Ekonomi

Tindakan Ekonomi: Pengertian, Jenis, & Hubungan dengan Motif Ekonomi

Tindakan Ekonomi
Written by Ananda

Tindakan Ekonomi – Pada umumnya semua kegiatan ekonomi merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, kita akan membahas pengertian perilaku ekonomi, jenisnya (ekstrinsik dan intrinsik), dan hubungannya dengan motivasi ekonomi.

Banyak tindakan ekonomi terjadi dalam kehidupan manusia, yang merupakan makhluk sosial. Tindakan ini mencakup kepentingan setiap individu untuk dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Kegiatan ekonomi adalah komponen utama dari proses ekonomi. Jika tidak ada kegiatan ekonomi, maka tidak ada kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi juga erat kaitannya dengan dua aspek ekonomi lainnya, yaitu untuk motif ekonomi dan prinsip ekonomi.

Setelah itu, ketiganya dapat membangun kegiatan ekonomi yang sehat dan mencapai tujuan semua pihak. Mempelajari semua aspek tersebut tentu sangat penting. Terutama bagi mereka yang memasuki bidang ekonomi.

Pengertian Tindakan Ekonomi

Hal pertama yang harus dipahami adalah definisi perilaku ekonomi. Dilihat dari asal katanya, perilaku ekonomi terdiri dari dua kata, “perilaku” dan “ekonomi”. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui definisi dari masing-masing kata tersebut.

Menurut Notoatmodjo, perilaku adalah mekanisme pengamatan yang dihasilkan dari persepsi yang responsif terhadap tindakan. Oleh karena itu, perilaku adalah perilaku yang merupakan reaksi terhadap hasil pengamatan yang mengarah pada persepsi.

Ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu. Kemudian membangun persepsi, katakan apakah Anda menyukainya atau sebaliknya. Apakah perlu atau tidak.

Hasil dari persepsi ini memicu suatu tindakan. Tindakan ini disebut tindakan. Semoga semua tindakan menjadi bentuk reaksi seseorang terhadap sesuatu. Reaksi ini disebut aksi. Tindakan ini bisa saja berhenti, berjalan, atau tertawa.

Ekonomi saat ini merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada studi tentang kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Melalui pengetahuan ini Anda akan mempelajari semua hal dan aspek yang membentuk pola kegiatan ekonomi.

Jika ada aktivitas produksi, ada aktivitas penjualan. Produk kemudian sampai ke tangan konsumen. Ketika konsumen merasakan kebutuhan atau minat. Kemudian ada konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan inti ilmu ekonomi.

Menggabungkan dua kata ini memberikan definisi kegiatan ekonomi. Dengan demikian, konsep perilaku ekonomi adalah perilaku semua manusia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiknya untuk mencapai kebahagiaan.

Melalui tindakan ini, setiap individu atau manusia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya. Pada saat yang sama, kemakmuran disini bukanlah konsep yang penuh dengan kekayaan, sehingga Anda dapat hidup dalam kemakmuran. Tapi semua kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.

Kegiatan ekonomi dilakukan oleh semua orang dan melibatkan hubungan sosial dengan orang lain. Perilaku setiap individu dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya, tingkat pendapatan, tingkat kebutuhan, preferensi, dll.

1. Elias L. Khalil

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Elias L. Karil dan diterbitkan dalam History of Economic Thought. Elias mendefinisikan konsep perilaku ekonomi sebagai masalah meminimalkan biaya setiap tujuan ekonomi, serta proses individu mengejar preferensi ekonomi tertentu.

Menurutnya, kegiatan ekonomi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan. Namun, jaga agar biaya yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan ini seminimal mungkin. Biasanya, misalnya, Anda memiliki tujuan ekonomi, jadi Anda membidik penghematan yang signifikan.

2. Alfred Marshal

Alfred Marshall yang dikenal sebagai ekonom yang berorientasi pada Fakultas Ekonomi Material. Menurutnya, kegiatan ekonomi adalah mengejar kepentingan material yang bertentangan dengan prinsip moral.

3. Lionel Robbins

Pendapat berikut diberikan oleh Lionel Robbins, seorang ekonom yang menganut ekonomi formalistik. Menurutnya, tindakan ekonomi adalah menghitung secara efisien sumber-sumber daya yang terbatas dalam kaitannya dengan pencapaian berbagai tujuan.

Tujuan yang disebutkan oleh Lionel mengarah pada tujuan ekonomi dan non-keuangan. Oleh karena itu, tujuan seseorang adalah menghitung pengeluaran atau melakukan perhitungan secara efisien. Bukan hanya karena mereka ingin mencapai kemakmuran finansial.

Tindakan Ekonomi

4. Rohmatul Hamidah

Pendapat lain datang dari Rohmatul Hamidah. Hal ini menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi adalah setiap usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, semua upaya yang membantu memenuhi kebutuhan Anda mengalir ke tindakan finansial.

Upaya-upaya ini umumnya mencakup mencari dan menghasilkan uang, mencari produk sesuai kebutuhan, dan menemukan pemasok dan penjual produk. Sampai seseorang dapat memenuhi apa yang mereka butuhkan.

5. Rendy Andika

Pendapat terakhir tentang definisi perilaku ekonomi disampaikan oleh Rendy Andika. Menurutnya, kegiatan ekonomi adalah segala upaya manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam jumlah yang tidak terbatas.

Oleh karena itu, definisi yang dikemukakan tidak jauh berbeda dengan yang dijelaskan oleh Rohmatul Hamidah. Hanya kejelasan bahwa kebutuhan sehari-hari tidak dibatasi telah ditambahkan. Hal ini berlaku dari dulu hingga sekarang, karena kebutuhan hidup sangat kompleks.

Tindakan Ekonomi

Jenis-jenis Tindakan Ekonomi

Dalam hal ini terdapat beberapa jenis perilaku ekonomi, namun perbedaannya terletak pada arah atau tujuan dari perilaku ekonomi tersebut. Misalnya, ketika membeli produk A, beberapa fokus pada penghematan biaya, sementara yang lain fokus pada kuantitas dan kualitas.

Jenis kegiatan ekonomi berikut ditawarkan:

1. Rasional

Definisi kegiatan ekonomi rasional adalah, dan pada kenyataannya, kegiatan ekonomi yang dipilih oleh individu atau organisasi untuk tujuan menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain, pelaku akan diuntungkan.

Inilah sebabnya mengapa tindakan ekonomi yang diambil disebut rasional logis. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan, dan tindakan yang diambil dapat mencapai tujuan ini.

Secara umum, jenis kegiatan ekonomi ini memungkinkan individu atau organisasi untuk mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil tindakan. Misalnya, perhatikan faktor-faktor seperti biaya, kebutuhan, waktu, dan tenaga.

Ada banyak contoh kegiatan ekonomi rasional, jadi harap dipahami dengan baik. Berikut adalah beberapa contoh.

  • Menjalankan usaha tentu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, pastikan Anda menawarkan produk yang bermanfaat, diminati masyarakat luas, dengan harga yang sesuai dengan target pasar Anda, dan dijual dengan teknologi yang tepat. Semua tindakan ini adalah bagian dari tindakan ekonomi rasional.
  • Jika ingin membeli baju baru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan Anda benar-benar membutuhkan baju baru, pastikan Anda memiliki uang, pastikan warnanya benar, dan pastikan ukurannya benar. Karena itu, sebelum Anda membeli pakaian, Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor agar Anda tidak menyesali keputusan Anda.
  • Tentu saja, Anda tidak perlu membuka cabang untuk mengembangkan bisnis Anda. Perhatian harus diberikan pada kesiapan mental, kesiapan finansial atau modal usaha, dan kesediaan untuk merekrut talenta berkualitas. Akibatnya, proses pembukaan cabang memakan waktu lama sebelum keputusan ini benar-benar dilaksanakan. Tujuannya agar perusahaan tidak rugi karena salah perhitungan.
  • Jika Anda ingin membeli perangkat elektronik. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum membeli. Misalnya, model, tegangan suplai, merek, harga, ukuran, dll. Sampai Anda menemukan perangkat yang tepat dalam banyak hal dan yakin bahwa perangkat tersebut tepat untuk dibeli.

2. Irasional

Jenis perilaku ekonomi yang kedua adalah perilaku ekonomi irasional sebagai lawan dari perilaku ekonomi rasional. Perilaku keuangan yang tidak wajar adalah perilaku keuangan yang dilakukan oleh individu, organisasi, atau kelompok dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi pada kenyataannya mereka merugi.

Jenis tindakan ekonomi ini dilakukan atau dilakukan oleh individu atau organisasi yang percaya bahwa tindakan itu bermanfaat tetapi sebenarnya berdampak buruk. Oleh karena itu, ada risiko mengambil tindakan ini, atau kehilangannya.

Secara umum, perilaku ekonomi irasional juga mengarah pada perilaku irasional yang tidak dapat diterima akal atau logika. Idealnya, seseorang harus menjalankan A untuk mendapat untung, tetapi memilih B yang berbahaya.

Oleh karena itu, biaya, waktu, tenaga, dll. dari kegiatan ekonomi ini tidak diperhitungkan. Pemahaman yang lebih baik tentang apa itu perilaku ekonomi irasional. Berikut beberapa contohnya.

  • Ketika seseorang membutuhkan pakaian, mereka harus pergi ke beberapa toko untuk mencari pakaian yang tepat. Adapun model, kualitas bahan, ukuran, kondisi pakaian, apakah jahitannya bersih, dll. Namun, karena ukuran keuangan yang tidak masuk akal, mereka memilih untuk menghemat waktu dengan hanya mengunjungi satu toko pakaian.
  • Pengusaha berencana menawarkan variasi produk baru. Namun tanpa persiapan yang matang, produk tersebut gagal setelah dibawa ke pasar. Ketika seorang pengusaha mempertimbangkan jenis produk, harga, komposisi bahan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dll. Dengan cara ini, Anda dapat menghindari risiko kegagalan produk tersebut sejak awal.
  • Ibu-ibu rumah tangga berusaha menghemat uang saat berbelanja, sehingga mereka memutuskan untuk mengurangi uangnya dan berbelanja dengan murah. Hasil pasca-memasak kecil dan ternyata cukup untuk makan keluarga.

Faktanya, keluarga menggunakan aplikasi pemesanan makanan online untuk makan dari makan siang hingga makan malam. Alih-alih sederhana, menjadi sederhana saat berbelanja di pagi hari justru meningkatkan pengeluaran Anda.

Tindakan Ekonomi

Motif Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi yang dilakukan oleh individu atau kelompok (organisasi) untuk motivasi finansial. Motivasi ekonomi dapat diartikan sebagai alasan untuk memotivasi individu atau kelompok untuk bertindak secara ekonomis.

Motif ekonomi individu atau kelompok berbeda karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Bagi individu, motivasi finansial dipengaruhi oleh kepribadian mereka sendiri dan juga oleh kondisi lingkungan di mana mereka ditempatkan.

Ada dua jenis motif ekonomi:

1. Motif Tindakan Ekonomi Intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi untuk tindakan ekonomi yang berasal dari individu atau organisasi. Motif ini sama sekali tidak terpengaruh oleh faktor eksternal dan lingkungan.

Misalnya, sebuah perusahaan ingin membuat mesin yang mendaur ulang sampah organik agar bisa dijadikan kompos. Akibatnya, manajemen melakukan survei terhadap seluruh dewan atau seluruh karyawan.

Jika mayoritas setuju untuk membuat mesin pengolah sampah organik, maka proses manufaktur akan dilakukan. Perusahaan juga meluncurkan mesin daur ulang sampah organik dan dikenal sebagai produsen mesin.

Perilaku ekonomi perusahaan adalah perilaku ekonomi motivasi yang penting. Hal ini karena perusahaan tidak memasukkan pendapat pihak luar, seperti pendapat masyarakat lokal dan organisasi lokal. Sebaliknya, kami fokus pada opini internal, dari dewan direksi hingga semua karyawan. Baru kemudian aksi ekonomi, produksi mesin daur ulang sampah organik.

2. Motif Tindakan Ekonomi Eksintrik

Motivasi eksternal adalah kebalikan dari motivasi internal ketika kegiatan ekonomi terjadi di luar individu atau organisasi, yaitu di bawah pengaruh lingkungan.

Perilaku ekonomi yang dimotivasi secara eksternal memperhatikan faktor-faktor eksternal. Jadi kita tidak hanya memperhatikan faktor internal baik individu maupun organisasi atau kelompok.

Misalnya, ketika Ali, seorang siswa sekolah menengah, kesulitan membayar uang sekolah karena orang tuanya kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19. Maka Ali berinisiatif menjualnya.

Ali disarankan oleh ibunya untuk menjual donat karena ibunya memiliki keahlian membuat donat yang enak. Jadi Ali mencoba membawa donat ke sekolah untuk melayani teman-teman sekelas dan gurunya.

Donat itu enak, jadi teman dan guru menyarankan semut untuk menjual donat. Pendapat masyarakat saat itu memotivasi Ali dan orang tuanya untuk mengadakan stand donat di depan sekolah dan di depan rumah mereka. Tindakan

Ali dan orang tuanya dianggap tindakan ekonomi karena bertujuan untuk menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebelum memutuskan untuk membuka stand profesional, perhatikan pendapat, saran dan saran dari orang-orang di sekitar Anda.

Oleh karena itu, tindakan ekonomi yang dilakukan oleh Ali dan keluarganya termasuk tindakan ekonomi yang bermotif eksternal. Tanpa saran dari teman dan guru, Ali tidak akan rela membuka warung di depan sekolah atau rumah.

Kemudian dari dua motif ekonomi. Apa yang harus saya pilih atau gunakan? Jawabannya tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan kebutuhan individu. Keputusan untuk bertindak secara finansial mungkin tidak memerlukan pendapat orang lain.

Namun, mungkin ada saatnya Anda membutuhkan pendapat orang lain. Biarkan keputusan motivasi untuk beradaptasi dengan situasi dan kebutuhan. Apapun motif ekonomi yang digunakan, fokusnya sama. Itu berarti mencapai tujuan keuangan, memenuhi kebutuhan mereka, dan hidup berkecukupan.

Tindakan Ekonomi

Hubungan Tindakan Ekonomi dan Motif Ekonomi

Sebagaimana telah dijelaskan, proses ekonomi terdiri dari tiga aspek. Dimulai dengan perilaku ekonomi, motivasi ekonomi, dan prinsip ekonomi. Perilaku ekonomi dan motivasi ekonomi terkait erat dan melanjutkan prinsip-prinsip ekonomi.

Perilaku ekonomi dan motivasi ekonomi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Motivasi ekonomi mendorong perilaku ekonomi. Motivasi ekonomi mencakup tujuan, dan tindakan adalah tindakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Motif ekonomi ditentukan dengan mempertimbangkan pertimbangan internal (intrinsik) dan eksternal (ekstrinsik). Motivasi ekonomi akan memperkuat individu dan organisasi untuk mengambil tindakan keuangan terbaik.

Dijamin tidak melakukan apa-apa atau berdiam diri jika terjadi tindakan ekonomi tanpa motivasi ekonomi Akan dilakukan. Di sisi lain, jika hanya memiliki motivasi ekonomi dan tidak melakukan tindakan ekonomi. Jadi ini seperti perencanaan, tetapi tidak pernah terjadi atau terjadi. Itu hanya rencana tanpa kelanjutan.

Setiap pelaku ekonomi memiliki prinsip ekonominya masing-masing dan ingin menggunakannya untuk mencapai keuntungan maksimal dengan sedikit usaha atau modal. Selain itu, semua pelaku ekonomi melakukan kegiatan ekonomi berdasarkan motif ekonomi tertentu.

Motivasi ekonomi merupakan alasan utama pelaku ekonomi melakukan tindakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya. Ketika pelaku ekonomi mulai melakukan tindakan ekonomi mereka, mereka dipandu oleh prinsip-prinsip ekonomi yang mendasari untuk mengelola atau mengembangkan strategi untuk tindakan ekonomi mereka.

Prinsip-prinsip ekonomi memiliki dampak tidak langsung pada kegiatan ekonomi, tetapi prinsip-prinsip tersebut memberikan tolok ukur dasar bagi semua agen untuk mencapai tujuan keuntungan khusus mereka. Sedangkan motivasi ekonomi memiliki dampak langsung berupa insentif bagi pelaku ekonomi untuk mengambil langkah-langkah ekonomi. Hal ini berlanjut hingga pelaku ekonomi mampu berkembang secara ekonomi.

Penjelasan di atas, tentu saja, memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang apa arti tindakan ekonomi dan mengapa tindakan ini diperlukan. Pada saat yang sama, apa motif yang mendasari perilaku ekonomi ini? Ini penting karena semua tindakan yang diambil bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Demikian ulasan mengenai tindakan ekonomi. Grameds bisa membaca dan mendapatkan buku-buku terkait ekonomi dengan mengunjungi Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik untuk Grameds.

Penulis: Lala

BACA JUGA:

  1. Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi dan Contohnya
  2. Prinsip Ilmu Ekonomi: Pengertian, Macam, Ciri-Ciri, dan Penerapannya
  3. Pengertian Ilmu Ekonomi: Tujuan, Bidang, dan Prinsip-Prinsipnya
  4. Pengertian Motif Ekonomi Disertai Macam dan Contohnya
  5. Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Sejarah, Jenis, Tujuan, Contoh
  6. Jenis Pelaku Ekonomi dan Peran Pentingnya dalam Perekonomian


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien