Ekonomi

Hukum Permintaan: Pengertian, Fungsi, Rumus, Kurva Permintaan

hukum permintaan
Written by M. Hardi

Hukum permintaan – Dalam ilmu ekonomi pastinya tidak bisa dilepaskan dari yang namanya permintaan dan penawaran. Kedua hal itu akan selalu berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Jika membahas hukum permintaan dan penawaran dalam satu artikel rasanya akan sangat lama.

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang hukum permintaan hingga fungsi hukum permintaan. Jadi, simak ulasan ini sampai selesai, Grameds.

Pengertian Hukum Permintaan

hukum permintaan

Sumber: money.kompas.com

Permintaan biasanya terjadi dalam hal jual beli ataupun berada di dalam pasar. Misalnya, permintaan suatu barang yang akan dibeli oleh konsumen. Secara umum, permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum permintaan adalah salah satu konsep yang paling mendasar dalam ekonomi. Hukum permintaan menjelaskan tentang bagaimana ekonomi pasar mengalokasikan sumber daya dan menentukan harga barang dan jasa.

Hukum permintaan adalah suatu peristiwa yang di mana lebih banyak orang ingin membeli sesuatu sementara persediaan terbatas, harga barang itu akan ditawar lebih tinggi. Demikian juga, semakin tinggi harga suatu barang, semakin rendah jumlah barang yang akan dibeli oleh konsumen atau bisa dibilang daya beli konsumen menjadi lebih rendah.

Dikutip dari Investopedia, hukum permintaan adalah prinsip dasar ekonomi yang menyatakan bahwa pada harga yang lebih tinggi, konsumen akan meminta jumlah barang yang lebih rendah. Selain itu, hukum permintaan dapat dikatakan sebagai jumlah yang dibeli berbanding terbalik dengan harga. Apabila harga suatu barang turun, maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jika harga suatu barang naik, maka permintaan terhadap barang akan menurun.

Dalam istilah lain, hukum permintaan adalah suatu kaidah yang menjelaskan tentang hubungan negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Jadi, antara harga barang dengan permintaan mempunyai sifat hubungan yang berlawanan arah (negatif). Hal tersebut sangat logis karena apabila harga suatu barang naik, maka pembeli akan mencari barang lain sebagai penggantinya yang harganya tidak mengalami kenaikan.

Sederhananya, jika pendapatan nominal konsumen tetap, sementara harga barang naik, maka pendapatan konsumen tersebut akan menurun. Akibatnya, konsumen akan mengurangi permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, apabila harga barang turun, maka konsumen akan mengurangi pembelian terhadap barang lain dan menambah pembelian terhadap barang yang harganya mengalami penurunan tersebut.

Konsumen akan membeli barang ekonomi untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak terlebih dahulu. Baru kemudian menggunakan setiap unit tambahan barang untuk melayani tujuan yang bernilai lebih rendah secara berurutan.

Ekonomi melibatkan studi tentang bagaimana manusia menggunakan sarana terbatas untuk memenuhi keinginan yang tidak terbatas. Hukum permintaan berfokus pada keinginan yang tidak terbatas itu. Secara alami, orang memprioritaskan keinginan dan kebutuhan yang lebih mendesak daripada yang kurang mendesak dalam perilaku ekonomi mereka.

Hal ini terbawa ke dalam bagaimana orang memilih di antara sarana terbatas yang tersedia bagi mereka. Untuk barang ekonomi apapun, unit pertama barang yang diperoleh konsumen akan cenderung digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak.

https://www.gramedia.com/products/perjanjian-jual-beli?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Pengertian Hukum Permintaan Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian hukum permintaan menurut para ahli, antara lain:

1. Riwayanti dan Markonah

Menurut Riwayanti dan Markonah (2008), fungsi permintaan atau demand adalah hubungan antara harga komoditas dengan jumlah yang diminta atau dibeli dengan asumsi variabel lainnya konstan (ceteris paribus).

2. Gaspersz

Dalam bukunya, Gaspersz (2011) menjelaskan hukum permintaan berbunyi jika kuantitas produk yang diminta konsumen berhubungan terbalik atau negatif dengan harga produk. Biasanya, hal ini terjadi dengan asumsi seluruh variabel permintaan dianggap konstan.

Pengertian secara umum sudah dibahas di atas, mulai dari apa itu hukum permintaan dan bagaimana hubungannya antara permintaan dan harganya. Kemudian, untuk menghitung secara kuantitatif, maka diperlukan rumus supaya mempermudah dalam perhitungan yang ada. Itu artinya, hukum permintaan tidak bisa dihitung secara sembarangan.

Bunyi Hukum Permintaan

hukum permintaan

Sumber: money.kompas.com

Sebagaimana penjelasan di atas, bunyi hukum permintaan adalah sebagai berikut:

Jika harga suatu produk turun, maka permintaan terhadap produk tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jika harga suatu produk naik, maka permintaan terhadap produk tersebut akan menurun.

Dalam istilah lain, semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta. Begitu pun sebaliknya, semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.

Bunyi hukum permintaan adalah jika harga semakin murah, maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak. Demikian pula sebaliknya, jika harga semakin mahal maka penawaran akan semakin sedikit.

Hal ini terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi, maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas.

Namun bagi penjual, dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen atau pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal tersebut.

Faktor Mempengaruhi Hukum Permintaan

Hukum permintaan tidak terjadi begitu saja, tetapi terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah sebagai berikut:
Selera konsumen

  1. Pendapatan konsumen
  2. Perkiraan harga di masa yang akan datang
  3. Ketersediaan serta harga barang sejenis, barang pengganti dan barang pelengkap
  4. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
  5. Banyaknya waktu
  6. Permintaan peak of peak.

https://www.gramedia.com/products/perjanjian-jual-beli-213120?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Fungsi Hukum Permintaan

Bersama dengan hukum penawaran, hukum permintaan membantu kita memahami mengapa segala sesuatu dihargai pada tingkat itu. Hukum permintaan juga digunakan dalam mengidentifikasi peluang untuk membeli produk, aset, atau sekuritas yang dianggap terlalu rendah (atau menjual terlalu mahal).

Misalnya, sebuah perusahaan dapat meningkatkan produksi sebagai tanggapan terhadap kenaikan harga yang telah didorong oleh lonjakan permintaan.

Berikut rumus yang digunakan:

P = a-bQ
Q = a-bP

Keterangan:

P = harga barang
Q = jumlah permintaan barang
a = konstanta
b = kemiringan atau gradien

1. Rumus Fungsi Permintaan

Untuk mengetahui nilai sebenarnya dari fungsi permintaan dan penawaran, ada rumus yang bisa digunakan sebagai berikut:

P – P1 = Q – Q1
_______________

P2 – P = Q2 – Q1

Keterangan:

P = harga
P1 = harga yang sudah diketahui 1
P2 = harga yang sudah diketahui 2
Q = permintaan
Q1 = permintaan yang sudah diketahui 1
Q2 = permintaan yang sudah diketahui 2

2. Penjelasan Rumus Fungsi Permintaan

Lebih mudahnya, jika kembali melihat hukum permintaan, fungsi permintaan ini menunjukkan bahwa harga barang dengan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik.

Contoh hukum permintaan fungsi permintaan.

Misal ada platform online shop yang sedang mengadakan flash sale ditambah lagi ada gratis ongkir, maka pembeli akan memesan barang sebanyak-banyaknya karena sedang murah. Untuk lebih jelas menghitung fungsi permintaan, simak pemaparan dan contoh hukum permintaan di bawah ini:

Barang A memiliki harga Rp500,00, jumlah permintaannya sebesar 60 unit.

Sedangkan jika harga barangnya senilai Rp200,00, jumlah permintaannya menjadi 100 unit. Berapakah fungsi hukum permintaannya?

P1 = 500
P2 = 200
Q1 = 60
Q2 = 100

Penyelesaian:

hukum permintaan

Kurva Permintaan

Sebuah hukum permintaan akan suatu barang akan meningkat ketika harganya turun. Maka dari itu, kurva permintaan adalah penggambaran dari pernyataan yang dituangkan ke dalam gambar untuk mempermudah pemahamannya. Kurva permintaan ini memiliki gradien atau kemiringan atau slope negatif.

Artinya, slope pada kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga menunjukkan adanya hubungan harga permintaan yang berbanding terbalik. Kurva yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah memperlihatkan kondisi naik turunnya suatu komoditas.

Ciri Kurva Permintaan

Ciri utama kurva permintaan pada hukum permintaan sebagai berikut:

1. Kurvanya Berbentuk Garis Lurus

Ciri pertama pada kurva permintaan adalah bentuk garisnya yang lurus.

2. Pergerakan Kurva Permintaan Dipengaruhi oleh Jumlah Permintaan Barang atau Jasa

Misalnya jika pendapatan naik, kurva akan bergeser ke kanan karena jumlah permintaan naik. Sebaliknya, kurva akan bergeser ke kiri jika pendapat masyarakat atau permintaan menurun.

3. Harga Barang dengan Jumlah Barang Berbanding Terbalik

Artinya jika harga barang naik, permintaan akan menurun. Sebaliknya jika harga barang turun, permintaannya akan meningkat.

4. Kurvanya Ber-slope Negatif

Karena kurva digambarkan dari kiri atas lalu turun ke bawah. Ini menunjukkan adanya hubungan terbalik antara harga dan jumlah barang yang diminta.

5. Bentuk Fungsi Kurva Permintaan

Bentuk fungsi kurva permintaan adalah Q = a-bP (‘Q’ merupakan jumlah permintaan barang, ‘a’ adalah konstanta, ‘b’ merupakan kemiringan atau gradien, dan ‘p’ adalah harga barang).

hukum permintaanMeski begitu, kurva hukum permintaan ini bisa mengalami perubahan dan pergerakan di dalam teorinya. Perubahannya terjadi karena dua sebab utama, yakni perubahan harga barang yang bersangkutan dan karena faktor ceteris paribus (faktor selain harga barang itu sendiri) sesuai dengan pendapatan pembeli atau selera pasar.

Jika yang berubah faktor ceteris paribus, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan (shifting). Bila pendapatan meningkat, kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva permintaan bergeser sejajar ke kiri.

Jadi, pengaruh masing-masing faktor pengaruhi permintaan terhadap pergerakan (movement) dan pergeseran (shifting).

Elastisitas Permintaan

Dalam hukum permintaan, terdapat elastisitas permintaan atau price elasticity of demand (PED). Elastisitas permintaan merupakan ukuran perubahan jumlah permintaan barang atau jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeli terhadap harga barang. Namun, tingkat perubahan ini berbeda-beda. Perbedaannya bisa karena adanya barang tertentu, kenaikan harga yang kecil akan mengakibatkan permintaan turun dengan drastis. Sedangkan untuk barang lain pembeli tetap bersedia membelinya sekalipun harganya naik dan tajam.

Perbedaan hukum permintaan tersebut selanjutnya diukur sebagai elastisitas permintaan. Lebih mudahnya, elastisitas permintaan menunjukkan persentase perubahan jumlah permintaan, jika terjadi kenaikan harga 1% dan semua hal lain tetap sama. Karena jumlah permintaan hampir selalu turun jika harga naik, elastisitas permintaannya biasanya bernilai negatif walaupun para praktisi kadang tidak menulis tanda negatif.

Permintaan suatu barang dikatakan bersifat elastis jika elastisitasnya lebih besar dari 1. Artinya kenaikan harga sebesar 1% menghasilkan penurunan permintaan yang lebih besar dari 1%. Sebaliknya, inelastis adalah permintaan dengan elastisitas lebih kecil dari 1.

Selain itu, terdapat klasifikasi permintaan elastis sempurna memiliki elastisitas ∞ elastis uniter (elastisitas 1), inelastis sempurna (0), dan elastis sempurna (∞).

Beberapa barang memiliki elastisitas positif, sehingga merupakan anomali hukum permintaan, misal barang-barang yang merupakan simbol status barang “Barang Veblen” atau Barang Giffen.

Meskipun suatu bisnis tidak 100% bisa ditentukan dengan cara konsumen bereaksi, tujuan setiap tim pemasaran dan produk untuk meningkatkan konversi, penggunaan, dan pandangan merek yang positif. Adanya penetapan harga, lebih khusus lagi strategi penetapan harga suatu bisnis adalah satu area yang dapat diterapkan untuk pemasaran dan produk yang masih banyak mengandung dugaan.

Pemasaran fenomenal dan pengembangan produk dapat menyebabkan kenaikan harga sembari menjual mempertahankan tingkat konversi yang sama. Namun, menetapkan harga dan mengomunikasikan adanya pengembangan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan sehingga menyimpang hukum permintaan.

Oleh sebab itu, diperlukan pengoptimalan dan perubahan harga dalam waktu yang panjang dan tidak boleh dilakukan dalam waktu tergesa-gesa atau sekejap. Untungnya, ada cara untuk memandu hal tersebut, yakni dengan strategi penetapan harga, ekonomi mikro, dan dasar pemasaran/produk yang merupakan teori elastisitas harga permintaan atau elastisitas harga yang dapat meningkatkan permintaan dengan membuat penawaran produk yang lebih inelastis atau melalui pemasaran dan pengembangan produk.

Cara Kerja Elastisitas

Hukum permintaan akan memandu hubungan antara harga dan kuantitas yang dibeli. Sehingga kuantitas yang dibeli memiliki hubungan terbalik dengan harga. Saat harga naik, pembeli lebih sedikit. Elastisitas permintaan kemudian akan memberi tahu berapa banyak jumlah yang berkurang saat harga naik.

Jika suatu barang memiliki permintaan elastis, artinya konsumen akan banyak melakukan perbandingan belanja. Konsumen akan melakukan ini ketika mereka tidak putus asa untuk memilikinya atau tidak membutuhkan setiap hari. Mereka juga akan membandingkan dengan toko lain ketika banyak pilihan serupa.

Cara Menghitung Elastisitas Permintaan

Ada tiga jenis utama elastisitas harga permintaan:

  1. Elastis
  2. Elastisitas satuan
  3. Tidak elastis

Sebelum mempelajari hal ini, maka harus paham dulu tentang hukum permintaan dan hukum penawaran.

Untuk menghitung price elasticity of demand (PED), berikut persamaan yang digunakan.

Keterangan:hukum permintaan% Perubahan kuantitas yang diminta (Qd) = (Kuantitas baru – kuantitas lama) /Kuantitas rata-rata

% Perubahan harga (P) = (Harga baru harga lama) / harga rata-rata

PED selalu diberikan sebagai nilai absolut atau nilai positif, karena kita tertarik dengan besarnya.

Permintaan Elastis dan Permintaan Tidak Elastis

Kebalikan dari permintaan elastis pada hukum permintaan adalah permintaan inelastis atau tidak elastis. Adanya permintaan berubah lebih dari harga dengan permintaan elastis. Harga berubah lebih banyak dari permintaan dengan permintaan tidak elastis. Maksudnya, konsumen bersedia mentolerir perubahan harga yang lebih besar sebelum mereka mengubah perilaku mereka.

Harga suatu produk dengan permintaan yang tidak elastis bisa tiba-tiba naik, tetapi konsumen tidak mungkin mempertimbangkan alternatif atau tidak ada alternatif untuk dipertimbangkan. Biasanya, permintaan elastis lebih sering diterapkan pada kemewahan. Sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam hal kemewahan, termasuk pilihan untuk tidak membeli apa pun.

Di sisi lain, barang kebutuhan pokok seperti makanan biasanya memiliki permintaan tidak elastis. Misalnya, jika harga buah dan sayur tiba-tiba melonjak, hukum permintaan yang berjalan di sini artinya mau tidak mau, konsumen harus membeli dan tidak bisa begitu saja tidak makan buah atau sayur. Mereka akhirnya dipaksa membeli dengan harga lebih tinggi.

Terakhir, adanya permintaan elastis unit. Pada dasarnya, jalan tengah yang sempurna antara permintaan tidak elastis dan permintaan elastis pada hukum permintaan adalah adanya permintaan elastis unit. Ketika permintaan berubah dengan jumlah yang sama persis dengan harga, maka disebut permintaan elastis unit.

https://www.gramedia.com/products/hukum-pertanahan-karakteristik-jual-beli-tanah?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Grameds bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai jual beli dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

BACA JUGA:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien