Bahasa Indonesia

[Mudah] Cara Menemukan Gagasan Pokok dan Pendukung

cara menemukan gagasan pokok
Written by Ahmad

Bagaimana cara menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung? – Halo, Readers! Di artikel kali ini kita akan membahas tentang salah satu sub mata pelajaran Bahasa Indonesia nih. Sudah siap ya utk sama-sama ngulik lagi tentang ilmu di dalam kalimat dan paragraf?

Secara etimologi, bahasa diartikan sebagai bentuk bunyi yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi. Interaksi atau percakapan yang dilakukan ini dimaksudkan untuk menyampaikan ‘sesuatu’ agar mudah dipahami orang lain dan tentu dalam penyampaiannya kita akan memberi informasi tambahan atau pelengkap agar bisa lebih mudah lagi ditangkap dan diilustrasikan oleh orang lain.

Jadi, jika kita simpulkan setiap interaksi dan banyak kalimat yang kita keluarkan mengandung 2 gagasan penting atau biasa disebut gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Pengertian Gagasan Pokok / Gagasan Utama / Ide Pokok

Gagasan pokok adalah ide atau hasil pemikiran utama dalam sebuah paragraf. Karena paragraf adalah kumpulan dari banyak kalimat, maka setiap paragraf pasti memiliki gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Baik gagasan pokok ataupun gagasan pendukung, sama-sama disajikan dalam bentuk kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan pokok disebut sebagai kalimat utama sedangkan kalimat yang mengandung gagasan pendukung disebut sebagai kalimat penjelas. Perlu dicatat bahwa dalam 1 paragraf hanya terdapat 1 gagasan pokok.

Sekarang yuk kita mengenal nama-nama lain yang biasanya digunakan untuk menyebut gagasan pokok :

  1. Gagasan Utama
  2. Ide Pokok atau Ide Utama
  3. Pikiran Pokok atau Pikiran Utama
  4. Inti Paragraf atau Inti Masalah
  5. Topik Utama

Cara Menemukan Gagasan Pokok / Utama

Dari banyak nama yang biasa digunakan untuk menyebut gagasan pokok, kita juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi karakteristik dari gagasan pokok. Karena dengan mengetahui karakteristiknya kita bisa dengan mudah menemukan gagasan pokok yang sedang kita cari. Berikut adalah ciri-cirinya :

  1. Mendominasi bahasan dalam paragraf
  2. Topik utamanya bisa dijelaskan secara terperinci lewat kalimat-kalimat penjelas
  3. Jika berdiri sendiri dalam satu kalimat, maka kalimat tetap memiliki arti yang jelas
  4. Jika letaknya di akhir paragraf (paragraf induktif), maka biasanya ditekankan dengan kata kunci seperti ‘sebagai kesimpulan’, ‘oleh karena itu’, ‘yang terpenting’, ‘jadi’.

Selanjutnya adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menemukan gagasan pokok :

  1. Baca dan cermati setiap kalimat di dalam paragraf
  2. Identifikasi ide atau kata benda atau subjek yang mendominasi paragraf tersebut
  3. Tentukan 1 kalimat mana yang paling cocok menjadi kalimat utama
  4. Temukan gagasan pokok dalam kalimat utama tersebut

Selanjutnya kita masuk ke gagasan pendukung, gagasan pendukung adalah ide tambahan, uraian, atau informasi pelengkap yang disampaikan untuk menjabarkan ide pokok. Jika ide pokok hanya disampaikan dalam 1 kalimat utama, maka ide pendukung bisa disampaikan dalam banyak kalimat.

Dalam penulisan artikel atau teks apapun, setiap paragraf yang kita tulis tentunya harus memiliki keterkaitan sehingga artikel utuh memiliki alur cerita dan informasi yang jelas bagi pembaca. Jika di dalam paragraf terdapat kalimat yang ‘nggak nyambung’, tidak berhubungan, atau tidak menjelaskan gagasan pokok, maka kalimat ini disebut sebagai kalimat sumbang.

Kadangkala  gagasan pokok juga diperjelas menggunakan gambar, tabel, grafik, kurva, atau bentuk infografis lainnya. Nah, kita harus mampu membuat kalimat-kalimat penjelas untuk menjabarkan gagasan pokok berdasarkan ilustrasi yang kita lihat. Perhatikan apakah ada suasana, aktivitas, atau pesan lainnya yang bisa kita gali dan kaitkan dengan gagasan pokok sehingga paragraf memiliki informasi yang utuh dan lengkap.

Pengertian Gagasan Pendukung

Nggak hanya gagasan pokok lho yang punya nama lain, gagasan pendukung juga memiliki sebutan lainnya, antara lain :

  1. Gagasan Tambahan
  2. Ide Pendukung atau Ide Tambahan
  3. Pikiran Pendukung atau Pikiran Tambahan
  4. Paragraf Penjelas
  5. Topik Uraian

Masih tentang gagasan pendukung, karakteristik apa sih yang biasanya menempel pada kalimat-kalimat yang berisi gagasan pendukung antara lain :

  1. Berada di dalam kalimat-kalimat yang menjelaskan gagasan pokok
  2. Kalimatnya bisa berupa contoh, data, kronologi kejadian, atau uraian lainnya
  3. Karena sifatnya yang rinci dan khusus, jika gagasan pendukung berdiri sendiri dalam satu kalimat, maka kalimatnya tidak bisa mencerminkan keseluruhan isi paragraf

Baca juga : Pengertian Puisi: Jenis-jenis, Contoh dan Cara Membuat Puisi

gramedia obf

Contoh Gagasan Pokok dan Pendukung dalam Paragraf

Nah, Readers! Setelah kita sama-sama mempelajari tentang seluk beluk gagasan, kalimat, dan paragraf, sekarang waktunya kita untuk berlatih bagaimana caranya menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam sebuah paragraf. Simaklah potongan paragraf di bawah ini, ya :

Kapal pesiar Agustine Phinisi yang dilaunching di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 23 Maret 2021 lalu diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kepulauan Seribu. Kapal yang selesai dibangun pada tahun 2020 di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini memiliki ukuran panjang 30 meter dengan menjadikan kayu jati dan kayu ulin sebagai bahan utamanya.

Kapal yang mengusung konsep live on board ini memiliki sederet paket wisata pelayaran selama 4 jam dari Teluk Jakarta, pelayaran bisa dilakukan saat waktu brunch atau sunset. Selain itu, ada juga paket one day trip dan menginap 1 atau 2 malam di atas kapal.

Kapal wisata ini memungkinkan wisatawan untuk mengadakan tour nya secara private. Pihak manajemen kapal juga menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) sesuai dengan penerapan standar dan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dari potongan paragraf di atas, apakah teman-teman bisa menemukan dimana letak kalimat utama dan kalimat penjelasnya? Serta apakah gagasan pokok dari paragraf di atas?

Mari kita jabarkan sama-sama, ya!

  • Kalimat utama terletak pada kalimat pertama dan kalimat berikutnya adalah kalimat-kalimat penjelas. Paragraf di atas termasuk jenis paragraf deduktif.
  • Gagasan pokok dalam paragraf di atas adalah Kapal pesiar Agustine Phinisi menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kepulauan Seribu.
  • Gagasan pendukung dalam di atas adalah seputar detail kapal, paket wisata yang ditawarkan kapal pesiar, serta protokol CHSE yang mereka miliki.

Baca juga : Cerita Nonfiksi: Pengertian, Ciri, Bentuk, Jenis, Cara Membuat dan Contoh

Pengembangan Paragraf dalam Penulisan

Setelah membahas tentang detail gagasan pokok dan gagasan pendukung, kita masuk ke ranah yang lebih luas, ya! Apakah itu? Tentunya paragraf. Karena untuk bisa mengembangkan sebuah ide atau gagasan menjadi artikel yang kompleks ataupun mencari ide atau gagasan dalam suatu artikel, maka kita harus mengenal dulu apa yang dimaksud dengan paragraf.

1. Ketahui Apa Itu Paragraf

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru) atau disebut juga dengan nama alinea.

Menurut Nurhadi dalam bukunya yang berjudul Handbook of Writing (Panduan Lengkap Menulis), mampu mengembangkan paragraf dengan baik berarti kita sudah menguasai 90% keterampilan menulis.

Mengapa? Karena jika seseorang mampu mengembangkan kumpulan kata menjadi gagasan, kumpulan gagasan menjadi kalimat, kumpulan kalimat menjadi paragraf hingga akhirnya menjadi wacana atau artikel utuh berarti ia sudah berada satu tingkat sebelum menjadi penulis yang seutuhnya.

Hal lain yang perlu diketahui penulis adalah bahwa tidak semua artikel terdiri dari banyak paragraf, misalnya teks humor yang bisa jadi hanya terdiri dari 1 paragraf saja.

Semakin banyak ide tulisan, maka semakin banyak juga paragraf yang akan dihasilkan. Tentunya seluruh paragraf harus saling berkaitan agar tujuan penulis tercapai.

Kelompok ide yang dibedakan dalam banyak paragraf juga membantu pembaca agar lebih mudah menikmati alur informasi bacaan, bayangkan jika seluruh ide dituangkan hanya dalam 1 paragraf? Mungkin pembaca akan berkata ‘rasanya mau pingsan!’.

Jadi, peran penting paragraf juga menjadi fungsi utama paragraf, ya! Yaitu memudahkan pembaca memahami teks atau artikel serta gagasan yang terdapat didalamnya. Komposisi teks yang panjang akan sangat melelahkan pembaca jika kita tidak menggunakan paragraf sebagai pembeda atau pembatasnya.

2. Kenali Kriteria Gagasan / Topik Yang Baik

Berikut ini adalah kriteria gagasan atau topik yang sebaiknya kita pilih agar membuat paragraf atau artikel enak dibaca :

  1. Topik harus bermanfaat bagi penulis dan pembaca
  2. Topik mampu menarik minat dan perhatian pembaca, misalnya kita bisa memilih topik yang sedang trending di kalangan masyarakat
  3. Topik harus sesuai dengan bidang pengetahuan penulis sehingga tulisan yang dihasilkan berkualitas tinggi
  4. Topik harus sesuai dengan tujuan penulisan

Topik-topik ini bisa kita temui melalui peristiwa aktual yang sedang terjadi, melalui resensi buku, melalui reaction terhadap tulisan orang lain, atau juga berdasarkan permintaan. Saat ini penulisan buku antologi sedang happening sekali di kalangan ibu rumah tangga. Mereka menulis sesuatu sesuai dengan topik yang sudah ditentukan oleh penerbit atau mentor penulisan mereka.

Setelah berhasil dalam memilih gagasan atau topik untuk penulisan, tahap selanjutnya adalah bagaimana cara kita menempatkan gagasan tersebut dalam sebuah paragraf ?

3. Pahami Paragraf Deduktif dan Induktif

Gagasan pokok bisa berada di awal, di tengah, atau akhir paragraf. Jika gagasan pokok berada di awal paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf deduktif.

Jika gagasan pokok berada di akhir paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf induktif. Dan jika gagasan pokok berada di awal dan akhir paragraf, maka paragrafnya disebut sebagai paragraf deduktif-induktif atau paragraf campuran.

gramedia obf

4. Mengembangkan Gagasan Menjadi Kalimat dan Paragraf

Tahap berikutnya yang juga menjadi titik krusial adalah bagaimana mengembangkan gagasan menjadi kalimat dan paragraf. Kembali ke peran penting paragraf, paragraf membantu penulis untuk mengelompokkan gagasan.

Seperti artikel yang saya buat ini, sebelum memulai tulisan saya akan menuliskan kerangka paragraf atau table of content atau list ide tulisan yang akan saya sampaikan, lalu kemudian mengelompokkannya dan mengembangkannya menjadi banyak paragraf.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat kerangka paragraf :

  1. Tentukan topik utama artikel
  2. Buat gagasan pokok yang akan diangkat
  3. Buat gagasan pendukung yang akan disampaikan
  4. Tentukan pola paragraf yang akan dipakai
  5. Bangun keterpaduan paragraf agar setiap paragrafnya berhubungan

Nah, semoga artikel ini memberi pemahaman baru serta menambah pengetahuan bagi teman-teman Readers, ya! Untuk lebih mengasah kemampuan dalam menemukan dan mengembangkan gagasan pokok dan gagasan pendukung, teman-teman bisa mengambil potongan-potongan paragraf dari buku, majalah, koran, atau media cetak lainnya untuk dipelajari lebih lanjut. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Baca juga : Kumpulan Contoh Cerita Non Fiksi Dari Buku, Biografi dan Sejarah

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Leave a Comment