Bahasa Indonesia

Argumentasi Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Struktur

Written by Siti Badriyah

Argumentasi adalah – Ketika berkomunikasi dengan orang lain atau ketika sedang bekerja sama dengan orang lain,  terkadang setiap individu memiliki argumentasinya masing-masing. Maka dari itu, terkadang antara individu yang satu dengan individu lainnya memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menanggapi suatu hal.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan argumentasi? Temukan jawaban lengkapnya pada artikel ini, Grameds.

Pengertian Argumentasi

pixabay

Argumentasi adalah proses mengajukan dan mempertahankan suatu pendapat atau kesimpulan dengan menggunakan bukti atau dalil yang valid dan memiliki alasan yang kuat. Tujuan dari argumentasi adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa pendapat atau kesimpulan yang diajukan benar atau valid.

Proses argumentasi biasanya melibatkan pertukaran pendapat atau ide dengan orang lain, di mana setiap pihak akan mencoba untuk mempertahankan posisinya dengan mengajukan bukti atau dalil yang mendukung pendapatnya. Argumentasi juga bisa dilakukan secara lisan atau tertulis, dan bisa dilakukan dalam berbagai situasi seperti diskusi kelompok, debat, atau presentasi.

Ya, pengertian argumentasi merupakan pengertian yang cukup umum dan bisa diterapkan dalam berbagai situasi. Namun, dalam ilmu filsafat, istilah “argumen” juga memiliki arti yang sedikit berbeda. Argumen dalam ilmu filsafat adalah suatu rangkaian premis (proposisi yang dianggap benar atau diterima sebagai dasar) dan biasa dipergunakan untuk mencapai kesimpulan.

Setiap argumen harus memiliki premis yang kuat dan valid agar kesimpulannya juga dianggap kuat dan valid. Misalnya, jika kita ingin mengajukan argumen bahwa “semua manusia adalah sama”, maka premis yang bisa kita gunakan adalah “semua manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki kebutuhan yang sama” atau “semua manusia merupakan makhluk yang diwujudkan oleh Tuhan dengan sifat-sifat yang sama”. Dengan menggunakan premis-premis tersebut, kita bisa mencapai kesimpulan bahwa “semua manusia adalah sama”.

Mungkin ini sedikit membingungkan, tapi pada dasarnya pengertian argumentasi dan argumen sama-sama berkaitan dengan proses mengajukan dan mempertahankan suatu pendapat atau kesimpulan dengan menggunakan bukti atau dalil yang valid dan memiliki alasan yang kuat. Hanya saja, istilah “argumen” lebih spesifik dan lebih sering digunakan dalam ilmu filsafat, sedangkan istilah “argumentasi” lebih umum dan bisa digunakan dalam berbagai situasi.

Secara khusus, argumentasi adalah proses mengajukan dan mempertahankan suatu pendapat atau kesimpulan dengan menggunakan bukti atau dalil yang valid dan memiliki alasan yang kuat. Tujuan dari argumentasi adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa pendapat atau kesimpulan yang diajukan benar atau valid.

Proses argumentasi biasanya melibatkan pertukaran pendapat atau ide dengan orang lain, dimana setiap pihak akan mencoba untuk mempertahankan posisinya dengan mengajukan bukti atau dalil yang mendukung pendapatnya.

Pengertian Argumentasi Menurut Para Ahli 

Berikut ini adalah beberapa pengertian argumentasi menurut para ahli:

  • Menurut David Zarefsky

Argumentasi adalah proses komunikasi yang bertujuan untuk meyakinkan orang lain untuk menerima pendapat kita dengan menggunakan bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Menurut Stephen Toulmin

Argumentasi adalah suatu cara untuk memperkuat posisi kita terhadap sesuatu dengan mengajukan premis yang kuat dan mempertahankannya dengan menggunakan bukti yang valid.

  • Menurut Roger L. Shuy

Argumentasi adalah proses mengajukan pendapat atau kesimpulan dengan menggunakan bukti dan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan tujuan untuk memengaruhi orang lain.

  • Menurut Oswald Hanfling

Argumentasi adalah proses yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan tentang sesuatu dengan menggunakan bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semua pengertian argumentasi yang disebutkan di atas menekankan pentingnya menggunakan bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses mengajukan dan mempertahankan suatu pendapat atau kesimpulan. Mereka juga menekankan bahwa tujuan dari argumentasi adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa pendapat atau kesimpulan yang diajukan benar atau valid.

Struktur Argumentasi

Struktur argumentasi adalah bagaimana sebuah argumen dikemas dan disajikan secara logis agar dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan. Terdapat beberapa struktur yang biasanya terdapat dalam struktur argumentasi, yaitu:

1. Tujuan argumentasi

Penulis menyajikan argumentasi untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mempersuasi pembaca tentang sesuatu.

2. Premis

Premis adalah fakta atau asumsi yang dianggap benar dan dijadikan dasar untuk mengeluarkan kesimpulan.

3. Hipotesis

Hipotesis adalah kemungkinan yang dianggap benar dan diuji untuk memvalidasi premis tersebut.

4. Kesimpulan

Kesimpulan adalah kesimpulan yang dihasilkan dari premis dan hipotesis yang diuji.

6. Contoh

Contoh adalah contoh yang menunjukkan bagaimana premis dan hipotesis tersebut berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

7. Counterargument

Counterargument adalah argumen yang menentang argumentasi yang disajikan dan dianggap memiliki kekuatan yang sama dengan argumentasi yang disajikan.

8. Rebuttal

Rebuttal adalah jawaban atau tanggapan terhadap counterargument yang mencoba untuk menunjukkan bahwa argumentasi yang disajikan lebih kuat daripada counterargument tersebut.

Dengan memahami struktur argumentasi ini, kita dapat lebih memahami bagaimana sebuah argument dibangun dan dipertanggungjawabkan, sehingga dapat membantu kita untuk membuat argumentasi yang kuat dan logis.

Ciri-Ciri Argumentasi

pixabay

Argumentasi adalah proses mengeluarkan pendapat atau pendapat seseorang dengan menggunakan alasan atau bukti yang cukup untuk mendukung pendapat tersebut. Dalam argumentasi, seseorang akan mencoba meyakinkan orang lain bahwa pendapatnya benar atau lebih baik daripada pendapat orang lain. Berikut adalah beberapa ciri dari argumentasi:

1. Pendapat atau ide

Setiap argumentasi pasti memiliki pendapat atau ide yang ingin disampaikan. Ide ini dapat merupakan sesuatu yang baru atau pendapat yang sudah ada sebelumnya.

2. Alasan atau bukti

Setiap argumentasi harus memiliki alasan atau bukti yang cukup untuk mendukung pendapat yang disampaikan. Ini bisa berupa fakta, data, contoh, atau kesimpulan dari penelitian atau studi terdahulu.

3. Penyangkalan atau penolakan terhadap pendapat lain

Dalam argumentasi, seseorang biasanya akan mencoba untuk menolak atau menyangkal pendapat lain yang berlawanan dengan pendapatnya sendiri. Ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa pendapat yang disampaikan lebih kuat dan lebih baik daripada pendapat lain.

4. Tujuan untuk meyakinkan orang lain

Tujuan utama dari argumentasi adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa pendapat yang disampaikan benar atau lebih baik daripada pendapat lain. Seseorang yang membuat argumentasi harus bisa menyajikan alasan dan bukti yang cukup untuk meyakinkan orang lain.

5. Penggunaan bahasa yang tepat

Dalam argumentasi, penting untuk menggunakan bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteks. Ini akan membantu untuk menjelaskan ide dengan jelas dan membuat argumentasi lebih mudah dipahami oleh orang lain.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Argumentasi 

Dalam argumentasi, penting untuk memerhatikan beberapa hal, seperti:

1. Tujuan

Pastikan bahwa kita tahu apa tujuan kita dari mengajukan argumentasi. Apakah kita ingin meyakinkan orang lain bahwa pendapat kita benar atau hanya ingin menjelaskan sesuatu kepada orang lain.

2. Audiens

Pertimbangkan siapa audiens kita, apakah mereka sudah memiliki pengetahuan tentang topik yang akan kita bahas, ataukah mereka baru mengenal topik tersebut. Ini penting agar kita bisa menyajikan argumentasi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan audiens.

3. Premis

Pastikan bahwa premis (proposisi yang dianggap benar atau diterima sebagai dasar) yang kita gunakan dalam argumentasi kita valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Premis yang kuat akan membuat kesimpulan yang kita ajukan lebih kuat pula.

4. Logika

Gunakan logika yang tepat dalam menyajikan argumentasi kita. Pastikan bahwa kesimpulan yang kita ajukan merupakan kesimpulan yang wajar dan sesuai dengan premis yang kita gunakan.

5. Emosi

Jangan membiarkan emosi menguasai argumentasi kita. Sebagai penyaji argumentasi, kita harus bisa menjaga objektivitas dan mempertahankan argumentasi kita dengan cara yang rasional dan logis, bukan dengan cara yang emosional atau memojokkan orang lain.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kita bisa menyajikan argumentasi yang efektif dan memiliki nilai yang tinggi.

Jenis-Jenis Argumentasi

 

pixabay

Berikut ini adalah beberapa jenis argumentasi yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia:

1. Argumentasi logis

Argumentasi logis merupakan argumentasi yang didasarkan pada fakta-fakta dan data yang terverifikasi. Tujuan dari argumentasi ini adalah untuk membuktikan suatu kebenaran dengan cara yang rasional dan objektif.

2. Argumentasi emosional

Argumentasi emosional merupakan argumentasi yang didasarkan pada perasaan dan emosi seseorang. Tujuan dari argumentasi ini adalah untuk mempengaruhi pendapat orang lain dengan cara yang tidak rasional, melainkan dengan cara yang memanipulasi emosi mereka.

3. Argumentasi etis

Argumentasi etis merupakan argumentasi yang didasarkan pada nilai-nilai moral yang diyakini oleh seseorang. Tujuan dari argumentasi ini adalah untuk mempengaruhi pendapat orang lain dengan cara yang merujuk pada nilai-nilai yang dianggap benar dan baik oleh masyarakat.

4. Argumentasi kontras

Argumentasi kontras merupakan argumentasi yang membandingkan dua sisi yang berbeda dari suatu masalah. Tujuan dari argumentasi ini adalah untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang suatu masalah dan membantu orang lain untuk membuat keputusan yang lebih informatif.

5. Argumentasi persuasif

Argumentasi persuasif merupakan argumentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat orang lain dengan cara yang membujuk atau mengajak mereka untuk setuju dengan pendapat seseorang.

6. Argumentasi eksposisi

Argumentasi eksposisi merupakan argumentasi yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang suatu masalah dengan cara yang jelas dan terorganisir. Tujuan dari argumentasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suatu masalah kepada orang lain.

Contoh Argumentasi

Contoh Argumentasi Logis

Berikut ini adalah beberapa contoh argumentasi logis:

  1. “Jika kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli bahan makanan organik, maka kita akan memperoleh manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang, seperti kesehatan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih sehat.”
  2. “Berdasarkan data yang terverifikasi, negara-negara yang mengadopsi sistem pendidikan terbuka memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang tidak mengadopsi sistem tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya kita juga mengadopsi sistem pendidikan terbuka di Indonesia.”

Contoh Argumentasi Emosional

Contoh argumentasi emosional adalah sebuah argumen yang menggunakan emosi atau perasaan untuk mencoba meyakinkan orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh argumentasi emosional:

  1. “Anda harus membantu kami menyelamatkan hewan-hewan tersebut dari kebakaran hutan. Bayangkan saja betapa terkejutnya dan sedihnya mereka saat terjadi kebakaran.”
  2. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika anak-anak kita harus tinggal di lingkungan yang tidak aman. Kita harus melakukan sesuatu sekarang juga untuk memperbaiki kondisi lingkungan di kota kita.”

Contoh Argumentasi Etis

Dalam argumentasi etis, seseorang akan mempresentasikan pendapatnya tentang suatu masalah yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dengan menggunakan alasan-alasan yang dianggap kuat dan rasional. Berikut ini adalah beberapa contoh argumentasi etis:

  1. Penyiksaan terhadap tahanan merupakan tindakan yang tidak etis karena merugikan kemanusiaan seseorang. Meskipun penyiksaan mungkin dapat digunakan sebagai cara untuk mendapatkan informasi, hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena menyebabkan penderitaan yang tidak perlu bagi tahanan.
  2. Penggunaan hewan dalam tes kosmetik merupakan tindakan yang tidak etis karena hewan tidak memiliki kemampuan untuk memahami atau menyetujui tes tersebut. Penggunaan hewan dalam tes kosmetik tidak hanya merugikan hewan tersebut, tetapi juga tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi kemanusiaan.

Contoh Argumentasi Kontras

Untuk memberikan contoh argumentasi kontras, penulis akan membuat beberapa premis dan mengembangkannya menjadi argumentasi yang bertolak belakang dengan premis tersebut.

Premis 1: Pendidikan tinggi di negara kita sangat mahal, sehingga hanya orang-orang kaya yang bisa membiayainya.

Kontras: Meskipun memang benar bahwa biaya pendidikan tinggi di negara kita cukup tinggi, namun ada banyak program beasiswa yang tersedia bagi siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik.

Selain itu, ada juga beberapa lembaga pendidikan tinggi yang menawarkan biaya kuliah yang terjangkau bagi siswa miskin. Jadi, pendidikan tinggi tidak hanya tersedia bagi orang-orang kaya, tetapi juga bagi siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik dan membutuhkan bantuan finansial.

Premis 2: Penggunaan plastik sekali pakai harus dilarang karena merusak lingkungan.

Kontras: Meskipun memang benar bahwa penggunaan plastik sekali pakai dapat merusak lingkungan, tetapi ada beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh plastik sekali pakai juga. Misalnya, plastik sekali pakai dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam, seperti kayu, yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang yang dapat digunakan berulang kali. Selain itu, plastik sekali pakai juga lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana.

Jadi, sebaiknya kita tidak sepenuhnya melarang penggunaan plastik sekali pakai, tetapi lebih baik jika kita mencari cara untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan, seperti dengan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik sekali pakai.

Contoh Argumentasi Persuasif

Berikut adalah contoh argumentasi persuasif:

  1. “Mengurangi pemakaian plastik sebenarnya sangat mudah. Cukup dengan membawa tas belanja yang bisa diulang-ulang atau memilih produk yang memiliki kemasan yang dapat didaur ulang, kita sudah bisa membantu mengurangi sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, dengan membuat pilihan yang bijak dalam membeli produk, kita juga bisa menghemat uang yang sebenarnya bisa digunakan untuk keperluan yang lebih penting.”
  2. “Memilih produk yang dibuat dengan cara yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan adalah keputusan yang bijak. Selain membantu menjaga kelestarian lingkungan, kita juga bisa membantu memperkuat industri yang bertanggung jawab dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jadi, sebelum membeli sesuatu, pertimbangkan apakah produk tersebut dibuat dengan cara yang bertanggung jawab atau tidak.”

Contoh Argumentasi Eksposisi

Dalam argumentasi eksposisi, penulis biasanya akan mengemukakan suatu pendapat atau argumentasi tentang sesuatu yang ingin dijelaskan, lalu mengembangkan argumentasi tersebut dengan menyajikan fakta-fakta dan informasi yang relevan. Berikut ini adalah contoh argumentasi eksposisi:

Contoh 1:

Pendapat: Menurut saya, kebiasaan makan fast food secara teratur tidak baik bagi kesehatan.

Argumentasi: Fast food memang cepat dan praktis, tapi juga seringkali kaya akan lemak, garam, dan kalori yang tinggi. Konsumsi fast food secara teratur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Selain itu, fast food juga jarang mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, mengonsumsi fast food secara teratur tidak baik bagi kesehatan dan sebaiknya dihindari.

Contoh 2:

Pendapat: Saya berpendapat bahwa program pembelajaran jarak jauh (online learning) merupakan cara terbaik untuk belajar saat ini.

Argumentasi: Pembelajaran jarak jauh memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Pertama, pembelajaran jarak jauh lebih fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, asalkan terdapat koneksi internet. Kedua, pembelajaran jarak jauh juga lebih efisien karena siswa dapat memilih materi yang ingin dipelajari dan menyesuaikan kecepatan belajar dengan kemampuan mereka.

Ketiga, pembelajaran jarak jauh juga lebih hemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi atau tinggal di kost. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa program pembelajaran jarak jauh merupakan cara terbaik untuk belajar saat ini.

Kesimpulan

Argumentasi adalah sebuah pernyataan atau serangkaian pernyataan yang mencoba untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran suatu pendapat atau ide. Argumen terdiri dari premis atau dasar yang mendasari pernyataan tersebut, dan konklusi atau kesimpulan yang diperoleh dari premis tersebut.

Dalam logika dan retorika, argumen merupakan suatu cara untuk menunjukkan bahwa suatu pernyataan benar atau tidak benar dengan menggunakan bukti atau alasan yang logis dan rasional. Argumen dapat dibentuk dalam berbagai bentuk, seperti argumen deduktif, argumen induktif, dan argumen analogi.

Argumen juga dapat terjadi dalam diskusi atau debat, dimana orang-orang terlibat dalam pertukaran ide dan pernyataan yang saling berhubungan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai kesepakatan. Argumen dapat terjadi secara verbal atau tertulis, dan dapat terjadi di berbagai tempat, seperti di kelas, di kantor, di keluarga, atau di masyarakat.

Nah, Grameds, artikel kita seputar pengertian argumentasi telah selesai. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat sekaligus bisa menambah wawasan kamu, Grameds. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas, turut serta dalam memberi pengetahuan dan informasi, maka dari itu Gramedia menghadirkan buku-buku yang dapat menambah pengetahuan dan informasi yang para pembaca butuhkan.

Jika sobat Grameds tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut dan lebih jauh lagi terkait argumentasi dan beberapa cara berkomunikasi dengan baik, maka Gramedia.com siap menemani dan mengisi bacaan kalian dengan buku-buku yang tersedia di Gramedia. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Reksa

Rujukan:

  • https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/teks-argumentasi-adalah/
  • https://www.merdeka.com/jabar/argumentasi-adalah-teks-yang-berisi-gagasan-dengan-fakta-kenali-ciri-dan-strukturnya-kln.html
  • https://lsfdiscourse.org/pelajaran-singkat-tentang-argumen/

About the author

Siti Badriyah

Tulis menulis menjadi salah satu hobi saya. Dengan menulis, saya menyebarkan beragam informasi untuk orang lain. Tak hanya itu, menulis juga menggugah daya berpikir saya, sehingga lebih banyak informasi yang dapat saya tampung.

Kontak media sosial Instagram saya Siti Badriyah