in

Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Manfaat, Tips, dan Contoh

Unsplash.com

Investasi Jangka Panjang – Investasi jangka panjang merupakan suatu langkah yang dilakukan untuk menanamkan asset dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu tertentu berlaku lebih dari lima tahun.

Untuk mencapai waktu yang maksimal maka membutuhkan waktu yang cukup lama. Artinya, investasi jangka panjang menaruh modal maupun asset untuk bekerja guna memperoleh penghasilan pasif.

Contoh dari investasi jangka panjang yaitu seperti dana pendidikan, biaya membeli hunian dan lain sebagainya.

Tujuan mempunyai investasi agar para investor yang sudah menaruh asetnya dalam jangka panjang, bisa mempunyai penghasilan tetap tanpa harus bekerja atau disebut passive income.

Investasi Jangka Panjang
Unsplash.com/Mathieu Stern

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Selain untuk dana pendidikan dan membeli rumah atau hunian. Investasi mempunyai tujuan lain sebagai berikut:

  1. Bagi perorangan, investasi ini mempunyai tujuan membentuk keuangan pribadi untuk kebutuhan penting dalam hidup. Misalnya, biaya umroh atau haji, biaya pernikahan, biaya pensiun dan lain sebagainya.
  2. Agar memperoleh pendapatan tetap dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan tetap contohnya royalti, deviden, bunga, uang sewa hingga kepemilikan saham.
  3. Bagi perusahaan, bertujuan sebagai dana khusus untuk membiayai kepentingan sosial hingga dana untuk perusahaan tersebut.
  4. Sebagai pengendali perusahaan terhadap kepemilikan sebuah asset perusahaan.
  5. Dapat menciptakan kekayaan, orang yang telah melakukan investasi jangka panjang adalah orang yang sebenarnya kaya.
  6. Meminimalkan risiko kerugian, memegang investasi untuk waktu yang lama dapat meminimalkan risiko kerugian yang muncul dari kondisi pasar yang tidak menguntungkan, misalnya resesi.
  7. Pertumbuhan berkelanjutan, investasi jangka panjang merupakan pilihan tepat untuk pertumbuhan dana. Pertumbuhan asset beberapa tahun kedepan bisa memperoleh keuntungan yang stabil dan lebih baik.

Investasi Jangka Panjang

Risiko Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang memang menguntungkan bagi kita. Namun, ada beberapa risiko dibaliknya yang cukup tinggi atau high risk high return. Apabila risiko semakin tinggi, maka semakin tinggi juga keuntungan yang didapatkan.

Sehingga untuk para investor harus lebih berhati-hati dan tetap memperhatikan prinsip dari risiko yang tingi, meskipun nantinya mendapatkan pengembalian yang tinggi.

Sejatinya semua orang di hari tua dapat hidup sejahtera dan tercukupi secara finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan melakukan investasi maka sudah mengambil keputusan tepat untuk masa depan.

Beberapa orang memilih investasi jangka panjang karena nilai saham akan meningkat terus dari tahun ke tahun. Hal ini yang mengakibatkan keuntungan investasi jangka panjang lebih menggairahkan.

Tetapi, investasi jangka panjang juga tidak gampang. Investasi juga akan mengandung risiko yang harus diterima apabila tidak sesuai rencana investasi.

Beberapa risiko investasi jangka panjang yaitu:

  1. Risiko Suku Bunga
    Bunga menjadi risiko dalam investai janga panjang yang pertama. risiko menjadi tinggi karena terjadi perubahan suku bunga di pasar.
    Perubahan tersebut akan mempengaruhi nilai investasi dan pendapatan perusahaan. Saat suku bunga naik maka obligasi akan turun dan sebaliknya.
  2. Risiko Fluktuasi Pasar
    Risiko fluktuasi disebut juga naik turunnya nilai asset. Hal ini disebabkan karena adanya sentiment pasar. Modal investasi dapat menghilang karena terjadi risiko fluktuasi pasar ini.
    Risiko ini disebut juga dengan risiko sistematis. Namun tidak dapat dihindari sebagai investor ataupun trader.
  3. Risiko Mata Uang
    Nilai tukar mata uang negara dengan mata uang asing akan berpengaruh terhadap investasi jangka panjang.
    Contohnya, ketika memilih berinvestasi dengan mata uang Inggris atau Pound Sterling. Apabila nilai tukar Rupiah melemah terhadap Pound maka dengan terpaksa akan membelanjakan uang rupiah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak.
    Maka para investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi ini yaitu dengan melihat peluang nilai tukar dari mata uang asing terlebih dahulu.
  4. Risiko Negara
    Kondisi politik di negara juga akan berpengaruh terhadap hasil investasi jangka panjang. Hal terburuk yang dapat terjadi yaitu investasi dapat mengalami kegagalan.
    Apabila adanya kerja sama yang bergejolak antara Indonesia dengan negara asing, membuat kondisi politik tidak stabil hingga terjadi kudeta. Maka para investor akan mengalami kegagalan, sebaiknya para investor lebih cermat dan memahami situasi politik terelebih dahulu.
  5. Risiko Inflasi
    Terjadinya inflasi akan mempergaruhi investasi jangka panjang. Saat inflasi terjadi, harga konsumen akan mengalami kenaikan sedangkan daya beli masyarakat akan mengalami penurunan.
    Apabila terjadi inflasi, nilai uang juga akan menurun. Misalnya, kita mempunyai portofolio investasi hingga Rp 10 juta kemudian terjadi inflasi sebesar 5%, maka kita akan kehilangan Rp 2 juta rupiah dalam nilai tersebut.
  6. Risiko Likuiditas
    Risiko ini akan sangat terasa apabila investor berinvestasi di pasar yang masih baru. Apabila pasar tidak bersedia membelinya, maka uang tunai yang baru di dinvestasikan dianggap likuid. Sehingga, uang tunai akan sulit bersedia dalam kurun waktu tertentu.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Jenis-jenis investasi jangka panjang sebagai berikut:

1. Saham

Investasi Jangka Panjang
Unsplash.com/Austin Distel

Saham adalah surat berharga sebagai bukti pemilik modal menjadi bagian dari kepemilikan asset ataupun perusahaan yang mengeluarkan saham.

Investasi saham dijalankan hanya dengan modal besar. Seiring berkembangnya teknologi, investasi saham ini mudah diaplikasikan oleh kalangan muda sekalipun karena cenderung memberikan profit yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi yang lain.

Saham adalah suatu surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan baik Perseroan maupun investor korporat. Laba dari saham yaitu deviden, tetapi investor ekuitas juga dapat menjual serta membeli saham untuk mendapatkan keuntungan.

2. Reksadana

Reksadana adalah surat berharga yang mewakili suatu aset atau klaim aset. Keuntungan menggunakan reksadana ada beberapa pilihan antara lain saham, obligasi dan pasar mata uang yang dapat disesuaikan dengan dana dan risiko.

Investasi reksadana cocok bagi mereka yang terjun di dunia bisnis. Reksadana juga cocok untuk pemula, karena investasinya dilakukan oleh manajer investasi. Kita hanya menerima untungnya saja.

Selain itu, perlu memperhatikan ETF sebagai produk investasi yang merupakan gabungan antara unsur reksa dana dalam pengelolaan dana dengan mekanisme saham sebagai transaksi.

ETF adalah reksa dana yang berbentuk kontak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Jangka waktu yang ditawarkan investasi reksadana beragam.

Reksadana dengan jangka waktu lama dapat dijumpai pada produk reksadana saham dengan jangka waktu lima tahun, reksa dana campuran selama 3-5 tahun dan reksadana pendapatan tetap dengan masa 1-3 tahun.

3. Dana Pensiun

Investasi dana pensiun untuk sekarang belum sepopuler yang lain, tetapi sudah banyak investor yang mulai tertarik mencobanya karena jaminan hari tua yang ditawarkan.

Return akan diberikan ketika usia sudah tidak produktif lagi, meskipun return tergolong kecil namun sepadan dengan risiko yang juga kecil. Besar kecilnya keuntungan tergantung total profit yang dihasilkan oleh perusahaan asuransi tersebut.

4. Obligasi

Obligasi adalah surat berharga utang dari peminjam kepada pemberi pinjaman. Investasi ini cocok untuk para pebisnis maupun pengusaha, karena mereka dapat memperoleh dana untuk meningkatkan usahanya.

Jangka waktu yang ditawarkan pada investasi jenis ini adalah 2 sampai 3 tahun. Nantinya akan mendapatkan surat utang yang berperan sebagai bukti transaksi antara investor dengan pihak penerbit obligasi. Keuntungan yang didapatkan dapat membandingkan bunga tahunan yang didapatkan.

Karena dijamin oleh negara, investasi jangka panjang ini sangat rendah. Bahkan sampai sekarang belum ada kasus pembayaran komisi yang telat ataupun gagal. Sehingga investasi obligasi cocok untuk investor pemula.

Obligasi juga menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi mempunyai kesempatan memperoleh modal dari piutang untuk meningkatkan bisnis.

Sedangkan pihak piutang sebagai bentuk investasi yang akan mendatangkan profit di masa mendatang.

5. Emas atau Logam Mulia

Investasi Jangka Panjang
Unsplash.com/Jingming Pan

Investasi emas atau logam mulia merupakan salah satu investasi yang menguntungkan setiap tahunnya. Karena dapat dimulai kapan saja untuk membeli emas.

“Safe haven” adalah julukan investasi emas. Hal ini dikarenakan emas dapat dijual kapan saja ke toko emas. Investasi ini memberikan keuntungan hingga 12% dalam jangka panjang.

Investasi emas atau logam mulia termasuk jenis investasi jangka panjang dengan risiko rendah.

Karena harga emas cenderung stabil tetapi adanya inflasi harga selalu meningkat setiap tahun. Apabila inflasi mengalami penurunan, harga enas tidak akan turun secara drastis. Selain itu, emas mempunyai tingkat likuiditas yang sangat tinggi.

Grameds akan memperoleh keuntungan berlipat – lipat apabila menjual emas saat harga jualnya melambung tinggi.

6. Properti/Tanah atau Bangunan

Investasi ini dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang menguntungkan. Salah satunya karena harga tanah setiap tahunnya mengalami kenaikan. Misalnya, membeli tanah ataupun sebuah rumah kemudian dirawat. Lima sampai sepuluh tahun mendatang baru di jual asset properti dan harganya akan mengalami kenaikan.

Akan tetapi, investasi properti membutuhkan modal yang besar. Tentu dengan potensi pengembalian juga yang besar.

7. Asuransi

Asuransi merupakan jenis investasi yang mempunyai risiko kecil akan kerugian, kerusakan dan lain-lain. Fungsinya adanya perlindungan atau proteksi baik asset maupun jiwa tergantung dengan asuransi yang akan dipilih.

8. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka merupakan salah satu invetasi yang dapat diambil keuntungannya ketika sudah mencapai waktu yang ditentukan. Ketentuan waktu sudah disepakati antara kedua belah pihak yaitu investor dengan perusahaan investasi.

Contoh tabungan berjangka seperti auto debet. Manfaat dari investasi ini untuk biaya masa depan apabila jiwa sudah mulai lemah tinggal duduk di rumah saja.

9. Ilmu Pengetahuan

Investasi Jangka Panjang
Unsplash.com/NeONBRAND

Investasi terakhir sering sekali dilupakan oleh semua orang. Investasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dunia maupun di akhirat. Sebagai orang tua seharusnya membantu anaknya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya agar ketika dewasa ilmu tersebut akan bermanfaat.

Dengan ilmu pengetahuan yang banyak, seseorang akan mudah mencari pekerjaan dan diangkat derajatnya. Baik derajat dalam urusan dunia maupun di akhirat kelak.

Strategi Investasi Jangka Panjang

Investasi apapun memerlukan strategi. Sebuah kesalahan besar apabila menanam modal tanpa perencanaan yang matang. Untuk menggapai sebuah tujuan perlu belajar banyak dari investor perusahaan. Berikut ini strategi investasi jangka panjang:

  1. Memahami bagian dalam bisnis
    Menganalisis latar belakang, saat ini dan masa depan sebuah perusahaan. Selain itu juga visi dan misi serta tujuan sebelum berinvestasi di dalamnya agar investor sadar akan risiko yang terlibat.
  2. Pahami neraca perusahaan
    Untuk menganalisi stabilitas dan kesehatan masa depan sebuah perusahaan, maka dianjurkan untuk menelusuri dan mempelajari neraca perusahaan.
    Laporan ini mencerminkan laba bersih atau kerugian yang timbul dari semua jenis kegiatan bisnis.
  3. Cek laba dan pertumbuhan perusahaan
    Investor wajib mengecek kinerja perusahaan dari tahun-tahun sebelumnya mulai dari laba bersih, kinerja masa depan dan kemungkinan pertumbuhan.
  4. Adaptasi perusahaan terhadap teknologi
    Investor perlu mengetahui perusahaan sudah menerapkan teknologi baru atau masih mengikuti cara konvensional. Karena, keberhasilan perusahaan tergantung kemampuan beradaptasinya terhadap teknologi baru.
  5. Fokus pada tiga tahun ke depan perusahaan
    Akan menghabiskan waktu apabila memprediksi kinerja perusahaan dalam jangka waktu 25 atau 30 tahun ke depan. Maka, seorang investor harus dapat memperhatikan visi perusahaan cukup tiga tahun ke depan.
  6. Analisis pesaing perusahaan
    Pesaing dapat membalikkan keadaan apabila mereka dapat menangkap pangsa pasar perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui potensi pesaing perusahaan.

Investasi Jangka Panjang

Tips dan Cara Investasi Jangka Panjang

Sebelum memutuskan untuk memilih jenis investasi jangka panjang, berikut ini ada beberapa tips dan cara yang bisa dipertimbangkan.

  1. Jangan menaruh modal di satu jenis investasi
    Kesalahan pra investor pemula yaitu menaruh semua modal pada satu jenis investasi. Ketika instrument saham turun harganya maka investor akan mengalami kerugian. Sehingga, setidaknya menanam modal pada 2 jenis investasi.
  2. Kenali instrumennya
    Pastikan sebelum masuk dunia tentang investasi, maka terlebih dahulu mempelajari cara kerjanya. Hal ini berguna agar nantinya mengetahui risiko yang akan didapatkan atau diambil.
  3. Tidak mudah putus asa
    Akan ada risiko ketika investasi jangka panjang tetap dan tidak bisa dihilangkan. Apabila mengalami kerugian maka tetap bangkit dan tetap berusaha agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
  4. Belajar
    Investasi adalah suatu bidang yang dapat dipelajari. Ada usaha dan kemauan, pasti akan membuahkan hasil. Sebuah kesuksesan tidak akan tercapai apabila tidak ada kemauan dan usaha yang kuat.
  5. Memulai
    Apabila bekal dan modal sudah siap, maka investasi dimulai. Dengan melakukan investasi lebih cepat maka ada kesempatan untuk menikmati nilai asset akan semakin besar. Tentu dengan bekal pengetahuan serta modal yang cukup.

Saran Investasi Jangka Panjang

Sebelum melakukan investasi, ada beberapa saran yang dilakukan antara lain:

  1. Merencanakan dana darurat
    Dengan adanya dana darurat, maka investasi jangka panjang tidak akan terganggu. Apabila tidak mempunyai dana darurat, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka investasi tersebut menjadi terganggu.
  2. Tujuan investasi
    Tujuan investasi harus jelas seperti apa ke depan. Apabila tidak mempunyai tujuan, investasi tidak membuahkan hasil yang maksimal.
  3. Merencanakan tujuan pensiun
    Bagi beberapa orang merencanakan tujuan pensiun sangat diperlukan, agar nantinya dapat menikmati hasil di hari tua.
  4. Periksa portofolio
    Periksa portofolio satu tahun sekali, agar nantinya dapat mengevaluasi hal-hal yang diperlukan.

Investasi Jangka Panjang

Hal-Hal yang Dihindari dalam Investasi Jangka Panjang

  • Jangan mengivestasikan seluruh modal dalam satu jenis saham. Hal ini dapat menghindari risiko kerugian atau return yang rendah.
  • Jangan panik apabila saham sedang turun, karena ini sementara apabila ditinjau dari pergerakan masa lalu.

Itulah penjelasan dan ulasan mengenai investasi jangka panjang, sebelum memulai investasi pastikan sudah memikirkan rencana dan risikonya matang-matang agar terhindar dari kerugian dan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Jika Grameds ingin mempelajari lebih lanjut mengenai investasi jangka panjang dan jenis-jenis investasi lainnya, Gramedia menyediakan buku-buku edukasi terbaik yang bisa Grameds pesan secara online di www.gramedia.com. Selamat belajar!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda