in

Apa itu Coaching? Tipe, Proses Kerja dan Manfaat

Coaching – Di zaman modern sekarang, persaingan antar perusahaan merupakan hal yang wajar terjadi. Pengembangan terhadap sumber daya manusia berupa karyawan memang menjadi sesuatu yang perlu dilakukan secara konsisten agar karyawan mampu mengembangkan kompetensi dan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Hal ini penting sehingga bisa berkontribusi dengan produktif dalam sebuah perusahaan. Salah satu bentuk pengembangan untuk karyawan yang bisa dilakukan oleh perusahaan yaitu Coaching.

Apa itu coaching? Apakah coaching berperan dalam perusahaan? Apa tipe coaching secara umum? Apa manfaat coaching? Bagaimana proses kerja coaching dalam perusahaan? Kapan sebaiknya perusahaan melakukan program coaching? Simak penjelasan berikut ini ya, Grameds!

Apa itu Coaching?

Apa Itu Coaching? Harvard Business Review memberikan definisi tentang coaching, coaching diartikan sebagai suatu hal yang memberikan kesempatan untuk bertindak sebagai fasilitas untuk mengkomunikasikan kinerja dengan dua arah.

Coaching dalam lingkungan bisnis merupakan metode pelatihan di mana individu yang lebih berpengalaman atau terampil memberikan saran dan bimbingan kepada karyawan yang bertujuan untuk membantu mengembangkan keterampilan, kinerja, dan karier individu dalam sebuah perusahaan.

Yang terpenting dari adanya coaching yaitu siapa yang menetapkan tujuan yang ingin diraih. Dalam hal ini, bukan coach yang menentukan tujuan, tetapi justru orang yang dibina (coachee). Dengan demikian, coaching yang dimaksud di sini bukanlah cara untuk mengajari apalagi memberikan instruksi kepada orang yang dibina.

Coaching merupakan suatu proses dalam membuka potensi diri yang bertujuan memaksimalkan kinerja. Coaching atau coaching clinic bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan, baik dari segi personal maupun profesional.

Umumnya, teknik coaching dimulai dari percakapan yang eksploratif secara dua arah yang mampu menggali ide dan memperkuat keyakinan kita sebagai penerima coaching untuk bertindak dengan maksimal.

Coaching merupakan sebuah kegiatan atau metode yang digunakan untuk megembangkan kinerja sumber daya manusia (SDM) yang berguna menemukan jawaban atas berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh manusia.

Coaching yang dimaksud di sini bukanlah cara untuk mengajari atau bahkan memberikan instruksi. Jadi, coaching tidak sama dengan training yang pada umumnya berbentuk kelas, coaching juga mentoring, bukan terapi ataupun konseling. Coaching lebih cenderung pada memfasilitasi dengan cara bertanya, memberikan feedback, dan berperan sebagai ahli.

Coaching biasanya melatih seseorang agar bisa mengelola cara kerja otaknya dengan tujuan mampu menghasilkan performa atau kinerja yang lebih baik, bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, bisa menjadi manusia pembelajar, mampu untuk adaptasi menyesuaikan diri dengan kondisi yang terus berkembang seperti sekarang, dan mampu mengaktualisasikan ide dan pemikirannya sehingga orang tersebut dapat mengendalikan diri sendiri untuk membuat keputusan dan tindakan yang lebih baik lagi.

Coach hanya sekadar membantu para klien untuk berpikir, menumbuhkan insight, dan menstrukturkan pemikiran mereka. Plus setelah itu, coach akan memastikan si klien melakukan apa yang telah dia pikirkan dan katakan. Intinya adalah meraih tujuan yang telah ditetapkan oleh dirinya sendiri.

Apa Itu Coaching dan Perannya dalam Perusahaan?

Ada beberapa alasan mengapa coaching berperan penting dalam perusahaan, berikut di antaranya:

1. Motivasi karyawan meningkat

Dengan meningkatnya motivasi karyawan, tentu saja akan berdampak pada peningkatan produktivitas kerja karyawannya.

2. Performa individual dan tim meningkat

Jika melakukan coaching, karyawan di perusahaan akan menjadi individu yang lebih kreatif sehingga mampu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dan akan dihadapi. Selain itu, coaching dapat meningkatkan team work.

3. Meningkatkan hubungan yang lebih harmonis

Jika melakukan coaching, karyawan akan menjadi individu yang baik, menyenangkan, dan bisa menjadi inspirasi untuk lingkungannya sehingga mampu meningkatkan kualitas hubungan antar karyawan dalam sebuah perusahaan.

4. Adanya lompatan bisnis

Dengan meningkatnya kinerja dan performa karyawan dan hubungannya antar karyawan berjalan dengan baik dalam sebuah perusahaan, hal ini akan berdampak pada hasil yang luar biasa bagi perusahaan misalnya omzet penjualan atau omzet perusahaan yang meningkat.

Tipe Coaching Secara Umum

Secara umum, coaching dibagi menjadi tiga, antara lain:

1. The Movement Enthusiast

Tipe The Movement Enthusiast ini lebih menyukai coaching yang bergerak, energik, dan antusias. Tipe ini umumnya berupa pelatihan bootcamp dengan peserta yang cukup banyak. Tipe ini lebih efisien untuk melatih keterampilan  team work dalam sebuah perusahaan.

2. The Verbal Scientist

Tipe The Verbal Scientist cenderung lebih mendalami teori pelatihan. Tipe ini mendalami pemahaman terhadap teori yang ingin ditingkatkan dalam sebuah perusahaan. Selain itu, tipe ini lebih berfokus pada komunikasi dengan klien secara personal dan efektif untuk berupaya meningkatkan keterampilan klien tersebut.

3. The Quiet General

Tipe The Quiet General ini adalah tipe coaching yang paling teknis dari yang lain. Tetapi memiliki kelemahan yaitu tidak komunikatif. Hal ini dikarenakan tipe ini lebih melihat bagaimana karyawan/klien bekerja secara teknis dan kemudian mengelompokkannya sesuai hasil kinerja dan performa mereka di mana mereka bisa bekerja secara efektif.

Dari uraian tentang tiga tipe coaching yang telah dijelaskan di atas, bisa dilihat bahwa coaching sangat berguna bagi perusahaan dan tipe coaching yang baik diterapkan oleh masing-masing perusahaan harus menyesuaikan kebutuhan perusahaan itu sendiri.

Selain itu, berdasarkan laman di Positive Psychology, ada beberapa tipe coaching yang biasa dijumpai, antara lain:

1. Executive coaching

Executive coaching merupakan tipe yang mengutamakan hubungan membantu antara coach dan klien dengan wewenang dan tanggung jawab manajerial dalam suatu organisasi (Kilburg, 1996). Executive coaching ini terjadi karena berbagai alasan, termasuk yaitu integrasi ke dalam peran baru, masalah kinerja, atau konsultasi tentang strategi.

2. Team coaching

Team coaching merupakan keterlibatan coaching dengan seluruh tim yang ada dalam suatu perusahaan. Team coaching bertujuan untuk membantu anggota tim mengoordinasikan upaya dan menggunakan sumber daya mereka dengan lebih efektif (Traylor, Stahr, & Salas, 2020).

3. Directive coaching

Directive coaching terjadi ketika seorang manajer di suatu perusahaan dengan pengalaman yang sudah dilaluinya bertahun-tahun memberitahu kepada karyawan yang lebih muda tentang apa saja yang harus dilakukan.

4. Laissez-faire

Laissez-faire coaching ini melibatkan meninggalkan karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka. Tipe coaching ini sangat cocok saat anggota tim berjalan efektif.

5. Non-directive coaching

Non-directive coaching cenderung menarik kebijaksanaan, wawasan, dan kreativitas dari orang lain dengan cara mendengarkan, bertanya, dan melakukan penilaian. Hal ini tentunya tidak datang dengan mudah bagi sebagian besar manajer dalam suatu perusahaan.

6. Situational coaching

Terakhir, situational coaching jenis tipe yang lebih melibatkan penyeimbangan directive coaching dan non-directive coaching. Banyak yang merekomendasikan agar manajer terlebih dahulu mempraktikkan pembinaan non-direktif dan kemudian bergantian dengan coaching directive tergantung pada konteksnya.

Apa Manfaat Coaching?

1. Memperbaiki Retensi Karyawan

Bagi banyak karyawan di perusahaan, sangat penting untuk mengelilingi karyawan dengan orang-orang yang ingin melihat mereka berkembang ke arah yang progresif. Menyediakan coach untuk coaching karyawan bisa secara signifikan meningkatkan tingkat retensi.

Ada suatu penelitian yang dilakukan oleh Deloitte menunjukkan generasi milenial yang memiliki coach ternyata dua kali lebih mungkin untuk bertahan di perusahaan mereka selama lebih dari lima tahun. Sementara itu, penelitian yang dihimpun oleh majalah Training juga menerangkan bahwa tingkat retensi meningkat dengan signifikan ketika manajer telah menjadwalkan sesi coaching dengan tim mereka dan secara konsisten mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

2. Menciptakan Komunikasi yang Positif dalam Organisasi atau Perusahaan

Ketika kita meniru gaya percakapan coaching di tempat kerja, akan mendorong terjadinya komunikasi yang positif  antara semua anggota yang ada organisasi atau perusahaan. Ini bisa dilakukan dengan cara berdiskusi dengan jujur mengenai masalah apa pun di tempat kerja, atau bisa juga menyuarakan ide ambisius kepada anggota lainnya. Coaching sejatinya mempermudah karyawan untuk berbicara dan menangani masalah secara langsung.

Coaching bisa menjadi proses yang penting bagi para pemimpin untuk mengidentifikasi apa saja yang perlu diperbaiki dan mulai menentukan tindakan positif yang bisa berguna untuk menghindari masalah yang semakin menjadi-jadi.

Percakapan secara dua arah yang jujur akan memungkinkan untuk menunjukkan secara tepat masalah yang dihadapi oleh pelanggan/klien, serta mengekspresikan ide-ide sendiri untuk meningkatkan hubungan profesional antara pemimpin perusahaan dan karyawan.

3. Performa Kerja yang Membaik

Jika seorang pemimpin perusahaan memiliki karyawan yang terlihat luar biasa di atas kertas dan lulus wawancara dengan baik, tetapi tidak berkinerja pada level yang diharapkan oleh pemimpin perusahaan. Maka, coaching memungkinkan untuk dilakukan untuk karyawan dalam perusahaan tersebut.

Coaching mungkin bisa menjadi jawaban atau solusi untuk membuka bakat mereka dan mengisi kesenjangan dalam kinerja. Suatu penelitian menerangkan bahwa tingkat kinerja rata-rata meningkat sebesar 17% pada karyawan yang menerima coaching eksekutif khusus.

Bagaimana Proses Kerja Coaching dalam Perusahaan?

Brenda Corbett dan Justin Kennedy, Ph.D., mencatat bahwa coaching bisa mengubah otak manusia. Hal ini dikarenakan cara berpikir klien cenderung sama saat proses coaching, ia akan memilih perilaku dan melakukan praktik yang baru. Dengan demikian, jaringan saraf baru terbentuk, mengubah lanskap otak, dan praktik yang dulu sulit dilakukan akan menjadi kebiasaan yang mudah dilakukan.

Kristin Constable, Forbes Councils Member, berpendapat ada empat tahap dalam proses kerja coaching, antara lain:

1. Awareness

Coaching sangat menantang cara berpikir seseorang, sehingga hal ini dapat mempertanyakan cara menjadi sadar dan tidak sadar dan berinteraksi dengan dunia tanpa adanya ego.

2. Clarity

Dengan melakukan coaching, individu dalam sebuah perusahaan dapat menyebutkan dan mendefinisikan masalah yang nyata dengan berfokus pada satu bagian pada satu waktu dan juga memisahkan fakta dari perasaan.

3. Choice

Selain itu, coaching memungkinkan individu dalam suatu perusahaan untuk membatasi keyakinan dan mengeksplorasi kemungkinan untuk bergerak secara dinamis atau berubah. Hal ini disebabkan coach menciptakan koneksi saraf baru yang mempromosikan cara berpikir dan berperilaku yang baru juga.

4. Action

Individu bisa berkomitmen pada rencana atau latihan untuk memperbaiki cara berpikir dan berperilakunya. Hal itu mendukung cara hidup yang diinginkan. Namun perlu hati-hati, tidak sedikit cara berpikir peserta yang melompat ke Action. Dia akan melewati Awareness, Clary, dan/atau Choice. Oleh karena itu, sebelum memulai untuk melakukan coaching, perlu menentukan tujuan untuk apa melakukan coaching, memilih coach, dan  tipe coaching yang sesuai kebutuhan organisasi.

Kapan Sebaiknya Perusahaan Melakukan Program Coaching?

Dalam berproses menjalankan bisnis, meskipun sudah menentukan tujuan, pasti ada saja kendala dan masalah yang muncul. Masalah ini terkadang membuat kita merasa stuck dan jenuh pada titik-titik tertentu. Adanya coach akan memberikan feedback yang objektif dan menuntun kita dalam mendapatkan solusi.

Nah, ada beberapa kondisi yang tepat saat kita membutuhkan kehadiran coach, antara lain:

1. Bisnis Bertumbuh dengan Stagnan

Dalam sebuah bisnis sudah semestinya terus bertumbuh dan berkembang. Tapi, ada masanya pertumbuhan bisnis mengalami stagnan. Hal ini tentu menjadi masalah, namun jika kita mengetahui dengan tujuannya masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.

Kehadiran coach dalam coaching akan membantu mengatasi masalah bidang bisnis yang perlu dipelihara untuk memastikan perusahaan tetap berada di jalur pertumbuhan yang baik. Selain itu, coach bisa berfungsi sebagai mitra akuntabilitas, membantu perusahaan dalam melewati tantangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

2. Masalah dalam bisnis yang tidak mampu untuk diselesaikan

Dalam menjalankan bisnis, tentu saja tidak terlepas dari berbagai masalah yang harus dihadapi. Tetapi, ketika ada suatu masalah dalam bisnis yang tidak mampu untuk terselesaikan dengan baik, program coaching bisa saja menjadi jawaban atas persoalan ini.

Coaching akan membantu meningkatkan keterampilan manajemen dan kepemimpinan pemimpin perusahaan. Dengan pertumbuhan bisnis yang semakin besar, peran manajemen akan berkembang menjadi kapasitas yang semakin besar juga.

Selain itu, coaching akan membantu menavigasi masalah yang ada dan keputusan bisnis yang sulit, dan juga akan membantu menetapkan pondasi yang kuat sejak awal untuk bisa menangani beberapa kesulitan manajemen besar yang tak terhindarkan di masa depan yang akan datang.

3. Tidak yakin terhadap bisnis apakah sudah dijalankan dengan benar

Jika melihat ke belakang, sering kali perusahaan tidak yakin apakah bisnis sudah dijalankan dengan benar atau belum. Dengan melakukan program coaching, coach akan menantang untuk melihat dan merefleksikan kembali, berpikir dengan berbeda, dan memperluas tujuan yang sudah ada. Selain itu, coach juga akan memastikan bahwa perusahaan sudah bergerak sesuai dengan jalurnya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

4. Marketing yang bersalah

Adanya program coaching bisa membantu dalam melihat apa yang tidak terlihat. Coach bisnis yang sudah berpengalaman tentunya mempunyai pengalaman dengan branding, strategi pemasaran, dan taktik yang bisa membantu jika perusahaan menghadapi masalah pada bidang marketing.

Rekomendasi Buku Tentang Apa itu Coaching

Ada beberapa buku yang mengupas tuntas apa itu coaching, beberapa di antaranya, yaitu:

1. I’m A Coach, Strategi Mengembangkan Potensi Diri dengan Coaching (2021) karangan Pramudianto


Buku ini membahas tentang coaching sebagai bentuk kemitraan bersama dengan klien guna memaksimalkan potensi individu dan profesional yang dimiliki melalui proses yang menstimulasi dan eksplorasi pemikiran dan proses kreatif antara coach dan coachee.

2. Coaching for Result (2018) karangan Berny dkk


Buku ini ditulis dengan tujuan membuka wawasan bagi para pemimpin sebagai coach untuk semakin berhasil dalam mengembangkan pemimpin-pemimpin berikutnya.

3. Sukses dengan Coaching (2015) karangan 27 Coaches Profesional Indonesia


Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan dari para coach profesional dan terbaik di Indonesia. Buku ini memberikan karya terbaik untuk bidang bisnis, perusahaan dan karyawan.
Jadi, dari pembahasan dalam artikel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa coaching adalah salah satu bentuk pelatihan yang mengutamakan pada penetapan dan pelaksanaan tujuan oleh perusahaan sendiri.

Dalam memutuskan untuk melakukan program coaching dalam suatu perusahaan. Kita perlu peka melihat keadaan perusahaan sehingga dapat menentukan program coaching yang seperti apa yang cocok sehingga memberikan manfaat baik bagi perusahaan dan karyawannya.
Nah, itulah penjelasan tentang pengertian coaching, semoga bermanfaat ya, Grameds!

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Andrew