in

Apa Itu Keunggulan Komparatif dan Contohnya

Keunggulan komparatif atau yang disebut juga comparative advantage merupakan keunggulan yang muncul karena menghasilkan suatu barang atau jasa dengan biaya peluang yang lebih rendah. Konsep tersebut penting untuk menjelaskan perdagangan internasional dan juga spesialisasi dalam produksi.

Itulah yang bisa menjawab terkait pertanyaan mengapa negara melakukan kerjasama perdagangan satu sama lain. Bahkan saat mereka tidak mempunyai keunggulan yang absolut. Suatu negara harus fokus pada barang atau jasa yang mempunyai keunggulan komparatif dan memberi barang atau produk lain yang berasal dari negara lain.

Pengertian Keunggulan Komparatif

Tak banyak orang yang tahu mengenai keunggulan komparatif. Pada dasarnya, keunggulan komparatif merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu, perusahaan, ataupun negara guna menghasilkan barang maupun jasa dengan menggunakan sejumlah dana yang lebih rendah daripada dana yang dikeluarkan oleh kompetitor.

Keunggulan komparatif bisa memberikan kemampuan untuk menjual barang ataupun jasa dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tak hanya itu saja, keunggulan komparatif juga bisa membantu para pemilik usaha dalam menyadari margin penjualan yang cukup kuat.

Penggunaan dana dalam jumlah yang besar oleh para kompetitor yang mempunyai keunggulan komparatif belum tentu bisa memperoleh hasil yang baik daripada dengan perusahaan lain yang memproduksi barang atau jasa. Hal tersebut membuktikan bahwa sebuah pengorbanan berupa pengeluaran dana ataupun modal yang cukup besar belum tentu bisa menghasilkan sebuah keuntungan.

Sebelum adanya teori keunggulan komparatif, sebelumnya sudah ada suatu gagasan yang bernama teori keunggulan absolut. Sebenarnya, teori keunggulan absolut mempunyai kelemahan yaitu tidak bisa memberikan sebuah argumentasi saat dimintai penjelasan tentang situasi dari sebuah negara yang tidak mempunyai keunggulan absolut ataupun sebuah produk sama sekali.

Namun, negara tersebut tetap bisa melakukan perdagangan produk ke luar negeri atau ekspor. Oleh karena itu, teori keunggulan komparatif dibuat sebagai pelengkap dan juga perbaikan atas teori tersebut. Teori keunggulan komparatif sudah membuat sebuah argumentasi yang menyatakan bahwa efisiensi sebuah industri bisa membantu dalam meningkatkan jumlah produksi walaupun sama sekali tidak mempunyai keunggulan tersebut.

Teori tersebut dapat memberikan pengaruh yang besar pada negara yang akan melakukan perdagangan internasional. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan spesialisasi produk dan juga melakukan ekspor produk yang mempunyai keunggulan komparatif. Sementara produk yang tidak mempunyai keunggulan komparatif perlu dilakukan impor saja. Sehingga tidak akan memberikan dampak kepada inflasi.

Peran negara dalam memproduksi barang yang mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lainnya sangat penting dengan tujuan untuk memperoleh kesuksesan dalam melakukan ekspor. Keunggulan komparatif adalah sebuah kondisi dimana sebuah negara mempunyai keunggulan yang lebih besar pada suatu barang tertentu daripada barang yang lain. Sementara dalam kondisi yang sama, negara lain justru mempunyai keunggulan yang lebih kecil dan juga kelemahan di dalam barang tersebut.

Teori tersebut mengungkapkan bahwa sistem perdagangan masih bisa berjalan dengan baik dan benar serta tetap memberikan laba atau keuntungan untuk kedua pihak yang terlibat. Walaupun hanya ada satu negara saja yang mempunyai keunggulan komparatif di kedua jenis produk. Sebagai contoh yaitu tenaga kerja yang terampil.

Perlu kamu tahu bahwa keunggulan komparatif pertama kali dicetuskan oleh seseorang yang bernama David Ricardo. Ia menjelaskan teori tersebut melalui buku yang Ia tulis pada tahun 1817 yang diberi judul “On The Principle of Political Economy and Taxation”.

Di dalam bukunya itu, David menggunakan Negara Inggris dan juga Portugal sebagai salah satu contoh. Disana, David menjelaskan bahwa Portugal bisa memproduksi kain dan juga anggur dengan memakai tenaga kerja yang berjumlah lebih sedikit dibandingkan dengan Negara Inggris.

Namun, kain yang diproduksi oleh Inggris mempunyai kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan produksi Portugal. Maka dari itu, tak heran bila Inggris lebih memilih untuk melakukan ekspor kain dan anggur dari Portugal.

Adapun contoh lain dari keunggulan komparatif yaitu Negara Amerika Serikat dengan Negara Cina dalam bentuk SDM atau tenaga kerja yang murah. Dimana para pekerja dari Cina memproduksi barang-barang konsumen secara sederhana dan menggunakan biaya yang jauh lebih rendah.

Sementara keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Amerika Serikat berada di para tenaga kerja khusus yang mempunyai banyak dana atau modal. Pekerja yang berasal dari Amerika Serikat bisa menghasilkan peluang investasi dengan biaya peluang yang lebih sedikit.

Pada intinya, keunggulan komparatif mengungkapkan sebuah alasan dari suatu negara yang bisa memproduksi dan melakukan ekspor barang walaupun masyarakatnya terlihat tidak mempunyai keterampilan dalam memproduksi bila dibandingkan dengan negara lain. Oleh sebab itu, akan lebih lagi jika suatu negara itu mengkhususkan diri dalam memproduksi barang atau produk tertentu, dimana mereka mempunyai keunggulan komparatif di dalamnya.

Keunggulan komparatif tentu sangat bertolak belakang dengan keunggulan absolut. Sebab, keunggulan absolut lebih mengacu kepada kemampuan dalam menghasilkan suatu barang ataupun jasa yang lebih banyak dan lebih baik dibandingkan dengan kompetitor. Sementara keunggulan komparatif lebih mengacu pada kemampuan dalam menghasilkan barang ataupun jasa yang menggunakan biaya lebih rendah atau sedikit. Akan tetapi tidak harus pada volume ataupun kualitas yang lebih besar.

Untuk pencetus teori keunggulan absolut adalah Adam Smith. Ia mengungkapkan bahwa suatu negara mempunyai keunggulan absolut dibandingkan dengan negara lain bila negara itu sudah memproduksi barang ataupun jasa yang tidak bisa diproduksi oleh negara lain.

Setidaknya, terdapat empat hal yang menjadi dasar asumsi pokok dari teori keunggulan absolut yaitu kualitas barang yang diproduksi oleh masing-masing negara, biaya transportasi ditiadakan, pertukaran dilakukan secara barter, dan faktor produksi yang dipakai hanya tenaga kerja saja. Teori tersebut berkaitan dengan permainan dari hasil yang mengungkapkan bahwa keunggulan komparatif bisa membuat seluruh negara bisa mempunyai tabungan yang damai dalam masalah perniagaan.

tombol beli buku

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Teori Keunggulan Komparatif oleh David Ricardo

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, bahwa salah satu teori keunggulan komparatif dikembangkan oleh David Ricardo. Dimana teori tersebut diciptakan atas dasar kelemahan yang terdapat di dalam teori keunggulan absolut atau mutlak.

Di dalam teori ini, Ia mengkritik teori keunggulan absolut yang mana menurutnya proses perdagangan hanya bisa dilakukan oleh sejumlah negara yang bisa memproduksi produk terkait untuk mencapai keuntungan. David menganggap bahwa teori tersebut seolah hanya bisa dipakai atau diterapkan oleh suatu negara yang bisa melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa.

Akan tetapi, bagaimana nasib untuk beberapa negara yang mengalami kerugian absolut karena mereka tidak bisa melakukan produksi barang atau jasa tersebut? Apakah untuk negara yang tidak bisa melakukan proses produksi tidak akan mempunyai kesempatan yang sama dalam hubungannya dengan perdagangan internasional? Dengan munculnya kelemahan tersebut, David kemudian mengeluarkan pendapat baru yang masih berada di ruang lingkup perdagangan internasional dalam bentuk teori keunggulan komparatif.

Menurut David, untuk suatu negara yang tidak mempunyai keunggulan absolut, maka masih bisa terlibat di dalam perdagangan internasional dan menghasilkan keuntungan apabila bisa melakukan spesialisasi barang atau jasa yang mempunyai biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan negara lainnya. Teori keunggulan komparatif tersebut juga mempunyai beberapa asumsi, antara lain:

a. Pertama yaitu perdagangan hanya bisa terjadi antar dua negara saja.
b. Yang kedua adalah objek barang ataupun akomodasi yang berada di dalam proses perdagangan hanya diizinkan dua jenis saja.
c. Ketiga yaitu setiap negara hanya diizinkan mempunyai dua unit faktor produksi.
d. Sifat skala produksi dari proses yang sudah dilakukan adalah content return to scale.
e. Di dalam teori ini akan diberlakukan teori nilai kerja.

Dengan adanya ide atau pendapat di atas, dapat kita simpulkan bahwa keunggulan komparatif bisa terjadi apabila negara bisa melakukan proses produksi sebuah barang ataupun jasa dengan biaya tenaga kerja yang lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya tenaga kerja dari negara lain.

Perbedaan Teori Keunggulan Mutlak dengan Teori Keunggulan Komparatif

Sebelum membahas mengenai perbedaan dari kedua teori di atas, sebelumnya kita harus memahami dulu tentang apa yang dimaksud dengan perdagangan internasional. Pada dasarnya, kata internasional yang ada di dalam istilah perdagangan internasional telah menjelaskan arti dari kata itu. Dimana perdagangan internasional akan melibatkan berbagai kegiatan transaksi yang terjadi antar negara. Intinya, pengertian dari perdagangan internasional merupakan suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat dari suatu negara dengan negara lainnya berdasarkan asas persetujuan bersama.

Perdagangan internasional juga masuk ke dalam ranah ekonomi yang tidak hanya bisa memberikan manfaat dalam bidang ekonomi saja, tapi juga bisa mempengaruhi berbagai macam bidang lain seperti politik, sosial, dan juga pertahanan keamanan negara.

Akibat pengaruhnya yang cukup signifikan, ada banyak pihak yang berusaha untuk mengeluarkan ide pemikiran dan juga mengembangkannya dengan berdasar pada teori perdagangan internasional.

Dimana hal tersebut bisa digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan untuk menerapkan kebijakan dari aktivitas ekonomi makro yang berada di dalam suatu negara. Dari banyaknya teori yang telah diciptakan dan dikembangkan, ada dua teori yang cukup menonjol yaitu teori keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif.

Teori keunggulan komparatif hadir dari biaya peluang yang lebih sedikit. Biaya peluang merupakan manfaat yang hilang saat kita memilih satu alternatif terbaik selanjutnya. Contohnya saja, seorang pekerja bisa menggunakan satu jam kerjanya untuk menghasilkan dua kain atau empat sepatu.

Walaupun ada alternatif lain, maka kita bisa asumsikan bahwa itu bukanlah alternatif terbaik. Dalam hal itu, saat kita memilih untuk memproduksi dua kain, maka biaya peluangnya adalah empat sepatu. Begitupun sebaliknya, saat kita memilih untuk memproduksi empat sepatu, maka biaya peluangnya adalah dua kain. Disisi lain, keunggulan absolut hadir dari biaya per produk yang lebih sedikit. Hal itu muncul saat sebuah negara:

a. Bisa menghasilkan output yang lebih banyak dengan menggunakan input yang sama
b. Bisa menghasilkan kuantitas yang sama namun tetap menggunakan input yang lebih rendah
c. Dapat menghasilkan kuantitas yang sama namun lebih cepat

Dari contoh di atas, para pekerja mempunyai keunggulan absolut dalam memproduksi sepatu. Dimana mereka bisa menghasilkan empat unit dalam satu jam kerja. Itu artinya lebih banyak dibandingkan dengan hanya dua unit untuk kain.

tombol beli buku

Contoh Keunggulan Komparatif

Contoh dari praktik keunggulan komparatif adalah kerjasama antara Indonesia dan Malaysia dalam memanfaatkan tenaga kerja untuk input produksi garmen. Dengan asumsi bahwa jumlah gaji untuk tenaga kerja sama, maka jumlah jumlah produksi sepatu dan garmen yang akan dihasilkan dari masing-masing negara adalah:

a. Indonesia: garmen 100, sepatu 120

b. Malaysia: garmen 90, sepatu 80

Dari data di atas, bisa kita simpulkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan absolut untuk produksi garmen. Sebab, Indonesia bisa menghasilkan lebih banyak dibandingkan dengan Malaysia. Per jamnya, Indonesia bisa menghasilkan 100 unit garmen, sementara Malaysia hanya bisa menghasilkan 90 unit saja. Selain itu, Indonesia juga bisa memproduksi 120 sepatu, sementara Malaysia hanya mampu 80 unit saja.

Jika berdasar pada teori keunggulan absolut, maka Indonesia dan Malaysia seharusnya tidak saling berdagang. Sebab, Indonesia telah mempunyai keunggulan absolut atas pesaingnya. Akan tetapi jika menggunakan teori keunggulan komparatif, maka kedua negara tersebut bisa berdagang. Kedua belah pihak akan dianggap menguntungkan jika fokus kepada produk dengan biaya peluang yang paling rendah. Dimana biaya peluang yang bisa dihitung dengan mengkalkulasi harga relatif per unit garmen dari masing-masing negara.

a. Indonesia: garmen 1,3, sepatu 1

b. Malaysia: garmen 0,8, sepatu 1

Asumsinya yaitu harga setiap produk sejumlah biaya peluang. Apabila dilihat dari data yang ada di atas, maka harga garmen di Malaysia akan cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Sebab, harganya pun relatif lebih murah.

Kemudian, perhitungannya dibalik antara garmen dan sepatu yaitu:

a. Indonesia: garmen 1, sepatu 0,85

b. Malaysia: garmen 1, sepatu 1,3

Sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dimana asumsinya yaitu harga dari tiap produk sebesar biaya peluang. Apabila dilihat dari pembahasan di atas, maka harga sepatu yang ada di Indonesia akan lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di Malaysia. Sebab harga relatifnya lebih rendah. Jika berdasar pada teori keunggulan komparatif, maka perdagangan antara Indonesia dan Malaysia dapat memberikan keuntungan. Apabila dikomparasikan, Indonesia akan jauh lebih unggul dalam hal produksi sepatu, sedangkan Malaysia akan lebih unggul dalam hal produksi garmen. Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa Indonesia bisa membeli garmen dari Malaysia dan Malaysia bisa membeli sepatu dari Indonesia.

Kritik Terhadap Keunggulan Komparatif

1. Produksi dan juga perdagangan tak hanya melibatkan dua produk atau dua negara saja. Asumsi dua produk tersebut masih jauh dari kenyataan, dimana kegiatan ekspor dan impor biasanya melibatkan banyak negara dan juga produk.
2. Perdagangan antara negara akan melibatkan biaya transportasi. Sehingga jika kita mengasumsikannya tidak ada, maka hal itu adalah mustahil. Biaya transportasi akan mempengaruhi harga jual dan mungkin saja akan menghilangkan keunggulan dari perbedaan biaya peluang.
3. Tenaga kerja bukan satu-satunya faktor produksi. Ada faktor lain yang juga berperan sangat penting dalam produksi seperti modal, kewirausahaan, dan sumber daya alam.
4. Tenaga kerja tidak harus selalu mobile. Pekerja memerlukan waktu untuk menemukan pekerjaan yang baru saat beralih ke industri yang berbeda. Tak hanya itu, di era globalisasi seperti sekarang ini, mereka juga bisa dengan mudah berpindah antar negara dengan tujuan untuk mengejar kesempatan yang lebih baik lagi.
5. Model akan mengecualikan efek teknologi. Dimana kemajuan teknologi akan mempengaruhi perbedaan produktivitas tenaga kerja. Hal itu juga akan berpengaruh pada perbedaan kualitas barang modal yang ada di suatu negara, dimana tidak diperhitungkan dalam model.

tombol beli buku

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah