in

Right Issue: Pengertian dan Mendanai Perusahaan dengan Right Issue

pixabay.com

Right Issue – Pada Februari 2022, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) mengumumkan akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau dikenal juga dengan sebutan rights issue. Aksi korporasi yang sudah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 6 April 2021 ini, rencananya akan dimulai pada masa perdagangan 9-16 Maret 2022.

Direktur Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan bahwa sebanyak 925 juta lembar saham seri B akan dilepas pada right issue Bank BJB. Yuddy menargetkan aksi ini bisa memperkuat permodalan perusahaan. Performa BJB yang baik di tahun sebelumnya juga diharapkan dapat memberi nilai lebih bagi para pemegang saham.

Selain Bank BJB, perusahaan pelat merah lain yang berencana melakukan right issue pada tahun 2022 adalah PT Waskita Karya Tbk. dengan target menghimpun dana segar 4 triliun rupiah. Pada right issue tahun sebelumnya, Waskita berhasil mengumpulkan dana sebesar 1,5 triliun rupiah dari target 4 triliun rupiah.

Meski begitu, Waskita masih menunggu arahan Kementerian BUMN untuk menjalankan aksi tersebut. Ini berarti Waskita harus bersaing dengan BUMN lain yang direncanakan akan turut serta dalam right issue di pasar modal tahun ini.

Tidak hanya perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah, perusahaan swasta juga berencana mencari tambahan modal melalui right issue. Sampai dengan tanggal 21 Februari 2022 Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan 34 perusahaan yang berencana melakukan right issue. Diperkirakan dana right issue akan mencapai 12,9 triliun rupiah dengan jumlah perusahaan tersebut.

Right issue seringkali menjadi pilihan sumber pendanaan bagi banyak perusahaan. Cara ini terbilang murah dan cukup menjanjikan bagi perusahaan untuk memperoleh dana.

[algolia_carousel]

Berikut penjelasan mengenai right issue.

Pengertian Right Issue

Mengutip buku A Textbook of Business Finance oleh Ashiq Hussain, right issue adalah penawaran kepada pemegang sekuritas, yang memungkinkan pemegangnya untuk memesan uang tunai untuk sekuritas secara proporsional dengan kepemilikan mereka yang ada. Biasanya penawaran dibuat dengan syarat-syarat yang menguntungkan. Biasanya juga dibuat untuk pemegang saham biasa dan terdiri dari lebih banyak ekuitas.

Sedangkan S. K. Singh dalam buku Corporate Financial Accounting mengartikan right issue sebagai cara murah untuk mendapatkan pembiayaan yang berkaitan dengan penerbitan modal lebih lanjut kepada pemegang saham yang ada. Lebih dari itu, Singh menilai rights issue faktanya adalah undangan kepada pemegang saham yang ada untuk memesan atau membeli tambahan saham baru di perusahaan dengan potongan dari harga pasar pada tanggal yang ditentukan di masa mendatang. Nama tersebut muncul dari prinsip ‘hak memesan terlebih dahulu’ di mana pemegang saham yang ada harus ditawarkan saham baru secara proporsional dengan kepemilikan mereka atas saham lama (penawaran tepat) dengan harga tertentu.

Secara sederhana, right issue menurut Joko Salim dalam buku Cara Gampang Bermain Saham adalah sebuah aksi yang dilakukan perusahaan untuk menambah permodalannya dengan cara menerbitkan saham baru. Ketika menerbitkan, saham baru tersebut akan ditawarkan lebih dulu kepada pemilik saham lama.

Dengan metode ini, perusahaan yang ingin meningkatkan modal ditempatkannya melakukannya dengan menawarkan satu saham baru untuk setiap saham, atau sejumlah saham tertentu, yang sudah dimiliki, dengan harga di bawah harga pasar saat ini dari saham perusahaan. Perusahaan tersebut menerbitkan surat penjatahan sementara atau surat hak kepada pemegang sahamnya. Pemegang saham yang tidak mampu atau tidak mau mengambil saham baru dapat menjual haknya di pasar dengan melengkapi surat pelepasan yang dilampirkan pada surat hak dan mengalihkan keduanya kepada pembeli.

Perlu dicatat bahwa right issue bersifat bebas atau tidak memaksa. Situasi ini memberi kewenangan pada pemegang saham lama menikmati hak untuk memesan saham atau menjual hak mereka, dengan kata lain menolak penawaran. Dalam hal penolakan, perusahaan berhak untuk menawarkan saham tersebut kepada publik. Ini berarti jumlah kepemilikan pemegang saham lama akan berkurang atau terdilusi. Pemegang saham lama dapat memberikan wewenang kepada perusahaan untuk menawarkan saham baru secara langsung kepada publik dengan mengeluarkan keputusan khusus. Perdagangan saham lama ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor, karena dengan mengakuisisi saham lama, mereka bisa membeli saham baru dengan harga yang lebih murah.

Di Indonesia sendiri aksi right issue dikenal dengan sebutan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). HMETD yang diterbitkan suatu perusahaan akan disertai dengan sebuah rasio pembelian. Misalnya, rasio 7:3 berarti pemegang saham lama yang memiliki 7 lembar saham berhak atas 3 lembar saham baru. Sedangkan rasio 11:20 memberi kesempatan pemilik 11 lembar saham lama untuk membeli 20 lembar saham baru.

Right Issue

Periode Transaksi Right Issue

Ada periode waktu yang ditentukan dalam melakukan transaksi right issue. Ini membuat penawaran maupun permintaan akan right issue hanya bisa berlangsung pada satu sesi perdagangan.

Dalam right issue, tanggal batas ditetapkan dikenal sebagai tanggal pencatatan. Hak diberikan kepada pemegang saham yang memiliki saham perusahaan pada tanggal pencatatan. Pemegang saham yang ada harus membeli saham perusahaan sampai dengan tanggal batas akhir (record date). Pemegang saham yang membeli saham perusahaan setelah tanggal pencatatan, tidak berhak atas saham biasa.

Nilai dari Right Issue

Sebuah perusahaan yang menawarkan right issue akan mematok harga yang lebih rendah dari harga pasar saham, sehingga pemegang saham lama bisa mendapatkan keuntungan karena telah terhubung dengan perusahaan untuk waktu yang lama. Hak untuk membeli lebih banyak saham akan lebih berharga jika harga pasar saham lebih dari harga penerbitan. Manfaat moneter bagi pemegang saham yang ada karena hak ini dikenal sebagai ‘value of right’ (nilai hak).

Tujuan Right Issue

Berikut adalah beberapa tujuan yang hendak dicapai dengan menempuh right issue.

1. Meningkatkan modal perusahaan perusahaan

Alasan utama bagi perusahaan yang melakukan right issue di pasar modal adalah untuk mendapatkan suntikan dana atau modal. Dana ini akan digunakan untuk berbagai macam tujuan seperti ekspansi usaha, membuat inovasi, atau membiayai akuisisi internal perusahaan yang diharapkan mampu mendatangkan imbal hasil yang sepadan. Modal yang bertambah juga dapat meningkatkan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR).

Selain tujuan di atas, dengan meningkatnya modal, maka struktur modal perusahaan pun akan semakin kuat. Ini disebabkan adanya suntikan dana baru yang dimasukkan sebagai modal perusahaan sehingga rasio perbandingan modal dengan hutang bisa semakin membaik.

2. Membayar hutang

Right issue juga merupakan salah satu cara perusahaan untuk membayar utang yang telah jatuh tempo. Dengan demikian, dana yang diperoleh dari right issue bisa digunakan untuk mengurangi beban utang atau beban bunga perusahaan yang akan membuat laporan keuangan perusahaan menjadi lebih sehat.

Apabila right issue dimaksudkan untuk membayar utang perusahaan terutama yang mendekati tempo, maka investor perlu waspada dalam melakukan transaksi right issue. Sebab, kondisi keuangan perusahaan dengan beban utang yang terlalu besar berpotensi menjerumuskan investor pada kerugian.

3. Mempertahankan kekuatan kontrol pemegang saham lama

Bagi pemilik saham lama, melaksanakan transaksi right issue bisa menjadi cara untuk mempertahankan kekuatan atau kontrol terhadap suatu perusahaan. Hal ini perlu terus dilakukan terutama jika investor memiliki saham di perusahaan yang memiliki reputasi baik dan laporan keuangan sehat. Perusahaan dengan kategori tersebut akan membawa investor pada keuntungan.

Dengan terus mempertahankan posisi di dalam perusahaan tersebut lewat kepemilikan saham, maka investor tersebut memiliki hak atau prioritas yang besarannya didasarkan pada kepemilikan saham. Semakin besar bagian yang dimiliki investor dalam suatu perusahaan, semakin besar juga keuntungan yang dijamin oleh perusahaan.

4. Mencegah kerugian akibat dilusi bagi pemegang saham lama

Apabila pemilik saham lama menolak tawaran right issue, maka ia akan mengalami dilusi atau berkurangnya nilai kepemilikan saham mereka. Pengurangan ini perlu dicegah jika jumlah kerugiannya terlalu besar. Dilusi juga wajib dihindari jika perusahaan tersebut memiliki reputasi baik dan keuangan yang sehat.

Right Issue

Keuntungan Right Issue

Berikut adalah beberapa keuntungan dari right issue.

[algolia_carousel page=2]

1. Menawarkan Cara dan Harga yang Murah

Right issue adalah cara yang murah yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk menghimpun modal. Penyebab murahnya right issue adalah karena pemberitahuan kepada publik tidak membutuhkan biaya iklan, sebagian juga tidak memerlukan pengaturan prosedur biaya pembagian. Right issue juga merupakan proses yang diketahui betul oleh para anggota perusahaan maupun para pemegang saham sehingga tidak mewajibkan jaminan emisi dan tidak melibatkan biaya penerbitan efek.

Selain itu, right issue juga menawarkan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru dengan potongan harga dari harga pasar pada tanggal yang ditentukan di kemudian hari. Dengan demikian, perusahaan memberikan hak bagi investor untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya dengan harga yang lebih murah.

2. Menghemat Waktu

Metode right issue juga dapat menghemat waktu dengan mengurangi interval antara keputusan perusahaan untuk mengumpulkan dana hingga memiliki dana tersebut untuk dimanfaatkan. Penghematan waktu ini berakibat pada keuntungan yang jelas dari sumber daya tambahan yang lebih cepat.

Kesalahan yang bisa muncul selama proses transaksi juga bisa diminimalisir karena waktu yang digunakan lebih efisien. Mengurangi risiko kesalahan ini dapat mengurangi potensi kegagalan pasar.

3. Tidak Mengubah Organisasi Perusahaan

Struktur kepemimpinan atau organisasi sebuah perusahaan tidak akan terpengaruh oleh transaksi yang terjadi selama periode perdagangan karena right issue hanya berlangsung di antara para investor. Perubahan struktur hanya mungkin terjadi di antara para pemegang saham lama dan baru.

Kerugian Right Issue

1. Go public company

Aksi korporasi right issue hanya bisa dilakukan oleh perusahaan yang berstatus terbuka. Ini artinya perusahaan tersebut telah mengantongi izin atau memiliki hak untuk menghimpun dana dari publik termasuk lewat right issue.

2. Existing shareholders

Fasilitas right issue hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham lama. Apabila pemegang saham baru ingin bergabung dalam transaksi right issue, maka ia harus membeli hak yang dijual oleh pemilik saham lama terlebih dahulu.

3. Nilai saham yang terdilusi

Pemilik saham lama memiliki hak penuh untuk menerima tawaran right issue maupun menolaknya. Namun, ada konsekuensi yang harus diterima oleh pemilik saham lama jika menolak hak right issue, yakni berkurangnya nilai atau porsi kepemilikan saham (dilusi).

4. Sumber daya yang terkonsentrasi

Rights issue hanya dinikmati oleh pemegang saham yang ada, dengan demikian kekuatan ekonomi dan sumber daya terkonsentrasi hanya di antara beberapa anggota.

5. Penurunan Harga saat Periode Right Issue

Sulit bagi para investor untuk mengetahui tujuan utama bagi suatu perusahaan yang melakukan right issue. Investor kerap diyakinkan bahwa dana yang dihimpun dari right issue akan digunakan untuk perluasan bisnis. Namun, tak ada yang bisa menjamin klaim tersebut. Ini membuat perusahaan tidak terikat dengan dana yang diperoleh dari right issue. Fenomena ini berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan investor yang sering kali terbukti dengan penurunan harga saham selama perdagangan right issue berlangsung.

Right Issue

Istilah dalam Right Issue

Berikut adalah beberapa istilah dalam sebuah proses right issue yang dimuat dalam buku Cara Sehat Investasi Pasar Modal: Pengantar Menjadi Investor Profesional oleh Sawidji Widioatmodjo.

1. Saham baru

Ketika perusahaan menjual saham pertama kalinya kepada publik, maka saham yang diperdagangkan tersebut adalah saham baru. Dalam kasus right issue, saham yang dikatakan baru adalah bukan saham yang dijual pertama kali, melainkan kedua maupun ketiga.

2. Hak

Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh pemilik saham lama untuk membeli saham baru maupun menolak tawaran membeli saham baru.

3. Exercise the rights

Ini merupakan situasi dimana pemegang saham lama menggunakan haknya untuk memiliki saham baru. Dengan demikian, ada sejumlah modal tambahan yang harus disediakan investor tersebut untuk dapat melaksanakan hak ini.

4. Let the rights expire

Berbeda dengan exercise the rights, let the rights expire adalah istilah yang digunakan saat pemilik saham lama memutuskan untuk tidak menggunakan haknya. Hal ini membuat kesempatan pemilik saham lama untuk memiliki saham baru dengan harga yang lebih murah hangus.

5. Sell the rights

Apabila pemilik saham lama menolak tawaran right issue yang diberikan oleh perusahaan dengan alasan apapun, maka ia dapat menjual haknya. Hak yang dijual—tidak termasuk saham—harus dijual di bawah harga pasar saham.

6. Term of rights

Seorang investor yang bermaksud membeli saham baru lewat fasilitas right issue yang ditawarkan harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satu syaratnya adalah memiliki saham lama yang juga bisa diperoleh melalui pembelian hak. Selain itu, rasio pembelian saham baru harus mengikuti perhitungan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

7. Market price

Market price atau harga pasar adalah harga saham lama yang terjadi di pasar.

8. Exercise price/subscription price

Exercise price/subscription price adalah harga saham baru yang berasal dari transaksi right issue. Dengan kata lain, harga ini hanya muncul jika investor lama maupun investor baru menggunakan hak right issue.

9. Harga teoritis

Harga teoritis adalah harga yang diperoleh setelah memperhitungkan total dari investasi yang sudah ditanamkan. Harga ini juga disebut sebagai harga bersih.

10. Harga rights

Ketika pemegang saham lama memutuskan untuk tidak menggunakan haknya lalu menjual hak tersebut kepada orang lain, maka harga yang dikenakan dalam transaksi ini adalah harga rights.

11. Underlying stock

Underlying stock atau saham lama adalah saham yang dibeli oleh investor baru dari investor lama agar dapat membeli saham baru dengan harga lebih murah melalui transaksi right issue.

Penulis: Anendya Niervana

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda