Kesehatan

Kenali Ciri Asam Lambung Naik beserta Cara Mencegahnya

Ciri Asam Lambung Naik – Asam lambung naik atau yang juga dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat ditandai dengan timbulnya beberapa gejala. Salah satu gejala yang menjadi ciri khas dari kondisi ini ialah munculnya rasa panas dan tidak nyaman di bagian dada. Kondisi ini dapat terjadi pada siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penting untuk memahami mengenai apa saja yang menjadi ciri asam lambung naik.

ciri asam lambung naik

https://kesehatan.kontan.co.id/

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan terjadinya sensasi terbakar di area dalam dada atau yang juga dinamakan sebagai heartburn. Kondisi ini umum disebut dengan istilah GERD. Ada berbagai gejala atau faktor yang dapat menjadi pertanda dari kondisi ini.

Walaupun penyakit ini tak menyebabkan kematian, bukan berarti bisa disepelekan. Apabila tak ditangani dengan baik, kondisi ini akan menimbulkan berbagai komplikasi pada kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melakukan penanganan untuk mengatasi penyakit GERD. Lantas, apa saja ciri-ciri dari asam lambung naik? Simak artikelnya berikut ini!

Kenali Ciri Asam Lambung Naik

ciri asam lambung naik

https://www.alodokter.com/

Sebaiknya, Grameds jangan menyepelekan kondisi nyeri dada yang dapat menyebabkan rasa panas atau heartburn yang muncul pasca mengonsumsi makanan maupun minuman dengan kandungan kafein tinggi. Bisa jadi kondisi ini adalah faktor yang menyebabkan naiknya asam lambung. Penyakit asam lambung nyatanya kerap kali disalahartikan sebagai penyakit gangguan jantung karena gejala utama dari kedua kondisi tersebut hampir sama, yakni timbul rasa nyeri di bagian dada.

Kondisi ini dapat terjadi karena zat asam yang berasal dari lambung naik hingga ke kerongkongan. Hal tersebut akan menyebabkan dinding kerongkongan hingga mulut mengalami iritasi. Ketika hal ini terjadi, maka akan timbul sensasi panas dan terbakar di dada atau heartburn serta rasa tidak nyaman pada bagian perut. Kondisi ini akan semakin terasa ketika pengidap mengonsumsi makanan dan atau berbaring.

Dikutip dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology, selain heartburn dan rasa asam pada mulut, ada tanda-tanda lain yang menjadi ciri-ciri dari naiknya asam lambung, seperti rasa lebih mudah kenyang, lebih sering bersendawa, sakit tenggorokan, muntah, mual, produksi air liur berlebih, bau mulut, serta mengalami batuk kering.

Meski demikian, kondisi ini masih dianggap wajar apabila tak terjadi selama beberapa hari, hanya terjadi sebanyak 1–2 kali dalam kurun waktu satu bulan, setelah mengonsumsi makanan pedas dan berlemak, dan muncul gejala setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak.

GERD bisa menjadi salah satu pertanda adanya gangguan kesehatan. Hal ini menyebabkan gejala terjadi dalam kurun waktu yang panjang, kerpa muncul, menyebabkan muntah yang bercampur dengan darah, rasa nyeri hingga ke rahang, dan disertai dengan sesak napas. Grameds bisa segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat untuk penanganan keluhan yang tengah dialami.

Melemahnya otot pada bagian kerongkongan nyatanya merupakan salah satu penyebab mengapa seseorang bisa mengalami penyakit GERD. Pada pengidap asam lambung, otot tak bisa menutup dengan rapat sehingga menyebabkan asam lambung naik kembali dan menuju kerongkongan.

https://www.gramedia.com/products/manajemen-risiko-krisis-dan-bencana-untuk-industri-pariwisata-yang-berkelanjutan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasiAda berbagai kondisi yang bisa meningkatkan risiko melemahnya otot pada bagian kerongkongan, seperti usia lanjut, obesitas, kondisi hamil, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, mengonsumsi alkohol, merokok, dan mengalami stres pun bisa menyebabkan otot kerongkongan tak bekerja dengan maksimal.

Tak sekadar gaya hidup dan pola makan saja, nyatanya asam lambung naik juga bisa disebabkan oleh adanya beberapa penyakit seperti gastroparesis, scleroderma, dan hernia hiatus.

Untuk mencegah risiko dari penyakit ini, cobalah unruk menerapkan gaya hidup sehat setiap hari, mengonsumsi makanan yang tak memicu sakit tenggorokan, serta lengkapi asupan nutrisi dengan bantuan suplemen tambahan.

Kebiasaan yang Bisa Memicu Asam Lambung

ciri asam lambung naik

shutterstock

Banyak hal yang wajib diketahui oleh para pengidap asam lambung mengenai penyakit yang diidapnya. Pasalnya, terdapat berbagai kebiasaan yang dapat memicu munculnya asam lambung dan bahkan memperparahnya, sehingga menjadikan perut terasa perih dan nyeri. Penyakit asam lambung atau  gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat menjadikan pengidapnya mengalami rasa nyeri pada bagian ulu hati. Seorang yang mengidap GERD juga dapat mengalami rasa sakit, panas, dan sensasi terbakar di dada yang dapat menjalar hingga ke leher.

Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat memicu munculnya penyakit asam lambung?

1. Sering Mengonsumsi Buah dan Sayur yang Asam

Buah dan sayuran yang dimaksud adal jenis yang merupakan penyebab asam lambung. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari jeruk, lemon, anggur, dan buah apapun yang memiliki sifat asam. Selain itu, hindari juga tomat dan salad yang ditambah dengan cuka. Ingat, buah dan sayuran jenis ini dapat memicu penyakit asam lambung, terutama dikonsumsi ketika perut sedang kosong.

2. Gemar Makanan dan Minuman Mengandung Gas

Sederhananya Grameds perlu menghindari makanan yang dapat menyebabkan maupun memperberat gejala sakit maag. Salah satunya, hindari mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung gas serta terlalu banyak serat. Misalnya, sayuran sawi, nangka, pisang ambon, kol, kedondong, dan buah yang telah dikeringkan.

3. Porsi yang Berlebihan

Bagi Grameds yang kerap makan dengan porsi berlebih, rasanya perlu lebih waspada. Sebab ketika lambung sudah terisi hingga penuh, maka mungkin saja makanan dalam lambung tersebut akan menekan diafragma. Kondisi ini pada akhirnya dapat membuat orang tersebut mengalami napas yang dangkal atau sesak napas. Tidak hanya itu saja, lambung yang telah terisi penuh juga dapay memicu makanan kembali naik ke kerongkongan.

Selain bisa membuat lambung menjadi penuh dan bekerja dengan ekstra, makan dalam jumlah yang berlebih dapay memicu masalah pada sistem pencernaan. Nah, kondisi inilah yang dapat memunculkan gejala kembung, rasa begah, mual, dan bahkan nyeri perut.

4. Kebiasaan Ngopi

Meminum kopi merupakan kebiasaan umum yang kerap dilakukan oleh banyak orang, tetapi harus tetap diwaspadai karena minuman ini dapat merangsang pengeluaran asam lambung. Sebenarnya tak hanya kopi yang harus dihindari oleh para pengidap maag, minuman, seperti sari buah, dan susu full cream juga perlu untuk dihindari.

5. Bercuka dan Pedas

Ada juga makanan pedas atau bercuka yang juga masuk ke dalam kelompok makanan yang dapat memicu asam lambung. Makanan pedas ini harus diwaspadai bagi para pengidap maag karena dapat mengiritasi lapisan dalam kerongkongan serta menyebabkan rasa nyeri pada ulu hati.

Disamping itu, ada juga makanan yang menjadi sumber karbohidrat dan sebaiknya dihindari oleh para penderita maag yakni mie, bihun, beras ketan, jagung, ubi, talas, dan dodol.

6. Berbaring Setelah Makan

Memiliki kebiasaan berbaring setelah makan? Awas kebiasaan ini dapat menjadikan asam lambung naik ke kerongkongan. Saat berbaring tubuh tak lagi mempunyai gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di perut. Ketika berbaring, makanan yang dikonsumsi justru akan berisiko bocor dan melewati sfingter esofagus. Maka dari itu, hindarilah langsung berbaring seusai makan untuk mencegah naiknya asam lambung.

7. Sering Mengonsumsi Makanan Berlemak

Makanan dengan jenis ini dapat memicu peningkatan tekanan asam lambung. Cobalah untuk menghindari makanan berlemak seperti daging sapi, kentang goreng, keripik kentang, susu, es krim, , keju, dan makanan-makanan yang mengandung minyak lainnya.

https://www.gramedia.com/products/manajemen-risiko-krisis-dan-bencana-untuk-industri-pariwisata-yang-berkelanjutan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasiBerbagai faktor risiko yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami asam lambung, antara lain:

  • Kegemukan (obesitas).
  • Mengalami hiatus hernia, yaitu kondisi ketika bagian atas lambung masuk ke rongga dada.
  • Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma.
  • Penundaan pengosongan perut.

Sedangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk kondisi asam lambung, yakni:

  • Makan terlalu malam.
  • Minum minuman yang dapat memicu asam lambung seperti alkohol.
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin.

Bahaya Penyakit Asam Lambung

Jika penyakit asam lambung tak segera ditangani hingga tuntas, komplikasi berupa peradangan pada saluran esofagus atau kerongkongan bisa terjadi. Seiring dengan berjalannya waktu, peradangan kronis bisa berkembang serta menyebabkan komplikasi berikut:

1. Penyempitan kerongkongan (striktur esofagus)

Peradangan yang terjadi pada kerongkongan bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Lalu, jaringan parut tersebut akan mempersempit jalur makanan yang menyebabkan penderita akan mengngalami kesulitan dalam menelan.

2. Luka terbuka di kerongkongan (borok esofagus)

Asam lambung dapat menghilangkan jaringan di kerongkongan dan menyebabkan luka menjadi terbuka. Ulkus esofagus bisa berdarah yang nat=ntinya akan menimbulkan rasa sakit, sehingga pengidap akan merasa kesulitan saat menelan makanan.

3. Perubahan prakanker pada esofagus (Barrett’s esophagus)

Kerusakan kerongkongan akibat refluks asam lambung bisa menyebabkan perubahan jaringan yang melapisi esofagus pada bagian bawah. Perubahan-perubahan ini akan berakibat yakni terjadinya peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Melihat bahaya dari penyakit asam lambung yang cukup serius seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Grameds dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter apabila mengalami gejala asam lambung, supaya dapat memperoleh penanganan yang tepat. Penyakit asam lambung sebenarnya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan generik yang dijual bebas. Meski demikian, beberapa orang yang mengidap GERD parah mungkin membutuhkan obat-obatan yang lebih kuat atau bahkan operasi untuk meringankan gejala.

Makanan Aman Untuk Pengidap Asam Lambung

ciri asam lambung naik

https://blog.myfitnesspal.com/

Ada berbagai faktor yang memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan, salah satunya ialah makanan. Buah-buahan yang mengandung asam, makanan dengan kandungan lemak tinggi, makanan pedas, dan coklat merupakan contoh makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Jika dilihat-lihat, makanan-makanan tersebut biasanya disukai oleh banyak orang, tetapi perlu dihindari oleh para pengidap asam lambung karena akan berisiko membuat penyakit GERD kambuh kembali. Ketika asam lambung naik, para pengidap akan mengalami mual, muntah, perut kembung, munculnya sensasi panas di perut, dan bahkan makanan bisa naik kembali ke kerongkongan.

Cara untuk terhindar dari berbagai gejala tersebut ialah pengidap asam lambung wajib memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Berikut ini makanan sehat yang aman dikonsumsi oleh para pengidap asam lambung, yakni:

1. Jahe

Tanaman rempah yang berikut ini tak sekadar memberi kehangatan, tetapi juga bisa mengurangi risiko munculnya gejala asam lambung. Dilansir dari Healthline, jahe mempunyai kandungan antiinflamasi untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan serta menjadi obat alami untuk penyakit asam lambung maupun maag. Grameds dapat mengonsumsi jahe dengan cara diparut atau dipotong, lalu diolah menjadi minuman hangat. Minuman tersebut berguna untuk meredakan gejala penyakit asam lambung.

2. Lidah Buaya

Jika mendengar kalimat lidah buaya, pasti Grameds membayangkan kegunannya dalam bidang kecantikan wajah. Ternyata, manfaat lidah buaya juga mempunyai khasiat sebagai penyembuh alami, salah satunya yakni untuk penyakit asam lambung. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam bentuk minuman ataupun diubah menjadi cairan pengental atau penggumpal.

3. Oatmeal

Jenis makanan lainnya yang juga dianjurkan untuk pengidap asam lambung ialah makanan yang kaya akan serat, misalnya oatmeal. Oatmeal kerap dikonsumsi oleh orang-orang yang tengah menjalankan diet karena memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Bagi pengidap asam lambung, oatmeal bisa mengatasi gejala penyakit dengan cara menyerap asam lambung, sehingga gejalanya bisa mereda.

4. Pisang

Grameds yang memiliki penyakit asam lambung juga dianjurkan untuk mengonsumsi pisang dengan rutin. Pisang mempunyai kandungan pH sekitar 5,6 dan baik untuk menetralisir asam lambung. Selain pisang, buah-buahan lainnya yang dianjurkan unruk dikonsumsi, yakni buah apel, pir, dan melon.

https://www.gramedia.com/products/manajemen-risiko-krisis-dan-bencana-untuk-industri-pariwisata-yang-berkelanjutan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi5. Sayuran Hijau

Bicara mengenai makanan sehat pasti tak jauh dari sayur-sayuran. Contoh sayuran yang dianjurkan bagi para pengidap asam lambung yakni brokoli, kembang kol, kentang, timun, selada, buncis, dan asparagus. Sayur-sayuran tersebut memiliki kandungan serat yang tinggi serta memiliki kandungan yang mampu untuk menurunkan asam lambung.

6. Daging tanpa Lemak

Daging yang memiliki kandungan lemak tinggi kerap menjadi pemicu naiknya asam lambung. Itu sebabnya, pengidap asam lambung sebaiknya memilih daging yang rendah lemak atau ikan yang mudah untuk dicerna dengan baik oleh lambung. Bagi Grameds yang mengidap asam lambung, pilihlah daging rendah lemak tanpa kulit atau daging-dagingan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau dibakar.

7. Roti

Menurut studi dari Cleveland Clinic, penderita asam lambung masih diperbolehkan untuk mengonsumsi roti. Akan tetapi, jenis roti yang disarankan ialah roti yang terbuat dari gandum atau dibuat dengan berbagai ragam biji-bijian di dalamnya. Hal ini dikarenakan jenis roti tersebut kaya akan kandungan vitamin, serat, serta nutrisi yang baik bagi kesehatan lambung.

Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat

Dikutip dari WebMD, berikut ini merupakan tips sederhana yang dapat membantu meredakan asam lambung:

  • Hindari mengonsumsi makanan yang bisa memicu refluks. Hindari makanan tertentu yang memicu mulas, seperti soda, kafein, cokelat, jeruk, tomat, bawang, mint, dan makanan dengan kandungan lemak tinggi.
  • Makan lebih banyak serat. Serat dapat membantu saluran pencernaan bekerja dengan sehat dan lancar.
  • Atur porsi makan. Hindari makan dalam porsi yang besar sekaligus. Cobalah untuk makan dengan lima atau enam porsi kecil dalam sehari.
  • Jangan makan sebelum tidur. Kebiasaan makan sebelum tidur kerap menjadi penyebab naiknya asam lambung. Berhentilah makan setidaknya dalam kurun waktu dua atau tiga jam sebelum tidur sehingga perut mempunyai kesempatan untuk mengosongkan isinya sebelum Grameds
  • Makan perlahan. Jangan makan terburu-buru.
  • Jangan merokok. Merokok bisa mengurangi efektivitas otot yang gunanya untuk menjaga asam di lambung. Jadi, berhentilah merokok jika tidak ingin asam lambung kambuh.
  • Kenakan pakaian longgar. Pakaian ketat umumnya memberikan tekanan tambahan pada perut.
  • Tinggikan kepala. Tumpuk beberapa bantal di bawah tempat tidur supaya kepala menjadi sekitar 6 inci lebih tinggi.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien