Buku Belajar Bahasa Jepang Mudah dan Cepat Best Seller

Jelajahi Buku Belajar Bahasa Jepang Mudah dan Cepat Best Seller dari Gramedia yang disusun berdasarkan penjualan terbanyak

Sukses Belajar Bahasa Jepang

Sukses Belajar Bahasa Jepang

Bahasa Jepang Itu Gampang

Bahasa Jepang Itu Gampang

Jago Bahasa Jepang Gampaaang

Jago Bahasa Jepang Gampaaang

Kuasai Percakapan Sehari2 Bahasa Jepang

Kuasai Percakapan Sehari2 Bahasa Jepang

Mahir Bahasa Jepang Untuk Tki Jepang

Mahir Bahasa Jepang Untuk Tki Jepang

Trik Cepat Kuasai Bahasa Jepang

Trik Cepat Kuasai Bahasa Jepang

Mari Belajar Bahasa Jepang

Mari Belajar Bahasa Jepang

Super Simple Cara Praktis Kuasai Bahasa Jepang

Super Simple Cara Praktis Kuasai Bahasa Jepang

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Tentang Buku Belajar Bahasa Jepang Mudah dan Cepat Best Seller

Jelajahi Rekomendasi Buku Manajemen Pemasaran Best Seller dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan penjualan terbanyak.

Selengkapnya

    Seller.gramedia.com – Ada sekitar 2000 kanji yang umum digunakan dalam Bahasa jepang. Pada masa kanak-kanak pelajar Jepang akan mempelajari 1006 kanji, kemudian dilanjutkan lagi dengan 939 kanji di sekolah menengah pertama. Selain huruf kanji, orang Jepang juga menggunakan dua perangkat huruf fonetik, yaitu hiragana dan katakana. Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini:

    Huruf dalam Bahasa Jepang

    Huruf dalam Jepang terdiri dari Hiragana, Katakana dan Kanji:

    Hiragana (???) 

    Hiragana merupakan salah satu sistem penulisan huruf Jepang yang banyak digunakan. Fungsinya menuliskan kata asli Jepang yang tidak memiliki huruf kanji, huruf kanji yang tidak jelas atau terlalu formal untuk digunakan dalam penulisan serta mengikuti huruf kanji untuk membentuk kata kerja atau kata sifat. (Contoh: ??????), hiragana juga digunakan untuk penulisan partikel serta Penulisan furigana atau panduan membaca huruf kanji. Biasanya ditulis diatas atau dibawah huruf kanji. Peraturan Hiragana & Katakana diantaranya:

    • Diacritics (han(dakuten)) dengan menambahkan tenten (“) atau maru (°) pada huruf hiragana maupun katakana dasar, maka dapat merubah cara baca. Tanda tenten hanya bisa digunakan pada huruf (????????dimana bunyi huruf menjadi tebal. Sedangkan tanda maru (°) hanya bisa digunakan pada huruf ?. Digraphs (Y?on ), dengan menggabungkan huruf ?, ??dan ? dengan huruf utama hiragana atau katakana maka dapat membentuk vokal/huruf baru. Penulisan ?, ??dan ? pada Y?on ditulis setengah dari ukuran normal dan hanya bisa digabung dengan vokal i pada kolom huruf hiragana standar.
    • Digraphs (Y?on ), dengan menggabungkan huruf ?, ??dan ? dengan huruf utama hiragana atau katakana maka dapat membentuk vocal atau huruf baru. Penulisan ?, ??dan ? pada Y?on ditulis setengah dari ukuran normal dan hanya bisa digabung dengan vokal i pada kolom huruf hiragana standar. Untuk menulis dobel konsonan, seperti pada kata ganbatte, adalah dengan menggunakan huruf ??dengan ukuran penulisan setengah dari ukuran normal. Berikut beberapa contoh penggunaan huruf ? dalam kata dengan dobel konsonan.

    Peraturan Penggunaan Hiragana diantaranya:

    • Huruf ????dan ??pad a penggunaan sebagai partikel dibaca wa, o, dan e. 
    • Terdapat dua cara penulisan Ji (? dan ?) dan Zu (? dan ?). Untuk membedakan, biasanya pada penulisan huruf romaji ditulis ?=Ji, ?=Di, ?=Zu dan ?=Dzu/Du. 
    • Pada huruf jepang dikenal juga vokal panjang. Vokal ou pada kata Toukyou dibaca o panjang, menjadi Tookyoo. Pada penulisan seringkali ditulis menjadi T?ky? . Begitu juga dengan vokal ei, dibaca e panjang, seperti pada kata Eigy?.

     

    Katakana (???) 

    Untuk huruf kedua yang dipakai dalam penulisan bahasa jepang adalah Katakana. Katakana dikembangkan pada awal zaman Heian di abad ke-9 oleh biksu budha dengan mengambil bagian dari huruf kanji. Fungsi Katakana diantaranya sebagai Penulisan ??? atau gairaigo, yaitu kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang, selain itu juga berfungsi untuk penekanan, layaknya huruf kapital di dalam penulisan huruf romawi, Mewakili onomatopoeia, yaitu kata yang menirukan bunyi atau perasaan (misal bunyi bel: ???) hingga untuk penulisan kata teknik atau ilmiah. Katakana juga sering dipakai untuk penulisan nama perusahaan di Jepang. Berbeda dengan hiragana, vokal panjang pada huruf katakana cukup menggunakan tanda ‘?’. Contoh: Komputer = konpyuutaa = ???????

     

    KANJI (??? 

    Secara Bahasa Kanji berarti ‘aksara dari Han‘. Kanji mulai melalui benda-benda yang diimpor dari Tionghoa pada abad ke-5 setelah masehi. Walau demikian, orang Jepang mungkin sudah mengenal aksara Tionghoa mulai dari abad ke-1 Masehi. Di Kyushu ditemukan juga stempel emas asal tahun 57 Masehi yang diterima sebagai hadiah dari Tiongkok untuk raja negeri Wa (Jepang). Pengucapan kanji sendiri dapat dilakukan dengan on’yomi dan kunyomi:

    • On’yomi adalah pengucapan yang mengikuti ucapan dari Tionghoa. Satu karakter kanji mungkin memiliki lebih dari pengucapan on’yomi. Hal ini bergantung kepada zaman ketika karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. 
    • Kunyomi adalah pengucapan asli dari jepang. Jadi satu karakter hanya mempunyai satu pengucapan.

     

    Pola Kalimat dalam Bahasa Jepang

    Dialek lokal dalam bahasa Jepang disebut juga sebagai hougen, ada banyak dialek berbeda yang digunakan untuk menunjukan benda-benda yang sama. Juga ada beragam logat dan intonasi pada akhiran kata kerja dan kata sifat. Selain itu terdapat tiga jenis huruf yang digunakan untuk menulis dalam bahasa Jepang atau disebut juga sebagai partikel (unsure untuk menunjukkan berbagai unsur dalam kalimat). Partikel-partikel tersebut diantaranya:

    • Partikel ‘wa’ digunakan untuk menunjukkan subjek atau topic 
    • Partikel ‘o’ digunakan untuk menunjukkan objek 
    • Partikel ‘de’ digunakan untuk menunjukkan tempat. 

     

    Contoh: Dewi wa warung de bakso o tabemasu (Dewi makan bakso di warung).

     

    Kata-kata yang ditebalkan menunjukkan contoh penggunaan partikel dalam kalimat. Partikel ini biasanya menunjukkan hubungan antar kata dalam kalimat. Karena keberadaan partikel ini, susunan unsur-unsur kalimat dalam bahasa Jepang bisa disusun secara fleksibel.

     

    Struktur Kalimat Bahasa Jepang 

    Pola kalimat dalam Bahasa jepang terdiri dari Unsur dan Predikat. Predikat berada di akhir kalimat. Bahasa Jepang merupakan bahasa yang mengutamakan predikat sehingga unsur-unsur lain dalam kalimat seperti subjek, objek dan keterangan disusun terlebih dahulu sebelum dihubungkan dengan predikat. 

    Susunan Kalimat 

    Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal istilah SPOK atau Subjek + Predikat + Objek + Keterangan. Sementara dalam Bahasa jepang susunan unsur-unsur lain selain predikat sifatnya fleksibel. Kamu juga menggunakan konsep penentuan urutan agar lebih mudah dalam menyusun pola kalimatnya. 

     

    Menerangkan dan Diterangkan 

    Jika dalam bahasa Indonesia kita mengenal istilah D.M atau Diterangkan dan Menerangkan Dalam bahasa Jepang, berlaku sebaliknya yaitu Menerangkan dahulu baru kemudian Diterangkan. Berikut contoh pengaplikasiannya: 

    • Kankoku (Korea) jin (orang): Orang Korea 
    • Shiroi (Putih) neko (kucing): Kucing Putih 
    • Nihon (Jepang) ryoori (masakan): Masakan Jepang 

    Penggunaan Predikat dalam Bahasa Jepang 

    Dari segi predikat, terdapat 3 jenis kalimat dalam Bahasa jepang yakni kalimat kata kerja, kalimat kata sifat dan kalimat kata benda. 

    • Kalimat Kata Benda: Kalimat kata benda terdiri dari kata benda 1 (bisa berupa subjek atau topik) ditambah kata benda 2 ditambah ‘desu’. Contoh: Joni wa gakusei desu (partikel ‘wa’ menunjukkan kata benda) artinya: Joni adalah seorang pelajar. 
    • Kalimat Kata Sifat: Kalimat kata sifat terdiri dari unsur kata benda (bisa berupa subjek atau topik) ditambah kata sifat ditambah ‘desu’. Contohnya: Kore wa takai desu artinya: Ini mahal.
    • Kalimat Kata Kerja Kalimat kata kerja terdiri dari Unsur (bisa berupa subjek, objek, keterangan atau topik) ditambah partikel dan ditambah ‘masu’. Contoh: Joni ga tabe-masu (partikel ‘ga’ menunjukkan subjek) yang artinya: Joni makan. 

     

    Jenis-Jenis Kalimat Bahasa Jepang

    Kalimat bahasa Jepang berdasarkan jenisnya terbagi menjadi 4 macam, yaitu Kalimat yang berpredikat kata kerja atau disebut juga dengan dooshi-bun, Kalimat yang berpredikat kata sifat I (keyooshi) atau disebut juga keiyooshi-bun, Kalimat yang berpredikat kata sifat NA (keiyodooshi/ NA keiyooshi) atau disebut juga keiyodooshi-bun, Kalimat yang berpredikat kata benda + DA atau disebut juga dengan meishi-bun. Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini:

    Kata Kerja (Dooshi) Dalam Bahasa Jepang 

    Kata kerja dalam bahasa Jepang biasanya digunakan sebagai predikat suatu kalimat, yang diletakkan di akhir kalimat tersebut. Berdasarkan perubahannya kata kerja bentuk kamus (kata kerja yang bentuknya tercantum pada kamus) dapat digolongkan kedalam 3 kelompok yaitu : 

    • Kata kerja kelompok I yang disebut dengan godan-dooshi, yaitu kata kerja yang berakhiran suara/ huruf : u (?), tsu (?), ru (?), ku (?), gu (?), mu (?), nu (?), bu (?), dan su (?). 
    • Kata kerja kelompok II yang disebut ichidan-dooshi yaitu kata kerja yang berakhiran suara e-ru (??) atau iru (??). 
    • Kata kerja kelompok III yaitu kata kerja yang tidak baraturan (fukisoku-dooshi), hanya ada dua kata kerja yaitu kuru (??) yang artinya “datang” dan suru (??) yang artinya “melakukan”.

    Kata Sifat (Keiyooshi/Keiyoodooshi) 

    Kata sifat dalam bahasa jepang terbagi menjadi ada dua macam yaitu kata sifat I dalam bentuk kamus yang berakhiran suara atau huruf “ i ” (?) yang disebut keiyooshi dan kata sifat II yang berakhiran “na” (?) yatau disebut juga keiyoodooshi. 

    Kata Benda (Meishi) 

    Kata benda dalam bahasa Jepang tidak mengalami perubahan bentuk baik untuk benda tunggal maupun benda jamak. Kata benda terdiri dari empat jenis yaitu kata benda biasa (futsuu-meishi), kata benda yang menunjukan nama seseorang (koyuu-meishi), kata ganti yang bisa digunakan untuk menggantikan kedua jenis kata benda tersebut (dai-meishi), dan kata bilangan (suushi).

     

    Ragam Bahasa Halus (Keigo) 

    Dalam bahasa Jepang terdapat tingkat penggunaan bahasa halus atau sopan yang disebut Keigo, keigo dapat berarti Pembedaan pemakaian bentuk ungkapan berdasarkan hubungan dan situasi atau keadaan antara pembicara dan pendengar dan atau objek yang menjadi topik pembicaraan. Keigo juga dapat berarti ungkapan yang menunjukan rasa hormat terhadap pendengar ataupun objek yang menjadi topik pembicaraan, Keigo juga dapat berarti ungkapan yang khusus digunakan untuk menunjukan rasa hormat ataupun kesopanan berdasarkan perubahan cara pengucapan. Keigo terdiri dari tiga macam:

    • Sonkeigo yaitu bahasa yang digunakan untuk menghormati lawan bicara atau orang yang menjadi topik dalam pembicaraan tersebut secara langsung, dengan cara meninggikan posisi atau derajat orang tersebut. 
    • Kenjoogo adalah bahasa yang digunakan untuk menghormati lawan bicara atau orang yang menjadi topik dalam pembicaraan secara tidak langsung, dengan cara merendahkan posisi pembicara sendiri. 
    • Teineigo adalah bahasa yang digunakan untuk menghormati lawan bicara dengan cara menghaluskan kata-kata atau kalimat yang diucapkannya.

     

    Sumber: dari berbagai sumber