Bahasa Indonesia

Mengapa Teks Debat Termasuk Dalam Eksposisi?

Written by Rifda Arum

Mengapa Teks Debat Digolongkan Ke Dalam Eksposisi – Pasti Grameds sudah memahami bahwa teks debat dan eksposisi itu merupakan materi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Yap, kedua teks tersebut sama-sama menggunakan data dan fakta yang valid sebelum menuliskannya sesuai dengan struktur teksnya.

Lalu, apakah Grameds telah mengetahui bahwa teks debat itu termasuk salah satu dari jenis teks eksposisi? Oleh karena itu, dapat disebutkan bahwa teks debat itu merupakan “anak” dari teks eksposisi.

Mengapa hal itu dapat terjadi? Apa saja alasan yang melatarbelakangi adanya fakta bahwa teks debat itu termasuk dalam jenis teks eksposisi? Nah, supaya tidak bingung, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Alasan Mengapa Teks Debat Termasuk Dalam Eksposisi

Sebelumnya, kita mesti tahu apa itu teks debat dan teks eksposisi terlebih dahulu. Sederhananya, teks debat adalah sebuah teks yang berisikan suatu argumen dengan membandingkan pendapat kepada pihak lain terkait dengan suatu pembahasan tertentu. Sementara itu, teks eksposisi adalah sebuah karangan yang berguna untuk menyampaikan argumentasi dengan tujuan untuk meyakinkan orang lain.

Nah, berikut  ada tiga alasan mengapa teks debat itu termasuk dalam karangan eksposisi.

1. Struktur Teks

Teks debat dan teks eksposisi itu ternyata mempunyai struktur susunan yang sama lho… Yakni berisikan adanya pernyataan pendapat, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.

Pernyataan pendapat atau kerap disebut dengan tesis ini “bertindak” sebagai pembuka karangan. Lalu, rangkaian argumen yang berisikan berbagai argumen mengenai topik tertentu. Kemudian, penegasan ulang yang berisikan kesimpulan dari penjelasan sebelumnya.

Nah, karena sama-sama membutuhkan argumen yang datanya harus valid, maka dalam menyampaikan opini juga harus disertai fakta pendukung supaya pembaca dapat yakin dengan argumenmu. Maka dari itu, teks debat digolongkan ke dalam karangan eksposisi, karena tidak boleh asal berpendapat terkait suatu topik tertentu.

2. Kaidah Kebahasaan

Sama halnya dengan struktur, teks debat dan teks eksposisi juga memiliki kaidah kebahasaan yang kurang lebih sama. Kaidah kebahasaan tersebut berkaitan dengan penggunaan kata-kata teknis di dalam teksnya.

Salah satu dari kaidah kebahasaannya adalah menggunakan kata persuasif yang menyatakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan pembaca, misalnya “diharapkan”, “seharusnya”, “perlu”, sebaiknya, dan lain-lain.

3. Tujuan Yang Sama

Baik teks debat maupun teks eksposisi itu memiliki adanya penilaian, dorongan, pendapat, hingga ajakan tertentu kepada pembaca supaya yakin akan yang telah disampaikannya melalui tulisan tersebut.

Maka dari itu, teks debat dapat menjadi salah satu jenis dari teks eksposisi karena adanya tiga hal yang sama antara keduanya.

Beli Buku di Gramedia

Mengenal Teks Debat

Teks debat menjadi salah satu teks yang ada di dalam materi Bahasa Indonesia. Teks debat ini secara tidak langsung dapat melatih siswa untuk keterampilan menulis, berbicara, hingga menyimak.

Menurut Tarigan (2015), debat merupakan suatu argumen yang dilakukan untuk menentukan baik atau tidaknya suatu usul, dengan adanya dua pihak yakni sebagai pendukung atau afirmatif; dan pihak lainnya sebagai penyangkal. Melalui pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa debat itu harus ada dua pihak yang memiliki argumen berlawanan mengenai suatu topik.

Selanjutnya, menurut Semi (2003), debat adalah suatu keterampilan berargumentasi dengan mengadu atau membandingkan pendapat secara berhadap-hadapan. Maksud dari kata “mengadu” tersebut bukan berarti hal yang negatif, tetapi dapat diartikan juga sebagai kegiatan membandingkan pendapat kepada pihak lain terkait suatu topik yang tengah dibahas.

Nah, berdasarkan pengertian yang disampaikan oleh dua tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks debat merupakan teks atau tulisan yang berisi argumentasi, baik pro dan kontra, yang didasari oleh kevalidan data, terkait dengan topik yang telah diberikan supaya pembaca dapat yakin dan percaya terhadap apa yang telah disampaikan dalam tulisan tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Struktur Teks Debat

  1. Pengenalan Isu, dalam bagian ini akan berisi pendahuluan topik atau isu yang akan dibahas.
  2. Rangkaian Argumen, dalam bagian ini akan berisi rangkaian argumentasi atau alasan yang menyatakan apakah penulis menyetujui atau membantah topik yang tengah dibahas. Dalam argumen harus didukung dengan bukti data yang valid.
  3. Penegasan Ulang, dalam bagian ini akan berisi pernyataan yang menyatakan kesimpulan dan menegaskan ulang argumentasi yang telah disampaikan sebelumnya.

Ragam Bahasa Dalam Teks Debat

  • Menggunakan kaidah bahasa baku, baik itu ejaannya maupun tata bahasanya (melingkupi pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).
  • Argumentasi harus disampaikan berdasarkan fakta dan dapat diterima oleh akal sehat.
  • Argumentasi yang disampaikan memiliki satu makna yang dapat dan langsung menuju sasaran, dengan urutan yang sistematis supaya dapat membentuk kalimat efektif.
  • Kosakata yang dipilih memiliki makna yang sebenarnya.

Beli Buku di Gramedia

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

1. Menggunakan Kata Kerja Mental

Perlu diketahui bahwa teks debat merupakan teks yang bersifat argumentatif, sehingga dalam penulisannya akan banyak menggunakan kalimat opini. Nah, kata kerja mental yang biasanya terdapat dalam teks debat, misalnya memperkirakan, berasumsi, berpendapat, menduga, menginginkan, mengerti, mengetahui, setuju, dan lain-lain.

2. Menggunakan Kata Ganti Orang

Teks debat itu secara tidak langsung adalah bentuk komunikasi yang melibatkan antara dua pihak secara langsung, sehingga dalam tulisannya harus menggunakan kata ganti orang pertama dan orang kedua. Misalnya, kami, saya, kita, Anda, dan saudara.

3. Penggunaan Konjungsi

Sama halnya dengan teks lainnya, teks debat juga harus terdapat konjungsi dalam penulisannya. Konjungsi yang dibutuhkan adalah kata hubung kausalitas, yakni yang bersifat meyakinkan atau menyimpulkan. Misalnya, sebab, akibat, jadi, dengan demikian, dan lain-lain.

Selain itu, juga diperlukan konjungsi kronologi atau yang menyatakan hubungan waktu, misalnya sebelumnya, akhirnya, sesudah, kemudian, dan lain-lain.

4. Penggunaan Kalimat Definisi

Jika melihat struktur dari teks sebat, pada bagian awal akan berisi penjelasan suatu konsep berkaitan dengan topik atau isu yang akan dibahas. Maka dari itu, akan terdapat penggunaan kalimat yang menyatakan definisi suatu hal, misalnya yaitu, adalah, merupakan, yakni, dan lain-lain.

5. Penggunaan Kata Istilah

Teks debat itu memiliki banyak tema fokusnya, misalnya pendidikan, lingkungan, hingga agama. Nah, dalam menjabarkan argumentasi, perlu adanya penggunaan kata istilah yang berkaitan dengan bidang tertentu.

Contohnya, dalam tema lingkungan yang mengambil topik tentang penebangan liar, maka akan wajar apabila menggunakan kata-kata reboisasi, penghijauan, dan hutan lindung.

6. Penggunaan Kata Persuasif

Kata persuasif adalah kata yang bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan pembaca atau pendengar berkaitan dengan argumentasi yang disampaikan. Misalnya kata perlu, sebaiknya, seharusnya, dan diharapkan.

Beli Buku di Gramedia

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menyusun Teks Debat

Teks debat yang baik adalah dengan adanya isu, argumen, hingga kesimpulan yang padat dan efektif. Nah, berikut adalah yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah teks debat yang baik.

1. Permasalahan atau Isu Yang Akan Dibahas

Permasalahan yang akan dibahas dalam teks debat sebaiknya adalah isu yang saat ini tengah terjadi dan yang kemungkinan menimbulkan sisi pro dan kontra. Kriteria yang menentukan isu tersebut mendapatkan sisi pro dan kontra adalah:

  • Menyentuh sisi emosional publik
  • Mendapatkan perhatian massa dalam hal kemanusiaan
  • Isu tengah diminati dan dibicarakan oleh banyak orang

2. Sudut Pandang atau Argumentasi Yang Disampaikan

Setelah menentukan permasalahan yang akan dibahas, selanjutnya adalah sudut pandang atau argumentasi yang akan disusun secara konkret, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Dalam menyusun argumentasi ini harus ada dua pihak, yakni:

  • Pihak pro, yakni yang memberikan pernyataan setuju terkait dengan permasalahan yang telah ditentukan.
  • Pihak kontra, yakni yang memberikan sanggahan atau pernyataan tidak setuju terkait dengan permasalahan yang telah ditentukan.

Nah, ketika menyusun argumentasi, baik itu pihak pro maupun pihak kontra, harus berisikan hal-hal berikut:

  • Alasan yang diutarakan logis dengan menunjukkan hubungan sebab akibat berkaitan dengan permasalahan.
  • Alasan yang diutarakan logis dengan menunjukkan contoh nyata dari argumentasi tersebut.
  • Dapat dipercaya dan dapat dibuktikan bahwa argumentasi yang disampaikan itu benar apa adanya, disertai dengan bukti yang valid.

3. Kesimpulan

Setelah menyusun argumentasi yang valid, maka langkah terakhir adalah menyusun kesimpulan. Dalam menyusun kesimpulan, harus secara objektif baik dari pihak pro maupun pihak kontra.

Beli Buku di Gramedia

Mengenal Apa Itu Teks Eksposisi

Setelah membahas teks debat, selanjutnya adalah teks eksposisi. Teks eksposisi itu kurang lebih hampir sama dengan teks debat, karena sama-sama memiliki argumentasi yang valid dalam penyampaiannya.

Perbedaan yang paling mencolok antara dua teks ini adalah dalam teks eksposisi itu tidak berusaha meyakinkan pembaca atau pendengar pada argumentasi yang telah disampaikan. Hal tersebut karena teks eksposisi itu semata-mata hanya memberikan informasi dan pengetahuan saja.

Menurut Kosasih (2016), teks eksposisi adalah sebuah teks yang menyatakan pendapat atau gagasan yang dilihat dari sudut pandang penulisnya, dan berfungsi untuk meyakinkan pihak lain bahwa argumen yang telah disampaikannya itu benar serta didasarkan pada fakta.

Kemudian, menurut Rusyana (2012), teks eksposisi adalah jenis karangan yang menjelaskan pokok pikiran supaya dapat memperluas pengetahuan pembacanya.

Nah, berdasarkan pengertian yang telah disampaikan oleh dua tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks eksposisi adalah sebuah teks atau tulisan yang berisikan pemaparan isi pokok pikiran, ide, atau gagasan penulis disertai dengan fakta supaya pembaca mudah memahaminya.

Beli Buku di Gramedia

Fungsi Teks Eksposisi

Sama halnya dengan teks debat, teks eksposisi ini juga termasuk ke dalam jenis teks yang bersifat argumentatif. Maka dari itu, secara tidak langsung, teks eksposisi berfungsi untuk meningkatkan kesadaran atau memberikan informasi kepada pembaca dan pendengarnya.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

  • Tulisan yang menyampaikan pengetahuan atau informasi terkait suatu hal kepada pembaca atau pendengarnya.
  • Tidak mempengaruhi pembaca, sehingga seolah menyerahkan keputusan kepada pembaca apakah mereka akan percaya dan yakin terhadap argumentasi yang telah disampaikan tersebut.
  • Tidak subjektif dan emosional dalam penyampaiannya.
  • Seolah dapat menjawab pertanyaan mengenai apa, kapan, mengapa, dan bagaimana terhadap suatu hal yang tengah dibahas tersebut.
  • Tidak memaksanakan sikap pembaca kepada pembaca.
  • Tidak memihak pada salah satu fakta.

Beli Buku di Gramedia

Struktur Teks Eksposisi

Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa struktur teks debat dan teks eksposisi itu sama, sehingga teks debat tentu saja dapat termasuk dalam teks eksposisi.

  1. Pengenalan Isu atau Tesis 

Dalam bagian ini akan berisi pendahuluan topik atau isu yang akan dibahas. Bagian ini cenderung akan memperkenalkan persoalan atau bahkan pendapat umum terkait dengan isu yang akan dibahas. Pendapat yang disampaikan dalam bagian Tesis ini biasanya sudah menjadi kebenaran umum sehingga tidak bisa dibantah lagi.

  1. Rangkaian Argumen

Dalam bagian ini akan berisi rangkaian argumentasi atau alasan yang menyatakan apakah penulis menyetujui atau membantah topik yang tengah dibahas. Dalam argumen harus didukung dengan bukti fakta yang valid.

  1. Penegasan Ulang atau Kesimpulan

Dalam bagian ini akan berisi pernyataan yang menyatakan kesimpulan dan menegaskan ulang argumentasi yang telah disampaikan sebelumnya, mulai dari bagian awal hingga rangkaian argumentasinya.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Begitu juga dengan kaidah kebahasan, antara teks debat dan teks eksposisi mempunyai hal-hal yang kurang lebih sama.

  1. Menggunakan pernyataan yang memuat fakta untuk membuktikan kebenaran argumentasi penulisnya.
  2. Menggunakan pernyataan yang memuat ungkapan bersifat menilai atau mengomentari.
  3. Penggunaan konjungsi kausalitas dan kronologis.
  4. Penggunaan kata kerja mental.
  5. Menggunakan bahasa yang baku.

Beli Buku di Gramedia

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Menurut Kurniasari (2014), teks eksposisi itu memiliki delapan jenis, yakni:

  1. Teks Eksposisi Definisi, yakni yang tulisannya fokus terhadap tema atau topik yang akan dibahas.
  2. Teks Eksposisi Proses, yakni yang tulisannya berisikan proses-proses tertentu berkaitan dengan tema atau topik yang dibahas.
  3. Teks Eksposisi Klasifikasi, yakni yang tulisannya berisikan kategori-kategori berkaitan dengan tema atau topik yang dibahas.
  4. Teks Eksposisi Perbandingan, yakni yang tulisannya berisikan perbandingan antara ide atau pendapat penulis dengan hal lain.
  5. Teks Eksposisi Analisis, yakni yang tulisannya berisikan analisis suatu topik tertentu.
  6. Teks Eksposisi Ilustrasi, yakni yang berisikan gambaran sederhana tentang suatu topik dengan topik lainnya. Melalui gambaran sederhana tersebut, biasanya akan membuat pembaca memahami akan maksud dari penulis.
  7. Teks Eksposisi Pertentangan, yakni yang berisikan argumentasi yang bertentangan satu sama lain berkaitan dengan hal atau topik tertentu.
  8. Teks Eksposisi Berita, yakni yang berisikan pemberitahuan akan suatu kejadian yang telah terjadi, layaknya berita.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah penjelasan mengapa teks debat itu termasuk dalam teks eksposisi. Persamaan antara kedua teks tersebut adalah penggunaan argumentasi yang harus didasarkan pada kevalidan data atau fakta, sehingga tidak boleh sembarangan dalam menuliskan argumentasinya. Sementara itu, perbedaan antara keduanya terletak pada tujuannya, yakni apakah untuk menarik pembaca supaya percaya atau tidak.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber:

Jusup, Muhammad. (2020). Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia: Analisis Isi Debat Bahasa Indonesia Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sihombing, Y. K. (2020). Penggunaan Model Pembelajaran Learning Cycle Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi.

Rosdiana, D. S. (2018). Pembelajaran Menganalisis Teks Eksposisi Berorientasi Pada Kalimat Tesis Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 27 Bandung Tahun Pelajaran 2018/2019 (Doctoral dissertation, FKIP UNPAS).

Nurahmat, S. D. (2019). Pembelajaran Menganalisis Isi Teks Debat Berorientasi Pada Mosi dan Argumentasi Dengan Menggunakan Metode Creative Problem Solving pada Siswa Kelas X SMA Nusantara Bandung Tahun Pelajaran 2018/2019. (Doctoral dissertation, FKIP UNPAS).

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien