in

Review Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen

Review Novel Pride and Prejudice – Bicara soal kehidupan ini pastinya akan selalu bertemu dengan yang namanya cinta, baik itu cinta kepada diri sendiri, kepada keluarga atau kepada kekasih hati. Benar sekali, jatuh cinta dengan kekasih hati pastinya akan menyentuh hati dan berharap agar waktu bersama tidak akan pergi.

Terkadang jalan untuk mendapatkan seseorang yang kita cintai ini tak mudah atau bahkan bisa berawal dari tidak saling suka dan saling bermusuhan. Namun, itulah perjalanan cinta yang tidak akan pernah tahu kapan datang dan kapan akhirnya.

Cerita seperti itu ternyata ada di dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen. Ketika membaca novel ini, kita akan dihadirkan dengan dua tokoh utama yang mulai saling jatuh cinta tapi berawal dari permusuhan. Ketika membaca novel ini, kita akan menemukan berbagai macam konflik yang tak terduga.

Jika masih ragu untuk membeli novel Pride and Prejudice, kamu bisa simak artikel ini terlebih dahulu. Artikel ini akan mengulas lebih jauh terhadap novel karya Jane Austen.

Deskripsi Novel Pride and Prejudice by Jane Austen

  • Judul Buku: Pride and Prejudice
  • Genre Buku: Fiction, Romance, Setire, Novel of Manners
  • Penulis Buku: Rhonda Izon
  • Penerjemah: Dian R. Basuki
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit Buku: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 1 Mei 2019 (cetakan pertama pada tahun 1813 bulan Januari 28)
  • Jumlah Halaman: 256 halaman
  • Berat Buku: 0.48 kg
  • Lebar Buku: 13 cm
  • Panjang Buku: 20 cm
  • ISBN: 9786024021429
  • Harga Buku: Rp 89.000

Review Buku Pride and Prejudice

Penulis Novel Pride and Prejudice by Jane Austen

Review Buku Pride and Prejudice
br.atsit.in

Penulis Jane Austen lahir di tahun 1775 pada bulan Desember, tanggal 16 di Steventon Rectory, Hampshire, Inggris. Ia tutup usia di umur 41 tahun pada bulan Juli 1817 di Winchester, Hampshire, Inggris.

Jane Austen merupakan penulis kelahiran inggris yang dikenal dengan enam karya buku novelnya yang isi didalamnya menafsirkan kehidupan dari kelas atas Inggris dan menggunakan latar tahun sekitar abad kedelapan belas. Jane Austen terlahir di dalam keluarga yang besar dan juga dekat dengan kehidupan dari bangsawan inggris tingkat rendah.

Jane Austen saat usianya dua belas tahun hingga delapan belas tahun mulai menulis karya-karyanya yang di mana cerita yang dibuat Jane Austen banyak yang berasal dari apa yang telah dilihat atau dialami oleh dirinya sendiri pada masa itu.

Lady Susan merupakan karya pertama yang ditulisnya dengan serius dan melalui karya tersebut Jane Austen mulai menulis banyak karya buku novel lainnya.

Bahkan, saat dirinya sudah meninggalkan dunia ini, Jane Austen lebih banyak lagi memperoleh status sebagai penulis yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan saat dirinya masih ada di dunia ini.

Saat karya-karya buku novel milik Jane Austen diterbitkan ulang dalam standar novels karya Richard Bentley dan juga diilustrasikan oleh Ferdinand Pickering serta dijual dengan satu set, ternyata hal tersebut membuat karya-karya Jane Austen mendapat pengakuan yang lebih luas lagi serta menjadi buku bacaan yang populer hingga saat ini. Selain itu, hal tersebut terjadi ketika transisi reputasinya yang anumerta di tahun 1833, atau lebih tepatnya ketika novel-novel Jane Austen yang diterbitkan ulang dalam bentuk seri seperti karya Richard Bentley.

Buku Karya Jane Austen:

  • Sense and Sensibility (1811)
  • Pride and Prejudice (1813)
  • Mansfield Park (1814)
  • Emma (1815)
  • Northanger Abbey (1818, posthumous)
  • Persuasion (1818, posthumous)
  • Lady Susan (1871, posthumous)
  • The Watsons (1804)
  • Sanditon (1817)
  • Sir Charles Grandison (adapted play) (1793, 1800)
  • Plan of a Novel (1815)
  • Poems (1796–1817)
  • Prayers (1796–1817)
  • Letters (1796–1817)

Review Buku Pride and Prejudice

Sinopsis Novel Pride and Prejudice By Jane Austen

Review Buku Pride and Prejudice

Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak mempunyai kecocokan bahkan sejak mereka belum saling mengenal. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang angkuh, dan sering membuat kesal. Sementara itu, Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.

Filosofi: Bentuk Refleksi diri Natasha Rizky melalui buku “Kamu Tidak Istimewa”

Untuk waktu yang lama, mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali melontarkan sindiran-sindiran pedas terhadap satu sama lain. Kebencian itu tanpa mereka sadari berangsur menjadi ketertarikan yang mendalam. Seiring dengan berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain dari Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan atau angkuh seperti yang selama ini dia sangka.

Dalam Pride and Prejudice karya Jane Austen menuangkan detail cerita yang memikat mengenai kaum menengah ke atas pada abad ke-18. Karakter-karakternya yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer sepanjang masa. Bahkan, setelah membaca novel ini, kita akan mengetahui gambaran dari perbedaan kelas sosial pada masa itu.

Tokoh Dalam Novel “Pride and Prejudice” By Jane Austen:

Review Buku Pride and Prejudice

  • Elizabeth (Lizzy)
  • Jane, Darcy
  • Bingley (Charles)
  • Catherine (Kitty)
  • Lydia
  • Mary
  • Bennet
  • Bennet
  • Wickham
  • Denny
  • William Collins
  • Sir William Lucas
  • Lady Lucas
  • Charlotte Lucas
  • Long
  • Hurst
  • Hurts (Louisa)
  • Miss Bingley (Caroline)
  • Miss Darcy (Georgiana)
  • Annesley
  • Lady Catherine de Bourgh
  • Miss de Bourgh
  • Jenkinson
  • Colonel Fitzwilliam
  • Philips
  • Philips
  • Gardiner
  • Gardiner
  • Kolonel Forster

Review Novel “Pride and Prejudice” by Jane Austen

Review Buku Pride and Prejudice

Kisah dalam buku Pride and Prejudice karya Jane Austen ini mengambil genre romantis dan komedi klasik karena di dalamnya terdapat aliran kisah-kisah romantis dan humor yang diselipkan secara halus di setiap halamannya. Buku ini ditulis dengan begitu anggun dan kita sebagai pembacanya diajak untuk kembali pada masa-masa di zaman manusia dipandang melalui kelas sosialnya atau sekitar awal tahun 1800-an.

Penulis dari novel ini pun dalam membuat ceritanya juga memberikan beberapa olok-olokan atau saling ejek yang terjadi pada masa itu di Inggris. Dengan begitu, kita juga akan sedikit mengetahui gambaran Inggris pada masa itu.

Buku karya Jane Austen ini juga cocok untuk Grameds yang ingin membaca buku bacaan sekaligus menambah wawasan saat membacanya. Ditambah lagu, buku ini walaupun dapat menambah wawasan, tetapi tidak membuat kita sebagai pembacanya cepat merasa bosan. Hal ini karena buku ini juga mengandung genre romance yang dikemas dalam bentuk klasik.

Buku novel ini dapat disebut dengan buku klasik karena jika diingat buku ini sudah sangat lama ditulis dan memang mengambil tema di tahun 1800. Ditambah romance klasik di dalam buku ini dikemas dengan begitu berkelas dan sopan karena kedua insan yang saling jatuh cinta. Kita juga akan mengetahui kisah romantis yang dilakukan oleh orang-orang pada zaman dahulu.

Apalagi kedua tokoh itu digambarkan dimana saling begitu mencintai dan cintanya pun sangat murni dan suci seperti berfokus pada aktivitas memandang satu sama lain, mencuri perhatian, mencari topik-topik, dan saling mencari alasan untuk bertemu. Tidak hanya itu, penulis mampu mencampuradukkan perasaan pembaca ketika mereka tidak bertemu, kedua tokoh dalam novel ini akan merasakan perasaan galau dan gelisah.

Namun, buku ini lebih cocok untuk mereka yang sudah beranjak dewasa karena ada beberapa cerita yang membutuhkan pemahaman lebih. Selain itu, di sisi lainnya, alur cerita dari novel ini dikemas secara sederhana dengan menggunakan rangkaian kata yang tidak membosankan.

Buku ini memiliki sudut pandang dari tokoh Lizzie yang merupakan seorang gadis yang memiliki kecerdasan dan kepribadian yang pemberani dan teguh, di mana tokoh Lizzie dipertemukan dengan sosok Mr. Darcy yang merupakan seorang pria yang merupakan kerabat dari seorang bangsawan yang bernama Lady De Bourgh yang memiliki kepribadian yang anti sosial, arogan dan juga dingin.

Jane Austen menulis dialog dalam buku ini dengan sangat baik dan luar biasa karena kalimat-kalimat di dalamnya dibuatnya lucu saat tokoh LIzzie yang menolak proposal yang dikirimkan kepadanya tentang mengenai pernikahan Mr. Collins yang di mana tokoh Nyonya Banner di sini memohon kepada suaminya agar membuat putrinya menjadi masuk akal.

Sang ayah, menginginkan Lizzie untuk menikah dengan Mr. Collins bahkan mengancamnya untuk tidak ingin bertemu lagi apabila dirinya tidak menikah dengan tokoh Mr.Collins. Namun, tokoh Lizzie disini dibuat dengan semangat dan juga memiliki sifat keras kepala, sehingga tokoh ini terlihat kuat juga.

Mungkin saja, saat ini novel Pride and Prejudice dianggap kurang pantas, tetapi di inggris buku ini memiliki isi yang layak saja dan melalui cerita ini membuat kita sebagai pembacanya mengetahui perubahan dunia dari zaman ke zaman. Terlebih lagi, buku ini mengambil tema tahun 1700-1800 dan ditulis pada tahun 1981 oleh Jane Austen.

Pada masa itu, hampir seluruh masyarakat melakukan penghitungan kekayaan yang mereka miliki, seperti tunjungan selama satu tahun, kepemilikan kereta, ukuran dari segala hal seperti rumah, ladang, dan banyak lainnya. Selain itu, gambaran tentang masyarakat saat itu terangkum dengan baik di dalam novel ini.

Pembaca juga akan mengetahui hirarki dari masyarakat yang sudah dieksplorasi dan hal ini ditunjukan pada saat tokoh Lizzie yang tidak menyerah akan kemauan Lady untuk menolak menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Bisa diingat bahwa buku ini mengambil tema di tahun 1980-an, sehingga kita mengetahui bahwa masalah-masalah sosial pada masa itu pasti berbeda dengan masalah sosial yang ada saat ini.

Melalui novel ini, tekanan sosial pada masa itu digambarkan dengan nasib perempuan yang hanya dianggap sebuah objek atau hanya sebagai pelengkap dari suami, yang memiliki tuntutan untuk menikah dan bahkan perempuan tidak memiliki kesempatan untuk mengambil alih usaha milik ayahnya hingga akhirnya harus dialihkan kepada sang calon suami dari mereka.

Gambaran tentang istri yang hanya menjadi objek saja terlihat pada kisah tokoh Mrs Bennet dan Mr Bennet yang ada di dalam novel ini. Kehidupan dalam pernikahannya tidak memiliki kebahagiaan, cinta ataupun kasih sayang. Bahkan, dapat dikatakan dengan sangat jelas oleh tokoh Mr Bennet bahwa dirinya jatuh cinta karena paras dari Mrs Bennet saja, tetapi dirinya tidak merasa bahwa istrinya memiliki nilai-nilai di dalam dirinya yang berharga ketika cinta untuk istrinya tersebut mulai memudar dari waktu ke waktu.

Novel yang ditulis oleh Jane Austen ini dengan begitu jelas bahkan di awal buku ini dengan kalimat “Ini adalah kebenaran yang diakui secara universal, bahwa seorang pria lajang yang memiliki harta, pasti membutuhkan istri.” Dari kutipan kalimat itu dapat dikatakan dengan jelas bahwa sosok seorang istri hanyalah sebuah objek dan sebatas “kelengkapan” dari kekayaan seorang pria.

Kelebihan Novel Pride and Prejudice by Jane Austen

Review Buku Pride and Prejudice

Pada dasarnya, setiap novel pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kelebihan buku Pride and Prejudice.

1. Alur Cerita yang Sederhana

Meskipun cerita yang ada di dalam buku ini merupakan kisah yang cukup lama, tetapi alur cerita yang dihadirkan masih sederhana. Penulis mampu membuat alur cerita yang dibungkus dengan kisah-kisah romantis, sehingga pembaca tidak akan terasa ketika membaca buku ini.

Alur Cerita yang sederhana ini akan membuat pembaca mudah memahami setiap jalan ceritanya. Terlebih lagi, pembaca akan mengetahui sedikit gambaran tentang kisah cinta di masa lalu

2. Mengandung Makna Kehidupan

Pada umumnya, novel memiliki atau mengandung makna kehidupan didalamnya. Begitu juga dengan novel Pride and Prejudice yang didalamnya terkandung banyak sekali makna kehidupan, sehingga mampu untuk mengubah cara pandang pembaca dalam memaknai kehidupan ini.

Salah satu makna kehidupan yang dapat diambil dari novel ini adalah jangan pernah menilai seseorang terlalu berlebihan. Hal ini dikarenakan penilaian yang sudah kita buat tak selamanya akan benar atau bahkan bisa menyakiti orang lain.

3. Menggunakan Rangkaian Kalimat yang Tidak Membosankan

Penulis dari novel Pride and Prejudice, Jane Austen mampu menata kata demi kata yang terangkai begitu bagus dan indah. Oleh sebab itu, setiap kata-kata indah yang ada di dalam novel ini dapat membawa pembaca seperti merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh yang ada di dalam novel ini.

Selain itu, dengan rangkaian kalimat yang indah ini akan membuat pembaca tidak merasa bosan ketika membaca novel ini. Bahkan, pembaca bisa dibuat baper dengan kisah romantis yang ada di dalam novel ini.

4. Terdapat Beberapa Nilai Feminisme

Kelebihan dari buku novel ini adalah mengandung beberapa topik feminisme di dalamnya. Maka dari itu, bagi para wanita sangat pas untuk membaca novel ini karena dapat meningkatkan nilai feminisme dalam dirinya. Sementara itu, bagi laki-laki yang membaca novel ini bisa menjadi pribadi yang lebih menghargai wanita.

Review Buku Pride and Prejudice

Kekurangan Novel Pride and Prejudice by Jane Austen

Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan. Begitu juga dengan buku novel Pride and Prejudice yang memiliki beberapa kekurangan, diantaranya.

1. Bahasa yang Sulit Dipahami

Meskipun buku ini memiliki kalimat yang tidak membosankan, tetapi pada beberapa bagian cerita terdapat bahasa yang sulit dipahami, sehingga terkadang perlu dibaca ulang. Bahasa yang sulit dipahami dapat terjadi karena pada beberapa bagian cerita kita sulit membayangkan suasana cerita yang bernuansa masa lalu.

Dikarenakan terdapat beberapa cerita yang bahasanya sulit dipahami, maka novel ini disarankan dibaca oleh orang dewasa. Bahasa yang sulit dipahami ini terkadang membuat pembaca malas untuk melanjutkan ceritanya karena takut sulit menangkap makna yang terkandung pada cerita itu.

2. Topik Cerita yang Berat

Jika Grameds merupakan pembaca yang lebih suka dengan buku novel yang memiliki topik bahasan yang ringan mungkin buku ini kurang cocok untuk dinikmati. Hal ini dikarenakan topik cerita pada novel ini sangat berat karena menggambarkan percintaan orang dewasa. Selain itu, juga mengisahkan cara memandang seseorang yang penuh dengan kecurigaan.

Ditambah lagi, penulis menonjolkan topik-topik yang mungkin kurang diminati karena menggunakan latar cerita tentang tempo dulu. Oleh sebab itu, terkadang ada beberapa cerita yang memang sulit dipahami, sehingga membaca novel ini akan terasa lebih lama.

Kesimpulan Buku Pride and Prejudice by Jane Austen

Review Buku Pride and Prejudice

Pride and Prejudice merupakan novel romantis yang ditulis dengan latar tahun 1813 oleh Jane Austen, sehingga dianggap sebagai novel klasik. Jane Austen mengungkapkan perjuangan wanita di abad ke-19 saat. Selain itu, dia juga memperkenalkan kepada para pembaca tentang Bennet Sisters dan kehidupan mereka.

Nah, itulah review buku Pride and Prejudice yang by Jane Austen mengenai buku novel bertemakan Fiction, Romance, Setire, Novel of Manners. Seperti yang dapat di lihat, buku ini ditulis oleh Jane Austen yang ingin menuangkan cerita dari sudut pandang kaum menengah ke atas pada abad ke-18.

Novel ini juga mengandung banyak kritik terutama kritik terhadap perempuan yang hanya dijadikan objek sebagai istri saja. Hal itu dapat dilihat dari suatu kalimat, “Ini adalah kebenaran yang diakui secara universal, bahwa seorang pria lajang yang memiliki harta, pasti membutuhkan istri.” Seolah-olah istri hanya kelengkapan bagi kekayaannya dan hanya suatu objek.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai novel Pride and Prejudice maupun buku-buku bergenre Fiction, Romance, Setire, Novel of Manners, Grameds bisa mendapatkannya di gramedia.com

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

BACA JUGA:

  1. Rekomendasi Novel Tentang Kehidupan
  2. Rekomendasi Novel Terbaru & Terbaik yang Bagus
  3. Rekomendasi Novel Sedih Terbaru Agustus 2022
  4. 7 Rekomendasi Novel Ringan Indonesia dan Terjemahan
  5. 8 Rekomendasi Light Novel Paling Seru dari Gramedia
  6. Rekomendasi Novel Fantasi Seru Terbaik

Written by Ananda