Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya

pertumbuhan ekonomi
Written by Ahmad

Gramedia Best Seller – Pertumbuhan ekonomi suatu negara berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyatnya yang turut menjadi tolak ukur apakah suatu negara berada dalam kondisi perekonomian yang baik atau tidak.

Simon Kuznets sendiri menyatakan pertumbuhan ekonomi sebagai keadaan dimana suatu negara mampu meningkatkan hasil produksinya berdasarkan kemajuan teknologi yang diiringi juga dengan penyesuaian ideologi yang ia miliki. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai Teori Pertumbuhan Ekonomi, Mulai dari Pengertian, Ciri-Ciri, Faktor hingga ke Langkah Pengukurannya:

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya 1Pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan nilai serta jumlah produksi barang dan jasa yang dihitung suatu negara dalam suatu kurun waktu tertentu berdasarkan kepada beberapa indikator misalnya saja naiknya pendapatan nasional, pendapatan perkapita, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari jumlah pengangguran, serta berkurangnya tingkat kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai proses perubahan yang secara berkesinambungan menuju kondisi yang lebih baik dalam kondisi perekonomian suatu negara. Ekonomi suatu negara sendiri dapat dikatakan bertumbuh jika kegiatan ekonomi masyarakatnya berdampak langsung kepada kenaikan produksi barang dan jasanya.

Dengan mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, pemerintah kemudian dapat membuat perencanaan mengenai penerimaan negara dan pembangunan kedepannya. Sementara bagi para pelaku sektor usaha, tingkat pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan sebagai dasar dalam membuat rencana pengembangan produk serta sumber dayanya.

Dalam mengantisipasi pertumbuhan ekonomi, kamu harus dapat memiliki pendekatan yang baik dan hal tersebut dapat dipelajari dalam buku Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi oleh DR. Apridar, SE., M.SI.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya 2

beli sekarang

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Dalam perkembangannya hingga saat ini terdapat berbagai teori pertumbuhan ekonomi. Teori ini sendiri banyak muncul untuk menjelaskan siklus pertumbuhan sekaligus faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap suatu peningkatan perekonomian nasional oleh para ahli. Di antara banyaknya teori yang bermunculan berikut ini beberapa diantaranya:

1. Teori Neoklasik

Teori Neoklasik atau dikenal juga sebagai model pertumbuhan ekonomi Solow-Swan sebab mulanya diperkenalkan Adam Smith, kemudian dikemukakan Kembali oleh Robert Solow dan T. W. Swan. Teori ini menyatakan terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya modal, tenaga kerja, dan perkembangan teknologi.

Teori ini juga meyakini bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja dapat meningkatkan pendapatan per kapita. Namun, tanpa adanya teknologi modern yang berkembang, peningkatan tersebut tidak akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

2. Teori Klasik

Teori Klasik telah berkembang mulai dari abad ke-18 Pencetusnya adalah tokoh terkemuka bernama Adam Smith yang menyatakan bahwa perekonomian penduduk dalam suatu negara akan meraih titik tertingginya saat menggunakan sistem liberal yang terdiri dari dua unsur utama yaitu pertumbuhan penduduk dan outputnya.

Konsep ini kemudian disanggah oleh David Ricardo yang menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk tidak memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebaliknya, hanya akan membuat tenaga kerja produktif bertambah sehingga berdampak pula pada turunnya upah pekerja.

Teori ekonomi klasik lahir sebagai tonggak pertama daam pemikiran ilmu ekonomi yang digunakan sebagai suatu disiplin ilmu. Teori tersebut muncul karena adanya kelemahan dan kekurangan dari teori ekonomi sebelumnya yang dapat kamu pelajari pada buku Teori Segitiga Ekonomi oleh Muhammad Arfah Rahman.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya 3

banner-promo-gramedia

beli sekarang

3. Teori Historis

Teori ini dikembangkan oleh sejumlah ahli ekonomi diantaranya Karl Bucher, Werner Sombart, dan Frederich List dengan pandangannya yang berbeda-beda, namun sama-sama berpusat pada kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurut Karl hubungan antara produsen dan konsumen mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, hubungan ini sendiri terjadi dalam kota, kemasyarakatan, tingkatan rumah tangga tertutup, hingga dunia.

Sementara Werner Sombart mengelompokkan peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi, dari tahapan perekonomian tertutup, tahapan pertumbuhan industri, hingga tahapan kapitalis.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya 4Pertumbuhan ekonomi sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu. Ketahui apa saja faktor-faktor yang sesungguhnya berperan penting dalam mempengaruhi suatu pertumbuhan ekonomi:

1. Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber Daya Alam atau sesuatu yang berasal dari alam mencakup kesuburan tanah, letak dan susunanya, kekayaan alam, mineral, iklim, sumber air, hingga ke sumber kelautan. Bagi pertumbuhan ekonomi ketersediaan sumber daya alam yang melimpah sangat baik dalam menunjang pembangunan.

Sumber daya alam sendiri terbagi lagi menjadi tiga jenis diantaranya Sumber Daya Alam Hayati (sumber daya yang berasal dari makhluk hidup baik dari hewan maupun tumbuhan. Contoh sumber daya alam hayati diantaranya ayam, sapi, sayur, padi, jagung, kapas, kayu, teh, kopi, hingga ikan, Sumber Daya Alam non Hayati (sumber daya yang bukan berasal dari makhluk hidup.

Contohnya air, sinar matahari, udara, tanah, bahan tambang, minyak bumi, dan gas alam), Sumber Daya alam yang dapat atau dipulihkan kembali (Contoh sumber daya aini diantaranya Hewan, tumbuhan, pepohonan, dan ikan, Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Sumber daya yang bersifat terbatas sebab terbentuknya oleh proses alamiah dengan jangka waktu yang lama (Minyak bumi, batu bara, dan gas alam), Terakhir sumber daya alam yang kekal yang tak akan habis (Contoh sumber daya ini diantaranya air, udara, sinar matahari, angin, gelombang, pasang surut, dan panas bumi).

2. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber Daya Manusia berperan sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. Sumber daya manusia atau disingkat juga sebagai SDM merupakan individu produktif yang  berperan sebagai penggerak suatu organisasi, baik dalam perusahaan maupun institusi.

Ia berperan sebagai elemen utama organisasi dibandingkan elemen lainnya seperti teknologi maupun modal, karena manusialah yang kemudian akan mengendalikan faktor lainnya tersebut. Sumber Daya Manusia sendiri tidak semata-mata dihitung berdasarkan jumlahnya namun lebih kepada efisiensinya. Dalam mendorong Sumber Daya Manusia dapat bekerja secara efisien berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Motivasi Sumber Daya Manusia (SDM) – Perubahan dan perkembangan tidak akan terjadi tanpa adanya kesadaran dari dari masing-masing pihak. Oleh karenanya memberikan motivasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu hal yang wajib dilakukan.
  • Sesuaikan Pekerjaan dengan Kemampuan dan Minat Sumber Daya Manusia (SDM) –  Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) akan kurang produktif jika menerima tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Karenanya harus pintar-pintar dalam memilih dan menentukan posisinya sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya terhadap sesuatu.
  • Program Pelatihan – Memberikan program pelatihan kepada para Sumber Daya Manusia (SDM)  juga akan membantu meningkatkan skillnya. Program pelatihan harus disusun dengan baik dan harus tepat sasaran serta sesuai dengan data yang valid. Perpedoman pada data yang valid kemudian akan menghasilkan output yang optimal.
  • Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) secara Berkala – Dalam mengontrol kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dalam periode yang ditentukan, diperlukan adanya evaluasi agar mereka mawas diri dan berusaha memperbaiki dan meningkatkan pekerjaannya untuk mempertahankan posisi yang dimiliki.

Ekonomi Sumber Daya Manusia juga dapat didefinisikan sebagai ilmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi yang dapat kamu pelajari pada buku Ekonomi Sumber Daya Manusia di bawah ini.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Ciri-Ciri, Faktor dan Metode Pengukurannya 5

beli sekarang

3. Akumulasi Modal

Akumulasi modal sebagai persediaan faktor produksi yang dapat direproduksi. Akumulasi modal sebagai proses penambahan stok modal fisik buatan manusia berupa peralatan, mesin dan bangunan. Apabila stok modal naik dalam waktu tertentu, maka disebut juga akumulasi modal atau pembentukan modal.

Kaitan antara Akumulasi Modal dan pertumbuhan ekonomi sendiri secara agregat dapat mengukur akumulasi modal dari angka pembentukan modal bruto (investasi bruto) dikurangi depresiasi yang keduanya berada dalam cakupan komponen Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam model pertumbuhan ekonomi Harod-Domar meningkatnya tingkat tabungan memungkinkan lebih banyak investasi yang kemudian berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam jangka menengah dan pendek.

4. Tenaga Manajerial dan Organisasi Produksi

Organisasi produksi sebagai salah satu bagian penting dalam proses pertumbuhan ekonomi yang kemudian berkaitan erat dengan penggunaan faktor produksi dalam berbagai kegiatan perekonomian. Organisasi produksi juga dilaksanakan dan diatur oleh tenaga manajerial dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

5. Teknologi

Perubahan teknologi dianggap sebagai salah satu faktor terpenting dalam proses pertumbuhan ekonomi, sebab Perubahan dan kemajuan teknologi erat kaitannya dengan perubahan dalam metode produksi. Ia akan menghilangkan batas waktu dan ruang yang kemudian memunculkan industri baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

Hal Inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya pergerakan ekonomi, jika semula pertukaran barang dilakukan secara fisik kini pertukaran ini juga terjadi melalui media teknologi. Pergerakan ekonomi yang terjadi kemudian secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pada level ekonomi makro, perkembangan teknologi berfungsi dalam memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi serta mendorong pembangunan ekonomi ke arah yang lebih baik lagi. Perkembangan teknologi informasi juga secara tidak langsung akan memperkuat daya saing suatu negara dalam membangun perekonomiannya.

Perusahaan-perusahaan di dalamnya kemudian dapat meningkatkan pendapatan nasional yang nantinya dapat digunakan sebagai menunjang kesejahteraan para penduduknya. Karenanya Perubahan teknologi akan menaikkan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM), modal, hingga faktor produksi lainnya.

6. Faktor Politik dan Administrasi Pemerintah

Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembangunan ekonomi suatu negara. Politik yang berada dalam kondisi yang tidak stabil serta pemerintahan yang korup tentunya akan sangat menghambat kemajuan ekonomi.

banner-promo-gramedia

Selain itu Aspek sosial kehidupan masyarakat seperti tingkah laku, sikap, motivasi kerja, pandangan masyarakat, atau kelembagaan masyarakat, Tertib hukum dan susunan serta peraturan dan pelaksanaan hukum perundang-undangan yang keliru juga menjadi faktor penghambat kemajuan ekonomi. Sehingga tidak mendukung terlaksananya pertumbuhan ekonomi. Karenanya hukum sudah seharusnya dilaksanakan secara konsekuen dan tertib.

2 Metode Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi

Kesuksesan suatu negara dilihat dari pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi harus berada dalam focus perhatian untuk kemudian ditingkatkan secara terus menerus karena menjadi indikator keberhasilan kinerja pemerintah serta jajarannya dalam menciptakan kehidupan yang sejahtera dan menuju keadaan yang lebih baik serta sejahtera sejahtera dari waktu ke waktu bagi para rakyatnya.

Indikator pertumbuhan ekonomi sendiri dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebab pada prinsipnya, pertumbuhan ekonomi dapat dipahami sebagai pertambahan pendapatan nasional atau pertambahan output atas barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu satu tahun.

Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pendapatan riil nasional yang dihitung dari keseluruhan output suatu jasa dan barang yang diproduksi oleh suatu negara. Selain itu indikator lainnya adalah pendapatan riil per kapita yang menunjukkan pendapatan masyarakat suatu negara. Jika mengalami peningkatan secara keseluruhan dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian di negara tersebut mengalami pertumbuhan positif.

Tak hanya itu kesejahteraan penduduk juga merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi sebab terkait pendapatan riil per kapita. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan tingkat ekonomi ke arah yang lebih baik bagi seluruh masyarakatnya. Tersedianya lapangan kerja kemudian akan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan penyerapan tenaga secara otomatis, saat hal ini terjadilah pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara terjadi. Artinya, produktivitas meningkat.

Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi dilihat dan diukur dengan cara membandingkan komponen yang dapat mewakili keadaan ekonomi suatu negara masa kini dan periode sebelumnya. Ada dua komponen yang kemudian dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, diantaranya:

1. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)

Produk Nasional Bruto (PNB) sebagai suatu pendapatan yang diterima oleh negara dalam satu tahun, dengan berdasarkan kepada perhitungan pendapatan yang diterima oleh warga negaranya. Artinya pendapatan warga negara Indonesia di luar negeri juga dihitung ke dalam Gross National Product (GNP), sedangkan pendapatan warga negara asing yang berada di Indonesia tidak termasuk dalam Gross National Product (GNP).

Pendapatan yang termasuk dalam Gross National Product (GNP) juga harus merupakan produk barang jadi yang dilihat dari harga pasar yang berlaku pada periode yang akan dihitung. Sedangkan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi menggunakan pendekatan PNB atau Gross National Product (GNP) adalah dengan cara membandingkan Gross National Product (GNP) di periode ini dengan Gross National Product (GNP) pada periode sebelumnya.

Misalnya jika ingin mengetahui persentase pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 maka harus mengetahui berapa jumlah Gross National Product (GNP) yang didapat Indonesia di tahun 2020 dan Gross National Product (GNP) pada tahun 2019. Berikut ini visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan PDB  atau GNP:

Keterangan:

R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara

GNP : GNP suatu negara

GNPy-1: GNP/PNB suatu negara pada tahun sebelumnya

2. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)

Jika Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) dihitung berdasarkan pendapatan suatu negara dari penghasilan yang didapat oleh warga negaranya dimanapun ia berada, maka Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) didapat dari pendapatan negara berdasarkan batas wilayah atau teritorialnya.



Jadi semua produksi ekonomi yang dilakukan dan terjadi pada suatu negara, baik oleh warga negaranya atau warga negara asing, termasuk ke dalam perhitungan Gross Domestic Product (GDP). Meski demikian pendapatan yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak termasuk ke hitungan GDP.

Rumus menghitung pertumbuhan ekonominya pun hampir sama dengan menggunakan Gross National Product (GNP) dimana dilihat perbandingan antara Gross Domestic Product (GDP) di periode tersebut terhadap Gross Domestic Product (GDP) di periode sebelumnya.

Misalnya ingin mengetahui persentase pertumbuhan ekonomi di tahun 2021, maka perlu memiliki data Gross Domestic Product (GDP) di tahun 2020 dan Gross Domestic Product (GDP) di tahun 2019. Berikut adalah visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan Gross National Product (GNP)  atau Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara:

Keterangan:

R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara

GDP : GDP suatu negara

GDPy-1: GDP/PDB suatu negara pada tahun sebelumnya

Pertumbuhan ekonomi menjadi gambaran sekaligus ukuran penting mengenai tolak ukur bagaimana kondisi suatu negara, yang kemudian berhubungan erat dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Dengan mengetahui pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia, kita dapat memahami bagaimana kondisi suatu negara secara garis besar apakah berada dalam keadaan yang baik atau tidak. Semoga informasi ini bermanfaat!

Rekomendasi Buku dan Artikel Ekonomi

Buat kamu yang sedang belajar ilmu ekonomi, berikut ini adalah beberapa rekomendasi belajar ilmu ekonomi yang bisa kamu miliki :

1. Globalisasi, Ekonomi Konstitusi, Dan Nobel Ekonomi

globalisasi ekonomi

Beli Buku di Gramedia

2. Ekonomi Moneter: Study Kasus Indonesia

ekonomi moneter

Beli Buku di Gramedia

3. Politik Ekonomi Indonesia

politik ekonomi indonesia

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien