuk berjaga-jaga, tambahan modal cadangan, maupun keperluan investasi perusahaan. Laba tertahan, biasanya disebut juga sebagai retained earnings. Secara singkat, retained earnings bisa juga mempunyai arti sebagai sisa laba bersih yang sudah dikurangi dengan dividen. Dividen yakni distribusi keuntungan oleh bisnis kepada para pemegang saham yang sama aatu sebanding dengan kepemilikan saham mereka.

Keputusan laba tertahan ini dapat terjadi berdasarkan pada keputusan bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pembuatan keputusan dapat terjadi karena adaya berbagai faktor, yakni berdasarkan kondisi keuangan bisnis, strategi pemasarannya, serta persyaratan pendanaan operasionalnya untuk periode yang akan datang.

Pengaruh naik maupun turunnya profitabilitas juga terjadi karena berbagai faktor, misalnya perubahan pajak perusahaan, perubahan biaya penjualan, perubahan biaya produksi, perubahan biaya barang, perubahan laba bersih, perubahan jumlah dividen yang harus perusahaan bayarkan kepada para pemegang saham, serta perubahan biaya administrasi.

Fungsi Penahanan Laba

Penahanan laba bukan tanpa sebab dan tujuan. Ada urgensi tertentu yang membuat semua pemilik saham setuju untuk tidak perusahaan berikan hak dividen. Berikut ini adalah fungsi dan tujuannya:

1. Membantu pembayaran hutang perusahaan

Perusahaan dapat meningkatkan keuntungan dengan cara menahan laba dalam kurun waktu yang relatif lama apabila perusahaan mempunyai jumlah utang yang signifikan. Karena dengan memanfaatkan sisa dari keuntungan, akuntan perusahaan bisa melakukan pembayaran utang dengan tepat waktu. Selain itu, dalam melunasi utangnya, perusahaan tal akan mengganggu sumber dari pendanaan lain sehingga perusahaan dapat memastikan keamanan dana utamanya.

2. Untuk pembiayaan operasional perusahaan

Sebuah bisnis wajib mempunyai dana yang cukup untuk beroperasi, termasuk kas kecil dan kas besar. Perusahaan dapat menahan laba untuk membiayai operasi perusahaan. Perusahaan melakukan ini untuk memberikan kemungkinkan supaya perusahaan dapat dengan terus beroperasi dan memiliki harapan untuk terus berkembang.

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasiPerusahaan yang menahan laba untuk membiayai operasi dianggap lebih menguntungkan apabila dibandingkan dengan harus membagikan laba kepada para pemegang saham. Meski demikian, dalam melakukan penahanan laba ini diperlukan persetujuan dari para pemegang saham.

3. Sebagai modal cadangan

Keuntungan lain dari penahanan laba adalah bahwa dana dari laba memiliki fungsi untuk cadangan modal apabila bisnis mengalami kesulitan finansial. Penggunaan dana cadangan ialah untuk menambah dana sehingga bisnis bisa terus beroperasi dengan efektif tanpa harus meminjam uang dari pihak ketiga seperti bank.

4. Untuk pengembangan bisnis

Selain memiliki fungsi sebagai sumber dana cadangan saat keuangan perusahaan tengah mengalami kerugian. Fungsi dari penahanan laba ialah juga bisa untuk modal pengembangan bisnis. Pengembangan bisnis ini tak terbatas sekadar pada pembangunan, tetapi juga bisa meliputi penambahan sumber daya manusia untuk perusahaan.

5. Modal investasi perusahaan di masa depan

Tentu saja, pemilik bisnis menginginkan bisnis yang tak statis atau bahkan relatif menurun, tetapi menginginkan adanya pertumbuhan serta inovasi untuk bertahan dan berkembang. Keuntungan menahan laba lainnya ialah untuk memperluas bisnis maupun melakukan investasi.

Faktor-Faktor Dari Laba Tertahan

Ada beberapa faktor yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya keuntungan tertahan, antara lain ialah sebagai berikut:

1. Adanya perubahan manajemen perusahaan

Apabila manajemen atau kontrol perusahaan berubah, keuntungan yang ada umumnya akan dipertahankan. Manajemen baru melakukan perubahan dengan tujuan untuk memungkinkan mereka menyesuaikan serta menunjukkan kredibilitas kepada manajemen keuangannya.

2. Terdapat kesalahan dalam laporan keuangan periode sebelumnya

Faktor yang lain ialah terjadinya kesalahan dalam laporan keuangan pada periode sebelumnya. Perusahaan memperbaiki laporan keuangan untuk memperoleh validasi dan memperhitungkan nilai laporan laba tertahan dengan sesuai.

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi3. Adanya penyesuaian nilai rupiah dari periode sebelumnya

Penyesuaian nilai rupiah juga menjadi faktor yang berpengaruh dalam penentuan laba tertahan. Nilai tukar rupiah bisa berfluktuasi kapan saja serta bisa mempengaruhi hasil perhitungan laba perusahaan. Sehingga, akuntan mempunyai pilihan untuk mempertahankan keuntungan yang ada.

4. Adanya perubahan metode perhitungan

Faktor perubahan metode perhitungan memberikan kontribusi juga pada laba yang akan tertahan. Misalnya, apabila metode perhitungan sebelumnya selalu tiap bulan dan lalu beralih ke mingguan, itu akan membingungkan. Akuntan memiliki pilihan untuk akan menahan keuntungan modal yang ada karena data yang dimiliki bersifat ambigu.

5. Perubahan prinsip akuntansi dari periode sebelumnya

Mengubah prinsip akuntansi sejak periode sebelumnya juga dapat mempengaruhi nilai laporan penahan laba. Misalnya, saat periode berikutnya bisnis mulai mengadopsi akuntansi secara syariah, maka pembukuan beserta dengan hasil-hasilnya wajib untuk menerapkan hukum syariah.

Karakteristik Laba Tertahan

Karakteristik laba tertahan sesuai dengan definisnya, belum diperhitungkan untuk dibagi ke berbagai sektor yang memiliki hak untuk menerima dana seperti para investor atau pemegang saham. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang untuk penahanan laba antara lain:

1. Adanya kesalahan laporan keuangan pada periode sebelumnya

Laba bisa ditahan saat akuntan belum dapat memberi data valid. Untuk menghindari kecurangan dan kerugian dalam pembagian laba, pembagian akan dihentikan sampai laporan keuangan benar atau sesuai.

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi2. Perubahan metode perhitungan

Perubahahan metode perhitungan sering kali menjadi alasan dari laba tertahan. Misalnya, metode perhitungan sebelumnya selalu memberlakukan sistem bulanan lalu diubah menjadi harian.

3. Perubahan prinsip akuntansi dari periode sebelumnya

Perubahan prinsip akuntansi dari periode sebelumnya bisa mempengaruhi laba tertahan. Contohnya, perubahan dalam metode perhitungan, model laporan keuangan yang disusun serta skema akuntansi.

4. Adanya perubahan pemegang kendali manajemen perusahaan

Penahanan laba pada kasus ini dilakukan dengan guna untuk menjaga stabilitas kerja, menekan tindak kecurigaan, dan kecurangan. Hal ini dilakukan supaya manajemen baru dapat menyesuaikan diri dan menunjukan kredibilitas manajemennya untuk mengelola keuangan.

5. Adanya penyesuaian nilai rupiah dari periode sebelumnya

Nilai tukar rupiah dapat naik dan turun sewaktu-waktu. Apabila perubahan nilai tukar tersebut mempengaruhi hasil dari perhitungan laba perusahaan dengan signifikan, akuntan pada umumnya memutuskan menahan laba yang sudah ada.

Kaitan Laba Tertahan dengan Dividen

Laba tertahan mempunyai keterkaitan yang kuat dengan dividen. Dividen ialah hak yang dimiliki oleh para pemegang saham atas perolehan laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Laba tertahan yang sesungguhnya merupakan hak milik dari pemegang saham yang masih dipegang oleh perusahaan untuk keperluan ekspansi bisnis. Saat laba tertahan tersebut akhirya diputuskan untuk didistribusikan ke para pemegang saham, barulah hal tersebut dinamakan sebagai pembagian dividen.

Pembagian dividen berdasarkan pada jumlah lembar saham yang dimiliki oleh tiap-tiap pemegang saham. Kebijakan pembagian dividen ini berbeda dari waktu ke waktu menyesuaikan pada situasi dan kondisi dari perusahaan.

Apabila perusahaan melihat adanya prospek yang baik di masa depan, sebagian dari keuntungan yang diperoleh tersebut akan ditahan oleh perusahaan dalam bentuk laba tertahan dengan tujuan untuk menambah kebutuhan modalnya maupun untuk membiayai sebagian besar kebutuhannya sendiri.

Cara Menghitung dan Membuat Laporan Laba Tertahan

Menahan laba merupakan salah satu laporan keuangan yang penting bagi perusahaan serta memerlukan penyusunan secara rutin. Kemampuan bisnis untuk beroperasi dengan efektif serta mencapai tujuan bisnisnya sangat bergantung pada kualitas laporan ini.

Kita wajib menghitung berapa banyak laba yang ditahan oleh perusahaan, berikut cara serta langkah-langkah untuk menghitung laba :

Langkah 1: Menghitung laba kotor

Komponen menghitung laba yang pertama ialah laba kotor atau laba yang bisnis yang diperoleh dari penjualan, yakni dalam rumus laba sebagai berikut:

LABA KOTOR = ANGKA PENJUALAN – HARGA POKOK

Langkah 2: Menghitung laba operasional

Apabila Grameds telah memperoleh jumlah laba kotor, selanjutnya ialah menghitung laba operasional perusahaan dengan menggunakan rumus laba berikut ini:

LABA OPERASIONAL = LABA KOTOR – BIAYA OPERASIONAL

Langkah 3: Mengitung laba bersih sebelum pajak

Menghitung laba bersih sebelum pajak merupakan langkah yang selanjutnya untuk menentukan laba tertahan. Hal ini di hitung dengan melakukan pengurangan bunga, amortisasi, serta depresiasi dari laba operasi, berikut adalah rumus laba bersih.

LABA BERSIH SEBELUM PAJAK = LABA OPERASIONAL – (BUNGA+ AMORTISASI+DEPRESIASI)

Langkah 4: Menghitung laba bersih terkena pajak

Cara untuk menghitung laba bersih setelah pajak bisa Grameds gunakan rumus laba berikut:

LABA BERSIH SETELAH PAJAK = LABA BERSIH SEBELUM PAJAK – TARIF PAJAK

Langkah 5: Mengitung laba tertahan

Setelah Grameds mengetahui laba bersih perusahaan dalam suatu periode tertentu, Grameds bisa menghitung laba tertahan yang perusahaan bisa lakukan dengan menggunakan rumus berikut :

LABA TERTAHAN = LABA BERSIH SETELAH PAJAK – DIVIDEN

Contoh Laporan Laba tertahan (Retained Earning)

Dalam laporan retained earnings, ada 3 contoh yang bisa digunakan oleh perusahaan:

1. Contoh Laporan Laba tertahan Terpisah

Pada laporan ini, saldo awal laba tertahan dilaporkan lalu ditambahkan dengan laba bersih atau dikurangi dengan rugi bersih.

Kemudian, hasilnya dikurangi dengan dividen untuk memperoleh saldo akhir pada periode tersebut.

Contoh laporan laba tertahan terpisah  adalah sebagai berikut:

https://www.jurnal.id/

2. Contoh Laporan Laba tertahan Disaapabilan dengan Laporan Ekuitas Pemegang Saham

Setiap perubahan pada ekuitas para pemegang saham harus dilaporkan pada saat berlangsungnya periode tersebut.

Apabila perubahan hanya terjadi pada laba bersih, rugi bersih, maupun dividen, maka perusahaan cukup dengan membuat laporan retained earnings saja.

Meski demikian, apabila terjadi perubahan dalam saham dan akun modal disetor lainnya, maka perusahaan harus menyiapkannya dalam laporan ekuitas para pemegang saham

Di bawah ini merupakan contoh laba tertahan pada laporan ekuitas para pemegang saham.

3. Digabung dengan Laporan Laba Rugi

Selain kedua format sebelumya, laporan laba tertahan bisa digabungkan dengan laporan laba rugi.

Salah satu keuntungan untuk menggunakan format penyajian ini ialah bisa menekankan laba bersih sebagai perantara laporan laba rugi dengan bagian laba tertahan dari ekuitas pemegang saham.

Kesimpulan dari Laba Tertahan

Cara untuk memperhitungkan laba tertahan ini tentu saja berbeda pada tiap perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan jumlah deviden yang sudah disepakati oleh komisaris atau perbedaan jenis perusahaan. Saat seluruh perhitungan tersebut sudah dipenuhi, maka jumlah retained earnings yang tersisa dapat kembali ke perusahaan sebagai investasi untuk quartal berikutnya.

Meski demikian, bisa juga laba tertahan ini dialokasikan untuk hal yang lain menyesuaikan dengan kesepakatan dari para komisaris perusahaan. Retained earning juga memungkinkan mempunyai nilai minus karena perusahaan tersebut mengalami kerugian apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Karena kerugian lebih besar dari total keseluruhan, hal ini yang memungkinkan terjadinya minus pada total retained earnings.

Baca juga :



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien