Kesehatan

Radang Kelenjar Susu: Definisi, Penyebab, Perawatan, serta Pentingnya ASI Bagi Ibu dan Anak

Written by Rifda Arum

Radang Kelenjar Susu – Grameds pasti sudah paham jika ASI (Air Susu Ibu) sangat berperan besar bagi pertumbuhan seorang anak. Meskipun ada beberapa anak yang tidak berkesempatan untuk mendapatkan ASI karena suatu keadaan dan kemudian digantikan menggunakan susu formula. Namun, antara ASI dan susu formula ternyata memiliki perbedaan besar terutama pada kandungannya, sehingga tak jarang bayi yang mengkonsumsi susu formula dapat terkena diare. Itulah mengapa ASI disebut sebagai makanan terbaik untuk bayi dan tidak dapat digantikan oleh susu sapi maupun susu formula. Pemberian ASI umumnya akan dilakukan kepada bayi yang baru lahir sampai umur 6 bulan sesuai kebutuhan bayinya.

Sayangnya, tidak semua Ibu dapat memberikan ASI-nya kepada sang anak. Ada beberapa situasi dan kondisi yang menyebabkan sang anak harus mendapatkan sumber makanannya dari cara lain, mulai dari pemberian susu formula hingga membeli ASI dari Ibu lain. Salah satu kondisi yang menyebabkan seorang Ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya adalah adanya radang kelenjar susu pada payudaranya. Sebenarnya, radang kelenjar susu ini dapat sembuh dengan cepat jika rajin mengkonsumsi air putih dan istirahat yang cukup. Hanya saja, informasi mengenai hal ini belum banyak yang mengetahuinya. Lantas, apa sih radang kelenjar susu itu? Apa saja gejala dan penyebab dari radang kelenjar susu ini? Bagaimana pengobatan dari radang kelenjar susu? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Apa Itu Radang Kelenjar Susu?

Pada dasarnya, radang kelenjar susu atau dalam istilah medis disebut sebagai mastitis ini adalah kondisi dimana terjadinya peradangan pada jaringan payudara yang terkadang menyebabkan infeksi karena adanya bakteri Staphylococcus aureus. Atas hal ini, pada saluran susu mengalami penyumbatan karena kesalahan dari cara menyusui bayinya. Itulah mengapa radang kelenjar susu ini kerap terjadi pada ibu yang baru saja memiliki seorang bayi. Kondisi ini akan ditandai dengan mengerasnya payudara dan terasa sakit jika tengah menyusui bayi.

Radang kelenjar susu alias mastitis ini umumnya akan terjadi selama 3 bulan pertama setelah melahirkan. Namun, ternyata juga bisa lho terjadi hingga 2 tahun kemudian apabila tidak segera ditangani dengan baik. Meskipun terasa sakit, tetapi proses menyapih justru harus tetap dilanjutkan. Tak jarang, seorang ibu yang mengalami radang kelenjar susu ini akan mendapatkan demam juga sehingga pendampingan sosok suami dan keluarga akan benar-benar efektif untuk upaya penyembuhannya. Apabila ibu mengalami sakit demam, maka tidak menutup kemungkinan bahwa sang bayi juga akan mengalami demam.

Sebenarnya, penyakit radang kelenjar susu ini merupakan masalah umum yang kerap terjadi pada ibu menyusui. Pada radang kelenjar susu ini ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yakni dapat menurunkan produksi ASI sehingga menyebabkan Ibu akan berhenti menyusui dan berpotensi pula timbulnya beberapa penyakit. Kebanyakan orang mengetahui bahwa radang kelenjar susu ini hanya dialami oleh wanita yang baru melahirkan dan menyusui, padahal sebenarnya wanita yang tidak menyusui bahkan laki-laki pun juga bisa terserang radang kelenjar susu ini lho. Jika terjadi pada wanita yang tidak menyusui, biasanya disebabkan adanya penyakit kulit atau terjadi cedera pada sekitar payudara.

Keadaan radang kelenjar susu alias mastitis ini berbeda ya dengan saluran tersumbat, meskipun keduanya sama-sama sakit. Hal tersebut karena pada saluran tersumbat itu bukanlah infeksi sehingga tidak perlu diobati dengan antibiotik. Pada saluran tersumbat, sang Ibu memang akan merasa sakit, bengkak, dan terjadi pengumpulan massa di payudara. Kulit yang menutupi saluran tersumbat biasanya akan berwarna merah, tetapi tidak semerah pada kondisi radang kelenjar susu. Sementara pada radang kelenjar susu, rasa sakitnya lebih parah. Kedua kondisi ini hampir sama satu sama lain sehingga tidak mudah untuk membedakannya. Bahkan ada kemungkinan pula jika saluran tersumbat itu dapat berkembang menjadi radang kelenjar susu.

Jenis Radang Kelenjar Susu atau Mastitis

Ada 2 jenis radang kelenjar susu atau mastitis yakni:

1.   Mastitis Non Infeksi

Yakni radang kelenjar susu yang disebabkan oleh statis susu. Keadaan statis susu adalah dimana ASI tetap diproduksi tetapi tetap berada di dalam payudara. Akibatnya, sang Ibu akan merasakan payudaranya nyeri, bengkak, dan tidak nyaman. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya statis susu, antara lain:

  • Mulut bayi tidak menempel pada payudara secara efektif ketika tengah menyusui.
  • Bayi mengalami kesulitan ketika mengidap ASI dari payudara.
  • Bayi jarang mendapatkan ASI.
  • Memakai pakaian ketat sehingga menyebabkan saluran susu tersumbat dan terjadi tekanan pada bagian payudara.

2. Mastitis Infeksi

Yakni radang kelenjar susu yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini umumnya tidak berkembang dalam saluran susu, tetapi jika saluran susu berhenti justru memungkinkan adanya infeksi. Beberapa ahli kesehatan percaya bahwa bakteri yang ada di permukaan kulit payudara nantinya dapat masuk payudara melalui retakan atau pecahan di kulit.

Gejala Radang Kelenjar Susu

Ibu menyusui terutama bagi para ibu baru pasti akan mengalami radang kelenjar susu ini, ditandai dengan munculnya tanda merah pada salah satu payudaranya. Payudara juga akan terasa bengkak dan panas ketika disentuh. Nah, berikut gejala yang muncul dari terjadinya radang kelenjar susu, yakni:

  • Adanya benjolan di payudara
  • Terasa nyeri payudara (mastalgia) atau sensasi terbakar terutama ketika bayi tengah menyapih.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Demam dan menggigil, hingga suhu dapat mencapai 38,5° C.
  • Kelelahan.
  • Timbul garis-garis merah yang bentuknya hampir mirip dengan sarang laba-laba pada payudara
  • Keluarnya cairan yang mengandung nanah dari puting.
  • Putih berdarah.

Penyebab Terjadinya Radang Kelenjar Susu

https://www.pexels.com/

Dilansir dari sehatq, keadaan radang kelenjar susu ini disebabkan oleh banyak hal, utamanya adalah infeksi dari bakteri Staphylococcus aureus. Nah, berikut adalah hal-hal pemicu terjadinya radang kelenjar susu, yakni:

1. Kulit Puting yang Lecet

Ketika kulit puting lecet atau mengelupas, pasti bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam payudara. Itulah mengapa, para Ibu baru merasa enggan untuk menyusui.

2. Frekuensi Menyusui yang jarang

Apabila sang Ibu jarang menyusui bayinya, pasti akan terjadi penumpukan ASI di dalam payudara. Hal tersebut juga dapat menyebabkan radang kelenjar susu. Terlebih lagi jika sang Ibu tiba-tiba berhenti menyusui secara cepat, nantinya pengosongan ASI juga tidak berjalan sempurna.

3. Pengosongan Payudara yang Tidak Sempurna

Sejatinya, setiap malam itu harus dilakukan pengosongan ASI yang ada di payudara. Namun, tidak jarang, seorang Ibu akan merasa lelah dan mengantuk sehingga proses menyusui bayi hanya dilakukan sebentar saja. Akibatnya, pengosongan ASI di payudara terjadi secara tidak sempurna sehingga dapat memicu terjadinya radang kelenjar susu.

4. Jumlah ASI yang Terlalu Banyak

Hal ini hampir berhubungan dengan pemicu sebelumnya, yakni jika jumlah ASI di dalam payudara terlalu banyak, tetapi tidak dikosongkan secara sempurna, maka akan terjadi penumpukan. Penumpukan ASI ini juga menjadi penyebab radang kelenjar susu.

5. Pelekatan Bayi yang Kurang Baik

Bayi yang baru lahir memang belum dapat memahami hal apapun secara baik, termasuk cara menghisap puting. Ketika bayi menghisap puting, biasanya tidak termasuk pada areola alias kulit di sekitar puting. Hal tersebut dapat menyebabkan puting Ibu akan terhimpit di antara gusi dan bibir bayi, sehingga aliran ASI akan tidak sempurna.

6. Menyusui Hanya dengan Satu Payudara Saja

Apabila sang Ibu hanya menyusui bayinya dengan satu payudara, maka pengosongan ASI hanya pada satu payudara tersebut saja. Sementara itu, satu payudara lainnya akan mengalami penumpukan ASI. Itulah mengapa disarankan untuk menyusui dengan kedua payudara supaya pengosongan ASI dapat berjalan sempurna.

7. Mengenakan Bra yang Ketat

Penggunaan bra yang ketat ternyata dapat menyebabkan putih tertekan atau tergesek lho… sehingga akan menimbulkan luka. Dari luka tersebut, dapat memicu masuknya bakteri ke payudara dan menyebabkan radang kelenjar susu.

8. Kelelahan hingga Malnutrisi

Sistem kekebalan ibu menyusui sangat berpengaruh pada produksi ASI dan kondisi sang bayi ya… Maka dari itu, jika ibu mengalami kelelahan, dapat membuat sistem kekebalan tubuhnya melemah sehingga akan rentan mengalami radang kelenjar susu. Terlebih lagi jika mengalami malnutrisi, maka infeksi maupun pengosongan ASI akan mudah memicu terjadinya radang kelenjar susu.

Perawatan Untuk Mengatasi Radang Kelenjar Susu

https://www.pexels.com/

Ada baiknya jika mengalami radang kelenjar susu ini segera dikonsultasikan ke dokter. Setelah konsultasi dengan dokter, pasti akan memberikan beberapa resep obat berupa antibiotik maupun tips perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang kelenjar susu ini selama di rumah. Perawatan ini juga dapat membantu mencegah terjadinya radang kelenjar susu menjadi serius. Dilansir dari halodoc, berikut perawatan yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi radang kelenjar susu.

1. Istirahat yang Cukup

Sama halnya dengan penyakit lainnya, pada kondisi radang kelenjar susu ini juga membutuhkan perawatan berupa istirahat yang cukup. Meskipun memang sulit untuk banyak beristirahat apalagi sambil merawat bayi yang baru lahir, tetapi coba untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas. Itulah mengapa pentingnya peran suami selaku pasangan dan keluarga sangat efektif untuk upaya penyembuhan radang kelenjar susu ini. Mintalah bantuan pasangan atau keluarga untuk membantu merawat bayi, sehingga sang Ibu dapat beristirahat secara cukup. Jangan merasa bersalah ya karena tidak maksimal dalam merawat bayi, sebab istirahatmu sangat penting supaya radang kelenjar susu dapat cepat sembuh.

2. Ubah Posisi Ketika Menyusui

Cobalah untuk mengubah posisi ketika tengah menyusui dalam keadaan radang kelenjar susu ini. Hal ini dapat mengubah sudut hisap dari sang bayi ketika menyusui. Selain itu, meskipun rasanya sangat nyeri, sakit, dan tidak nyaman, tetapi sang Ibu harus sesering mungkin menyusui bayi. Melalui isapan bayi, nantinya akan membantu untuk mengurangi penyumbatan dan pembengkakan pada payudara.

3. Pijat Payudara

Teknik ini cukup efektif untuk dilakukan ketika bayi tengah menyusui. Caranya adalah dengan menempatkan ibu jari di atas area payudara yang terasa tidak nyaman itu. Berikan tekanan sedikit sambil menggerakkan jari menuju puting. Nah, jika tidak tahu secara persis area mana yang harus dipijat, cukup cari saja area yang terasa keras atau tidak rata. Supaya pijatan dapat terasa nyaman, dapat dilakukan sambil berendam air hangat ya…

4. Minum Air Putih

Ketika menyusui, biasanya Ibu akan mengalami dehidrasi tanpa disadarinya. Maka dari itu, minumlah air putih dalam porsi banyak untuk membantu menjaga suplai ASi. Lebih banyak suplai ASI maka akan lebih banyak pula sesi menyusui sehingga pengosongan ASI juga dapat berjalan sempurna.

5. Kompres dengan Daun Kubis

Berdasarkan penelitian pada Nursing and Midwifery Research Journal yang terbit pada tahun 2015, mengungkapkan bahwa ternyata daun kubis yang dalam keadaan dingin memiliki efektivitas yang sama dengan kompres panas, sehingga cocok untuk mengatasi radang kelenjar susu.

Caranya adalah dengan mendinginkan daun kubis hijau yang sudah dibersihkan di kulkas. Sebaiknya, pilihlah lembaran daun kubis hijau yang sesuai dengan ukuran payudara. Setelah didinginkan, tutup seluruh payudara dengan daun kubis tersebut, kecuali bagian putih. Bahkan juga bisa lho memasukkan lembaran daun kubis ke dalam bra yang longgar.

Setelah 20 menit, segera buang daun kubis tersebut. Bersihkan payudara dan keringkan dengan lembut. Lakukan perawatan sederhana ini hingga 3 kali sehari selama 20 menit pada setiap sesinya.

Pentingnya ASI Bagi Pertumbuhan Anak

https://www.pexels.com/

Grameds pasti sudah mengetahui bahwa keberadaan ASI sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan seorang anak. Meskipun pada kenyataannya, banyak anak yang kurang berkesempatan untuk mendapatkan ASI dari ibunya karena suatu kondisi, sehingga pemberian ASI tersebut digantikan dengan susu formula. Namun saat ini, sudah banyak inovasi dengan adanya donor ASI yang masih diperdebatkan akan kehalalannya, terutama bagi umat Islam.

ASI menjadi makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, karena mengandung hampir semua zat gizi yang memang dibutuhkan oleh bayi. Walaupun ASI dapat digantikan oleh susu formula, tetapi komposisi pada keduanya sangat berbeda. Saat ini, tengah dijalankan kampanye pemberian ASI eksklusif kepada bayi baru lahir kepada para Ibu baru.

ASI eksklusif adalah upaya pemberian ASI kepada bayi tanpa tambahan cairan lainnya. Dalam artinya, bayi hanya akan mengkonsumsi makanan berupa ASI saja, tanpa diberi tambahan susu formula, madu, air teh, air putih, pisang, bubur, nasi tim, hingga air tajin. Pemberian ASI eksklusif ini dilakukan dari bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, sesuai dengan kebutuhan bayi. Proses menyusuinya pu dimulai 30 menit setelah bayi lahir dan harus sesering mungkin, terutama pada malam hari.

Hal yang perlu diketahui mengenai ASI ini adalah komposisinya yang tidak sama dari waktu ke waktu. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya stadium laktasi yang mana terdiri dari 3 tingkatan, yakni:

a) Kolostrum

Yakni cairan berwarna kekuningan dan kental. Cairan ini akan keluar pertama kali dari kelenjar susu Ibu terutama setelah melahirkan.

b) ASI Transisi (ASI Peralihan)

Biasanya diproduksi mulai dari berhentinya kolostrum sampai 士 2 minggu setelah melahirkan. Volume dari ASI Transisi ini akan semakin meningkat seiring dengan lamanya durasi menyusui dan perlahan digantikan oleh ASI Matang.

c) ASI Matang (Mature)

Yakni ASI yang telah disekresi pada hari ke-10 atau sekitar minggu ke-3 menyusui.

Manfaat Dari ASI Eksklusif

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pemberian ASI Eksklusif ini, baik kepada bayi maupun Ibu. Pada bayi, keberadaan ASI ini mengandung zat gizi yang tidak bisa disamakan oleh semua jenis formula apapun sehingga menjadi nutrisi utama yang sempurna bagi proses tumbuh kembangnya. ASI mengandung kolostrum yang ternyata kaya antibodi yang tentunya dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit, mulai dari infeksi, asma, alergi, hingga diare. Manfaat lain dari ASI Eksklusif kepada bayi adalah menjadi untuk perkembangan kecerdasan otaknya.

Sementara itu, ASI Eksklusif juga sangat bermanfaat bagi Ibu. Manfaat yang utama adalah terjadinya kontak langsung antara Ibu dan bayi selama proses menyusui, maka akan membentuk ikatan kasih sayang. Sang bayi akan merasa aman karena merasakan kehangatan tubuh Ibu ketika dirinya tengah menyapih. Tidak hanya itu saja, pemberian ASI juga dapat mengurangi risiko berat badan berlebih, terutama pada bagian panggul dan paha.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu radang kelenjar susu beserta gejala, faktor penyebab, cara penanganan, dan pentingnya ASI bagi seorang Ibu dan bayi yang baru lahir. Jika Grameds pernah mengalami radang kelenjar susu ini, ada baiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya…

Sumber:

https://www.halodoc.com/

https://www.sehatq.com/

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien