Ekonomi

Pengertian Ekonomi Hijau: Awal Mula, Tujuan, Prinsip, dan Macamnya

Pengertian Ekonomi Hijau
Written by M. Hardi

Pengertian Ekonomi Hijau – Green Growth atau pertumbuhan ekonomi hijau merupakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dengan tidak mengesampingkan permasalahan lingkungan, mengedepankan pembangunan rendah karbon serta inklusif secara sosial.

Green economy sebagai kegiatan ekonomi yang dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembatasan sumber daya alam dan rendah karbon. Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan program Green Growth sebagai langkah mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim. Langkah ini meliputi bauran kebijakan baik secara substansi, kelembagaan maupun pembiayaan.

Salah satu bentuk dari langkah tersebut adalah tersubstitusinya aspek perubahan iklim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Sosial (RPJMN) 2020–2024. Adapun upaya yang ada di dalamnya, meliputi peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim serta penggunaan rendah karbon.

Melalui pertumbuhan ekonomi hijau, diharapkan sektor industri ekonomi dapat terintegrasi untuk mewujudkan penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, mencegah dan mengurangi polusi serta menciptakan peluang peningkatan kesejahteraan sosial dengan membangun ekonomi hijau (green economy).

Dengan begitu, pembangunan berkelanjutan semakin dapat diwujudkan berdasarkan pada pemahaman bahwa konflik antara ekonomi dan lingkungan dapat terekonsiliasi dengan baik.
Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan ekonomi hijau? Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pengertian ekonomi hijau hingga macam-macamnya. Jadi, simak ulasan ini sampai habis, Grameds.

Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Pixabay

Pertumbuhan ekonomi hijau adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan ramah lingkungan, serta inklusif secara sosial. Berbeda dengan model pembangunan konvensional yang mengandalkan praktik yang tidak berkelanjutan seperti pengurasan dan penghancuran sumber daya alam.

Pertumbuhan ekonomi hijau merupakan suatu gerakan terkoordinir yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, penurunan tingkat kemiskinan dan keterlibatan sosial yang didorong oleh pengembangan dan pemanfaatan sumber daya global secara berkelanjutan.

Menjadi hijau dan berkelanjutan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga membantu membuat bisnis lebih sukses dan menguntungkan. Gaya hidup hijau juga telah berkembang dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi konsep yang populer karena semakin banyak orang dan entitas mengakui adanya kebutuhan mendesak, serta juga berbagai manfaat dari praktik yang berkelanjutan.

Alasan utama munculnya konsep ekonomi hijau dan pertumbuhan hijau adalah gerakan menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dan komprehensif untuk menggabungkan faktor sosial dan lingkungan dalam proses ekonomi demi mencapai pembangunan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi hijau merupakan pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi terhadap penggunaan modal alam secara bertanggung jawab, mencegah dan mengurangi polusi dan menciptakan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial secara keseluruhan dengan membangun ekonomi hijau, dan akhirnya memungkinkan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Jadi, ekonomi hijau merupakan kegiatan ekonomi yang selain dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan akhir ekonomi juga diharapkan memberikan dampak tercapainya keadilan baik keadilan bagi masyarakat maupun lingkungan serta sumber daya alam itu sendiri.

Awal Mula Munculnya Konsep Ekonomi Hijau

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Pixabay

Pola hidup manusia modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan makhluk hidup lain. Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi dan konsumsi menyebabkan emisi gas rumah kaca semakin meningkat, sehingga menyebabkan berkurangnya area hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati.

Hal ini karena adanya konsep sumber milik bersama (common property resources) dapat digunakan untuk menjawab mengapa aktivitas ekonomi dapat mengarah kepada kerusakan lingkungan hidup. Berjuta–juta pemilik mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkan sumber milik bersama seperti samudera, udara, ikan di laut, tanah, air, hutan dan lain sebagainya.

Tidak ada satupun aturan yang membatasi pemanfaatan sumber milik bersama tersebut, maka terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya tersebut. Setiap pemanfaat, baik produsen maupun konsumen mungkin menggunakannya semaksimal mungkin dengan asumsi bahwa orang lain akan memanfaatkan sumber tersebut bila tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Berdasarkan kecamata ekonomi, penyalahgunaan pemanfaatan sumber milik bersama timbul karena tidak adanya mekanisme keseimbangan yang timbul secara sendiri yang dapat membatasi eksploitasi. Ketika sudah terjadi eksploitasi secara berlebihan tentu dapat menimbulkan berbagai masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan di tingkat global dan lokal.

Dengan demikian, diperlukan adanya gagasan “Green Economy” yang diharapkan menjadi jalan keluar untuk membuat para pelaku ekonomi dan juga pemanfaat atau konsumen menjadi lebih termotivasi untuk melakukan kegiatan yang ramah lingkungan. Jadi, ekonomi hijau pada gilirannya menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan ekonomi, keadilan sosial serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam.

Macam–Macam Konsep Green Economy (Ekonomi Hijau)

Istilah ekonomi hijau dimunculkan pertama kali dalam laporan Pemerintah Inggris yang dirancang oleh sekelompok ekonom lingkungan terkemuka dengan judul Untuk Ekonomi Hijau pada tahun 1989. Namun demikian, hingga saat ini masih belum ada definisi ekonomi hijau yang menjadi kesepakatan bersama secara internasional.

Berikut ini adalah berbagai definisi dan konsep ekonomi hijau dari Kumpulan Pemikiran Pengembangan Green Economy di Indonesia (Tahun 2010 – 2012).

UNEP (2011)

UNEP mendefinisikan bahwa ekonomi hijau sebagai sebuah sistem kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan distribusi, produksi dan konsumsi barang serta jasa yang memperoleh peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Namun, tanpa menyebabkan generasi mendatang menghadapi risiko lingkungan yang signifikan atau kelangkaan ekologis.

UNCTAD (2011)

UNCTAD menjelaskan bahwa ekonomi hijau sebagai sistem ekonomi yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan mengurangi ketimpangan melalui aktivisme yang tidak menyebabkan generasi mendatang menghadapi risiko lingkungan yang signifikan serta kelangkaan ekologis.

UNCSD (2011)

UNCSD menjelaskan ekonomi hijau sebagai lensa yang fokus dalam menangkap peluang untuk meningkatkan tujuan ekonomi juga lingkungan secara bersamaan.

Koalisi Ekonomi Hijau (2011)

Koalisi Ekonomi Hijau mengungkapkan bahwa ekonomi hijau sebagai ekonomi tangguh yang dapat memberikan kualitas hidup lebih baik. Namun dalam prosesnya, perlu adanya pembatasan daya dukung ekologi bumi.

International Chamber of Commerce (2011)

International Chamber of Commerce berpendapat bahwa ekonomi hijau tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan yang saling bekerja sama. Melalui sistem ekonomi hijau, keduanya juga dapat saling memperkuat guna mendukung kemajuan dalam pembangunan sosial.

Danish 92 Group (2012)

Bahwa ekonomi hijau bukan sebuah kondisi, melainkan proses transformasi dan kemajuan dinamis yang berkelanjutan. Menurutnya, ekonomi hijau menghasilkan kesejahteraan manusia serta akses terhadap kesempatan yang adil bagi semua orang. Dalam proses tersebut, integritas lingkungan dan ekonomi juga perlu dijaga agar sesuai dengan kemampuan daya dukung bumi yang terbatas.

Government of South Africa (2012)

Hal ini menurutnya bahwa ekonomi hijau semestinya dapat memberikan titik masuk untuk memperluas basis pemberdayaan bagi ekonomi kulit hitam serta penanganan kebutuhan perempuan juga pengusaha muda. Di samping itu, konsep ekonomi hijau juga tetap dapat menawarkan peluang bagi perusahaan pada aktivitisme sosial ekonomi.

Pemerintah Indonesia (2010)

Ekonomi hijau sebagai paradigma pembangunan yang berpusat pada pendekatan efisiensi sumber daya dengan penekanan kuat pada internalisasi biaya dari penipisan sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Selain itu, ekonomi hijau adalah sistem upaya untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja yang layak serta menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

https://www.gramedia.com/products/ekonomi-hijau-edisi-revisi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Tujuan Khusus Ekonomi Hijau

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Kompas.com

Dalam pelaksanaannya, ekonomi hijau juga memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan khusus ekonomi hijau sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kewaspadaan dari urgensi untuk beralih dari bahan bakar fosil di dalam sistem energi Indonesia.
  2. Mengoptimalkan penerapan efisiensi energi yang mengarah pada sistem dekarbonisasi energi Indonesia.
  3. Memperkuat kebijakan mitigasi perubahan iklim dalam negeri.
  4. Meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat dengan tetap memperhatikan risiko kerusakan lingkungan akibat dari kegiatan ekonomi tersebut.
  5. Mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
  6. Menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada aspek lingkungan dan ekosistem.
  7. Memberikan sanksi terhadap pelaku aktivitas–aktivitas ekonomi yang membahayakan dan berpotensi merusak lingkungan.
  8. Mendorong pelaku usaha untuk memproduksi barang, melakukan aktivitas perdagangan dan konsumennya pun akan mengkonsumsi hal–hal yang ramah lingkungan atau produk barang dan jasa yang lebih ramah lingkungan.

Prinsip–Prinsip dasar Ekonomi Hijau

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Pixabay

Prinsip utama dari ekonomi hijau adalah mampu memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan setiap generasi di masa yang akan datang. Nah, selain itu, ada beberapa prinsip lain dalam ekonomi hijau, prinsip tersebut yaitu :

1. Prinsip Berkelanjutan

Ekonomi hijau adalah sarana untuk mewujudkan ekonomi keberlanjutan.

2. Prinsip Kesejahteraan

Ekonomi hijau memungkinkan semua orang untuk mewujudkan dan menikmati kesejahteraan.

3. Prinsip Keadilan

Ekonomi hijau mempromosikan kesetaraan di intra dan antar generasi atau mendukung pemerataan sosial dan ekonomi.

4. Prinsip Martabat

Ekonomi hijau menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

5. Prinsip Alam Sehat

Ekonomi hijau memulihkan keanekaragaman hayati yang hilang, berinvestasi dalam sistem alam dan merehabilitasi hutan yang telah mengalami degradasi.

6. Prinsip Batas Planet

Ekonomi hijau menjaga, merestorasi dan berinvestasi pada alam.

7. Prinsip Inklusi

Ekonomi hijau bersifat inklusif dan partisipatif dalam pengambilan keputusan.

8. Prinsip Tata Kelola dan Akuntabilitas yang Baik

Ekonomi hijau harus bisa dipertanggungjawabkan.

9. Prinsip Ketahanan

Ekonomi hijau berkontribusi pada ketahanan ekonomi, sosial dan lingkungan.

10. Prinsip Efisiensi dan Kecukupan

Ekonomi hijau diarahkan untuk mendukung aktivitas produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

11. Prinsip Generasi

Ekonomi hijau berinvestasi untuk masa sekarang dan masa depan.

12. Prinsip Kesejahteraan

Ekonomi hijau mendorong semua orang mampu menikmati kesejahteraan dan kemakmuran.

13. Prinsip Pemerintah yang Baik

Ekonomi hijau dipandu oleh institusi – institusi yang tahan banting, terintegrasi dan bertanggung jawab.

Contoh Praktik Ekonomi Hijau

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Kompas.com

Transisi menuju sistem ekonomi hijau tentu membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Meski begitu, beberapa negara dapat dijadikan teladan atas komitmen mereka dalam menerapkan konsep “pembangunan hijau” atau strategi ekonomi yang rendah karbon.

Bahkan, tidak sedikit kisah sukses program–program berskala besar yang mampu meningkatkan pertumbuhan atau produktivitas dengan cara berkelanjutan.
Berikut ini adalah contoh praktik ekonomi hijau yang ada di beberapa negara:

  1. Korea selatan, mengadopsi strategi nasional dan rencana jangka panjang untuk pertumbuhan hijau dalam periode 2009–2013. Selain itu, Korsel mengalokasikan 2% dari GDP mereka untuk investasi di sektor–sektor hijau seperti energi terbarukan. Pemerintah Korea juga meluncurkan program Global Green Growth Institute (GGGI) untuk membantu negara lain terutama negara berkembang mengembangkan strategi pembangunan hijau mereka.
  2. Cina, menjadi negara yang paling berinvestasi di energi terbarukan. Hal ini dapat dilihat dari kapasitas tenaga angina yang sudah terpasang di Cina meningkat sebanyak 64% di tahun 2010. Selain itu Cina juga menjadi satu–satunya negara dengan kapasitas tenaga surya terbesar di dunia, yaitu sebanyak 130 gigawatt. Agensi Energi Internasional (IEA) bahkan menyatakan bahwa Cina mencapai target 2020 nya untuk menambah kapasitas energi surya tiga tahun lebih awal.

Selain contoh di luar negeri ada beberapa contoh lain, seperti :

  • Pengurangan emisi gas buang Co2
  • Penanggulangan efek rumah kaca, seperti dilakukannya upaya penurunan level karbondioksida dan polusi.
  • Peningkatan investasi publik atau privat di sektor hijau, sehingga lapangan kerja yang tersedia menerapkan prinsip–prinsip ekonomi hijau.
  • Penurunan penggunaan energi atau sumber daya unit produksi.
  • Program penghijauan.
  • Peningkatan GDP (Gross Domestic Product) dari sector hijau.
  • Penurunan konsumsi yang banyak menghasilkan limbah.

Peran Individu dalam Berpartisipasi Mendukung Ekonomi Hijau

Dalam melaksanakan ekonomi hijau, tidak bisa dilepaskan dari peran setiap individu. Berikut ini adalah peran individu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

  1. Mematikan saluran yang tersambung listrik saat tidak diperlukan.
  2. Gunakan kembali peralatan makan serta tas belanja terbuat dari bahan selain plastic.
  3. Menghemat air.
  4. Mengurangi emisi karbon dengan kurangi terbang, alternatif yang bisa digunakan menggunakan handphone atau web conference.
  5. Hindari atau sebisa mungkin meminimalisir penggunaan kertas.
  6. Bepergian dengan bijak menggunakan transportasi umum.
  7. Daur ulang dengan memisahkan sampah sesuai kategori.
  8. Mendukung produk lokal organic yang ramah lingkungan.
  9. Menyebarluaskan cara berpartisipasi dalam mendukung Ekonomi Hijau agar mempunyai gaya hidup berkelanjutan.

Alasan Ekonomi Hijau Bisa Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Pengertian Ekonomi Hijau

Sumber: Kompas.com

Konsep ekonomi hijau melengkapi dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Ekonomi hijau menjadi salah satu alat penting yang tersedia untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Konsep ekonomi ini dapat memberikan pilihan untuk para pemangku kebijakan dalam membuat peraturan Perundang–Undangan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Namun, tetap tidak boleh menjadi serangkaian peraturan yang kaku.

Peran ekonomi hijau (green economy) bukan suatu hal yang berbeda dengan pembangunan berkelanjutan, namun keberadaannya berfungsi sebagai motor utama pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Dalam sistem perekonomian, tentu unsur yang paling penting adalah adanya penanaman modal (investment). Apabila ditarik menjadi konsep ekonomi hijau, maka unsur ini menjadi penanaman modal yang berwawasan lingkungan (green investment).

Kehadiran konsep ekonomi hijau bukan menjadi pengganti pembangunan berkelanjutan, melainkan penegasan bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai dengan memastikan manusia hidup dalam model ekonomi yang tepat dan berwawasan lingkungan. Model ekonomi yang dimaksud sebagai ekonomi yang tumbuh dengan berlandaskan pada keadilan sosial dan keadilan ekologis, artinya tidak menimbulkan degradasi kualitas lingkungan.

Transisi ekonomi konvensional menjadi ekonomi hijau bertujuan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi sejalan dengan meningkatnya kualitas lingkungan dan inklusivitas sosial masyarakat.

https://www.gramedia.com/products/emas-hijau-di-sumatera-selatan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Penutup

Nah itulah penjelasan mengenai konsep ekonomi hijau yang sangat baik untuk diterapkan agar bumi menjadi tempat tinggal bagi makhluk hidup tetap stabil. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia secara merata dan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Semoga artikel ini menginspirasimu ya!

Jika Grameds masih bingung, masih membutuhkan referensi terkait tentang pengertian, tujuan dan prinsip ekonomi hijau secara lengkap kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di Gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Rosyda Nur Fauziyah

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien