in

Review Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Review Buku Bandarmology vs Teknikal Berkembangnya teknologi turut mengubah cara seseorang untuk mencari uang. Saat ini, kita sudah sering menemukan berbagai macam cara mendapatkan uang yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Dalam mencari uang bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi saja, tetapi juga harus pandai dalam melakukan analisis agar uang yang dihasilkan bisa terus berputar.

Salah satu mencari uang yang bisa dibilang sedang tren saat ini adalah menanam modal di pasar modal atau memiliki saham di pasar modal. Saat ini, sudah banyak aplikasi yang dapat membantu kamu dalam bermain saham. Apakah kamu salah satu orang yang saat ini sedang memainkan saham di pasar modal?

Dalam bermain saham, pastinya dibutuhkan suatu analisis agar bisa terus mencapai keberhasilan dan mendapatkan keuntungan. Metode analisis yang digunakan pun sangatlah beragam, sehingga kamu harus pandai menentukan metode analisis saham yang tepat agar tidak salah ketika menanamkan modal. Selain itu, dengan metode analisis saham yang tepat, kamu juga bisa memilih saham yang bisa menguntungkan.

Dari sekian banyak metode dalam menganalisa pasar modal, salah satunya adalah analisis candlestick. Analisis candlestick bisa dikatakan sebagai analisis yang sering digunakan oleh para trader dalam bermain pasar modal. Hal ini dapat terjadi karena analisis candlestick dapat memberikan keuntungan karena tidak salah dalam membeli saham atau menjual saham.

Analisis candlestick bisa dibilang cukup sulit, sehingga bagi para pemula mungkin sulit memahami analisis ini. Namun, di sisi lainnya, analisis ini ternyata diyakini dapat membaca dan memprediksi tren saham yang akan terjadi. Jadi, apakah kamu termasuk orang yang bermain saham menggunakan analisis candlestick?

Namun, bagi para pemula mungkin saja belum mengetahui analisis candlestick, sehingga memiliki keraguan untuk masuk ke dunia saham dan menjadi trader. Bagi kamu yang ingin mempelajari analisis candlestick, jangan khawatir karena saat ini sudah banyak buku yang membahas tentang analisis candlestick, salah satunya adalah buku Bandarmology vs Teknikal karya William Hartanto.

Buku Bandarmology vs Teknikal ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan bacaan untuk mendalami analisis candlestick. Terlebih lagi, buku ini ditulis oleh seorang praktisi pasar modal, sehingga pembaca akan semakin mudah dalam memahami analisis candlestick.

Identitas Buku Bandarmology vs Teknikal

Review Buku Bandarmology vs Teknikal

  • Judul Buku: The Secret (Rahasia)
  • Genre Buku: Business & Economics
  • Penulis Buku: Rhonda Izon
  • Penerjemah: Dian R. Basuki
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit Buku: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 1 Mei 2019 (cetakan pertama pada tahun 2008 bulan Agustus)
  • Jumlah Halaman: 240 halaman
  • Berat Buku: 0.3 kg
  • Lebar Buku: 14.0 cm
  • Panjang Buku: 22 cm
  • ISBN: 9786230019081
  • Harga Buku: Rp 80.000

Penulis Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Review Buku Bandarmology vs Teknikal

Penulis dari buku Bandarmology vs Teknikal bernama William Hartanto, ia lahir pada tahun 1995. Ia merupakan seorang praktisi atau ahli dalam bidang pasar modal. Bahkan, ia sudah mendalami ilmu pasar modal sejak masih duduk di bangku sekolah, sehingga tak heran apabila kemampuan dalam memahami pasar modal sudah bisa dibilang sebagai ahli.

Willian Hartanto belajar tentang pasar modal bukan hanya dari buku-buku saja, tetapi ia mengikuti berbagai macam seminar tentang pasar modal. Bukan hanya seminar saja yang ia ikuti demi mendalami pasar modal, tetapi ia juga mengikuti berbagai macam pelatihan pasar modal dan juga pelatihan yang berkaitan dengan bisnis.

Menurut William Hartanto, pasar modal merupakan tempat yang paling tepat untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja. Oleh sebab itu, tak heran kalau dirinya selalu berusaha untuk mendalami ilmu pasar modal, sehingga kemampuan dalam memahami pasar modal akan terus bertambah.

Namun, menurutnya masih banyak orang yang belum mengetahui tentang apa itu pasar modal yang sebenarnya. Bahkan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa pasar modal memiliki kesamaan seperti judi.

Filosofi: Bentuk Refleksi diri Natasha Rizky melalui buku “Kamu Tidak Istimewa”

Seiring dengan berjalannya waktu dan kesadaran William Hartanto terhadap betapa pentingnya mengenal pasar modal, maka ia mulai memperkenalkan pasar modal kepada banyak orang. Ia memulainya dari memperkenalkan pasar modal kepada mahasiswa yang masih awam dan takut untuk terjun ke pasar modal. Hal ini dikarenakan, bagi para pemula memang risiko untuk terjun ke pasar modal sangat besar.

Oleh sebab itu, dengan pengalaman tentang pasar modal yang sudah dimilikinya, William Hartanto berkeinginan untuk berbagai rasa kepada para pemula bahwa terjun ke pasar modal itu banyak enaknya. Kemudian, ia mulai memberikan pemahaman tentang pasar modal dan mulai memberikan cara memulai untuk terjun ke pasar modal bagi para pemula. Ia juga lebih memfokuskan pada pasar modal berupa investasi saham.

Bukan hanya pandai membagikan pengalamannya saja, tetapi William Hartanto merupakan pendiri dari WH Project (www.wh-project.com). Situs yang ia buat itu merupakan situs di mana dapat melihat pergerakan harga saham, baik dalam waktu short term atau long term.

Kecintaannya pada pasar modal dan saham membuat William Hartanto aktif dalam berbagai kegiatan komunitas saham. Tidak sampai di situ, William Hartanto juga membagikan kisah perjalanannya tentang pasar modal terhadap teman-teman komunitasnya. Bahkan, ia juga membagikan tips atau trik dalam berinvestasi. Selain itu, ia juga membagikan cara mengelola keuangan atau money management dan cara menganalisis saham.

William Hartanto juga sering menjadi narasumber pasar modal di berbagai media, seperti CNBC Indonesia, Metro TV, IDX Channel. Selain itu, ia juga sering menulis karyanya di beberapa media cetak, seperti Kontan, Investor Daily, Bisnis Indonesia, dan sebagainya.

Sampai saat ini, William Hartanto masih mengembangkan dan melakukan riset untuk menemukan metode paling mudah dalam memajukan trader. Tujuan dari dilakukannya hal itu adalah agar bisa memperoleh uang yang cukup banyak dan menguntungkan tanpa harus repot.

Kecintaannya pada pasar modal membuat William Hartanto menulis beberapa buku pasar modal. Dari beberapa buku tersebut, salah satu bukunya yaitu Bandarmology VS Teknikal yang didalamnya berisi banyak hal yang berkaitan tentang pasar modal terutama candlestick.

Buku Karya William Hartanto:

  • Mahasiswa Investor (2016)
  • The Tao Of Bandarmology (2017)
  • Mindful Trader (20019)
  • Bandarmologi vs Teknikal (2020)

 

Review Buku Bandarmology vs Teknikal

Sinopsis Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Analisis Teknikal penting untuk mencari timing yang tepat dalam membeli saham yang tepat. Selain itu, kebanyakan pelaku pasar modal lebih mendalaminya karena percaya bahwa seperti apapun saham dan bagaimanapun kondisi fundamentalnya harganya tetap akan naik pada waktunya.

Buku Bandarmology vs Teknikal membahas perkembangan ilmu bandarmology untuk mempelajari bagaimana aksi pelaku pasar yang disebut bandar membentuk chart agar mendapatkan respons yang diharapkan. Bagaimana cara mematahkanya? Miliki buku ini dan Anda akan mengerti bagaimana aksi bandarmology dibalik teknikal.

Review Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Review Buku Bandarmology vs Teknikal

Penggunaan grafik menjadi salah satu metode yang akan selalu dikenalkan dalam melakukan analisis pasar saham, baik itu untuk melakukan analisa pada teknik, fundamental, bandarmology, makroekonomi, kinerja perusahaan, dan analisa-analisa lainnya.

Analisis teknikal akan menjadi fokus pada bagian awal karena kita akan membacanya menggunakan sebuah grafik atau chart dalam melakukan analisis tersebut dan apa aksi yang ada didalamnya juga akan menjadi pembeda dalam mengartikan sebuah pola di dalamnya. Selain itu, fungsi utama dalam grafik merupakan sebagai data historis yang memiliki maksud ketika sudah terjadi suatu aktivitas pada transaksi.

Kemudian akan digambarkan dalam bentuk grafik dan gambar grafik tersebut menjadi tergambar baik dalam kenaikan maupun penurunan dan pada kondisi ini akan menjadi fungsi utama dalam “Candlestick” yang tujuannya adalah memberikan “timing” yang tepat.

Data apa sajakah yang akan menggunakan sebuah grafik adalah banyak sekali, seperti pertumbuhan penduduk, presentasi laba, penjualan, dan masih banyak lagi. Fungsi grafik pada dasarnya adalah untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi dan menjadi suatu alat untuk mengambil suatu keputusan.

Banyak perusahaan seperti manajemen perusahaan yang kadang menggunakan grafik ini untuk membuat suatu keputusan mengenai suatu tindakan untuk di masa depan atau masa yang akan datang. Di dalam saham, kita dapat menggunakan grafik ini juga karena penggunaan grafik ini juga populer dikalangan investor dan juga sering digunakan oleh kelas-kelas khusus yang mempelajari analisa teknikal.

Dengan menggunakan grafik diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemungkinan yang akan terjadi dalam dunia saham, baik itu dalam jangka waktu panjang maupun jangka waktu pendek. Di dunia trading juga umumnya sering mendengar analisa teknikal dan yang akan menjadi utamanya ialah grafik dan biasanya grafik dalam dunia trading disebut dengan “technician”, “technicalist”, atau “charitst”.

The Tao of Bandarmology” akhirnya berlanjut di mana rencana awal dari William Hartanto yang bertujuan untuk menyelesaikan buku investasi karyanya setelah “Mahasiswa Investor” “The Tao of Bandarmology”, dan juga “Mindful Trade”. Dari buku-bukunya itu banyak dari para pembaca merasa terbantu dalam memahami dunia trading setelah membaca buku-buku karya William Hartanto.

Namun, William Hartanto dan tim kemudian menyadari bahwa terdapat banyak pola baru yang sering terdapat pada saham-saham yang awalnya memiliki image tidak bagus, kemudian, William Hartanto dan tim juga menemukan bahwa pastinya di setiap tahun banyak saham baru yang menjadi primadona karena memiliki kenaikan yang signifikan.

Selain itu, William Hartanto dan tim juga menyadari bahwa adanya peran media yang terlambat dalam membahas pasar modal, sehingga dapat membuat banyak korban di dalam investasi yang sudah membeli saham sangat tinggi, tetapi terus menurun ketika sudah di beli.

Meskipun begitu, William Hartanto tidak ingin menyudutkan pihak media ataupun pihak manapun. William Hartanto lebih berpikir bagaimana memberikan solusi pada kasus seperti ini ditambah “Media” yang memiliki peran besar dan bagaimana cara William Hartanto dapat bereaksi dahulu sebelum “media” berbicara.

Namun, setelah melalui banyak trial dan error yang ada, barulah William Hartanto menyadari bahwa metode “Broker Consistency” merupakan model dari bandarmology yang baru yang selama ini mungkin menjadi banyak pertanyaan dari investor lain dan model ini juga bisa dikatakan sangat mirip ketika membeli sebuah saham dengan dasar dan valuasi yang murah dan menunggunya dengan kesabaran hingga harga meninggi dan menguat kedepannya.

Selain itu, William Hartanto melalui buku Bandarmology vs Teknikal juga memberikan penjelasan tentang analisis candlestick dalam bermain saham. Oleh sebab itu, ketika membaca buku ini, kamu akan menjadi lebih mudah untuk bermain saham.

Kelebihan Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

1. Bahasa yang Komunikatif

Memahami analisis candlestick dalam bermain saham memang tidak mudah, bahkan analisis ini diyakini cukup sulit untuk dipahami. Namun, ketika membaca buku Bandarmology vs Teknikal karya William Hartanto, kamu akan menjadi mengerti apa itu analisis candlestick.

Hal ini dikarenakan buku ini ditulis oleh penulis dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, sehingga mudah dipahami. Oleh sebab itu, ketika membaca buku ini akan seperti merasa kalau kamu sedang berbicara dengan penulisnya.

2. Penjelasan Tentang Candlestick Lengkap

Selain bahasa yang mudah dipahami, buku ini juga memiliki keunggulan pada penjelasan tentang analisis candlestick yang cukup lengkap. Adapun penjelasan tentang candlestick yang ada dalam buku ini mulai dari sejarah hingga jenis-jenis candlestick. Jadi, apakah kamu masih ragu untuk membeli buku Bandarmology vs Teknikal karya William Hartanto?

Kekurangan Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Meskipun pembahasan tentang analisis candlestick, tetapi dalam buku ini contoh penerapan candlestick bisa dibilang tidak begitu banyak. Oleh karenanya, terkadang pembaca akan kesulitan membayangkan untuk memakai analisis candlestick dalam bermain saham.

Maka dari itu, jika buku ini diberi tambahan contoh tentang menerapkan analisis candlestick dalam bermain saham, sepertinya buku ini menjadi lengkap. Dengan begitu, para pemula bisa menjadikan buku ini sebagai referensi dalam bermain saham agar bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lama.

 

Kesimpulan Buku Bandarmology vs Teknikal Karya William Hartanto

Buku ini ditulis William Hartanto melalui banyak trial dan error yang dialami William Hartanto ketika melakukan riset terhadap metode pasar modal yang tepat. Kemudian ia menyadari bahwa metode “Broker Consistency” merupakan salah satu metode bermain saham yang sering digunakan oleh para trader. Hal ini dikarenakan metode ini hampir mirip ketika kita membeli saham dengan harga murah, kemudian menunggunya hingga harga saham itu mengalami kenaikan. Dengan begitu, kita akan mendapatkan keuntungan.

Selain itu, buku ini juga menjelaskan tentang betapa pentingnya kesabaran dalam bermain saham karena harga saham terkadang berubah dalam waktu yang lama. Selain itu, melalui buku ini juga, pembaca akan menyadari betapa pentingnya penggunaan grafik dalam bermain saham karena dengan grafik inilah, investor bisa memilih waktu yang tepat untuk membeli saham dan menjual saham.

Selain itu, dengan grafik ini juga, investor saham akan mengetahui bagaimana respon pasar terhadap suatu peristiwa. Dengan begitu, kita juga akan mengetahui pelaku pasar dan mendapatkan respon yang diinginkan.

Dalam buku ini juga, pembaca akan mengetahui analisis candlestick yang digunakan dalam bermain saham. Terlebih lagi analisis candlestick juga memiliki keterkaitan dengan grafik, sehingga metode analisis juga sering digunakan oleh para trader.

Nah, itulah review buku Bandarmology vs Teknikal” yang ditulis oleh William Hartanto mengenai buku yang bertemakan Business & Economics, Grameds. Seperti yang dapat di lihat dari buku ini bahwa penggunaan grafik juga populer di kalangan investor dan juga sering digunakan oleh kelas-kelas khusus yang mempelajari analisa teknikal yang diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemungkinan yang akan terjadi dalam dunia saham, baik itu dalam jangka waktu panjang maupun jangka waktu pendek.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai novel “Bandarmology vs Teknikal” ini maupun buku-buku bergenre Business & Economics lainnya, Grameds bisa mendapatkan berbagai buku yang ada di Gramedia.com yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds dan juga kamu bisa mendapatkan informasi #LebihDenganMembaca bersama Gramedia. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA:

  1. Review Buku The Intelligent Investor
  2. Daftar Buku Investasi Saham 2022 di Gramedia
  3. Rekomendasi Buku Saham, Cocok untuk Pemula
  4. Rekomendasi Buku Investasi Saham untuk Pemula
  5. 10 Tips Belajar Saham yang Perlu Diketahui

Written by Ananda