Return of Investment
unsplash.com
in

Return Of Investment: Pengertian, Cara Menghitung, dan Manfaat

Return of Investment – Investasi menjadi salah satu hal yang dilakukan oleh banyak orang saat ini. Jika dulu, istilah investasi hanya populer di kalangan para pengusaha dan pelaku bisnis saja, hari ini investasi dikenal oleh semua orang. Tua, muda, pengusaha, pegawai, bahkan tidak sedikit dari mahasiswa yang rela menggelontorkan uangnya untuk melakukan investasi di berbagai bidang.

Meski begitu, investasi juga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Orang bisa berinvestasi bukan hanya karena mereka memiliki uang, tetapi ketika mereka juga mengerti mengenai hal tersebut. Mempelajari ilmu investasi sangat penting. Ini karena, mayoritas investasi melibatkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Dan meski semua orang berharap investasinya dapat memberikan keuntungan, tidak dipungkiri bahwa investasi juga bisa berakhir dengan kegagalan.

Ada banyak alasan mengapa investasi yang dilakukan oleh seseorang bisa berakhir dengan kerugian. Salah satunya disebabkan oleh kurangnya wawasan seputar investasi juga bisa membuat seseorang mengalami berbagai kerugian. Nah sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita ternyata bukan hanya harus mempelajarinya terlebih dahulu, tetapi juga disarankan untuk selalu menghitung dengan cermat keuntungan maupun kerugiannya. Salah satu caranya adalah dengan menghitung Return of Investment atau yang lebih dikenal dengan ROI. Pertanyaannya, apa itu ROI? Berikut penjelasannya, simak baik-baik ya!

Return of Investment

Pengertian Return of Investment

Return of Investment atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan laba atas investasi merupakan rasio yang menunjukkan hasil aktiva yang digunakan oleh sebuah perusahaan tertentu. Laba investasi ini sangatlah penting dalam sebuah investasi. Pasalnya para investor biasanya akan menghitung Return of Investment atau persentase keuntungan dari investasi berdasarkan laba atau keuntungan keseluruhan dan biaya yang dikeluarkan. Nantinya hasil dari penghitungan Return of Investment akan menjadi pertimbangan para investor, apakah mereka akan menginvestasikan uangnya atau tidak. Jika hasil dari perhitungan ROI-nya menguntungkan, maka para investor akan dengan senang hati menggelontorkan banyak uang untuk perusahaan tersebut. Sebaliknya, jika setelah dihitung, persentase keuntungannya kecil, maka kemungkinan investor mau memberikan uangnya juga kecil karena bagaimanapun mereka tidak ingin uang yang dimiliki terbuang sia-sia.

ROI juga sering digunakan oleh perusahaan untuk melakukan evaluasi, juga menjadi salah satu dasar pertimbangan apakah perusahaan tersebut akan melakukan ekspansi atau tidak.

Cara Menghitung Return of Investment

Return of Investment
unsplash.com

Memahami definisi tentang ROI saja tidak cukup, karena kita juga harus tahu bagaimana cara menghitungnya. Menghitung ROI bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah rumus simpel seperti di bawah ini:

ROI= (Pendapatan Investasi-Biaya Investasi)/Biaya Investasi X100%

Namun meski rumusnya simpel, kamu harus teliti dalam menghitungnya. Pasalnya kesalahan menghitung sedikit saja akan menentukan nasib uang yang akan kamu investasikan nantinya. Penghitungan yang benar bisa memberikanmu keuntungan, tapi penghitungan yang keliru justru akan mendatangkan kerugian besar. Selain harus teliti dalam menghitung, kamu juga harus waktu pengembalian uang yang sudah diinvestasikan sehingga kamu memiliki gambaran jelas kapan kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. Supaya kamu mengerti, berikut beberapa contoh kasus yang bisa kamu pelajari:

Kasus I:

Sebuah agensi musik berinvestasi dengan nilai 200 juta rupiah kepada seorang penyanyi yang debut dan membuat album. Keuntungan penjualan album yang berhasil didapatkan oleh agensi musik tersebut senilai 280 juta rupiah. Dengan begitu, penghitungan Return of Investment adalah:

ROI = (280.000.000-200.000.000)/200.000.000 x 100%
= 80.000.000/200.000.000×100%
= 40% atau 0,4

Kasus II:

Perusahaan mie instan terkemuka mengeluarkan dana sebesar 5 juta rupiah untuk mengiklankan produknya. Dari pemasangan iklan produk, perusahaan mendapatkan banyak tanggapan yang sangat baik dan produk tersebut terjual dalam jumlah banyak. Perusahaan mie tersebut pun memperoleh hasil penjualan sejumlah 8 juta rupiah. Dari angka-angka tersebut, maka penghitungan Return of Investment-nya adalah sebagai berikut:

ROI = (8.000.000-5.000.000)/5.000.000 x 100%
= 3.000.000/5.000.000×100%
= 60% atau 0,6

Kasus III:

Desainer pakaian terkenal mengeluarkan dana sebesar 10 juta rupiah untuk mengiklankan rancangan terbaru mereka. Dari iklan tersebut, terdapat banyak respon positif dan 150 di antaranya tertarik untuk membeli pakaian rancangan terbaru dari desainer tersebut. Desainer tersebut pun memperoleh hasil penjualan sejumlah 15 juta rupiah. Dari angka-angka tersebut, maka penghitungan Return of Investment-nya adalah sebagai berikut:

ROI = (15.000.000-10.000.000)/10.000.000 x 100%
= 5.000.000/10.000.000×100%
= 50% atau 0,5

Kasus IV:

Sebuah perusahaan musik mengeluarkan dana sebesar 20 juta rupiah untuk mendebutkan girl grup terbaru. Dari album pertama girl group tersebut, terdapat banyak respon positif dan banyak orang tertarik untuk membeli album mereka. Perusahaan musim tersebut pun memperoleh hasil penjualan sejumlah 30 juta rupiah. Dari angka-angka tersebut, maka penghitungan Return of Investment-nya adalah sebagai berikut:

ROI = (30.000.000-20.000.000)/20.000.000 x 100%
= 10.000.000/20.000.000×100%
= 50% atau 0,5

Return of Investment

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return of Investment

Selain memiliki rumus, ROI juga ternyata sangat dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor apa saja?

1. Tingkat Perputaran Aktiva Operasi

Aktiva yang dihitung dalam Return of Investment adalah aktiva yang bermanfaat dalam kegiatan operasional sebuah perusahaan. Menghitung aktiva operasional sendiri bertujuan untuk melihat seberapa pintar sebuah perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dia miliki untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan lain dari penghitungan aktiva operasional adalah untuk mengetahui perkembangan sebuah perusahaan. Apakah perusahaan berkembang dengan baik atau justru sebaliknya, perusahaan terus mengalami kemunduran.

2. Margin Keuntungan atau Profit Margin

Sesuai dengan namanya, profit margin adalah keuntungan bersih yang didapatkan oleh sebuah perusahaan dalam penjualan yang mereka lakukan. Hasil dari profit margin sendiri biasanya berbentuk persentase. Karena itu, semakin besar profit margin yang didapatkan oleh sebuah perusahaan, semakin baik juga penjualannya. Selain itu, melalui profit margin juga menunjukkan efisiensi dari perusahaan tersebut.

Manfaat menghitung Return of Investment

Ada alasan mengapa seorang investor melakukan penghitungan laba investasi sebelum memutuskan untuk melakukan investasi kepada sebuah perusahaan. Dengan melakukan penghitungan laba, investor akan mendapatkan beberapa keuntungan. Keuntungan apa saja?

1. Mengukur efisiensi sebuah perusahaan

Keuntungan pertama melakukan penghitungan Return of Investment adalah, kita bisa mengukur efisiensi sebuah perusahaan. Jika perusahaan tersebut memang menjalankan praktik akuntansi dan penghitungan yang baik, pihak manajemen dapat menggunakan Return of Investment untuk mengukur efisiensi produksi, efisiensi penjualan, maupun efisiensi modal.

2. Mengetahui kualitas sebuah perusahaan

Bukan hanya menghitung keuntungan yang didapatkan, menghitung Return of Investment juga dapat memberitahu kita mengenai “rangking” perusahaan tersebut. Hal ini bisa dilakukan jika perusahaan memiliki data industri dan memperoleh rasio industri. Dengan melakukan analisa Return of Investment, seorang direktur atau pegawai dapat membandingkan efisiensi penggunaan modal di perusahaannya dengan penggunaan modal perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Dari hasil analisis Return of Investment tersebut, seorang petinggi dapat mengetahui berapa rangking perusahaannya dan seberapa baik perusahaan yang dia jalankan jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Apakah perusahaan yang dia pimpin memiliki ranking yang tinggi dan termasuk perusahaan kelas atas, atau jangan-jangan perusahaannya memiliki ranking yang buruk jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Mengetahui rangking perusahaan sangat penting, karena bagaimanapun sebuah perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala. Dengan mengetahui rangkingnya, mereka dapat mencari apa kelebihan dan memperbaiki kekurangan yang membuat perusahaan mengalami kerugian.

3. Mengetahui kelemahan dan keunggulan perusahaan

Menghitung Return of Investment dapat menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi. Mereka bisa mengetahui seberapa baik perusahaan tersebut jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Bukan hanya itu, dari hasil penghitungan Return of Investment juga, sebuah perusahaan tahu di mana letak kekuatan dan kelemahannya. Mereka bisa melakukan berbagai perubahan yang dirasa perlu agar perusahaannya dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.

4. Mengukur efisiensi tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan

Keuntungan selanjutnya yang bisa didapatkan oleh sebuah perusahaan dengan menghitung Return of Investment adalah, mereka dapat mengukur tingkat efisiensi tindakan yang dilakukan oleh setiap divisi di perusahaan tersebut. Setelah mengetahui tingkat efisiensi-nya, mereka bisa mengalokasikan modal ke bagian atau divisi yang memang memerlukannya.

5. Mengukur keuntungan yang didapatkan oleh setiap produk

Sebuah perusahaan biasanya mengeluarkan lebih dari satu produk. Semakin besar sebuah perusahaan, biasanya produk yang mereka keluarkan juga semakin banyak. Bahkan tidak jarang, perusahaan besar juga mengekspor produk mereka keluar negeri. Misalnya perusahaan mie instan, tentu akan mengeluarkan berbagai rasa mie instan juga berbagai jenis mie instan dan produk-produk yang berkaitan. Semakin sukses penjualan mie-nya, mereka juga akan memperlebar sayapnya dan mencoba menjual produk tersebut ke wilayah lain. Dengan melakukan analisa Return of Investment, perusahaan mie tersebut bisa mengetahui keuntungan dari setiap produk mie yang mereka produksi. Hasilnya, mereka bisa memperbanyak produksi mie yang paling tinggi keuntungannya, dan mencari tahu kekurangan rasa mie yang paling sedikit dibeli. Tidak hanya mengetahui mana produk yang disukai oleh konsumen, sebuah perusahaan juga dapat melakukan perbaikan agar besok pembeli menyukainya dan keuntungannya meningkat.

6. Menjadi pertimbangan dalam sebuah keputusan

Sebuah perusahaan besar selalu bergerak maju. Setiap tahunnya, ada saja perubahan besar yang mereka lakukan. Bahkan tidak jarang perusahaan melakukan ekspansi besar-besaran ke wilayah atau negara lain. Nah sebelum melakukan ekspansi, sebuah perusahaan tentu akan melakukan analisis Return of Investment yang mereka miliki. Hasil dari analisis ini nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan apakah perusahaan dalam mengambil berbagai keputusan besar, termasuk memutuskan apakah perusahaan tersebut sudah siap melakukan ekspansi atau tidak. Jika ternyata hasil analisa Return of Investment sangat bagus, itu artinya perusahaan siap melakukan ekspansi dan memperbesar perusahaannya. Namun jika ternyata hasil analisa Return of Investment tersebut tidak terlalu bagus, maka perusahaan jelas harus lebih dulu memperbaiki kinerja mereka sebelum melebarkan sayap ke bidang lain.

Kelemahan Analisis Return of Investment (ROI)

Return of Investment
unsplash.com

Return of Investment memang memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan maupun investor. Namun tidak dipungkiri bahwa di Return of Investment layaknya pisau bermata dua, juga memiliki beberapa kekurangan. Apa saja kekurangannya?

1. Sulitnya membandingkan Return of Investment sebuah perusahaan dengan perusahaan lain

Salah satu keuntungan melakukan analisis Return of Investment adalah kita bisa membandingkan hasil analisis perusahaan kita dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Namun di sisi lain, hal ini juga sulit untuk dilakukan. Salah satu alasannya adalah karena setiap perusahaan bekerja dengan cara yang berbeda. Perusahaan lain bisa saja bergerak di bidang yang sama, namun bisa jadi mereka memiliki sistem akuntansi yang berbeda. Perbedaan ini membuat penghitungan Return of Investment-nya jadi berbeda, dan pada akhirnya hanya akan menyebabkan kesalahan dalam penghitungan yang akhirnya hanya akan merugikan perusahaan sendiri.

2. Fluktuasi nilai yang dapat mempengaruhi nilai margin keuntungan

Seperti yang kita ketahui, nilai mata uang sebuah negara itu naik turun, dan ini tentu sangat berpengaruh pada margin keuntungan. Hal ini karena perbedaan nilai saat melakukan pembelian. Apakah pembelian dilakukan saat inflasi atau tidak. Barang-barang yang dibeli saat inflasi jelas akan lebih mahal. Di sisi lain, margin keuntungan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi analisis Return of Investment.

3. Analisis Return of Investment tidak menghitung biaya modal

Modal adalah segalanya bagi perusahaan. Jika perusahaan tidak atau kehabisan modal, maka mereka tidak akan bisa melakukan apapun. Mereka tidak bisa memproduksi barang-barang, mereka tidak bisa membayar biaya operasional, bahkan akan kesulitan membayar gaji karyawan. Sayangnya meski biaya modal itu penting, analisis Return of Investment tidak ikut menghitung biaya modal dalam sebuah perusahaan. Padahal dengan menghitung biaya modal, kita bisa melihat efisiensi penggunaan modalnya.

4. Return of Investment dapat mempengaruhi manajer divisi untuk memilih investasi tertinggi

Analisis Return of Investment memberikan perusahaan gambaran mana investasi yang menguntungkan bagi perusahaan dan mana yang tidak. Hal ini tentu mempengaruhi manajer divisi untuk hanya memilih investasi dengan tingkat keuntungan yang paling tinggi dan menolak investasi lainnya. Keputusan ini sama sekali tidak optimal karena dapat mendistorsi alokasi sumber dana perusahaan secara keseluruhan.

Return of Investment

Investasi adalah salah satu cara banyak orang untuk menjamin hidupnya. Banyak anak muda berlomba-lomba melakukan investasi di berbagai perusahaan agar besok hari tua mereka terjamin. Namun yang namanya investasi juga tidak bisa sembarangan karena melibatkan banyak uang. Salah-salah, kita justru akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Untuk menghindari hal ini, sebelum investasi ada baiknya kalau kita mempelajari hal tersebut lebih dulu. Dengan mengetahui ilmunya, termasuk mempelajari seputar Return of Investment juga membuat resiko mengalami kerugian saat melakukan investasi akan semakin kecil. Sebaliknya, investasi langsung tanpa belajar apa pun dan hanya hasil dari ikut-ikutan akan membuat kita menyesal, bahkan lebih buruk membuat kita kehilangan banyak uang.

Buat para Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang investasi, kamu bisa banget mengunjungi www.gramedia.com. Di sini, kamu bisa mendapatkan berbagai buku seputar proxy dan ilmu pengetahuan lainnya. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda