in

Review Novel Alkana Karya Chindy Krisnawati

Novel Alkana ditulis oleh Chindy Krisnawati, penulis yang namanya dikenal dari platform Wattpad. Kisah Alkana ini juga pada mulanya dipublikasikan di akun Wattpad pribadi Chindy Krisnawati sendiri yang bernama @chindykriss_. Kisah Alkana mulai ditulis sejak bulan Agustus 2019. Tak disangka, kisah ini mampu menarik hati banyak orang, terutama kalangan remaja pengguna Wattpad.

Hal ini dibuktikan dengan kisah Alkana ini mampu menduduki peringkat pertama dalam kategori fiksi remaja di Wattpad, pada tanggal 19 Desember 2019. Juga, menjadi peringkat pertama dalam kategori Cerita SMA di Wattpad pada tanggal 21 Agustus 2019. Selain itu, per bulan Agustus 2022, kisah Alkana telah dibaca sebanyak 18,7 juta kali di Wattpad.

Kisah Alkana ini juga ternyata berhasil membawa kesempatan bagi Chindy Krisnawati untuk menjalani karir sebagai seorang penulis. Novel Alkana berhasil diterbitkan oleh penerbit Coconut Books pada bulan Maret 2021. Novel dengan total 392 halaman ini akan menceritakan perjalanan cinta Alka dan Nayya, dua remaja yang sama-sama menjadi korban di keluarganya sendiri.

Alka hanya butuh waktu, dan Nayya hanya merasa kecewa. Sama seperti Alka, Nayya juga hanya perlu ruang. Ini adalah kisah dua remaja yang menjadi korban dari masa lalu keluarga mereka. Memori yang menimbulkan dampak sangat buruk bagi kehidupan mereka berdua. Memori itu mengubah mereka menjadi pribadi yang dingin dan tidak tersentuh.

Mereka awalnya tidak kenal, apalagi akrab, mereka hanya mengetahui nama satu sama lain secara sekilas. Pertemuan-pertemuan yang tak terduga, kemudian membuat mereka berdua mau tak mau harus berbincang. Hingga pada akhirnya, mereka terikat dalam suatu tugas yang menjadikan keduanya saling mengenal lebih dalam meskipun diselingi oleh argumen yang bertentangan.

Sinopsis Novel Alkana

Gadis itu terus menangis sambil mengatakan kepada temannya bahwa mamanya itu tidak bersalah. Anak laki-laki itu juga terus berteriak kepada sang papa, mempertanyakan kenapa ia tega memukul anaknya? Memangnya mamanya salah apa? Nayya terus berteriak, memohon kepada papanya untuk berhenti memukuli mamanya.

Ia memegangi lengan papanya dengan mata yang berair. Namun, sang papa malah membentaknya, menyuruh Nayya untuk diam. Ia juga mengatakan bahwa mama mereka pantas mendapatkan itu. Kemudian, ia melepaskan tangan Nayya dari lengannya secara paksa.

Nayya merasa kesakitan. Ia lantas mundur untuk menghampiri sang kakak dengan gemetar, sembari mengatakan bahwa papanya itu jahat, karena telah menyakitinya. Mila, sang ibu dari kedua anak itu memohon kepada suaminya untuk jangan menyakiti anaknya, cukup dirinya saja yang merasakan sakit.

Namun, Wisnu malah membentaknya dan lanjut menampari istrinya. Tamparan Wisnu yang sangat kuat itu mendarat mulus di kedua pipi sang istri, sampai menimbulkan bunyi yang nyaring. Kedua anak itu langsung berlari menghampiri mamanua ketika melihat darah segar mulai keluar dari lubang hidung Mila. Sang mama tersungkur ke lantai, dia pingsan.

Nayya buru-buru langsung menghampiri mamanya. Kainan tampak ketakutan melihat darah yang terus keluar dari hidung Mila tanpa henti. Nayya kemudian meraih tangan Mila, dan seketika ia menjadi tegang. Ekspresi wajahnya langsung berubah. Ia langsung menyadarkan Kainan untuk tidak diam saja dan meminta sang kakak untuk segera membantunya membawa Mila ke rumah sakit.

Kainan terkejut, ia ingin mengatakan sesuatu kepada adiknya itu, tetapi ia merasa ragu. Nayya terus mendesak abangnya untuk segera mengangkat mamanya ke mobil. Nayya sangat frustasi, sedangkan Kainan masih ingin melanjutkan kalimatnya. Namun, Nayya terus memotong dan memaksa Kainan untuk bergerak.

Kainan tidak bisa bangun dari duduknya. Nayya masih mencoba untuk mengangkat badan mamanya. Ketika Nayya sudah berhasil berdiri dan menopang tubuh mamanya, tiba-tiba Kainan menahan tangan Nayya. Nayya bertanya kakaknya itu sebenarnya mau apa lagi. Namun, Kainan langsung mengatakan bahwa mama mereka sudah tidak ada.

Nayya tentunya tidak percaya dan marah kepada Kainan, karena berbicara seperti itu. Kainan langsung menyadarkan Nayya dan mengulangi perkataannya tadi. Bagai tersambar petir di tengah hari, dada Nayya langsung terasa sesak. Nayya kemudian terduduk lemas, matanya melotot dan tangannya menutup mulutnya.

Nayya kemudian memegang tangan sang mama sambil menggelengkan kepala. Ia tidak bisa menerima bahwa pelita hidupnya kini telah padam. Sosok malaikat yang selalu ada di sampingnya setiap waktu, mulai dari ia membuka mata di pagi hari hingga pada saat ia ingin memejamkan mata di malam hari, tidak akan hadir lagi esok hari.

Nayya melihat sang mama tersenyum lembut dengan penuh kasih sayang. Mila adalah sosok ibu yang selalu memberikan kasih sayang kepada anaknya, mengerti keadaan anaknya, dan menyempatkan waktu untuk hanya sekedar bercanda dengan putra serta putrinya. Sekarang, dia telah memejamkan mata untuk selamanya tanpa mengucapkan selamat tinggal atau izin kepada anak-anaknya. Terutama Nayya, si anak bungsunya.

Nayya sendiri tak yakin apakah dirinya dapat hidup dengan normal setelah insiden ini. Nayya terus berteriak tidak terima. Ia menyuruh mamanya untuk bangun sambil menggoyangkan tubuhnya. Nayya mengalami patah hati paling besar dalam hidupnya.

Alka hanya butuh waktu dan Nayya hanya merasa kecewa. Sama seperti Alka, Nayya juga hanya perlu ruang. Pertemuan mereka berdua yang tidak terduga sudah menciptakan kisah cinta yang tidak bisa ditebak. Mereka yang sama-sama menjadi korban masa lalu keluarganya, yang tadinya merupakan pribadi tidak tersentuh, secara perlahan mulai terbuka kepada satu sama lain.

Pribadi mereka mulai melembut, karena ketulusan hati yang mulai terikat. Kemudian, seluruh perasaan itu harus hilang oleh karena masa lalu yang menyakitkan. Tamparan duka dalam sejak waktu itu masih membekas, hingga membuat Alka berubah dan meragukan cintanya. Sedangkan Nayya yang berusaha untuk mempertahankan hubungan, tidak kuat melawan jiwanya yang lelah. Nayya ditampar dengan rasa kecewa untuk kedua kalinya.

Kelebihan Novel Alkana

Sebagai salah satu novel best seller dan sudah dibaca 18,7 juta kali di Wattpad, kisah Alkana ini tentunya memiliki sejumlah kelebihan. Kelebihan yang pertama, yakni terletak pada premis cerita ini sendiri yang terbilang berani. Chindy Krisnawati menyajikan kisah cinta remaja yang sama-sama merupakan korban dari masa lalu keluarganya.

Dapat dilihat dari sinopsis di atas, tokoh utama kisah ini, yakni Nayya mengalami insiden di mana sang mama meninggal akibat dipukuli oleh ayahnya sendiri. Begitu juga Alka yang memiliki luka yang ditorehkan oleh keluarganya sendiri. Mereka berdua memiliki nasib yang sama, dan dipertemukan oleh takdir. Kedua karakter tokoh utama ini juga dinilai bisa membuat pembaca merasa simpati.

Gaya bercerita Chindy Krisnawati juga dinilai detail dan mengalir, sehingga pembaca dapat semakin dalam masuk ke dalam kisah ini. Pembaca bisa ikut merasakan apa yang para tokoh rasakan, rasa tegang, rasa takut, sedih, hampa, kecewa, dan sebagainya. Chindy Krisnawati juga menggunakan bahasa sehari-hari yang tentunya memudahkan pembaca untuk memahami kisah ini.

Lalu, beberapa pembaca juga merasa bahwa kisah Alkana ini relevan dengan kejadian nyata yang mereka alami. Baik itu dari sisi keluarga, maupun dari sisi romansa. Ada yang merasa relate, karena kisah cintanya juga dimulai dari stalking. Ada yang merasa relate, karena memiliki luka yang ditimbulkan keluarga, ada juga yang relate, karena permasalahan dalam hubungannya disebabkan oleh luka lama.

Hal yang relate dengan kenyataan mereka ini membuat para pembaca mampu untuk memahami sudut pandang Nayya dan Alka. Secara keseluruhan, kisah Alkana ini bukan kisah romansa biasa, konfliknya cukup rumit, tetapi mudah untuk dimengerti. Novel Alkana ini juga memiliki makna yang mendalam, dan bisa memberikan banyak pelajaran bagi pembacanya.

Kekurangan Novel Alkana

Selain kelebihan, novel Alkana ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada penggunaan diksi yang dinilai kurang pas pada suatu adegan. Seperti pada adegan mama Nayya dan Kainan meninggal, dialognya ada yang menggunakan kata “kuy” yang merupakan bahasa gaul yang berarti “yuk”. Penggunaan kata ini dinilai kurang tepat dalam adegan yang menegangkan dan sedih tersebut.

Pesan Moral Novel Alkana

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kisah Alkana ini memiliki sejumlah pesan moral yang dapat menjadi pembelajaran bagi pada pembaca. Melalui kisah ini, kita dapat belajar untuk tidak mencontoh sikap papa Nayya dan Kainan yang kasar dan abusive. Bagi kita yang memiliki hubungan dengan orang seperti itu, sebaiknya memutuskan hubungan dengannya. Sebab, orang seperti itu adalah sosok yang berbahaya, dan sifat seseorang tidak bisa diubah jika bukan merupakan keinginannya sendiri.

Kemudian, bagi anda yang memiliki pengalaman seperti Nayya, Kainan, dan Alka, hendaknya meminta pertolongan kepada tenaga yang terlatih seperti psikolog atau komunitas yang bisa mendukung anda. Jangan hadapi masalah itu sendirian, temukan orang-orang yang bisa mendukung anda. Selain itu, anda harus mencoba untuk berdamai dengan masa lalu itu, supaya kehidupan masa depan anda tidak terhambat oleh memori yang kelam. Berdamai dengan masa lalu dan dengan keadaan dapat membuat trauma anda berkurang.

Bagaimana kelanjutan hubungan Alka dan Nayya? Apakah mereka berdua dapat menyembuhkan luka masa lalu mereka? Untuk menemukan jawabannya, yuk segera dapatkan novel Alkana karya Chindy Krisnawati ini hanya di Gramedia.com. Bagi anda yang sedang mencari novel lain, jenis buku lain, atau kebutuhan sehari-hari anda, anda juga bisa menemukannya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi terlengkap dan terbaik bagi anda.

Written by Gabriel