Pendidikan

Pengertian Pendidikan: Tujuan, Unsur, Landasan, Asas, dan Lingkungan Pendidikan

pengertian pendidikan
Written by Rifda Arum

Pengertian Pendidikan – Pada era yang serba canggih ini, pendidikan telah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu. Bahkan pemerintah telah mewajibkan warga negaranya untuk memperoleh hak pendidikan selama 12 tahun dan disarankan lebih dari itu.

Secara sederhana, pendidikan dapat menjadi sarana individu supaya dapat terhindarkan dari kebodohan. Semakin tinggi pendidikan maka akan semakin tinggi pula pengetahuan yang akan didapatkan.

Lalu, apa itu sebenarnya pendidikan? Mengapa pendidikan penting bagi kehidupan kita dan generasi masa depan?

Supaya Grameds lebih memahami konsep pendidikan, maka simak penjelasan berikut ya…

Pengertian Pendidikan

Menurut ahli pedagogik dari Belanda, Langeveld, mengemukakan bahwa pendidikan merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai tujuan, yaitu kedewasaan.

Mendidik dan pendidikan adalah dua hal yang memiliki keterkaitan. Mendidik bermakna melakukan suatu tindakan berupa memberikan pendidikan kepada pihak lain.

Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak supaya mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Lalu, menurut Crijns dan Reksosiswoyo, mendidik adalah pertolongan yang diberikan oleh siapapun yang bertanggung jawab atas pertumbuhan anak untuk membawanya ke tingkat dewasa.

Menurut GBHN 1973, pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan peserta didik di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

Terdapat beberapa konsep dasar mengenai pendidikan, yakni

1. Bahwa pendidikan berlangsung selama seumur hidup (long life education) Hal tersebut karena usaha pendidikan sejatinya telah dimulai sejak manusia lahir dari kandungan ibu sampai meninggal.

Konsep pendidikan berlangsung sepanjang hayat ini seolah memberikan pengertian bahwa pendidikan tidak identik dengan lingkungan sekolah saja, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

2. Tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

3. Bagi manusia, pendidikan merupakan suatu kewajiban karena dari adanya pendidikan, manusia dapat memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang.

Sehingga dapat disimpulkan dari pendapat-pendapat tersebut bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang disadari, bukan suatu perbuatan yang serampangan begitu saja supaya dirinya menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab dan mandiri. 

Pendidikan Hanya Berlaku Bagi Manusia

Upaya pendidikan menyangkut pada hati nurani, nilai-nilai, perasaan, pengetahuan, dan keterampilan manusia.

Hanya manusia yang dapat dididik dan menerima pendidikan karena manusia dilengkapi oleh akal budi.

Sedangkan hewan tidak tidak didik dan tidak memungkinkan untuk dididik, sehingga tidak mungkin terlibat dalam proses pendidikan.

Mengapa Manusia Perlu Memperoleh Pendidikan?

Terdapat beberapa asumsi yang memungkinkan mengapa seorang manusia perlu memperoleh pendidikan dalam hidupnya, yakni:

  1. Manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang tidak berdaya sehingga perlu mendapatkan bantuan dari orang lain untuk melangsungkan hidupnya.
  2. Manusia lahir tidak langsung menjadi seorang yang dewasa. Supaya dapat sampai pada tingkat dewasa maka diperlukan proses pendidikan.
  3. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak akan bisa hidup tanpa adanya manusia lain.
  4. Pada hakikatnya, manusia dapat dididik dan mendapatkan pendidikan sepanjang hidupnya.

Beli Buku di GramediaTujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan di suatu negara dengan negara lain tentu akan berbeda bergantung dasar negara, falsafah hidup, dan ideologi negara. Sehingga sebagai manusia Indonesia, pendidikan memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik.
  2. Untuk membentuk manusia Indonesia yang memiliki sikap dan perilaku sesuai pada nilai-nilai Pancasila.

Untuk mencapai hal tersebut adalah dengan adanya kedewasaan.

Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk menyebut seorang individu telah menjadi dewasa, yakni

  1. Mandiri; dapat hidup sendiri, tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, dan dapat mengambil keputusan atas hidupnya.
  2. Bertanggung jawab atas perbuatannya.
  3. Memahami norma dan moral yang berlaku dalam masyarakat.

Unsur-Unsur dalam Pendidikan

1. Peserta didik

Pada zaman sekarang, peserta didik tidak selalu menjadi pihak yang menerima informasi dari pendidik saja. Namun, bisa saling memberikan timbal balik kepada pendidik dan antar peserta didik lain.

Selain itu, pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik dapat berbeda dengan peserta didik lain. Hal tersebut dapat disebabkan karena adanya perbedaan lingkungan pendidikannya.

2. Pendidik

Pendidik dibedakan menjadi dua jenis yakni a) pendidik kodrati, yakni orang tua selaku pendidik pertama sejak individu lahir ke dunia; dan b) pendidik profesi, yakni guru.

Orang tua selaku sebagai pendidik kodrati dilakukan bukan atas kemauan anak, melainkan semata-mata secara kodrati bahwa mereka harus mendidik anaknya dengan cara dan aturan yang berbeda-beda.

Walaupun pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pendidik kodrati. Penyebabnya beragam, salah satunya adalah tidak adanya waktu untuk berinteraksi dengan anak akibat terlalu sibuk bekerja.

Adanya keterbatasan waktu tersebut menjadikan pengalihan pendidikan anak kepada negara dan masyarakat (berupa profesi guru).

Guru selaku pendidik profesi telah menerima tanggung jawab mendidik dari berbagai pihak yakni orang tua, masyarakat, dan negara (pemerintah). Tanggung jawab tersebut diterima atas dasar kepercayaan bahwa seorang guru mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan peserta didik.

Terlebih saat ini menjadi seorang guru memiliki persyaratan yang cukup banyak, tidak hanya cukup berupa ijazah lulusan sarjana pendidikan saja. Berjiwa Pancasila, demokratis, sehat jasmani, menjadi beberapa syarat lain yang harus dimiliki oleh seorang guru.

3. Tujuan

Setiap pendidikan yang diberikan kepada peserta didik harus memiliki tujuan. Misalnya agar peserta didik pandai berbicara, membaca dan menulis, berhitung; agar peserta didik memiliki budi pekerti luhur, cinta bangsa dan tanah air; dan lain-lain.

Tujuan-tujuan tersebut harus dikaji berdasarkan kebutuhan dan kemampuan peserta didik supaya proses mendidiknya dapat diterima sebagai nilai hidup yang baik.

4. Isi Pendidikan

Isi pendidikan meliputi segala sesuatu yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didiknya supaya dapat mencapai tujuan pendidikan.

Isi pendidikan ini berupa materi yang harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan kemampuan peserta didik.

5. Metode Pendidikan

Dalam kaitannya dengan pendidikan, metode ini bergantung pada kemampuan pendidik yang bersangkutan dan sarana pendidikan.

Dalam proses pendidikan, sering terjadi adanya metode X kurang berhasil diterapkan oleh pendidik A, tetapi sukses dilakukan oleh pendidik B. Sehingga dapat disebut bahwa suatu metode pendidikan tetap memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

6. Situasi Lingkungan Pendidikan

Situasi lingkungan menjadi salah satu unsur paling berpengaruh dalam proses pendidikan. Situasi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sosial budaya, lingkungan fisik (bangunan gedung), dan lingkungan alam (cuaca dan musim).

Beli Buku di Gramedia

Landasan Pendidikan Nasional di Indonesia

  1. Landasan Ideal: Pancasila
  2. Landasan Konstitusional: Undang-Undang Dasar 1945
  3. Landasan Operasional: Undang-Undang Pokok Pendidikan Nasional

Asas-Asas Pelaksanaan Pendidikan

  1. Asas semesta, menyeluruh, dan terpadu. Dalam asas ini berarti pendidikan terbuka bagi setiap rakyat negara Indonesia, mencakup semua jenis dan jenjang pendidikan.
  2. Asas pendidikan seumur hidup. Dalam asas ini, setiap individu harus memperoleh hak dan kesempatan untuk mendapatkan pengajaran dan belajar kapanpun selama hidupnya.
  3. Asas tanggung jawab antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
  4. Asas pendidikan berlangsung dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.
  5. Asas keselarasan dan keterpaduan dengan Ketahanan Nasional dan Wawasan Nusantara.
  6. Asas Bhinneka Tunggal Ika
  7. Asas keselarasan, keserasian, dan keseimbangan
  8. Asas manfaat, adil, dan merata
  9. Asas ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
  10. Asas kepastian hukum

Beli Buku di Gramedia

Lingkungan Pendidikan

1. Lingkungan Pendidikan Keluarga

Keluarga menjadi bentuk lingkungan pendidikan yang pertama dan utama dari setiap individu yang lahir ke dunia. Oleh sebab itu, orang tua berperan sebagai pendidik yang bertanggung jawab atas proses pendidikannya.

Seorang ahli bernama Drost mengungkapkan bahwa dalam lingkungan pendidikan sekolah lebih banyak mengembangkan kemampuan akademis individu, sementara dalam lingkungan pendidikan keluarga bertanggung jawas atas pengembangan kepribadian.

Pendidikan keluarga dibagi atas tahap prenatal dan postnatal.

Dalam tahap prenatal ini berkaitan dengan pendidikan sebelum lahir atau sejak individu masih di dalam kandungan. Wujud praktiknya cenderung merupakan kearifan lokal, misalnya dalam kebudayaan Jawa ada neloni, mitoni, dan lain-lain.

2. Lingkungan Pendidikan Sekolah

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sekolah menjadi posisi utama dalam upaya pendidikan manusia.

Sekolah bertanggung jawab atas orang tua dan masyarakat dalam bidang pendidikan demi generasi masa depan.

Dasar tanggung jawab tersebut meliputi tiga hal yakni:

  1. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan menurut perundang-undangan pendidikan.
  2. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan, dan jenjang pendidikan.
  3. Tanggung jawab fungsional kepada pengelola dan pelaksaan pendidikan yang menrima ketetapan berdasarkan ketentuan jabatannya.

3. Lingkungan Pendidikan Masyarakat

Dalam banyak hal, sekolah dinilai telah mengalami ketertinggalan dari masyarakatnya. Khususnya dalam bidang teknologi, telah terjadi lebih dahulu dalam masyarakat daripada di sekolah.

Maka dari itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengakrabkan sekolah dengan masyarakat. Misalnya dengan adanya sistem magang, KKN (Kuliah Kerja Nyata), PKL (Praktik Kerja Lapangan), dan lain-lain.

Beli Buku di Gramedia

Lingkungan pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat ditinjau dari berbagai aspek berikut:

No. Pendidikan Formal Pendidikan Non Formal Pendidikan Informal
1. Penyelenggaraan proses pendidikan di gedung sekolah Dapat dilakukan di luar gedung sekolah Dapat dilakukan dimana saja
2. Peserta didik dituntut dengan persyaratan tertentu Kadang-kadang ada persyaratan Tidak ada persyaratan
3. Kurikulum jelas sesuai dengan jenjang  pendidikan yang ditempuh Kurikulum tidak memiliki jenjang yang jelas Tidak ada kurikulum
4. Materi berjenjang dan bersifat akademik Materi bergantung pada kebutuhan peserta didiknya Tidak ada materi khusus
5. Penyelenggaraan proses pendidikan relatif lama Penyelenggaraan relatif singkat Tidak ada batas waktu
6. Ada persyaratan formal bagi pendidiknya Tidak harus memenuhi persyaratan formal Tidak ada persyaratan
7. Terdapat ujian formal Ujian bersifat khusus Tidak terdapat ujian

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber:

Munib, Akhamd, dkk. (2016). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UNNES Press

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien