Bahasa Indonesia Business

Sistematika Proposal: Pengertian, Kaidah Kebahasaan, Dan Contoh Proposal

sistematika proposal
Written by Umam

Dalam rutinitas harian kita, Sistematika proposal menjadi penting khususnya untuk anak sekolahan ataupun orang-orang yang memiliki suatu bisnis. Dimana, sistematika proposal digunakan dan akrab dengan penulisan proposal.

Dimana proposal pada dasarnya bisa kita pahami sebagai suatu dokumen yang ditulis dengan tujuan untuk memperoleh suatu dari pihak tertentu. Proposal sendiri umumnya dibuat sebelum dilakukannya sebuah kegiatan ataupun penelitian.

Penulisan dan pengajuan proposal biasanya dilakukan supaya memperoleh bantuan dana, suatu perizinan, dan juga sebuah bentuk dukungan dari pihak terkait. Disini, peran proposal memang cukup penting dalam hal penyelenggaraan suatu kegiatan. Sebab, proposal mempunyai banyak sekali peran penting dan mencakup banyak kepentingan orang. Penyusunan proposal juga seharusnya sesuai dengan struktur proposal yang biasanya disebut dengan sistematika proposal.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail mengenai sistematika proposal yang baik dan benar. Akan tetapi, sebelum membahas sistematika proposal lebih dalam, alangkah lebih baik kita bahas dulu mengenai pengertian dan beberapa hal mengenai proposal itu sendiri. Pemahaman dasar yang baik pasti akan mengantarkan kita pada pelaksanaan yang baik juga. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

A. Pengertian Proposal

Awalnya, istilah proposal berasal dari kata dalam Bahasa Inggris yaitu to propose yang artinya mengajukan. Adanya sebuah proposal dapat menjadi salah satu cara untuk menjelaskan berbagai pengertian dan juga memberikan pembahasan mengenai kegiatan tertentu. Jika dilihat secara umum, proposal bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu proposal penelitian dan proposal kegiatan.

Proposal sendiri berisi sifat yang berperan sebagai usulan tertulis. Dimana hal itu memiliki maksud untuk disampaikan pada pihak yang mempunyai hubungan dengan kegiatan yang ingin dilakukan atau dilaksanakan.

pedoman penulisan karya ilmiah (proposal, skripsi, dan tesis)

pedoman penulisan karya ilmiah (proposal, skripsi, dan tesis)

B. Sistematika Proposal

Secara umum, terdapat unsur yang wajib ada di dalam sistematika proposal antara lain, latar belakang, tujuan, rumusan masalah, manfaat, asumsi penelitian, hipotesis, dan terakhir adalah tinjauan pustaka. Akan tetapi, dalam beberapa proposal saat ini bisa ditulis secara lebih fleksibel, bergantung dengan tujuan proposal yang ditulis.

Pada dasarnya, proposal mempunyai jenis yang cukup beragam. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan tujuan dari pembuatannya. Contoh proposal yang cukup sering dibuat adalah proposal perizinan untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian yang ditujukan untuk lembaga yang mempunyai hubungan. Tak hanya itu saja, ada juga sebuah proposal kegiatan seminar ataupun konser yang bertujuan untuk mencari sponsor atau dukungan supaya acara tersebut bisa berjalan dengan meriah.

Sedangkan di dalam proposal penelitian akan ada latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dari penelitian tersebut, manfaat yang akan diperoleh dari penelitian tersebut, landasan teori, metode penelitian, dan kerangka penulisan laporan. Nah, agar kamu bisa lebih memahami sistematika proposal, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Latar Belakang

Unsur sistematika proposal yang pertama adalah latar belakang. Di dalam latar belakang yang ada di sebuah proposal ini berisikan tentang keadaan, kejadian, dan hal-hal yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ataupun penelitian tersebut. Misalnya saja di dalam proposal kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat desa. Maka di dalam bagian latar belakang harus membahas mengenai terjadinya suatu penyakit menular.

Berikut ini adalah contoh kalimat yang bisa dicantumkan di dalam latar belakang proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah:

“Bahasa yang digunakan dalam sebuah tulisan ilmiah memiliki karakteristik dan ragam ilmiah. Oleh karena itu, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa tersendiri, yaitu ragam tulis ilmiah. Bahasa tulis ilmiah merupakan suatu laras dari ragam bahasa resmi baku yang harus disusun secara jelas, teratur, dan tepat makna. Ragam bahasa ilmiah yang digunakan dalam tulisan ilmiah terutama pada mading ilmiah, harus memiliki ketentuan supaya mampu mengkomunikasikan pikiran, gagasan, dan pengertian secara lengkap, ringkas, dan tepat makna……”

2. Masalah dan Tujuan

Unsur sistematika proposal yang kedua adalah masalah dan tujuan. Di dalam proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, perlu disebutkan permasalahan serta tujuan proposal tersebut secara spesifik.

Caranya yaitu dengan merumuskan tujuan proposal secara rasional dan menggunakan gaya bahasa yang bersifat persuasif agar pihak yang membaca proposal bisa tertarik dengan tujuan dari adanya kegiatan tersebut.

Berikut ini adalah perumusan masalah yang ada di dalam proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah:

“…Berdasarkan uraian di atas, masalah yang akan dijadikan fokus penelitian ini adalah sebagai berikut,

Bagaimanakah kadar keilmuan isi tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya?
Bagaimana kadar keilmuan kosakata dan istilah yang digunakan dalam tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya?
Bagaimana kadar keilmuan pengembangan bahasa yang digunakan dalam tulisan para siswa SMA Pelita kelas 10 dalam mading sekolahnya?
dst…”
Semetara pada tujuan proposal, biasanya mengikuti rumusan masalah yang ada.

3. Ruang Lingkup Kegiatan

Unsur sistematika proposal yang ketiga adalah ruang ligkup kegiatan. Dalam merumuskan proposal kegiatan, kita harus menjelaskan mengenai batasannya.

4. Kerangka Teoritis dan Hipotesis

Unsur sistematika proposal yang keempat adalah kerangka teoritis dan hipotesis. Di dalam sebuah proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, harus ada teori ataupun hasil penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan dan berkaitan dengan masalah yang ada di dalam proposal tersebut.

Telaah yang dimaksud bisa berupa perbandingan dari penelitian sebelumnya ataupun teori yang serupa dengan masalah yang akan diteliti. Dengan adanya teori tersebut, pihak yang berkaitan dengan persetujuan proposal atau penerima usul bisa memahami bobot permasalahan di dalam proposal tersebut.

Berikut ini adalah kerangka teoritis di dalam sebuah proposal penelitian kadar keilmiahan di mading sekolah.

“……Supaya kerja sama dan kolaborasi efektif dan efisien, alat komunikasi yang digunakan perlu disesuaikan dengan hakikat ilmu pengetahuan serta dengan cara kerja para ilmuwan. Alat komunikasi itu adalah ragam bahasa khusus, yang oleh para bangsawan mazhab Praba disebut dengan ragam bahasa ilmiah (David, 1973: 229). Ciri utama ragam bahasa ilmiah adalah serba logis, lugas, padat, jelas atau eksplisit, objektif, dan berupa ragam baku (standar)……”

5. Metode

Unsur sistematika proposal yang kelima adalah metode. Di bagian metode harus membahas tentang bagaimana metode penelitian itu akan dilakukan. Termasuk juga teknik pengumpulan data, validasi data, analisis data, dan lain sebagainya.

Metode yang dipakai juga cukup beragam, mulai dari metode historis, metode eksperimental, dan metode deskriptif. Sedangkan dalam teknik pengumpulan data bisa dilakukan dengan teknik angket atau menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, studi pustaka, dan lain sebagainya.

Melalui penjelasan metode tersebut, kegiatan yang akan direncanakan pada proposal bisa dinilai secara objektif oleh penerima usulan. Selain itu, si penerima usulan bisa menilai tentang jumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Berikut adalah contoh bagian metode di dalam sebuah proposal penelitian dengan kadar keilmiahan di mading sekolah:

“Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Tujuannya untuk mendeskripsikan kadar keilmiahan isi tulisan, organisasi, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa, dan aspek mekanik tulisan para siswa SMA Neo Culture yang dipublikasikan dalam bentuk mading sekolah….”

6. Pelaksana Kegiatan

Unsur sistematika proposal yang keenam adalah pelaksana kegiatan. Di bagian ini harus ditulis atau dicantumkan daftar personalia ataupun pelaksana kegiatan dan dilengkapi dengan pendidikan ataupun keahlian mereka.

Misalnya saja, di dalam sebuah proposal kegiatan pengecatan jalanan yang ada di desa, maka di bagian ini bisa ditulis susunan panitia termasuk juga pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut.

7. Fasilitas

Unsur sistematika proposal yang ketujuh adalah fasilitas. Bagian fasilitas ini bisa kamu gunakan dalam proposal kegiatan ataupun proposal penelitian. Untuk beberapa pihak, terdapat fasilitas di dalam proses kegiatannya yang akan bisa lebih menekankan pada biaya. Sehingga kalkulasi biaya yang diberikan akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan melakukan sewa.

8. Keuntungan dan Kerugian

Unsur sistematika proposal yang kedelapan adalah keuntungan dan kerugian. Keberadaan bagian dari keberuntungan dan juga kerugian dalam sebuah proposal kegiatan ataupun penelitian bisa berguna untuk meyakinkan si penerima usul tentang dana yang dikeluarkan nanti tidak sia-sia dengan apa yang akan didapatkan.

9. Lama Waktu Kegiatan

Unsur sistematika proposal yang kesembilan adalah lama aktu kegiatan. Di dalam proposal penelitian ataupun kegiatan, perlu adanya penjelasan tentang berapa lama waktu kegiatan tersebut bisa diselesaikan. Jika kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahap, maka tahap itu harus diberikan perincian waktu penyelesaian masing-masing.

10. Jadwal Kegiatan

Unsur sistematika proposal yang kesepuluh adalah jadwal kegiatan. Jadwal dari kegiatan tersebut umumnya berada di dalam proposal kegiatan. Jadwal kegiatan mengatur tentang pembagian waktu berdasarkan rencana kegiatan yang sedang dilaksanakan.

Tujuan dari adanya jadwal kegiatan tersebut adalah supaya kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lain bisa bertabrakan ataupun ngaret.

11. Anggaran Dana

Unsur sistematika proposal yang kesebelas adalah anggaran dana. Adanya anggaran dana ataupun biaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah proposal penelitian ataupun proposal kegiatan.

Rincian dari anggaran dana yang akan digunakan harus benar-benar disusun secara baik dan benar. Supaya si penerima usul bisa yakin untuk menyetujui proposal yang kamu buat. Isi dari rincian dana umumnya berupa upah, biaya umum, alat perlengkapan, dan lain sebagainya.

12. Daftar Pustaka

Unsur sistematika proposal yang kedua belas adalah daftar pustaka. Di bagian daftar pustaka yang ada di sebuah proposal ini tergolong opsional. Jadi tidak semua proposal perlu mencantumkan daftar pustaka.

teknik penyusunan proposal proyek

teknik penyusunan proposal proyek

C. Kaidah Kebahasaan Proposal

Kemudian, di dalam sebuah proposal perlu menggunakan kaidah kebahasaan yang dipakai sebagai tanda bahwa tulisan tersebut adalah bentuk dari proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, yaitu dengan fitur-fitur berikut ini:

1. Pernyataan Argumentatif

Di dalam pernyataan argumentatif akan ada penggunaan konjungsi kausalitas, seperti karena, sebab, oleh karena itu, dan lainnya.

2. Pernyataan Persuasif

Hal tersebut digunakan untuk mengajak penerima usulan agar bersedia untuk menerima usulan itu. Misalnya saja penggunaan kalimat sebagai berikut:
“Untuk itu, supaya upaya pembekalan terhadap para pengajar mengenai pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca serta menulis sangat mendesak untuk dilakukan, maka….”

3. Kata-Kata Teknis

Penggunaan kata-kata teknis atau yang biasanya disebut dengan istilah ilmiah berkenaan dengan bidang kegiatan.

4. Kata Kerja Tindakan

Penggunaan kata kerja tindakan biasanya dipakai untuk menyatakan langkah-langkah kegiatan ataupun metode penelitian. Misalnya saja kata berlatih, mengamati, mendokumentasikan, dan lain sebagainya.

5. Kata Pendefinisian

Contoh dari kata pendefinisian adalah merupakan, adalah, yaitu, yakni, dan lainnya

6. Kata Perincian

Penggunaan kata perincian biasanya berupa pertama, kedua, selain itu, ketiga, dan lain sebagainya.

7. Kata Keakanan

Penggunaan kata keakanan biasanya yang berkaitan dengan waktu ataupun peristiwa yang akan datang. Misalnya saja kata, akan direncanakan, diharapkan, dan lain sebagainya. Hal itu terjadi karena sifat proposal yang menjadi sebuah bentuk rencana, usulan, ataupun rancangan dari suatu program kegiatan.

8. Kata Denotatif

Penggunaan kata denotatif atau kata-kata bermakna lugas. Hal itu penting untuk menghindari kesalahpahaman antara pihak pengusul proposal dengan pihak penerima usulan.

D. Syarat Penyusunan Proposal

Berikut ini adalah beberapa syarat penyusunan proposal.

1. Lengkap

Dalam proses penyusunan sebuah proposal, kamu harus memperhatikan kelengkapan di bagian-bagiannya, seperti latar belakang sampai bagian daftar pustaka. Jika ada lampiran, maka kamu juga harus menyertakan juga dalam penyusunannya.

2. Jelas

Dalam proses penyusunan proposal kegiatan ataupun proposal penelitian, kamu harus memperhatikan kaidah-kaidah pemilihan kosakata dan juga kebahasaan agar mudah dipahami oleh si penerima usul.

3. Menarik

Dalam proses penyusunan proposal, kamu juga perlu memperhatikan teknik penyajian seperti halnya tata letak, ilustrasi, pemilihan ukuran huruf, jenis huruf, dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar penerima usulan tertarik untuk membaca proposal dan bersedia untuk memberikan kontribusi dalam proses kegiatan tersebut.

E. Contoh Proposal Kegiatan yang Baik dan Benar

Peringatan Ulang Tahun Sekolah

SMA Negeri Tangerang

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Dua puluh tahun usia SMA Negeri Tangerang dalam pengabdiannya di bidang pendidikan. Bukan rentang usia yang pendek bagi suatu lembaga pendidikan untuk menghadirkan alumni yang cerdas dan tangguh bagi masyarakat. Peringatan ulang tahun sekolah dengan kontribusi nyata bagi warga masyarakat sekitar diharapkan mampu menumbuhkan semangat sosial dan gotong royong bagi siswa.

B. Tujuan Kegiatan

1. Memupuk semangat kerja sama di dalam lingkungan SMA Negeri Tangerang
2. Menjalin semangat kebersamaan dengan warga masyarakat di sekitar lingkungan SMA Negeri Tangerang

II. Isi Proposal

A. Tema

Kegiatan ulang tahun SMA Negeri Tangerang kali ini mengangkat tema “Gotong Royong Menjaga Kesehatan Bersama.”

B. Macam Kegiatan

1. Membersihkan lingkungan di dalam dan sekitar sekolah
2. Gerak jalan sehat

C. Peserta

Peserta adalah seluruh siswa SMA Negeri Tangerang.

D. Peralatan yang Dibutuhkan

1. Peralatan kebersihan
2. Seragam olahraga

E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

1. Kegiatan membersihkan lingkungan sekolah

Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2020
Waktu: Pukul 08.00 WIB –10.00 WIB
Tempat: SMA Negeri Tangerang

2. Kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar sekolah

Tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2020
Waktu: Pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB
Tempat: Lingkungan sekitar SMA Negeri Tangerang

3. Gerak jalan sehat

Tanggal: Sabtu, 31 Oktober 2020
Waktu: Pukul 06.00 WIB – 07.00 WIB
Rute: Sekitar SMA Negeri Tangerang

III. Susunan Acara

1. Sabtu, 17 Oktober 2020, 08.00 – 10.00 WIB, membersihkan lingkungan SMA Negeri Tangerang , Koordinator: Yuni
2. Sabtu, 24 Oktober 2020, 08.00 – 10.00 WIB: membersihkan fasilitas umum di lingkungan sekitar SMA Negeri Tangerang , Koordinator: Abdul
3. Sabtu, 31 Oktober 2020, 06.00 – 07.00 WIB: gerak jalan sehat 5k berawal dan berakhir di SMA Negeri Tangerang , Koordinator: Duta

IV. Susunan Kepanitiaan

Pelindung: Drs. Yudha M.pd (Kepala Sekolah)
Pengarah: Suryaningsih S.pd
Penanggung Jawab: Muhammad Rizal (Ketua OSIS)
Ketua Panitia: Syarifatul Laili
Sekretaris: Ria Anggraini
Bendahara: Joko Susanto
Seksi acara: Setya Wiguna
Seksi Dana Usaha: Khalifa Wardani
Seksi Humas: Totok Amsari
Seksi Keamanan: Ahmad Riyanto
Seksi Dokumentasi: Firman
Seksi Peralatan: Budi Doremi

V. Anggaran Dana

Anggaran kegiatan diperoleh dari:

1. Dana kas sekolah: Rp. 300.000,00
2. Dana partisipasi siswa: Rp. 1.000.000,00
3. Dana sponsor: Rp.4.000.000,00
4. Dana partisipasi guru: Rp.1.500.000,00
Total: Rp.6.800.000,00

Biaya pengeluaran:

1. Peralatan kebersihan: Rp.2.000.000,00
2. Konsumsi: Rp.3.000.000,0
6. Spanduk: Rp. 300.000,0
7. Lain – Lain: Rp. 250.000,0
Total: Rp.5.550.000,0

VI. Penutup

Demikian proposal ini kami susun. Besar harapan atas dukungan dari sekolah agar kegiatan yang bermanfaat ini terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama, kami ucapkan terima kasih.

Disahkan di :

Tangerang, 29 September 2020
Mengetahui,

Ketua Panitia
Syarifatul Laili

Ketua OSIS
Muhammad Rizal

Kepala Sekolah
Drs. Gatot M.pd

Studi Kelayakan Bisnis Teori Dan Pembuatan Proposal Kelayakan

Studi Kelayakan Bisnis Teori Dan Pembuatan Proposal Kelayakan

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Sistematika Proposal



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien