Ekonomi

Pengertian, Tujuan, Jenis dan Dampak Devaluasi

Written by Nandy

Dampak Devaluasi – Ketika kita bicara  tentang perekonomian suatu negara, maka pastinya tidak bisa dilepaskan dari yang namanya devaluasi. Bagi sebagian orang mungkin saja sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan devaluasi, tetapi bagi kalian yang belum mengetahuinya bisa simak artikel ini, Graemds.

Di artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang devaluasi, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dampak-dampak, hingga penyebab terjadinya devaluasi. Nah, tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak pengertian dari devaluasi dulu, Grameds.

Pengertian Devaluasi

pixabay

Devaluasi dapat dikatakan sebagai penurunan dari nilai mata uang dari suatu negara oleh pemerintahan yang bersangkutan terhadap nilai mata uang dari negara lain. Devaluasi ini sendiri bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi dari suatu negara. Maka dari itu, devaluasi bisa saja terjadi karena adanya kebijakan moneter dalam menetapkan suatu kurs terhadap mata uang negara lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), devaluasi adalah penurunan nilai uang dilakukan dengan sengaja terhadap uang luar negeri atau terhadap emas (misalnya untuk memperbaiki perekonomian).

Jadi, dapat dikatakan bahwa sebenarnya devaluasi merupakan hal yang bisa saja terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi suatu negara untuk menjaga perekonomian negaranya dengan optimal.

Tujuan Devaluasi

Nah, setelah membahas tentang pengertian devaluasi, maka pada pembahasan selanjutnya adalah tujuan devaluasi. Berikut ini beberapa tujuan devaluasi yang perlu kamu ketahui.

  1. Menjaga kestabilan nilai mata uang dalam negeri.
  2. Membuat nilai ekspor dan impor terhadap devisa negara.
  3. Membantu untuk meningkatkan ekspor dan pemakaian produksi yang ada di dalam negeri.
  4. Membantu untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran serta neraca perdagangan.

Jenis – Jenis Devaluasi 

pixabay

Jika kita membahas tentang devaluasi, rasanya kurang lengkap kalau tak membahas jenis-jenisnya. Nah, di poin ini, kita akan bahas lebih lanjut tentang jenis-jenis devaluasi, jadi tetap simak artikel ini sampai selesai, Grameds.

1. Devaluasi halus 

Devaluasi halus adalah jenis devaluasi yang memiliki dampak berupa 5 persen per tahun. Jenis devaluasi ini bisa dibilang tidak memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu negara. Hal ini karena nilainya yang tidak lebih dari fluktuasi nilai tukar rata-rata.

2. Devaluasi sedang 

Devaluasi sedang adalah jenis devaluasi yang memiliki dampak terhadap depresiasi kurang lebih sekitar 5-15 persen per tahun.

3. Devaluasi cepat 

Devaluasi cepat adalah jenis devaluasi yang berdampak pada depresiasi sekitar 15-25 persen per tahunnya. Terjadinya devaluasi ini, bisa mempengaruhi ekspor. Meski begitu, konsumen domestik mulai merasakan beberapa peningkatan nilai impor yang cukup signifikan.

4. Devaluasi terus menerus

Devaluasi terus menerus adalah jenis devaluasi yang berdampak terhadap depresiasi lebih dari 25 persen. Jika devaluasi ini terjadi, maka bisa menjadi pertanda bahwa kondisi ekonomi suatu negara sedang krisis.

Dampak-Dampak Devaluasi 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau kita akan membahas tentang dampak-dampak devaluasi. Berikut ini, beberapa dampak devaluasi yang perlu kamu ketahui.

1. Berkurangnya jumlah barang impor

Dampak pada devaluasi yang pertama adalah bisa mengurangi jumlah barang impor. Dengan barang impor yang berkurang, maka bisa mengubah cara pikir masyarakat dari suatu negara bahwa barang-barang lokal memiliki kualitas yang sama baiknya dengan barang impor.

Dengan begitu, pendapatan perkapita suatu negara diharapkan bisa terus mengalami peningkatkan.

2. Kenaikan jumlah barang ekspor

Dampak selanjutnya dari devaluasi adalah adanya kenaikan terhadap jumlah barang ekspor. Dengan adanya peningkatan terhadap kegiatan ekspor ini, maka peredaran mata uang di negara asing akan menjadi lebih baik, sehingga ekonomi suatu negara pun menjadi lebih baik.

3. Devisa negara meningkat

Dampak devaluasi yang ketiga adalah terjadinya peningkatan terhadap devisa negara. Hal ini dapat terjadi karena jumlah ekspor lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah impor.

Devisa negara ini biasanya digunakan untuk melakukan pengembangan terhadap perusahaan, sehingga tingkat pengangguran bisa diatasi.

4. Produk lokal bisa bersaing di luar negeri

Dampak devaluasi berikutnya adalah produk produk lokal bisa bersaing di luar negeri. Hal ini dapat terjadi karena terjadinya devaluasi akan meningkatkan jumlah ekspor. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa kegiatan ekspor bisa meningkatkan pendapatan para pemilik usaha.

Selain itu, adanya harga produk lokal yang dianggap lebih murah oleh kebanyakan masyarakat, maka bisa mengubah keinginan masyarakat dalam negeri untuk membeli barang-barang lokal. Bahkan, dengan terjadinya devaluasi, maka perusahaan dalam negeri yang beroperasi di luar negeri akan berusaha menurunkan harga produknya.

5. Adanya perubahan metode produksi

Dampak devaluasi berikutnya adalah adanya perubahan metode produksi. Dengan kata lain, perusahaan dalam negeri akan mengubah metode produksinya. Hal ini memang perlu dilakukan untuk menambah pekerja. Dengan begitu, angka pengangguran bisa mengalami penurunan dengan optimal.

6. Terjadinya keseimbangan pada neraca pembayaran

Devaluasi dapat digunakan untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Nilai mata uang dalam negeri yang terlalu tinggi menyebabkan jumlah barang ekspor mengalami kenaikan dan jumlah barang impor menurun. Dari kejadian ini menyebabkan defisit neraca perdagangan dan pada akhirnya membuat defisit neraca pembayaran.

Dampak Devaluasi Terhadap Perusahaan dan Ekonomi Masyarakat dan Negara 

Selain itu, ada juga dampak devaluasi terhadap perekonomian antara lain :

Meningkatnya kesempatan kerja

Adanya devaluasi dalam negeri menjadikan mata uang domestik mempunyai nilai yang lebih rendah dari mata uang asing. Sehingga barang-arang domestik yang diekspor juga dirasa mempunyai harga yang lebih murah. Maka permintaan dari luar negeri juga akan naik. para produsen harus memenuhi pasar internasional dan mendorong untuk menambah tenaga kerja agar bisa membuat barang sesuai dengan pesanan.

Selain itu, dampak devaluasi mengakibatkan harga dari barang-barang impor terasa lebih mahal dan membuat barang impor mengalami penurunan.

Peningkatan produksi output

Devaluasi mendorong peningkatan produksi barang ekspor dan mengurangi impor di dalam negeri. Peningkatan produksi akan terjadi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan kata lain, peningkatan produk output akan terus mengalami peningkatan.

Selain itu, adanya devaluasi ini bisa juga membuka lahan-lahan perkebunan yang baru atau melakukan penerimaan replanting. Bahkan, devaluasi juga bisa membuka proyek-proyek baru yang ada di daerah industri.

Penyebab dari Devaluasi

Di samping mempunyai tujuan tertentu, devaluasi juga dilakukan karena ada sebab-sebab tertentu. Berikut ini penyebab devaluasi yang sering terjadi, yaitu :

  • Adanya peningkatan pengangguran

Penyebab utama devaluasi mata uang yang tidak asing lagi bagi grameds adalah masalah pengangguran seperti yang terjadi di Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang menganggur, maka semakin besar juga peluang terjadinya devaluasi. Hal ini dapat terjadi karena, transaksi jual beli akan berkurang dikarenakan banyak orang yang tidak memiliki pendapatan.

  • Kualitas produk lokal yang lebih baik

Penyebab terjadinya devaluasi berikutnya adalah kualitas dari produk lokal yang lebih baik. Terjadinya hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi yang terus mengalami kemajuan.

Devaluasi sebagai kejadian yang berkaitan dengan ekspor dan impor. Jadi, saat terjadi devaluasi, jumlah impor barang tinggi dan membuat barang yang ekspor ke luar negeri hanya sedikit.

  • Defisit perdagangan internasional

Tujuan dari pemerintah mengambil kebijakan devaluasi merupakan suatu cara untuk mengatasi defisit terhadap perdagangan internasional. Hal ini karena impor barang lebih besar daripada ekspor. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa dilakukannya devaluasi diharapkan bisa membuat neraca perdagangan menjadi lebih stabil.

  • Ekspor yang lesu

Penyebab devaluasi selanjutnya adalah ekspor yang lesu. Dengan semakin sedikitnya ekspor, maka mata uang suatu negara akan mengalami penurunan. Namun, dengan melakukan devaluasi, maka harga-harga barang atau produk ekspor akan menjadi lebih murah di mata uang negara asing.

 

  • Impor yang tinggi

Selain disebabkan karena ekspor yang mulai mengalami pelemahan, devaluasi bisa juga disebabkan karena adanya impor yang tinggi. Dengan adanya kegiatan impor yang tinggi, maka bisa meningkatkan defisit yang tinggi juga.

Namun, dengan membuat kebijakan devaluasi, maka akan membuat masyarakat lokal beranggapan kalau harga barang-barang impor ini lebih mahal bila dibandingkan dengan barang-barang lokal.

  • Biaya utang terlalu tinggi

Penyebab devaluasi selanjutnya adalah biaya utang yang terlalu banyak. Jika suatu pemerintahan memiliki utang yang terlalu banyak, maka bisa mengurangi nilai dari mata uang negara tersebut. Terlebih lagi, bunga dari utang pemerintahan akan terus bertambah.

Riwayat Devaluasi di Indonesia 

Devaluasi di Indonesia telah dilakukan sebanyak empat kali. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  • Devaluasi Tahun 1971

Pada tanggal 23 Agustus 1971, pemerintah melakukan devaluasi pertama kali dan menaikkan harga Dolar As dari Rp. 378 menjadi Rp. 415. Pada masa itu, harga mata uang Dolar AS, bertahan paling lama di pemerintahan orde baru. Hal ini terjadi sampai pada tanggal 15 November 1978.

  • Devaluasi tahun 1978

Devaluasi tanggal 15 November 1978 bertujuan untuk mendorong sektor ekspor di Indonesia. Saat itu, pemerintah tidak lagi mematok harga Dolar As pada tingkat tertentu, namun membiarkannya hingga mengambang terkendali atau disebut managed floating exchange rate.

Dikutip dalam buku Pengantar Keuangan Internasional, pada sistem kurs mengambang terkendali ini nilai rupiah diambangkan terhadap sekeranjang mata uang (basket currencies) negara-negara mitra dagang utama Indonesia.

Di masa itu, Bank Indonesia telah membuat kebijakan untuk menentukan kurs indikasi dan juga membiarkan kurs bergerak di pasar dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan. Oleh sebab itu, adanya penerapan tersebut menghasilkan nilai tukar Rupiah yang terus mengalami pelemahan.

  • Devaluasi tahun 1983

Devaluasi yang terjadi di Indonesia selanjutnya pada tahun 1983 atau lebih tepatnya pada tanggal 30 Maret 1983. Pada masa itu, program ekspor non migas mulai digalakkan, tetapi tetap saja depresiasi tetap terjadi terhadap Rupiah.

  • Devaluasi Tahun 1986

Devaluasi yang terjadi di Indonesia adalah pada tahun 1986. Di masa itu, pemerintah Indonesia sudah membuat kebijakan devaluasi sebanyak empat kali. Bahkan, hingga tahun 1983, mata uang Rupiah terus mengalami depresiasi hingga 124 persen.

Oleh sebab itu, supaya Rupiah tidak terus mengalami depresiasi, maka pemerintah Indonesia mulai menggunakan sistem kurs mengembang bebas atau free floating rate.

Mengapa Pemerintah Melakukan Devaluasi?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau tindakan devaluasi ini dilakukan untuk melemahkan mata uang negara sendiri agar bisa memperoleh keuntungan lebih baik. Selain itu, tujuan pemerintah melakukan devaluasi adalah untuk menjaga kestabilan ekonomi negara secara nasional.

Jadi, dapat dikatakan bahwa dengan menurunkan nilai mata uang dalam negeri, maka sebenarnya pemerintah sedang berusaha untuk mendorong berbagai macam aktivitas ekspor dan impor. Dengan kata lain, akan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki posisi balance of payment (BOP) dan balance of trade (BOT) agar menjadi equilibrium (setara/ seimbang) atau setidaknya mendekati equilibrium. Tercapainya kestabilan BOP, maka nilai valuta asing diharapkan bisa menjadi lebih stabil.

Ketika nilai mata uang asing naik, harga barang impor menjadi lebih mahal dibandingkan barang produksi dalam negeri. Harapannya adalah penggunaan produksi dalam negeri juga meningkat karena masyarakat cenderung memilih barang yang harganya lebih terjangkau. Namun ketika hal ini terjadi ada juga dampak negatifnya, ya grameds.

Perbedaan Devaluasi dan Sanering

Devaluasi serupa dengan sanering. Namun, terdapat beberapa perbedaan di mana sanering merupakan pemotongan nilai untuk mata uang dalam negeri. Sementera itu, devaluasi bisa dibilang sebagai turunya nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara asing.

Jika bicara tentang kebijakan sanering, maka bisa dibilang kebijakan ini diikuti dengan adanya aktivitas penarikan uang yang masih berlaku dan kemudian menggantinya dengan uang yang baru. Sanering ini dijalankan oleh bank sentral ketika negara sedang terjadi hiperinflasi. Sedangkan devaluasi bertujuan untuk memperbaiki neraca perdagangan dan pembayaran.

Berdasarkan Buku Siswa Ekonomi Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, devaluasi mengakibatkan harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih murah jika dibeli dengan mata uang asing, sehingga mampu bersaing dengan barang-barang luar negeri dan meningkatkan jumlah ekspor. Dengan kegiatan ekspor yang semakin meningkat, maka bisa memberikan dampak baik terhadap neraca pembayaran dan neraca perdagangan.

Jika grameds mempunyai bisnis ekspor, adanya devaluasi akan berdampak pada bisnis yang sedang dijalankan. Meningkatnya demand pasar internasional akan membuat bisnismu bekerja lebih efektif dan efisien. Pengelolaan keuangan pada sebuah bisnis juga harus benar dan tepat, agar pengelolaan keuangan bisnismu lebih mudah, tepat dan efisien ya grameds.

Jika Grameds masih bingung, dan membutuhkan referensi terkait tentang dampak dari devaluasi secara lengkap kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan juga bermanfaat untuk kamu ya.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Rosyda Nur Fauziyah

 

Sumber:

  • https://katadata.co.id/agung/berita/624d626d1ef80/memahami-devaluasi-pengertian-dan-sejarah-penerapannya-di-indonesia
  • https://money.kompas.com/read/2021/08/05/163000826/devaluasi-pengertian-jenis-dan-penyebabnya?page=all
  • https://www.rumah.com/panduan-properti/devaluasi-adalah-71898
  • https://finance.detik.com/solusiukm/d-6358122/mengenal-pengertian-devaluasi-penyebab-jenis-dan-contohnya
  • https://majoo.id/solusi/detail/devaluasi-adalah
  • https://www.bing.com/ck/a?!&&p=53b76c1a50d1922eJmltdHM9MTY3MTMyMTYwMCZpZ3VpZD0zMmFkN2I0ZS1hZGNiLTY4OTQtMzI5Ni02OTMwYWM1MjY5MTYmaW5zaWQ9NTE3Nw&ptn=3&hsh=3&fclid=32ad7b4e-adcb-6894-3296-6930ac526916&psq=%22Devaluasi+adalah+penurunan+nilai+mata+uang+suatu+negara+oleh+pemerintah+yang+bersangkutan+terhadap+mata+uang+negara+lain.%22&u=a1aHR0cHM6Ly93d3cucnVtYWguY29tL3BhbmR1YW4tcHJvcGVydGkvZGV2YWx1YXNpLWFkYWxhaC03MTg5OA&ntb=1
  • https://finance.detik.com/solusiukm/d-6358122/mengenal-pengertian-devaluasi-penyebab-jenis-dan-contohnya/
  • https://paperplane-tm.site/mengenal-pengertian-devaluasi-penyebab-jenis-dan-contohnya-182315.html
  • https://www.coursehero.com/file/117720470/TUGAS-3-PE-MAKROdoc/
  • https://www.coursehero.com/file/73306088/Tugas-3-Pengantar-Ekonomi-Makro-ADY-PURWANTO-041108668docx/
  • https://www.coursehero.com/file/120887238/Tugas-Tutorial-3-makro-yennawatipdf/
  • https://finata.id/pengertian-devaluasi/
  • https://www.modalrakyat.id/blog/devaluasi-mata-uang
  • https://lifepal.co.id/media/devaluasi/


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien