in

Biaya Investasi : Pengertian, Jenis, Simulasi, Contoh

freepik.com

Biaya investasi adalah hal yang penting untuk diketahui sebelum memulai berinvestasi. Siapa yang tak kenal dengan investasi? Kini, hampir semua kalangan mulai berinvestasi. Jenisnya pun sangat beragam, ada saham, reksadana, emas, deposito, obligasi, hingga aset kripto, dan masih banyak lagi. Alasan berinvestasi juga bermacam-macam, dari sekedar menambah aset, sebagai perencanaan keuangan jangka pendek, seperti dana impian, hingga rencana jangka panjang untuk dana pensiun.

Setiap instrumen investasi pun memiliki tingkat risiko yang berbeda. Ada yang rendah, menengah, dan tinggi. Jika Teman Grameds memilih instrumen investasi dengan tingkat risiko yang tinggi, tapi bisa menyusun strategi yang tepat. Kamu akan bisa mendapatkan keuntungan investasi yang lumayan besar.

Akan tetapi, dalam melakukan investasi, Teman Grameds bukan hanya sekedar setor modal saja. Kamu perlu mengetahui berbagai hal mengenai investasi untuk hasil yang maksimal. Nah, salah satunya bisa kamu mulai dari mengenal biaya investasi.

Lho, investasi juga perlu keluar biaya lebih? Semakin sering kamu bertransaksi saat berinvestasi, biaya investasi yang dikeluarkan juga bisa semakin besar. Selain biaya itu, pada beberapa instrumen investasi, kamu akan dikenakan biaya pajak penghasilan.

Biaya Investasi adalah

Pajak juga termasuk sebagai biaya investasi yang harus kamu bayarkan. Agar kamu tidak terkejut melihat nominalnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Yuk, simak sampai habis artikel ini.

Pengertian Biaya Investasi

Sebelum kamu menanamkan modal dalam sebuah investasi. Ada baiknya kamu pelajari biaya investasi ini. Dengan begitu, nantinya akan meminimalkan risiko rasa kecewa atau kebingungan, mengapa nominal investasi yang ditarik ternyata tidak sesuai dengan perhitungan yang sudah kamu kira-kira sebelumnya.

Secara sederhana, biaya investasi adalah biaya transaksi yang harus dibayarkan setiap kali kamu (investor) ingin membeli ataupun menjual investasimu. Besarnya biaya tersebut tentunya berbeda-beda, sesuai dengan jenis investasi serta platform atau sekuritas apa yang digunakan.

Walau setiap transaksi ada biaya investasinya, kamu sebagai investor tak perlu khawatir. Sebab, minimnya biaya investasi tidak akan memotong keuntungan investasimu, sehingga hasilnya nanti tetap aman dan terjaga.

Jenis Biaya Investasi

Biaya investasi digunakan untuk keperluan yang cukup beragam. Misalnya, sebagai biaya perantara, biaya kewajiban pajak, dan lain-lain. Tiap instrumen pun memiliki rincian biaya investasinya masing-masing. Maka dari itu, berikut jenis biaya investasi dari beberapa instrumen investasi yang tengah populer, yang perlu kamu ketahui.

1. Biaya Investasi Saham

Biaya investasi saham ialah biaya transaksi yang harus dibayarkan investor setiap kali melakukan pembelian dan penjualan saham. Berikut rincian biayanya:

  • Komisi untuk broker. Jika kamu menggunakan suatu jasa penyedia jual beli saham, maka kamu wajib membayar komisi sekitar 0,15-2,5 persen atau 0,25-0,35 persen sebagai biaya jasa atau broker yang dipilih dalam transaksi mu. Biaya tersebut sudah termasuk PPN.
  • Biaya transaksi dari BEI (evy atau IDX levy) juga membuat investor harus mengeluarkan biaya sebesar 0,04 persen atas BEI, KSE, kliring KPEI, dan dana jaminan KPEI sebagai upah saat jual beli saham telah selesai.
  • Tentunya investor pun perlu membayar PPN sebesar 0,03 persen dari setiap transaksi jual beli saham yang dilakukan.
  • Investor saham kemudian akan dikenakan pajak penghasilan atau PPh, sebesar 0,01 persen dari transaksi yang bersifat final dan dibayarkan melalui pihak sekuritas.

2. Biaya Investasi Cryptocurrency

Meski terbilang jenis investasi baru. Dalam cryptocurrency juga terdapat biaya investasi yang harus disiapkan investor untuk membayar biaya layanan. Meliputi biaya penjualan atau pembelian aset kripto, penarikan dana maupun biaya deposit, tergantung pada exchange atau broker yang kamu gunakan. Biaya investasi kripto pun bisa dibayarkan dengan modal yang kecil, dan bebas pajak.

3. Biaya Investasi Reksadana

Investasi reksadana yang kini semakin diminati, terutama bagi kalangan milenial yang masih dalam kategori investor pemula. Selain tak perlu nominal yang besar, risikonya juga relatif lebih rendah.

Berbeda dengan biaya investasi saham. Dalam instrumen reksadana, tak semua platform mewajibkan para investornya membayar biaya investasi reksadana. Sebab, ada juga lembaga investasi yang menggratiskan biaya-biaya terkait transaksi reksadana.

Namun, ada juga lho beberapa produk reksadana yang mengenakan biaya jual, tapi saat kamu membelinya gratis, tidak dikenakan biaya investasi, dan begitu sebaliknya. Pada biaya investasi reksadana, terbagi menjadi tiga pembiayaan.

 

a. Biaya yang dikeluarkan investor,

Biaya ini seperti pembelian unit penyertaan reksadana (subscription fee), penjualan kembali unit (redemption fee), maupun pengalihan unit (switching fee), dan tentunya biaya transfer bank.

  • Pada pembelian unit penyertaan (selling/subscription fee), biasanya perlu dibayarkan investor saat membeli produk reksadana. Biaya ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
    • Transaksi subscription, biaya investasi reksadana yang dikeluarkan investor ketika pertama kali membuka akun reksadana.
    • Penambahan dana (transaksi top up), yakni biaya saat investor menambah dana modal ke dalam reksadana. Nominalnya tergantung pada masing-masing manajer investasi. Ada yang menetapkan minimum top up dan ada pula yang mengharuskan jumlah top up-nya lebih besar dari subscription awal.
    • Transaksi auto debit, yakni penambahan dana investasi yang dilakukan secara otomatis dengan menerapkan jadwal top up setiap bulannya.
  • Kemudian biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee). Dalam standar biaya investasi reksadana, switching fee baru akan ditanggung oleh investor waktu ia melakukan pengalihan reksadana. Artinya, biaya ini baru ada hanya jika investor ingin memindahkan investasi dari satu jenis reksadana ke reksadana lainnya.
    Namun, sistem transaksi switching masih terbatas dan hanya dapat dilakukan oleh beberapa reksadana saja. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu tanyakan perihal switching reksadana ini ke manajer investasi sebelum kamu melakukan investasi.
  • Lalu biaya untuk penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee). Besaran biayanya sendiri tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan manajer investasi.
    Akan tetapi, redemption fee hanya berlaku bagi investor yang memiliki reksadana hingga tahun tertentu saja. Sementara untuk investor yang sudah lama, maka tidak akan dikenakan biaya ini lagi.

b. Biaya reksadana itu sendiri

Terdapat beberapa jenis biaya yang harus dibayar oleh produk reksadana yang terdiri dari:

  • Biaya manajemen
    Investor perlu membayar sejumlah biaya sebagai balas jasa pengelolaan dana yang telah dilakukan oleh manajer investasi dan timnya. Beberapa produk reksadana pun bisa mengenakan biaya transaksi yang lebih tinggi.
  • Biaya kustodian
    Selanjutnya ada biaya yang dikenakan oleh bank kustodian. Pihak yang bekerja dalam pengurusan administrasi, penjagaan serta tempat penitipan aset yang dimiliki oleh reksadana tersebut.
    Lembaga ini hadir untuk memastikan bahwa dana investor tetap aman dalam situasi apapun, sehingga jika manajer investasi terpaksa tutup dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk memindahkan dana investornya ke manajer lain. Maka aset dan himpunan dana investor dipastikan akan tetap aman, karena telah dititipkan ke bank kustodian.
  • Biaya audit tahunan reksadana
    Karena reksa dana dipasarkan secara terbuka untuk masyarakat umum. Kinerjanya pun harus diaudit oleh auditor independen. Setelahnya, manajer investasi wajib merilis laporan keuangan reksadana yang telah diaudit setiap tahunnya.
  • Biaya penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST).
    Investor juga biasanya menggunakan indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit sebagai acuan untuk menentukan harga sebuah produk reksadana. Biasanya NAB ditampilkan secara netto, atau sudah dikurangi oleh beban-beban di atas, sehingga investor secara tidak langsung sudah membayar biaya-biaya tersebut.

Apabila Teman Grameds tertarik untuk melihat seberapa besar komponen biaya-biaya reksadana terhadap total aset yang dikelola atau Asset Under Management (AUM). Kalian bisa menemukannya dalam fund fact sheet reksadana.

c. Biaya yang dibayarkan oleh manajer investasi atau perusahaan penyedia aset

Biaya ini mulai dari biaya persiapan pembentukan reksadana (pembentukan KIK dan dokumen yang diperlukan. Termasuk upah untuk jasa akuntan, konsultan hukum, dan notaris).

Biaya pencetakan dan distribusi prospektus awal serta formulir transaksi (formulir pembelian, penjualan kembali, pengalihan unit dan bukti kepemilikan unit reksadana). Kemudian, biaya untuk administrasi pengelolaan portofolio hingga pemasaran dan promosi reksadana, sampai biaya pembubaran dan likuidasi.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Untuk mengetahui rincian biaya-biaya di atas, investor bisa melihatnya pada laporan keuangan reksadana atau fund fact sheet yang rutin dikirimkan ke investor tiap bulannya.

Biaya Investasi adalah

4. Biaya Investasi Savings Bond Ritel (SBR)

Sama seperti biaya investasi reksadana. Pada investasi SBR, setiap mitra distribusi, bank, dan sub-registry dapat membebaskan/menanggung sebagian atau seluruh komponen biaya investasi terkait pembelian SBR. Maka dari itu, setiap mitra distribusi SBR pun juga memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Berikut rincian biaya investasi SBR:

  • Biaya untuk pembukaan rekening biasa maupun rekening surat berharga
  • Biaya penyimpanan rekening surat berharga selama satu tahun, dan
  • Biaya transfer dana saat pembayaran kupon

5. Biaya Investasi Emas

Teruntuk kamu yang suka investasi emas, jangan sangka jika beli emas batangan atau logam mulia, perhiasan maupun trading untuk investasi, cuma bayar sesuai gramnya saja. Investasi emas juga memiliki biaya investasi yang wajib kamu ketahui sebagai investor.

  • Spread merupakan selisih harga beli dan harga jual emas.
  • Biaya cetak atau sertifikat dikenakan kepada investor emas digital yang akan mencetak emas miliknya ke dalam bentuk fisik. Biaya yang dikenakan kurang lebih sebesar 70 hingga 100 ribu rupiah per gram emas.
  • Biaya transaksi ketika investor melakukan jual atau beli emas.
  • Storage cost, biaya penyimpanan untuk investor emas batang yang menggunakan safe deposit box di bank.
  • Pajak penghasilan. Bagi investor yang memiliki NPWP akan dikenai PPh 22 sebesar 0,45 persen sedangkan investor yang tidak punya dikenai sebesar 0,9 persen.

6. Biaya Investasi Deposito

Selain menjadi salah satu produk keuangan yang dimiliki oleh industri perbankan. Kini deposito juga dijadikan sebagai salah satu pilihan produk investasi. Tentunya ada biaya investasi deposito yang perlu diketahui.

  • Deposito memiliki pajak khusus yang nominalnya tergantung dari nilai suku bunga. Semakin besar suku bunganya, maka akan semakin besar pula pajaknya. Besaran pajak deposito dapat mencapai sebesar 20 persen jika depositonya diatas Rp7,5 juta.
  • Lalu, jika kamu membuat deposito di bank dengan jangka waktu satu tahun, tapi kamu mau mencairkannya sebelum jatuh tempo. Maka kamu akan dikenakan biaya penalti yang diambil dari nilai pokok dan pendapatan bunga deposito milikmu, besarannya pun tergantung dari kebijakan bank masing-masing.

7. Biaya Investasi Obligasi Ritel Negara (ORI)

Obligasi Ritel Negara (ORI) termasuk dalam investasi Surat Berharga Negara (SBN) yang juga diincar oleh para kalangan investor, baik yang sudah berkecimpung di dunia investasi maupun investor pemula.

Pada investasi ORI, terdapat biaya investasi yang wajib kamu ketahui, yaitu ada biaya beli ORI di pasar perdana, biaya untuk materai, lalu biaya penyimpanan rekening surat berharga, biaya transfer dana dalam pembayaran kupon dan pokok ORI. Kemudian, biaya untuk pelunasan maupun pembelian kembali ORI, serta biaya Minimum Holding Period (MHP). Investor pun juga dikenakan PPh sebesar 15 persen.

Itu dia biaya investasi pada beberapa instrumen investasi yang tengah digandrungi para investor. Sekarang, kita pelajari rumus menghitung biaya investasinya.

Biaya Investasi adalah

Simulasi Menghitung Biaya Investasi

Untuk memudahkan kamu dalam mengetahui besarnya biaya investasi yang harus kamu keluarkan, di luar modal investasi. Berikut beberapa contoh simulasi cara menghitung biaya investasi.

1. Simulasi Biaya Investasi Saham dengan Broker

  • Simulasi 1
    Kamu memiliki saham sebesar 10 juta rupiah dengan komisi broker 0,25% dan belum mengalami untung. Maka rumus perhitungannya sebagai berikut:
    Komisi broker: 0, 25% x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 25.000,00
    Biaya BEI: 0,04% x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 4.000,00
    PPN: 0,03% x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 3.000,00
    PPh final : 0,01% x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 1.000,00
    Kemudian, nominal saham yang kamu punya dikurang dengan rincian biaya investasi tersebut. Total dana yang kamu terima, yaitu Rp. 9.967.000.
  • Simulasi 2
    Kamu memiliki saham dengan total 10 lot saham sebesar 8 juta rupiah. Karena telah mengalami untung dengan harga per lembar sahamnya menjadi 800 rupiah, kamu pun bermaksud untuk menjualnya melalui broker dan komisinya sebesar 0,08%.  Berdasarkan kondisi tersebut, dengan rumus yang sama, perhitungannya sebagai berikut:
    Transaksi jual: 10 x 100 x Rp. 800,00 = Rp. 8.000.000,00
    Komisi broker: 0,08% x Rp. 8.000.000,00 = Rp. 6.400,00
    Biaya BEI: 0,04% x Rp. 8.000.000,00 = Rp. 3.200,00
    PPN: 0,03% x Rp. 8.000.000,00 = Rp. 2.400,00
    PPh final: 0,1% x Rp. 8.000.000,00 = Rp. 8.000,00
    Sama seperti simulasi 1, nominal saham yang kamu punya dikurangi rincian biaya investasi di atas. Jadi total dana yang diterima sebesar Rp. 7.980.000,00.

2. Simulasi Biaya Investasi Emas Digital

Kamu memiliki NPWP dan melakukan investasi emas digital sebesar 10gram dengan harga Rp. 920.000,00 per gram-nya. Kemudian, kamu berencana untuk mencetak emas tersebut secara fisik dengan ketentuan biaya cetak sebesar Rp. 70.000,00 ribu per gram. Dengan rumus perhitungan sebagai berikut:

Biaya cetak emas fisik: 10gram x Rp. 70.000,00 = Rp. 700.000,00
PPh: (10 gram x Rp. 920.000,00) x 0,45% = Rp. 41.400,00

Maka total biaya investasi emas secara keseluruhan yang kamu keluarkan adalah Rp. 741.400,00.

Kesimpulan

Setiap instrumen investasi memiliki sejumlah biaya investasi yang perlu ditanggung atau dibayarkan oleh investor. Meski begitu, dengan adanya biaya investasi ini tidak akan membuatmu rugi, alias tetap untung. Apalagi, jika Teman Grameds memilih instrumen investasi yang tepat, sesuai dengan tujuan keuangan dan penyusunan strategi investasi yang matang. Hasil investasi yang kamu dapatkan tentunya akan lebih maksimal.

Teman Grameds dapat mempelajari perhitungan biaya investasi lainnya melalui buku-buku tentang investasi yang ada di Gramedia. Salah satunya, yaitu buku Akuntansi Manajemen: Informasi Biaya Untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi & Investasi, karangan L. M. Samryn, S.E., Ak., M.M., CA. Buku tersebut tersedia dalam bentuk soft cover maupun e-book. Teman Grameds juga bisa cari buku tentang investasi lainnya via Gramedia.com tanpa harus keluar rumah.

Biaya Investasi adalah

Penulis: Indah Utami

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda